hipoglikemia pada diabetes mellitus

Download Hipoglikemia Pada Diabetes Mellitus

Post on 25-Dec-2015

79 views

Category:

Documents

23 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

eee

TRANSCRIPT

HIPOGLIKEMIA PADA DIABETES MELLITUS

HIPOGLIKEMIA PADA DIABETES MELLITUSBachtiar Arif N.HIDENTITAS PASIENNama : Ny. S MUsia : 61 tahunAgama : IslamStatus : MenikahPekerjaan : SwastaAlamat : Kantor Dekopinda, Sidorejo. SalatigaTanggal Masuk RS : 03 Februari 2015Tanggal Keluar RS : 09 Februari 2015PERJALANAN PENYAKITRPSPasien datang dengan keadaan badan terasa lemas, gemetaran, mual, muntah dan pusing. Ssebelumnya pasien mengkonsumsi obat rutin untuk diabetes (gluotika dan glimepirid). RPD Pasien telah menderita diabetes selama 8 bulan.RPK Tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit serupaPEMERIKSAAN FISIKKU: CM, LemasTD:130/80 mmHgHR:76x/menitRR:18x/menitT:36,5OCMata:Conjunctiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)Leher:Perbesaran limfonodi (-), trachea deviasi (-), JVP R+1Thorax:simetris, ketinggalan gerak (-)Pulmo:vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)Cor:S1S2 reguler (+), Bising (-)Abdomen:Perut datar, tympani, nyeri tekan (-), peristaltic usus (+) Normal, perbesaran hepar (-), perbesaran lien (-)Ekstremitas:Akral hagat (+), CRT < 2 detik, edema (-)PEMERIKSAAN PENUNJANGHasil laboratoriumAL:6,04 x 103 /LAE:3,82 x 103 /LHb:11,5 g/dlHT:33,7 g/dlGDS:20 mg/dlUreum:22 mg/dlCreatinin:1,0 mg/dlSGOT:54 u/eSGPT:19 u/eDiagnosisHipoglikemia Diabetes MellitusInsufisiensi heparTerapiInfus D10% 20 tpmInj. Ranitdin 2x1 ampInj. Ondansetron 3x1 ampUlsafat syr 3x1 sdmBetahistine 3x1Donperidon 3 x 1

Masalah yang dikajiTermasuk dalam klasifikasi hipoglikemia apakah pada pasien tersebut?Penyebab hipoglikemi pada pasien tersebut?Mekanisme fisiologis hipoglikemi pada pasien tersebut?Penatalaksanaan pada kasus diabetes dengan hipoglikemia?Komplikasi yang mungkin terjadi?DefinisiHipoglikemia merupakan suatu keadaan dimana kadar glukosa darah dibawah nilai normalPada individu normal, sesudah puasa semalam kadar glukosa darah jarang lebih rendah dari 4 mmol/L, tetapi kadar kurang dari 50 mg% (2,8 mmol/L) pernah dilaporkan dijumpai sesudah puasa yang berlangsung lebih lamaRespon regulasi non- pancreas terhadap hipoglikemia dimulai pada kadar glukosa darah 63-65 mg% (3,5-3,6 mmol/L). Oleh sebab itu, dalam konteks terapi diabetes, diagnosis hipoglikemia ditegakkan bila kadar glukosa plasma 63 mg% (3,5 mmol/L).KlasifikasiBerdasarkan durasi timbulnya :Hipoglikemia akutPenurunan cepat glukosa plasma sampai kadar rendah.Hipoglikemia kronis Penurunan relatif lambat glukosa plasma di sebabkan turunnya produksi glukosa hati sebagai respon terhadap hiperinsulinemia.

Pada diabetes, hipoglikemia juga sering didefinisikan sesuai dengan gambaran klinisnya. Hipoglikemia akut menunjukkan gejala dan Triad WhippleKeluhan yang menunjukkan adanya kadar glukosa darah plasma yang rendah.Kadar glukosa darah yang rendah (< 3mmol/L hipoglikemia pada diabetes).Hilangnya secara cepat, keluhan-keluhan sesudah kelainan biokimiawi dikoreksi.

Klasifikasi Klinis Hipoglikemia AkutRinganSimptomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada gangguan aktivitas sehari- hari yang nyataSedangSimptomatik, dapat diatasi sendiri, menimbulkan gangguan aktivitas sehari- hari yang nyataBeratSering (tidak selalu) tidak simptomatik, karena gangguan kognitif pasien tidak mampu mengatasi sendiri.Membutuhkan pihak ketiga tetapi tidak memerlukan terapi parenteral.Membutuhkan terapi parenteral (glucagon intramuscular atau glukosa intravena)Disertai dengan koma atau kejang.Hipoglikemia puasa simtomatik dengan hiperinsulinemiaReaksi insulinAsupan makanan yang tidak memadaAktivitas fisikGangguan kontraregulasi glukosa pada diabetes

Overdosis sulfonilureaTiap sulfonilurea dapat menyebabkan hipoglikemia. Klorpopamid dengan waktu paruh yang panjang (35 jam) adalah penyebab tersering golongan ini. Pasien-pasien tua terutama mereka yang dengan gangguan fungsi ginjal dan hati khususnya rentan terhadap hipoglikemia yang diinduksi sulfonilurea Bila pasien juga mendapat obat-obatan seperti warfarin, fenilbutazon, atau beberapa sulfonamida, maka efek hipoglikemik dari sulfonilurea dapat nyata memanjang.

Pemakaian insulin atau sulfonilurea secara sembunyi-sembunyiBiasanya terjadi pada orang yang gangguan psikiatris.Hipoglikemia autoimunHipoglikemia autoimun itu terjadi akibat tingginya antibodi yang mampu bereaksi dengan insulin endogen yang menyebabkan hipoglikemia

Hipoglikemia induksi pentamidinSemakin sering pemakaian atau penggunaan pentamidin untuk pengobatan infeksi pneumocystic carinii pada pasien-pasien AIDS, makin sering timbul laporan kasus hipoglikemia induksi pentamidin. Penyebab hipoglikemia akut tampaknya adalah efek litik obat pada sel-sel , yang menimbulkan hiperinsulinemia akut pada sekitar 10-20% pasien yang mendapat obatPada Pasien ini termasuk dalam klasifikasi hipoglikemia puasa simtomatik dengan hiperinsulinemia yang akut serta derajatnya berat karena pasien sangat lemas, sehinga pasien tidak mampu mengatasi sendiri dan membutuhkan terapi parenteral karena rasa mual, dan muntah pada pasien yang terus menerusFaktor Predisposisi atau Presipitasi kejadian Hipoglikemia1. Kadar insulin yang berlebihanDosis berlebihan : kesalahan dokter, farmasi, pasien; ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasien atau gaya hidup; deliberate overdose (factitious hipoglikemia)Peningkatan bioavailibilitas insulin, absorbsi yang lebih cepat (aktivitas jasmani,gagal ginjal (clearance insulin berkurang)2. Peningkatan sensitivitas insulinDefisiensi hormone counter-regulatory : penyakit Addison; hipopituitarismePenurunan berat badanLatihan jasmani, post partum, variasi siklus menstruasi.3. Asupan karbohidrat berkurangMakan tertunda atau lupa, porsi makan kurangDiet slimming, anorexia nervosMuntah, gastroparesisMenyusui4. Lain lainAbsorbsi makanan yang cepat, pemulihan glikogen otot.Alkohol, obat (salisilat, sulfonamide, meningkatkan kerja sulfonylurea, penyebat non selektif, pentamidin)Pada pasien ini kemungkinan penyebab dari hipoglikemi adalah karena asupan karbohidrat yang berkurang. Nafsu makan pasien sebelum terjadi hipoglikmia sempat turun, dan pasien merasakan mual dan muntah terus menerus. Namun pasien tetap mengkonsumsi obat diabetesnya secara rutin sehingga kadar glukosa dalam darah pasien turun,Mekanisme HipoglikemiaKelebihan insulin biasanya terjadi akibat terlalu tingginya dosis insulin atau obat antidiabetes oral yang di gunakan selama pengobatan diabetes melitus.Adanya gangguan pada hati yang menyebabkan penurunan pemecahan asam amino

Mekanisme FisiologisMekanisme fisiologis pada keadaan hipoglikemia disebut sebagai mekanisme kontra regulatorhormon glukagon dan epinefrin disekresikan saat timbul hipoglikemia akutGlukagon yang hanya bekerja di hati, mula-mula meningkatkan reaksi glikogenolisis dan kemudian glukoneogenesisEpinefrin selain meningkatkan glikogenolisis dn glukoneogenesis di hati, juga menyebabkan lipolisis di jaringan lemak serta glikogenolisis dan proteolisis di ototGliserol, hasil lipolisis, serta asam amino (alanin dan aspartat) merupakan bahan baku (prekursor) glukoneogenesis hati. Epinefrin juga meningkatkan glukoneogenesis di ginjal, yang pada keadaan tertentu merupakan 25% produksi glukosa tubuh.Kortisol dan growth hormone berperan pada keadaan hipoglikemia yang berlangsung lama, dengan cara melawan kerja insulin di jaringan perifer (lemak dan otot) serta meningkatkan glukoneogenesis. Defisiensi growth hormone (panhipopituitarisme) dan kortisol (penyakit Addison) pada individu menimbulkan hipoglikemia yang umumnya ringan

Tatalaksana Hipoglikemia

KomplikasiAdapun komplikasi dari hipoglikemia yaitu edema otak atau edema serebri yang dikarenakan kejadian hipoglikemia yang lebih dari 48 jam sehingga menimbulkan squale yang menetap di otak, kerusakan jaringan otak akibat tidak adanya glukosa yang masuk ke jaringan (koma hipoglikemia), gangguan system saraf pusat karena suplai nutrisi otak menurun, kematian

OBAT HIPOGLIKEMIK ORALTerdapat 2 jenis obat hipoglikemik oral,yaitu:SULFONILUREABIGUANIDA

SulfonilureaMerupakan obat generasi kedua golongan sulfonylurea. Obat ini memiliki reaksi hipoglikemi yang lebih poten dibandingkan dari obat generasi pertama sebelumnya.Dikemas dalam bentuk tablet 1,25 ; 2,5 ; dan 5 mg. Dosis yang dianjurkan dalam perhari yaitu 5-10mg. Dosis melebihi 20 mg tidak dianjurkan.Mempunyai waktu paruh yaitu 1-2 jam dan efeknya bertahan selama 24 jam. Sehingga diberikan secara dosis tunggal.

Sulfonilurea terbagi menjadi 2 generasi:-generasi I: Tolbutamid,Tolazamid,Asetoheksimid,dan Klorpropamid-generasi II: Gliburid (glibenklamid),Glipizid,Gliklazid,dan Glimepird

FarmakokinetikGolongan obat ini sering disebut sebagai insulin secretagogues yang kerjanya merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel pulau langerhans pancreas,dengan cara:-reseptor-reseptor pada permukaan spesifik sel pancreas dapat mengikat sulfonylurea berdasarkan potensi insulinotropiknya (libenklamid memiliki afinitas tertinggi)-terjadi aktivasi dari reseptor-reseptor ini melalui rangsang dari interaksinya dengan ATP sensitive K channel pada membrane sel depolarisasi membranmembuka kanal Ca2+ yang kemudian masuk ke sel terjadi perangsangan terhadap granula berisi insulinterjadi sekresi insulin Mekanisme kerja dari glimepirid yaitu dengan menutup pintu kanal k+. Sehingga terjadi depolarisasi membrane, dan akhirnya membuka pintu kanal ca++. Kemudian, akumulasi ca++ inilah yang akan memobilisasi granula granula sekretorik dari insulin dan akhirnya di eksositosis. Karena obat ini terusmenutup pintu kanal k+, maka obat ini tidak akan berpengaruh terhadap feedback negative yang diterima dari pancreas, obat ini akan terus mensekresikan insulin hingga efek dari obat ini habis. Oleh karena itu, dosis pemakaian obat ini tidak dianjurkan untuk pemakaian yang besarGlukotika ( Mengandung Metformin)Satu-satunya golongan biguanida yang masih dipergunakan sebagai obat antidiabetes oral;Metformin dapat digunakan bersama dengan insulin atau senyawa sulfonilurea lainnya. Sebagian besar pende