hama dan penyakit tanaman

Download Hama Dan Penyakit Tanaman

Post on 18-Jul-2015

4.035 views

Category:

Documents

23 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pestisida NabatiMarch 17, 2011 under Budidaya

Pestisida Nabati Pestisida nabati adalah salah satu alternatif sebagai pengganti pestisida kimia yang mahal dalam mengendalikan hama. Pestisida sudah menjadi kebutuhan pokok dalam bidang pertanian. Pestisida nabati dapat dibuat secara sederhana dan mudah dengan biaya murah sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian. Dari pengalaman beberapa petani, pemakaian pestisida nabati bisa menekan ongkos produksi sampai 40%. Bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati tidaklah sulit untuk kita jumpai bahkan tersedia secara gratis. Contohnya seperti daun brotowali bisa mengatasi lalat buah, bila ditambah kecubung wulung dapat mengendalikan ulat grayak atau hama penggerek batang. Mimba pembasmi ulat tanah Agrotis sp, belalang, aphids, dan ulat grayak. Daun mimba dan sirih mengatasi antraknosa pada cabe merah. Larutan/parutan jahe, cengkeh untuk mengusir serangga, mengatasi Plutella xylostella pada kubis. Umbi bawang putih dan bawang merah bisa mengendalikan serangan ngengat dan kupu-kupu, Alternaria porii, dan layu fusarium. Daun mindi mengatasi ulat grayak Spodoptera sp. dan ulat daun Plutella xylostella, daun cocor bebek menanggulangi larva ulat daun Plutella xylostella. Daun dan biji suren bisa membasmi walang sangit, hama daun Eurema sp. Akar dan daun serai wangi ampuh terhadap aphids dan tungau. Daun babadotan membasmi ulat. Daun cengkih sebagai fungisida. Umbi gadung mengendalikan aphids dan tikus. Buah maja untuk mengusir walang sangit. Buah mengkudu sebagai larvasida. Kulit batang pasak bumi musuhnya lalat buah. Daun tembakau ampuh terhadap aphids. Teh basi untuk mengusir semut. Untuk meramu bahan-bahan tersebut menjadi pestisida nabati tidak ada aturan baku. Ini tergantung pengalaman dan jenis hama yang kita kendalikan. Dibawah ini ada beberapa resep pestisida nabati yang bisa digunakan: 1. Resep pestisida nabati ini menggunakan daun mindi 2 kg, tembakau 2 kg, brotowali 2 kg, buah mengkudu 5 kg, dan andaliman 1 kg. Semua bahan dihaluskan dengan cara

2.

3.

4. 5.

6.

menumbuk atau mencacah secara terpisah. Kemudian bahan-bahan tersebut dilarutkan dalam air 10 liter. Kemudian simpan dalam wadah dan tutup rapat. Campuran bahan ini baru bisa digunakan setelah lima hari. Aplikasi resep pestisida nabati ini adalah dengan melarutkannya pada media air dengan perbandingan 1:30. Resep pestisida nabati ini efektif mengendalikan hama kutu kebul pada cabai, tungau, jenis ulat dan berbagai jenis hama lainnya. Resep pestisida nabati yang kedua ini menggunakan bahan 1kg bawang putih dihaluskan, tambahkan 100 cc EM4 dan gula pasir 100 gr. Kemudian aduk sampai rata dan larutkan dalam 5 liter air. Kemudian pestisida nabati ini difermentasikan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu saring dan siap untuk digunakan. Penggunaannya dengan melarutkanya pada air dengan perbandingan 1:20. Pestisida nabati ini efektif mengendalikan thrips pada tanaman cabai. Biji mimba tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba, rendam dalam 10 liter air semalam, dan aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman. Resep pestisida nabati ini efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri dan nematoda. Daun mimba sebanyak 1 kg ditumbuk halus dan rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata saring dan siap digunakan. Umbi gadung tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus. Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman. Pestisida nabati ini efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Pestisida Urinsa. Bahan-bahan yang digunakan 3.5 kg kunyit (haluskan), 3.5 kg temulawak (haluskan), 3 kg temu hitam (haluskan), 3 buah maja (haluskan), 100 liter urine sapi. Tuang urine ke dalam tong. campur kunyit, temulawak, temu hitam, dan buah maja yang telah halus, lalu masukkan kedalam karung plastik dan ikat. rendam campuran dalam urine sapi, aduk campuran plastik tiap tiga hari sekali. setelah satu bulan angkat karung plastik dan pestisida urinsa siap diaplikasikan. Efektif mengendalikan hama tanaman padi.

Semua resep pestisida nabati ini tidak akan afektif mengendalikan hama tanaman jika hanya anda baca. Pestisida nabati ini akan efektif setelah anda praktekkan. Setelah anda coba silahkan memberikan komentar. Komentar anda bisa menjadi penyempurna informasi tentang pestisida nabati yang saya berikan ini. Anda juga bisa membaca tentang sejarah budidaya tanaman. (Diolah dari berbagai sumber)

Incoming search terms: pestisida,pestisida organik,tanaman mimba,cara mengatasi ulat penggorok akar pada tanaman abai,gambar pestisida nabati,pestisida nabati cabe,pestisida nabati daun mindi,resep pestisida nabati,pestisida organik untuk tanaman hortikultura,penyakit tanaman cabe dan cara mengatasi pestisida nabati

Posts Related to Pestisida Nabati

Pestisida Nabati Mimba (Azadirachta indica)Daun dan biji mimba (Azadirachta indica) mengandung bahan aktif azadirachtin, salanin, nimbinen, dan meliantrol. Bahan aktif mimba bekerja dengan menghambat makan dan perkembangan hama. Pestisida ...

Hama TomatHama dan penyakit tanaman tomat. Hasil panen tomat yang berkualitas, selain ditentukan oleh dan pemupukan juga terganutung dari cara mengatasi hama dan penyakitnya. Para petani ...

Hama Penyakit Tanaman Cabai: HamaHama penyakit tanaman cabai. Dalam budidaya tanaman cabai rawit, banyak sekali jenis hama penyakit tanaman cabai yang dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan. Akibat serangannya, tanaman ...

Hama Penyakit Tanaman Cabai: PenyakitPenyakit tanaman cabai Antraknosa. Tidak ada yang memungkiri bahwa antracnosa atau yang lebih dikenal dengan istilah pathek adalah penyakit tanaman cabai yang hingga saat ini ...

Tanaman BuahTanaman Buah Dalam Pot Tanaman buah dalam pot-Budidaya tanaman buah dalam pot merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan buah segar langsung dari kebun sendiri sebagai ...

Tips Ampuh : Cara Jitu Tanaman Cabai Bebas Penyakit

KEBUTUHAN cabai merah di Indonesia meningkat 7,5% setiap tahun. Sayangnya hal itu tidak diimbangi laju produktivitas yang tinggi. Saat ini produksi per ha berkisar 67 ton dari

semestinya 1215 ton. Banyak sebab yang membuat produktivitas anjlok: pengolahan lahan yang tidak tepat, pemakaian benih rentan hama penyakit, serta perawatan yang kurang pas. Di sisi lain penanaman cabai pada hamparan luas dan waktu tidak serempak rentan menuai masalah. Tanaman yang ditanam terus-menerus membuat keragaman komponen biotik pada ekosistem alami di lokasi budi daya menjadi rendah. Alhasil, organisme pengganggu cabai leluasa berkembang dan merugikan pekebun. Supaya pekebun terhindar dari beragam masalah, perlu melakukan berbagai tindakan mulai dari pemilihan benih, persemaian, pengolahan lahan, hingga panen. Berawal dari Benih Untuk benih, misalnya, pilih varietas yang cocok dengan lokasi setempat. Para pekebun di Pantai Utara, Jawa Tengah, sebagai contoh bisa menggunakan varietas Tanjung. Varietas ini selain cocok tumbuh di dataran rendah juga tahan terhadap penyakit virus kuning. Sementara itu, di dataran tinggi, pilih cabai hibrida bersertifikat yang terjamin kualitasnya, sebagai contoh Lembang-1. Ketika benih disemai, gunakan media campuran 1 bagian pupuk kandang matang dan 1 bagian tanah subsoil yang diambil dari tanah sedalam 20 cm. Sebelum biji disebar, tanah disiram air hingga rata terlebih dulu. Untuk menghindari penyakit yang terbawa dalam benih, rendam dalam air panas bersuhu 50 derajat Celsius hingga air dingin. Bisa pula merendam dalam fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida dosis 1 ml/1 liter air. Setelah direndam selama 1 jam, benih ditiriskan. Lahan persemaian sebaiknya diberi naungan plastik tembus cahaya atau naungan atap permanen dengan ketinggian 1,5 m agar sinar matahari bisa menerobos masuk. Untuk menghindari infeksi virus pada bibit di persemaian, tutup persemaian dengan kasa agar serangga vektor tidak bisa masuk. Kasa berkerapatan 50 mesh dapat menahan kutu daun dan kutu kebul. Sebelum dipindahtanamkan, olah tanah dengan dicangkul sedalam 3035 cm dan di balik 23 kali. Setiap pembalikan tanah biarkan selama 1 minggu. Tujuannya agar mikroba patogen tanah terbunuh sinar matahari. Serasah dari pertanaman sebelumnya harus dikumpulkan dan dimusnahkan dengan jalan dibakar karena menjadi sarang ulat tanah. Pemberian nematisida berbahan aktif karbofuran dosis 13 kg/ha mutlak jika ditemukan akar gulma membengkak akibat serangan nematoda atau ditemukan 300 ekor nematoda puru akar dalam 1 kg tanah. Nematisida diberikan berbarengan dengan aplikasi pupuk kandang. Agar cabai tahan terhadap serangan virus gemini, bibit di persemaian disemprot ekstrak bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) berkadar 25%. Lakukan 5 hari sebelum bibit dipindah ke lahan. Untuk virus mosaik dapat diinduksi vaksin carna-5 10% dengan jalan dioleskan pada daun saat umur 14 hari sebelum tanam. Tujuan induksi merangsang cabai untuk membentuk ketahanan sistemik terhadap virus. Setelah cabai ditanam di lahan, gangguan hama, dan penyakit tetap mengancam, contohnya

hama pengisap daun. Untuk mengatasinya gunakan perangkap berupa kertas kuning berukuran 20 cm x 30 cm, dibungkus kantung plastik bening. Bagian terbuka menghadap ke bawah. Olesi bagian luar kantung plastik dengan minyak atau oli bekas agar hama pengisap daun menempel. Perangkap ini diganti setiap 1014 hari. Sementara itu, untuk menahan atau mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari luar kebun bisa dimanfaatkan tanaman jagung. Tanam jagung di sekeliling kebun 34 minggu sebelum bibit cabai dipindahtanamkan. Jagung ditanam 6 baris dengan jarak rapat 30 cm x 15 cm. Masukkan benih jagung 1 butir per lubang tanam. Jika jarak tanam 30 cm x 20 cm, setiap lubang diisi 2 butir benih jagung. Sebaiknya pilih jagung manis yang bernilai ekonomi tinggi supaya bisa menambah pendapatan. Selain jagung, tanaman sela lain yang bisa dimanfaatkan menguran

View more >