geografi mahir 1

Download Geografi Mahir 1

Post on 07-Jul-2015

2.907 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i

BAHAN PEMBELAJARAN INTENSIF PROGRAM PAKET C TINGKATAN 5 SETARA KELAS X

Geografi Derajat Mahir 1 ___________________________________Disusun Oleh : Muzami J. Dipl-Eng. M.Si Drs. Muhammad Zid, M.Si Pengarah: Dr. Triyadi Editor: Dra. Palupi Raraswati, MAP Maryana, MPd Kontributor: Ir. Teguh Imanto, S.Kom Dwi Atmi Purnamasari, S.Pd Nur Cahyono, S.Kom Tata Letak: Pieter P. Setra Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, 2009 ISBN:

ii

Geografi Derajat Mahir 1

KATA SAMBUTANesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya kreativitas dan produktivitas peserta didik pendidikan kesetaraan sangat berpengaruh untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Posisi strategis program pendidikan kesetaraan untuk mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat mempunyai tiga peranan penting. Pertama, pendidikan kesetaraan membantu penuntasan Program Wajib Belajar Pedidikan Dasar (WAJAR DIKDAS) 9 tahun melalui Program Paket A, Paket B, Kedua, pendidikan kesetaraan memberikan dorongan dan bantuan kepada peserta didik lulusan pendidikan dasar yang tidak melanjutkan dan putus sekolah dari sekolah menengah, dan memberikan peluang kepada masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan pendidikan menengah melalui Program Paket C. Ketiga, pendidikan kesetaraan memberikan muatan pendidikan kecakapan hidup dalam bentuk keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja, kemampuan merintis usaha dan mengembangkan usaha mandiri. Direktorat Pendidikan Kesetaraan menyadari perlunya melakukan reformasi. Pendidikan Kesetaraan untuk menjawab berbagai tantangan dan perkembangan dinamika masyarakat. Reformasi pendidikan kesetaraan diarahkan pada revitalisasi fungsi pendidikan kesetaraan agar sebanding dengan pendidikan formal, terpeliharanya mutu pelayanan pendidikan melalui kurikulum yang berbasis pada kebutuhan dunia kerja, bahan ajar yang merujuk pada standar isi yang berbasis kelestarian ekonomi, keadilan sosial dan pelestarian lingkungan. Dalam pelaksanaan reformasi pendidikan kesetaraan diperlukan strategi dan pendekatan khusus agar peserta didik benar-benar dapat merasakan manfaat pendidikan kesetaraan sesuai dengan kondisi obyektif mereka yang mengalami berbagai keterbatasan sosial ekonomi. Sistem dan model pembelajaran pendidikan kesetaraan dikembangkan dengan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, yang mengacu pada dua hal pokok yakni pencapaian standar kompetensi lulusan dan penguasaan keterampilan bekerja atau pengembangan usaha mandiri. Penghargaan dan ucapan terima kasih, kami sampaikan kepada tim penyusun dan pengembang bahan pembelajaran intensif Paket C, dengan harapan agar bahan ajar ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peserta didik Paket C pendidik dan pengelola pendidikan kesetaraan.

P

Jakarta, Juni 2009 Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal

Hamid Muhammad, Ph.D

iii

PRAKATA

P

endidikan merupakan hak azasi manusia dan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Hal tersebut tercantum pada pasal 28B ayat (2) UUD 1945 yang tertulis: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selanjutnya Pasal 28C ayat (1) menyebutkan, Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Sejalan dengan Undang-Undang tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal melalui Direktorat Pendidikan Kesetaraan menawarkan peluang bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan di formal untuk mengikuti pendidikan melalui jalur nonformal yang setara, bermutu dan diintegrasikan dengan keterampilan. Peserta didik mempunyai pilihan untuk menentukan keterampilan sesuai dengan potensi, minat, kebutuhan dan peningkatan keahliannya. Pilihan ini merupakan hak peserta didik yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Pendidikan Kesetaraan dirancang untuk memberikan pengakuan terhadap pembelajaran mandiri dan pengetahuan yang diperoleh di luar sekolah. Pendidikan Kesetaraan menguatkan kreativitas dan produktivitas yang mungkin telah berkembang pada seseorang melalui pembelajaran kecakapan hidup.

iv

Geografi Derajat Mahir 1

Menyadari arti pentingnya sumber belajar bagi efektivitas pembelajaran, Direktorat Pendidikan Kesetaraan mengembangkan bahan ajar pembelajaran intensif (intensif learning) yang diharapkan dapat memotivasi peserta didik untuk belajar ke jenjang lebih tinggi baik formal maupun jalur nonformal. Bahan ajar pembelajaran intensif disusun berorientasi pada kelestarian ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan, dan dikemas dengan menggunakan pendekatan sosial, tatap muka, dan mandiri. Bahan ajar pembelajaran intensif Program Paket C merupakan langkah awal dalam implementasi spektrum pendidikan kesetaraan yang diharapakan mampu mendorong dan memfasilitasi peserta didik belajar secara bermakna dan berkelanjutan. Bahan ajar pembelajaran intensif ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pembelajaran sekaligus berperan sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan kesetaraan. Partisipasi dan dukungan semua pihak terhadap perkembangan pendidikan kesetaraan, khususnya para penyusun bahan ajar dan seluruh pihak yang terlibat kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.

Jakarta, Juni 2009 Direktur Pendidikan Kesetaraan

Dr. Triyadi NIP.130788336

v

DAFTAR ISI

BAB 1

Konsep, Pendekatan, Prinsip dan Aspek Geogra .......................................... 1 Perkembangan Pembentukan Muka Bumi dan Jagat Raya ................................... 17 Unsur-Unsur Geosfer ......................... 29

BAB 2

BAB 3

vi

Geografi Derajat Mahir 1

TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. menjelaskan konsep geogra menjelaskan pendekatan dalam geogra menjelaskan prinsip-prinsip dalam geogra mendeskripsikan aspek-aspek geogra

BAB I. Konsep, Pendekatan, Prinsip dan Aspek Geografi

1

A. KONSEP GEOGRAFIIstilah geogra berasal dari bahasa Yunani yaitu; geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Oleh karena itu, geogra sering juga disebut ilmu bumi. Geogra dapat didenisikan sebagai ilmu yang mempelajari/mengkaji bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya, seperti penduduk, ora, fauna, iklim, udara, dan segala interaksinya. Secara garis besar, seluruh objek kajian geogra dapat dibedakan atas dua aspek utama, yaitu (1) aspek fisik dan (2) aspek sosial. Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis dan sebagainya. Aspek sosial meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis dan kultual. Dari konsep geogra diatas, para ahli juga membuat denisi Geografi. Berdasarkan kesepakatan para ahli pada Seminar Lokakarya Ikatan geogra Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1988 disepakati definisi Geografi. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena Geosfera dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Warga belajar, agar dapat memahami Geogra, maka kita perlu mengenal konsep-konsep dasar yang digunakan dalam Geogra. Untuk itu kita perlu memahami pengertian istilah-istilah yang umum digunakan oleh Geogra sebagai disiplin ilmu. Konsep merupakan sesuatu hal yang abstrak berkenaan dengan gejala yang nyata tentang Geografi untuk mengungkapkan beberapa gejala, faktor atau masalah, sehingga setiap kata mengandung arti tersendiri. Pemahaman Geogra dimulai dari hal yang konkrit secara bertahap akan menuju kepada hal yang abstrak, misalnya: dalam memahami atmosfer dan mempelajari cuaca, tentu saja harus mengenal unsur-unsur cuaca. Dalam Seminar dan Lokakarya ahli Geogra Indonesia tahun 1988 dan 1989 menghasilkan kesepakatan mengenai 10 konsep esensial Geogra. Diantaranya sebagai berikut : 1) Konsep lokasi Dalam hal ini lokasi suatu tempat di permukaan bumi yang memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga. Contoh: tanah yang berlokasi di daerah yang strategis akan

2

Geografi Derajat Mahir 1

memiliki harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanah yang berlokasi di daerah yang kurang strategis. 2) Konsep jarak Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, maka manusia cenderung akan memperhitungkan jarak. Contoh : Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan 3) Konsep keterjangkauan Hubungan atau interaksi antar tempat dapat dicapai, baik menggunakan sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan kaki. Contoh: daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang, kedua daerah tersebut tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi yang terjangkau 4) Konsep pola Konsep pola merupakan bentuk khas dari interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam. Contoh: pola pemukiman terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan. 5) Konsep morfologi Morfologi merupakan bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia. Contoh: bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air. 6) Konsep aglomerasi Merupakan pengelompokkan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah. Contoh: masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok dengan yang memiliki kemampuan ekonomi sejenis, sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah pedagang besi tua dsb. 7) Konsep nilai kegunaan Merupakan manfaat suatu wilayah atau daerah yang mempunyai nilai tersendiri bagi orang yang menggunakannya. Contoh: lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan/pegawai kantor. 8) Konsep interaksi dan interpedensi Set