histologi hepar

Click here to load reader

Post on 26-Oct-2015

89 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

HEPATITIS B

TRANSCRIPT

Histologi HeparSecara mikroskopik terdiri dariCapsula Glissondanlobulus hepar. Lobulus hepar dibagi-bagi menjadi:Lobulus klasikLobulus portalAsinus hepar

Lobulus-lobulus itu terdiri dariSel hepatositdansinusoid. Sinusoid memiliki sel endotelial yang terdiri dari selendotelial, selkupffer, dan selfat storing.

Mari kita bahas satu per satu:Lobulus hepar:Lobulus klasik:Berbentuk prisma dengan 6 sudut.Dibentuk oleh sel hepar yang tersusun radier disertai sinusoid.Pusat lobulus ini adalah v.SentralisSudut lobulus ini adalah portal area (segitiga kiernann), yang pada segitiga/trigonum kiernan ini ditemukan:Cabang a. hepaticaCabang v. portaCabang duktus biliarisKapiler lymphe

Lobulus portal:Diusulkan oleh Mall cs (lobulus ini disebut juga lobulus Mall cs)Berbentuk segitigaPusat lobulus ini adalah trigonum KiernannSudut lobulus ini adalah v. sentralis

Asinus hepar:Diusulkan oleh Rappaport cs (lobulus ini disebut juga lobulus rappaport cs)Berbentuk rhomboidTerbagi menjadi 3 areaPusat lobulus ini adalah sepanjang portal areaSudut lobulus ini adalah v. sentralisIlustrasinya:

Sekarang kita bahas tentang sel hepatosit dan sinusoid:Mikroskopi sel hepatosit:

Berbentuk kuboidTersusun radierInti sel bulat dan letaknya sentralSitoplasma:Mengandung eosinofilMitokondria banyakRetikulum Endoplasma kasar dan banyakApparatus Golgi bertumpuk-tumpukBatas sel hepatosit :Berbatasan dengan kanalikuli bilarisBerbatasan dengan ruang sinusoidBerbatasan antara sel hepatosit lainnya

Mikroskopi sinusoid:Ruangan yang berbentuk irregularUkurannya lebih besar dari kapilerMempunyai dinding seluler yaitu kapiler yang diskontinuDinding sinusoid dibentuk oleh sel hepatosit dan sel endotelialRuang Disse (perivascular space) merupakan ruangan antara dinding sinusoid dengan sel parenkim hati, yang fungsinya sebagai tempat aliran lymphe

Sekarang kita bahas tentang sel endothelial pada sinusoid:Sel endothelial:Berbentuk gepengPaling banyakSifat fagositosisnya tidak jelasLetaknya tersebarSel Kupffer:Berbentuk bintang (sel stellata)Inti sel lebih menonjolTerletak pada bagian dalam sinusoidBersifat makrofagTergolong pada RES (reticuloendothelial system)Sitoplasma Lisozim banyak dan apparatus golgi berkembang baikSel Fat Storing:Disebut juga Sel Intertitiel oleh SatsukiDisebut juga Liposit oleh BronfenmeyerDisebut juga Sel Stelata oleh WakeTerletak perisinusoidMampu menyimpan lemakFungsinya tidak diketahui

Sistem duktuli hati (sistem saluran empedu), terdiri dari:kanalikuli biliariscabang terkecil sistem duktus intrahepatikletak intralobuler diantara sel hepatositdibentuk oleh sel hepatositpada permukaan sel terdapat mikrovili pendekkanal hering

Termasuk apparatus excretorius hepatis: Vesica fellea:Gambaran mikroskopisnya:Tunica mucosa-nya terdiri dari epitel selapis kolumnair tinggiLamina propria-nya memiliki banyak pembuluh darah, kelenjar mukosanya tersebar, dan jaringan ikat jarangTidak ada muscularis mucosaTunica muscularis terdiri dari lapisan otot polos tipisTunica serosa:merupakan jaringan ikat berisi pembuluh darah dan lymphepermukaan luar dilapisi peritoneum

sinus rockitansky aschoffMerupakan sinus yang terbentuk karena invaginasi epitel permukaan yang menembus ke lapisan otot dan sampai ke lapisan jaringan ikat perimuskuler.

---**

Fisiologi HeparHepar merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 25% oksigen darah. Ada beberapa fungsi hepar yaitu :Fungsi hepar sebagai metabolisme karbohidratPembentukan, perubahan dan pemecahan KH, lemak dan protein saling berkaitan satu sama lain.Hepar mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen, mekanisme ini disebut glikogenesis. Glikogen lalu ditimbun di dalam hepar kemudian hepar akan memecahkan glikogen menjadi glukosa. Proses pemecahan glikogen menjadi glukosa disebut glikogenelisis.Karena proses-proses ini, hepar merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh, selanjutnya hepar mengubah glukosa melaluiheksosa monophosphat shuntdan terbentuklah pentosa. Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan: Menghasilkan energi, biosintesis dari nukleotida,nucleic aciddan ATP, dan membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C) yaitupyruvic acid(asam piruvat diperlukan dalamsiklus krebs).Fungsi hepar sebagai metabolisme lemakHepar tidak hanya membentuk / mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :Senyawa 4 karbon KETON BODIESSenyawa 2 karbon ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol)PembentukancholesterolPembentukan dan pemecahan fosfolipidHepar merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresicholesterol. Di mana serumCholesterolmenjadi standar pemeriksaan metabolisme lipidFungsi hepar sebagai metabolisme proteinHepar mensintesis banyak macam protein dari asam amino. dengan proses deaminasi, hepar juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino.Dengan proses transaminasi, hepar memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen. Hepar merupakan satu-satunya organ yang membentuk plasma albumin dan - globulin dan organ utama bagi produksi urea. Urea merupakanend productmetabolisme protein. - globulin selain dibentuk di dalam hepar, juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang. globulin hanya dibentuk di dalam hepar. Albumin mengandung 584 asam amino dengan BM 66.000Fungsi hepar sehubungan dengan pembekuan darahHepar merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X. Benda asing menusuk kena pembuluh darah yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung yang beraksi adalah faktor intrinsik. Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII, sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi.Fungsi hepar sebagai metabolisme vitaminSemua vitamin disimpan di dalam hepar khususnya vitamin A, D, E, KFungsi hepar sebagai detoksikasiHepar adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat over dosis.Fungsi hepar sebagai fagositosis dan imunitasSel kupfer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi - globulin sebagaiimmune livers mechanism.Fungsi hemodinamikHepar menerima 25% dari cardiac output, aliran darah hepar yang normal 1500 cc/ menit atau 1000 1800 cc/ menit. Darah yang mengalir di dalam a.hepatica 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hepar. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktuexercise, terik matahari,shock. Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah

2.1 Pengertian HepatitisBerikut merupakan beberapa pengertian dari hepatitis.1)Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. Hepa berarti kaitan dengan hati, sementara itis berarti radang (Seperti di atritis, dermatitis, dan pankreatitis)(James, 2005: 4).2)Hepatitis merupakan infeksi pada hati, baik disebabkan oleh virus atau tidak. Hepatitis yang disebabkanoleh virus ada tiga tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C. hepatitis yang tidak disebabkan oleh virus biasanya disebabkan oleh adanya zat-zat kimia atau obat, seperti karbon tetraklorida, jamur racun, danvinyl klorida(Asep suryana abdurahmat, 2010: 153).3)Hepatitis adalah peradangan atau inflamasi pada hepar yang umumnya terjadi akibat infeksi virus, tetapi dapat pula disebabkan oleh zat-zat toksik. Hepatitis berkaitan dengan sejumlah hepatitis virus dan paling sering adalahhepatitis virus A, hepatitis virus B,sertahepatitis virus C(Sue hanclif,2000: 105).4)Hepatitis adalah peradangan hati yang akut karena suatu infeksi atau keracunan(Clifford anderson, 2007:,243).Dari beberapa pengetian hepatitis di atas pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus maupun tidakdisebabkan oleh virus.

2.2 Etiologi HepatitisMenurut Price dan Wilson (2005: 485) Secara umum hepatitis disebabkan oleh virus. Beberapa virus yang telah ditemukan sebagai penyebabnya, berikut ini.1)Virus hepatitis A (HAV)2)Virus hepatitis B (HBV)3)Virus hepatitis C (HCV)4)Virus hepatitis D (HDV)5)Virus hepatitis E (HEV)6)Hepatitis F (HFV)7)Hepatitis G (HGV)Namun dari beberapa virus penyebab hepatitis, penyebab yang paling dikenal adalah HAV (hepatitis A) dan HBV (hepatitis B). Kedua istilah tersebut lebih disukai daripada istilah lama yaitu hepatitis infeksiosadan hepatitis serum, sebab kedua penyakit ini dapat ditularkan secara parental dan nonparental (Price dan Wilson, 2005: 243). Hepatitis pula dapat disebabkan oleh racun, yaitu suatu keadaan sebagai bentuk respons terhadap reaksi obat, infeksistafilokokus, penyakit sistematik dan juga bersifatidiopatik(Sue hincliff, 2000: 205).2.3 Patofisiologi HepatitisYaitu perubahan morfologi yang terjadi pada hati, seringkali mirip untuk berbagai virus yang berlainan. Pada kasus yang klasik, hati tampaknya berukuran basar dan berwarna normal, namun kadang-kadang agak edema, membesar dan pada palpasi terasa nyeri di tepian. Secara histologi. Terjadi kekacauan susunanhepatoselular, cedera dannekrosis sel hatidalam berbagai derajat, dan peradanganperiportal. Perubahan ini bersifat reversibel sempurna, bila fase akut penyakit mereda. Namun pada beberapa kasusnekrosis,nekrosissubmasifataumasifdapat menyebabkan gagal hatifulminandan kematian (Price dan Daniel, 2005: 485).

2.4 Manifestasi Klinis HepatitisMenurut Arif mansjoer (2001: 513)Manifestasiklinis merupakan suatu gejala klinis tentang suatu penyakit yang diderita oleh pasien. Berikut adalah gejala klinis dari penyakit hapatitis.1)Stadium praikterikberlangsung selama 4-7 hari. Pasien mengeluh sakit kepala, lemah,anoreksia, mual, muntah, demam, nyeri pada otot, dan nyeri di perut kanan atas. Urin menjadi lebih cokelat.2)Stadium ikterikyang berlangsung selama 3-6 minggu.Ikterusmula-mula terlihat padasclera,kemudian padakulit seluruh tubuh.keluhan-keluhan berkurang, tetapi pasien masih lemah,anoreksia, dan muntah. Tinja mungkin berwarna kelabu atau kuning muda. Hati membesar dan nyeri tekan.3)Stadium pascaikterik(rekonvalesensi).Ikterusmereda, warna urin dan tinja menjadi normal lagi. Penyembuhan pada anak-anak lebih cepat dari orang dewasa, yaitu pada akhir bulan kedua, karena penyebab yang biasanyaberbeda.Menurut Sriana azis (2002: 232) Gejala-gejala klinis lain yang dapat dilihat, sebagai berikut.a)Gejala yang ditimbulkan oleh virus A, B, C, D, E, dan virus lain-lain meliputi letih, lesu, lemas dan mata menjadi kuning, urin seperti teh, rasa tidak enak di perut dan punggung, hati bengkak, bangun tidur tetap letih, lesu, dan lain-lain. Bila sakitnya berkepanjangan dapat berubah menjadi kronis dan berkelanjutan menjadi kanker.b)Virus B dan C cenderung menjadi kronis (menahun atau gejala menjadi tetap ada sampai 6 bulan), bila dibiarkan hati menjadi keriput (sirosis) kemudian menjadi kanker. Komplikasi sirosis meliputi muntah darah, kanker hati dan koma.c)Virus C tidak mempunyai gejala awal langsung akut.d)Gagal hepatitis meliputi sindrom kholaemi : tremor, refleks berlebihan, kejang otot, gerakan khoreiform, kejang-kejang, kemudian meninggal.2.5 Diagnosis Keperawatan HepatitisMenurut Kathleen speer (2005: 121) Diagnosis keperawatan merupakan pernyataan tentang masalah aktual dengan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti yang dialami oleh pasien.1)Resiko kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan muntah, diare, dan pendarahan.2)Nyeri yang berhubungan denganinflamasihati.3)Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengananoreksia, diare, mual atau muntah.4)Resiko intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan kelelahan.5)Resiko infeksi yang berhubungan dengan penyebaran virus hepatitis melalui kontak dengan pengunjung dan staf.6)Isolasi sosial yang berhubungan dengan status isolasi (jika anak mengidap hepatitis B)7)Defisit pengetahuan yang berhubungan dengan perawatan di rumah, penyakit, dan pencegahan kekambuhan.8)Ketidakefektifan koping keluarga : penurunan yang berhubungan dengan rawat nginap di rumah sakit.9)Defisit pengetahuan yang berhungan dengan perawatan di rumah.2.6 PenatalaksanaanMenurut Arif mansjoer (2001: 515) Dalam penatalaksanaan untuk penderita hepatitis dapat harus dilakukan sesuai dengan sifat-sifat dari hepatitis.1)Hepatitis AkutTerdiri dari istirahat, diet, dan pengobatanmedikamentosa.a)IstirahatPada periode akut dan keadaan lemah diharuskan untuk istirahat. Istirahat mutlak tidak terbukti dapat mempercepat penyembuhan. Kekecualian diberikan kepada mereka dengan umur tua dan keadaan umum yang buruk.b)DietJika pasien mual, tidak nafsu makan atau muntah-muntah sebaiknya di berikan infus. Jika sudah tidak mual lagi, diberikan makanan yang cukup kalori ( 30 35 kalori/kg BB ) dengan protein cukup ( 1 gr/kg BB ). Pemberin lemak sebenarnya tidak perlu dibatasi.c)MedikalmentosaKortikosteroidtidak diberikan bila untuk mempercepat penurunan bilirubin darah.Kortikosteroiddapat digunakan padakolestatisyang berkepanjangan, dimanatransamenase serumsudah kembali normal tetapibilirubinmasih tinggi. Pada keadaan ini dapat diberikanprednisone3 x 10 mg selama 7 hari kemudian dilakukantapering off.(i)Berikan obat obat yang bersifat melindungi hati.(ii)Antibiotic tidak jelas kegunaannya.(iii)Jangan diberikanantiemetic. Jika perlu sekali dapat diberikan golonganfenotiazin.(iv)Vitamin K diberikan pada kasus dengan kecenderungan perdarahan. Bila pasien dalam keadaan prekoma atau koma, penanganan sepertikoma hepatik.2)Hepatitis KronikMenurut Arif Mansjoer (2001: 515) Obat yang dinilai bermanfaat untuk pengobatanhepatitis kronikadalahinterferon(IFN). Obat tersebut adalah suatu protein selular stabil dalam asam yang diproduksi oleh sel tubuh kita akibat rangsangan virus atau akibat induksimikroorganisme, asam nukleat, anti gen, mitogen,danpolimer sintetik. Interferon mempunyai efek antivirus,imunomodulasi, danantiproliferatif.a)Hepatitis BPemberian interferon pada penyakit ini ditujukan untuk menghambat replikasi virus hepatitis B, menghambat nekrosis sel hati oleh karena reaksi radang, dan mencegah transformasi maigna sel-sel hati. Di indiksikan untuk pasien berikut ini.a)Pasien dengan HbeAG dan HBV-DNA positifb)Pasien hepatitis kronik aktif berdasarkan pemeriksaan histopatologic)Dapat dipertimbangkan pemberian interferon pada hepatitis fulminan akut meskipun belum banyak dilakukan penelitian pada bidang ini.Menurut Arif Mansjoer (2001: 515) Diberikan IFNleukositpada kasushepatitis kronikaktif dengan dosis sedang 5-10 MU/m2/hari selama3-6 bulan. Dapat juga pemberian IFN limfoblastoid 10MU/m23kali seminggu selama 3 bulan lebih. Sebagian pasienhepatitis B kronikmemberi respon terhadap terapiinterferon, ditandai dengan hilangnya HBV DNA danserokonversiHbeAG/Anti Hbe,serokonversiHbsAG/Anti HBs terjadi pada 7% pasien. Terapi ini harus dilakukan minimal selama 3 bulan.b)Hepatitis CArif mansjoer (2001: 516) Pemberianinterferonbertujuan mengurangi gejala, mengusahakan perbaikan parameter kimiawi, mengurangi peradangan dalam jaringan hati, menghambat progresihistopatologi, menurunkan infektivitas, menurunkan resiko terjadinyahepatoma, dan memperbaiki harapan hidup. Respon tergantung dari lamanya penyakit dan kelainan histologi. Dosis standar yang bisa dipakai adalahinterferon dengan dosis 3 x 3 juta unit/minggu selama 6 bulan. Masih belum jelas menambah waktu pengobatan di atas 9 bulan dapat meningkatkan resppon dan menurunkan angka kambuh.2.7 Pengobatan Penyakit HepatitisTidak terdapat terapi spesifik untukhepatitis virus akut. Tirah baring selama fase akut penting dilakukan dan diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat umumnya merupakan makanan yang paling dapat dimakan oleh penderita. Pemberian makanan secara intravena mungkin perlu diberikan selama fase akut bila pasien terus-menerus muntah. Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi sehingga gejala mereda dan tes fungsi hati kembali normal (Price dan Wilson, 2005: 492).Pengobatan terpilih untuk hepatitis B atau hepatitis C simtomatik adalah terapi antivirus dengan interferon-. Terapi antivirus untuk hepatitis D kronis membutuhkan pasien uji eksperimental. Jenis hepatitis kronis ini memiliki resiko tertinggi untuk berkembangnya sirosis (Price dan wilson, 2005: 492).Menurut Sriana Azis (2002: 233) Obat hepatitis hanya diperoleh dengan resep dokter. Namun terdapat obat alternatif sebagai tambahan obat yag diberikan dokter.1)Rebus selama 15 menit seperempat rimpang temulawak, 5 siung bawang putih, 15 biji cengkeh, 3 cabe merah, dan gila merah. Kemudian diminum selama setiap hari selama 6 bulan atau sampai merasa sehat dan tetap berkonsultasi dengan dokter.2)Makan rebusan kerang dan airnya setiap hari selam 6 bulan atau sampai merasa sehat dan berkonsultasi dengan dokter.2.8 Pencegahan Penyakit HepatitisPencegahan adalah cara awal yang dapat dilakukan untuk menghambat suatu penyakit menyerang tubuh kita. Sama halnya dengan hepatitis dapat dilakukan pencegahan sesuai dengan jenis virus penyebabnya sebagai berikut.2.8.1Terhadap virus hepatitis A1)Penyebaran secara fekal-oral, pencegahan masih sulit karena adanya karier dari virus tipe A yang sulit ditetapkan.2)Virus ini resisten terhadap cara-cara sterilisasi biasa, termasuk klorinasi. Sanitasi yang sempurna, kesehatan umum, dan pembuangan tinja yang baik sangat penting. Tinja, darah, dan urin pasien harus dianggap infeksius. Virus dikeluarkan di tinja mulai sekitar 2 minggu sebelum ikterus.2.8.2Terhadap virus hepatitis B1)Dapat ditularkan melalaui darah dan produk darah. Darah tidak dapt disterilkan dari virus hepatitis. Pasien hepatitis sebaiknya tidak menjadi donor darah.2)Usaha pencegahan yang paling efektif adalah imunisasi. Imunisasi hepatitis B dilakukan terhadap bayi-bayi setelah dilakukan penyaring HBsAg pada ibu-ibu hamil.2.8.3Pencegahan dengan immunoglobulinPemberianimmunoglobulin(HBIg) dalam pencegahanhepatitis infeksiosamemberi pengaruh yang baik, sedangkan padahepatitis serummasih diragukan kegunaannya. Diberikan dalam dosis 0,02 ml/kg BB im dan ini dapat mencengah timbulya gejala pada 80-90 %. Diberikan pada mereka yang dicurigai ada kontak dengan pasien(Arif mansjoer, 2001: 513).Pengobatan lebih ditekankan pada pencegahan melalui imunisasi, dikarenakan keterbatasan pengobatanhepatitis virus. Kini tersedia imunisasi pasif dan aktif untuk HAV maupun HBV. CDC (2000) telah menerbitkan rekomendasi untuk praktik penberian imunisasi sebelum dan sesudah pejanan virus (Price dan Wilson, 2005: 492).Imunoglobulin(IG) dahulu disebutglobulin serum imun,diberikan sebagai perlindungan sebelum terpajan HAV. Semua sediaan IG mengandung anti HAV.Profilaksissebelum pejanan dianjurkan untuk wisatawan manca negara yang akan berkunjung ke negara-negara endemis HAV. Pemberian IG pasca pajanan bersifat efektif dalam mencegah atau mengurangi keparahan infeksi HAV. Dosis 0,02 ml/kg diberikan sesegara mungkin atau dalam waktu dua minggu setelah perjalanan.Inokulasidengan IG diindikasikan bagi anggota keluarga yang tinggal serumah, sftaf pusat penitipan anak, pekerja di panti asuhan, dan wisatawan ke negara berkembang dan tropis (Price dan wilson, 2005: 492).HBIG merupakan obat terpilih untukprofilaksispasca pajanan jangka pendek. Pemberian vaksin HBV dapat dilakukan bersamaan untuk mendapatkan imunitas jangka panjang, bergantung pada situasi pajanan. HBIG (0.06 ml/kg) adalah pengobatan terpilih untuk mencegah infeksi HBV setelah suntikan perkutan (jarum suntik) ataumukosaterpajan darah HbsAg posotif. Vaksin HBV harus segera diberikan dalam waktiu 7 sampai 14 hari bila individu yang terpajan belum divaksinasi (Price dan Wilson, 2005: 493).Petugas yang terlibat dalam kontakrisiko tinggi (misal pada hemodialisis, transfusi tukarm dan terapi parental) perlu sangat berhati-hati dalam menangani peralatan dan menghindari tusukan jarum. Tindakan dalam masyarakat yang penting untuk mencegah hepatitis mencakup penyediaan makanan, dan air bersih yang amam serta sistem pembuangan sampah yang efektif. Penting untuk memperhatikanhigiene umum, mencuci tangan, membuang urin dan feses pasien yang terinfeksi secara aman. Pemakaian kateter, jarum suntik, dan spuit sekali pakai akan menghilangkan sumber infeksi yang penting. Semua donor darah perlu disaring terhadap HAV, HBV, dan HCV sebelum diterima menjadi panel donoranda gejala hepatitis B biasanya muncul setelah dua sampai tiga bulan setelah anda terinfeksi dan gejalanya dapat berfariasi dari yang ringan sampai prarah. Tanda dan gejala hepatitis B antara lain :Nyeri pada area perutUrin yang berwarna gelapNyeri sendiHilang nafsu makanMual dan muntahLemah dan kelelahanKulit dan area putih pada mata menjadi kuningFaktor dan Penyebab ResikoPenyebab :1.Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular secara langsung melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain. Ketika virus hepatitis b masuk kedalam hati , virus ini akan menyarang sel hati dan melipat gandakan dirinya . hal ini akan menyababkan pembekakan pada hati dan memicu tanda dan gejala infeksi hepatitis b2.Virus hepatitis b menular dengan caraa.Hubungan seksualb.Berbagi jarum suntikc.Kontak langsung dengan darahd.Menurun dari ibu kepada anakFaktor Resiko :a.Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda beda tanpa menggunakan alat pengamanb.Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pengamanc.Memiliki penyakit seksual menular seperti gonorhea atauchamydiad.Berbagi jarum suntike.Satu rumah denganorang yang terinfeksi hepatitis B menjalanihemodialysis ( cuci darah )Pemeriksaan :1.Menemukan virus dalam darah dengan mikroskop elektron2.Menemukan pertanda serologi infeksi (HBV)3.Menemukan (HBV) dna dengan hibridisasi atau PCR (polymerase chain reaction)4.Menemukan pertanda infeksi (HBV) pada jaringan biopsi hati

Ada tiga pemeriksaan standar yang biasa digunakan untuk menegakkan diagnosa infeksi hepatitis B yaitu:1. HBsAg (hepatitis B surface antigen): adalah satu dari penanda yang muncul dalam serum selama infeksi dan dapat dideteksi 2 -8 minggu sebelum munculnya kelainan kimiawi dalam hati atau terjadinya jaundice (penyakit kuning). Jika HBsAg berada dalam darah lebih dari 6 bulan berarti terjadi infeksi kronis. Pemeriksaan HBsAg bisa mendeteksi 90% infeksi akut.Fungsi dari pemeriksaan HBsAg diantaranya :-indikator paling penting adanya infeksi virus hepatitis B-mendiagnosa infeksi hepatitis akut dan kronik-tes penapisan (skrining) darah dan produk darah (serum, platelet dll)-skrining kehamilan2. Anti HBs (antobodi terhadap hepatitis B surface antigen): jika hasilnya reaktif/positif menunjukkan adanya kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis B yang berasal dari vaksinasi ataupun proses penyembuhan masa lampau.3. Anti HBc (antibodi terhadap antigen inti hepatitis B): terdiri dari 2 tipe yaitu Anti HBc IgM dan Anti HBc IgG.Anti HBc IgM: - muncul 2 minggu setelah HBsAg terdeteksi dan bertahan hingga 6 bulan.-berperan pada core window(fase jendela) yaitu saat dimana HBsAg sudah hilang tetapi anti-HBs belum munculAnti HBc IgG: -muncul sebelum anti HBcIgM hilang-terdeteksi pada hepatitis akut dan kronik-tidak mempunyai efek protektifInterpretasi hasil positif anti-HBc tergantung hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs.Parameter yang diperiksa untuk Hepatitis B :1. SGPT (ALT) : Tes fungsi hati untuk mengetahui adanya/tingkat kerusakan sel hati2. HBsAg : Untuk menentukan apakah terinfeksi virus Hepatitis B3. Anti-HBs : Untuk menentukan apakah sudah memiliki antibodi/kekebalan terhadap virus hepatitis B4. Anti-HBc(total) : Untuk membantu deteksi akut dan kronis5. IgM anti-HBc : Untuk mengetahui infeksi akut akibat virus hepatitis B6. HBeAg : Untuk mengetahui aktivitas virus7. Anti-HBe : Untuk mengetahui penurunan aktivitas virus8. HBV DNA : Untuk mengetahui kuantitas virus9. 1. Hepatitis A/ hepatitis infeksiosa merupakan penyakit yang ditularkan melalui kontaminasi oral-pekal akibat hygiene yang buruk/makanan yang tercemar.10. 11. 2. Hepatitis B/ hepatitis serum merupakan penyakit yang bersifat serius & biasanya menular melalui kontak dengan darah yang mengandung virus. Penyakit ini juga ditularkan melalui hubungan kelamin & dapat ditemukan oleh semen cairan tubuh lainnya.12. 13. 3. Hepatitis C/ hepatitis non-A non-B. Virus ini merupakan penyebab tersering infeksi kepada yang ditularkan melalui supali darah komersial. Hepatitis C ditularkan sama dengan hepatitis B terutama melalui transfusi darah.14. 15. 4. Hepatitis D/ hepatitis delta & sebenarnya adalah suatu virus defektif yang ia sendiri tidak dapat menginfeksi hipatosit untuk menimbulkan hepatitis. Hepatitis D ditularkan seperti hepatitis B. Antigen & antibody hepatitis D dapat diperiksa pada donor darah.16. 17. 5. Hepatitis E diidentifikasikan tahun 1990. Virus ini adalah suatu virus yang ditularkan melalui ingesti air yang tercemar. Sebagian besar kasus yang dilaporkan ditemukan di negara yang sedang berkembang18. 7.Prognosis19. Penderita akan sembuh dengan sendirinya dan hati normal sempurna. Jika terjadi komplikasi, kematian dapat terjadi.FAKTOR RISIKOPelancongPengguna obat suntik (IDU)Kontak seksual/tinggal serumah dengan penderitaETIOLOGIHBV merupakan virus DNA, termasuk dalam famili Hepadnaviridae.Memiliki envelope, berukuran kecil dan mengandung DNA beruntai ganda parsial dengan 3200 pasang basa nitrogenDNA ini mengkode 3 protein permukaan: antigen permukaan (HBsAg), antigen inti (HBcAg), protein pra-inti (HBeAg); protein polimerase aktif yang besar; protein transaktivator.Ada 7 genotipe (A-H) yang tersebar di wilayah geografis tertentu. Masa inkubasi virus ini 1-6 bulan.PATOFISIOLOGI

klik gambar untuk memperbesarHBV tidak patogenik terhadap sel, tetapi respons imun terhadap virus ini yang bersifat hepatotoksik.Kerusakan hepatosit menyebabkan peningkatan kadar ALT.MANIFESTASI KLINIKTanda-tanda dan gejala: Mudah lelah, cemas, tidak nafsu makan, dan rasa tidak enak badan. Asites, jaundice (kuning), perdarahan variseal, dan ensefalopati hepatik dapat timbul bersama dekompensasi hati. Ensefalopati hepatik sering dikaitkan dengan hipereksitabilitas, gangguan mental, obtundation, bingung, dan koma.DIAGNOSISPemeriksaan fisik: Sklera, kulit, dan sekresi ikterik. Penurunan bunyi usus besar, peningkatan lingkar abdomen, dan adanya pergerakan cairan. Asterixis Spider angiomataTes laboratorium: Adanya Hepatitis B surface antigen (HBsAg) minimal selama 6 bulan. Peningkatan transaminase hati (alanine transaminase dan aspartate transmaninase) dan DNA HBV >105 kopi/mL. Biopsi hatiPENCEGAHANDengan vaksinasi atau imunisasi (Hepatitis B imunoglobulin)Beberapa contoh sediaan vaksin di AS:Twinrix(kombinasi vaksin hepatitis A dan hepatitis B),Recombivax HB, danEngerix-B.TERAPITujuan terapi: meningkatkan seroklirens, mencegah perkembangan penyakit ke arah sirosis, dan meminimalkan kerusakan hati pada pasien.Terapi nonfarmakologi: Konseling Vaksinasi dan imunisasi Hindari konsumsi alkohol Ajak pasien untuk berkonsultasi sebelum menggunakan obat baru, termasuk obat herbal dan obat tanpa resep.Terapi farmakologi:1. Interferon (IFN)Merupakan sitokin yang memiliki efek antivirus, antiproliferatif, dan imunomodulator.Pemberian IFN memerlukan frekuensi pemberian 3 kali seminggu, sehingga digantikan oleh pegylated-IFN (PEG-IFN)PEG-IFN memiliki waktu paruh yang lebih panjang daripada IFN, dapat diberikan 1 kali/minggu.Efek samping:kelelahan, demam, sakit kepala, mual, tidak nafsu makan, kekakuan, mialgia, artralgia, nyeri muskuloskeletal, insomnia, depresi, cemas/emosi labil, alopesia, reaksi di tempat injeksi.Dosis:

Pertahankan dosis minimum selama 4-6 bulan kecuali dalam keadaan intoleran2. LamivudineMerupakan analog nukleosidaMemiliki aktivitas antivirus pada HBV maupun HIV.Indikasi : Hepatitis B kronik.Dosis : Dewasa, anak > 12 tahun : 100 mg 1 x sehari. Anak usia 2 11 tahun : 3 mg/kg 1 x sehari (maksimum 100 mg/hari).Efek samping : diare, nyeri perut, ruam, malaise, lelah, demam, anemia, neutropenia, trombositopenia, neuropati, jarang pankreatitis.Perhatian : pankreatitis, kerusakan ginjal berat, penderita sirosis berat, hamil dan laktasi.Interaksi obat : TrimetroprimPenatalaksanaan :Tes untuk HBeAg dan anti HBe di akhir pengobatan selama 1tahun dan kemudian setiap 3 6 bulan.Durasi pengobatan optimal untuk hepatitis B belum diketahui, tetapi pengobatan dapat dihentikan setelah 1 tahun jika ditemukan adanya serokonversi HBeAgPengobatan lebih lanjut 3 6 bulan setelah ada serokonversi HBeAg untuk mengurangi kemungkinan kambuh.Monitoring fungsi hati selama paling sedikit 4 bulan setelah penghentian terapi dengan Lamivudine.3. AdefovirMerupakan analog nukleosida asiklik dari AMP (adenosine monophosphate).Mekanisme kerja: menghambat polimerase DNA HBV.Dosis: 10 mg/hari selama 1 tahun.4. EntecavirMerupakan analog nukleosida dari guanosin.Mekanisme kerja: menghambat polimerase HBV.Lebih poten daripada lamivudine dan efektif pada HBV resisten lamivudine.Dosis: 0,5 mg/hari atau 1 mg/hari pada pasien dengan HBV resisten lamivudine5. TelbivudineMerupakan analog nukleosida spesifik HBV.Mekanisme kerja: inhibitor kompetitif DNA polimerase.Lebih poten daripada lamivudine.Efek samping: ISPA6. Tenofovir7. Emtricitabine