hadits - كبائر الذنوب (dosa-dosa besar)

Click here to load reader

Download Hadits - كبائر الذنوب (Dosa-Dosa Besar)

Post on 07-Dec-2014

9.125 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Abqori Hisan Jajang SupriatmanVionia Gemifanny Lola Nurhidayat y

2. Hadits 1 syirik terhadap Allah, durhaka terhadap orang tua, membunuh, dan persaksian palsu 3. Hadits Anas Radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai dosa-dosa besar, kemudian beliau bersabda: Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh seseorang dan persaksian palsu. (HR Bukhari, Muslim) 4. syirik kata syirik berasal dari kata syarika, yasyriku yang artinya bersekutu, atau menduakan. Sedangkan menurut istilah menjadikan sekutu bagi Allah, baik dalam zat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, maupun dalam ketaatan yang seharusnya ditujukan hanya untuk Allah semata. Dalam hadis disebutka nsyirik dalam posisi pertama karena syirik merupakan dosa yang sangat besar dan Allah tidak akan mengampuni bagi orang yang melakukan syirik. 5. Durhaka terhadap orang tua Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar yang selanjutnya. Allah juga melarang orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya,sebagaimana firman Allah: 6. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. 7. Membunuh Yang dimaksud disini yaitu membunuh seseorang dengan sengaja dengan tanpa sebab apapun. Dalam fiqih jinayat ada yang namanya Qatlul amd yaitu pembunuhan yang dilakukan secara sengaja dengan niat ingin membunuh dan menggunakan alat yang mematikan. 8. Persaksian palsu Melakukan suatu kesaksian yang bohong atau mengada-ngada. Orang yang melakukan kesaksian palsu maka itu ditolak, Nabi bersabda dari Numan r.a yang artinya Nabi menolak seseorang yang melakukan kesaksia palsu. Adapula kitab syarah shahih bukhari yang dimaksud dengan kata yaitu syirik kepada Allah. 9. Hadits 2 tujuh dosa besar 10. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Jauhilah tujuh dosa besar yang dapat merusak amal-amal kebaikan. Para sahabat bertanya, Apa saja itu, wahai Rasulullah? Beliau bersabda, Yaitu mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haknya, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari barisan perang, dan menuduh berzina wanita-wanita menjaga kehormatan yang lengah lagi beriman. (HR Bukhari Muslim) 11. SIHIR Mayoritas ulama berpendapat sihir itu hukumnya haram. Mempraktekkan, mempelajari, dan mengajarkan sihir itu termasuk dosa besar. Namun menurut sebagian ulama dari kalangan mazhab Syafii, mempelajari sihir itu hukumnya tidak haram. Tetapi boleh saja jika hanya sekedar untuk pengetahuan dan untuk mengembalikan sihir kepada pelakunya dan untuk membedakannya dengan karomah para wali. Orang yang berpendapat seperti itu mungkin mengartikan bahwa yang dimaksud dalam hadits ialah mempraktekkan sihir. 12. MENUDUH MUSLIMAH TAAT BERZINA menuduh berzina wanita yang mejaga kehormatan yang (tidak pernah mempunyai pikiran untuk berzina) lagi beriman, yaitu menuduh berzina wanita-wanita yang baik, lurus, yang telah berkeluarga, yang berstatus merdeka, dan beriman. Predikat-predikat tersebut tercakup dalam pengertian sifat terhormat. Dan pada hakikatnya, seorang wanita itu terhormat karena Islam, ia menjaga kesuciannya, menikah, dan berstatus merdeka. sebagaimana firman Allah: 13. Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orangorang yang fasik. an-Nur: 4 14. Memakan riba Allah pula mengancam orang-orang yang memakan harta riba dengan berbagai jenis siksaan pada hari kiamat nanti, sebagaimana firman-Nya: Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. - QS Al-Baqarah: 275 15. Memakan harta anak yatim Memakan harta anak yatim. Sesungguhnya Allah sangat mengharamkan perbuatan tersebut. Al-Quran mnyuruh untuk memuliakan anak yatim, mengembangkan hartanya, dan mengurusnya dengan baik, supaya ia tumbuh menjadi orang yang kuat, mulia, dan saleh.Allah Taala juga berfirman: 16. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kau berlaku sewenang-wenang dan Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kau menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kau makan karta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar. - QS Adh-Dhuha: 9 17. Lari dari barisan perang Berpaling dari barisan perang, yaitu melarikan diri dari medan pertempuran alias tidak berani maju. Sesungguhnya Al-Quran mengancam orang yang melakukan perbuatan tercela seperti itu.Allah Taala berfirman: 18. Hai orang-orang yang beriman, apabila kau bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kau membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. al-Anfal: 15-16 19. Hadits 3 membunuh anak 20. Dari Abdullah bin Masud Radhiyallahu anhu berkata: aku bertanya, Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Allah yang telah menciptakanmu. Kemudian apa lagi? beliau menjawab, Engkau membunuh anakmu karena khawatir ia akan memakan makananmu. Kemudian apa lagi? beliau menjawab, engkau berzina dengan istri tetanggamu. (HR Bukhari) 21. Membunuh anak sendiri karena khawatir ia akan memakan makananmu, merupakan salah satu dosa besar. Karena sudah menjadi tradisi bangsa Arab di zaman Jahiliyah adalah membunuh anak-anak mereka karena takut miskin dan aib. Kemudian Allah Taala menjelaskan bahwa yang menanggung dan memberi rizki anak-anak adalah Allah semata,sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman-Nya: 22. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena khawatir akan miskin. Kami-lah yang akan memberikan rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar al-Isra: 31 Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena sebab kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rizqi kepadamu dan juga kepada mereka. Al-Anam:151 23. PENJELASAN KETIGA HADITSSyirik, durhaka terhadap orang tua, membunuh, persaksian palsu, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari barisan perang, menuduh wanita berzina, dan membunuh anak takut miskin.