geo mineralogi

Click here to load reader

Post on 30-Dec-2015

61 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mineral

TRANSCRIPT

TUGAS IGEOLOGI MINERAL

Disusun oleh :

Budi Atmadi1107045050

GEOFISIKA GEOLOGILABORATORIUM FISIKA KOMPUTASI DAN PEMODELAN FAKULTAS MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS MULAWARMANSAMARINDA20141. Jelaskan terbentuknya batuan plutonik dan vulkanik selengkapnya.?Jawab Batuan Plutonik Intrusi merupakan suatu proses yang terjadi akibat suatu adanya aktivitas magma (plutonisme) yang berada dibawah permukaan bumi yang berusaha keluar namun tidak muncul kepermukaan yang di akibat adanya tekanan dan temperature yang sangat tinggi dari dalam bumi, yaitu dengan cara menerobos batuan yang sebelumnnya sudah terbentuk atau ada, sehingga menghasilkan beberapa bentuk tubuh dari batuan beku.Batuan ini secara genesa terjadi dan terbentuk disuatu tempat yang berada dibawah permukaan bumi yang membeku dengan lambat, sehingga menghasilkan perbedaan dari komposisi mineral, susunan kimia, struktur, tekstur yang tidak beraturan, ebrbentuk tabular, bentuk pipas sehingga menhasilkan tubuh batuan beku dengan jenis yang berbeda- beda. Dimana kontak batuan intrusi dengan batuan yang diintrusi atau daerah batuan, bila sejajar dengan lapisan batuan maka tubuh intrusi ini disebut konkordan. Bila batuan yang mengintrusi memotong dari lapisan massa batuan yang diintrusi maka disebut dengan diskordan.Secara Umum dapat kita simpulkan bahwa batuan plutonik ( Plutonic Rock ) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:Batuan plutonic dapat berkomposisi semua jenis magma.Batuan ini mengalami proses kristalisasi dalam jangka waktu yang sangat lama.Secara khusus batuan ini hanya memiliki 1 testur batuan, yaituFANERIK.Batuan ini mengalami pembekuan jauh didalam permukaan bumi (DEEP SEATED INTRUSION).

Struktur batuan PlutonikBatholitBatholit berasal dari bahasa Yunani (greek); dari kata Bathos (ukuran) dan lithos (batuan) yang artinya merupakan suatu tempat, rongga atau ruang dengan ukuran besar sebagai tempat sekaligus hasil dari intrusi batuan beku (plutonic) yang terbentuk akibat dari pembekuan magma didalam kulit bumi. Batholit sering juga diartikan sebagai batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.Batholit umumnya berbentuk ruang besar yang tidak beraturan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas dipermukaan bumi dengan penampang melintang dari tubuh pluton (intrusi dengan tubuh tidak beraturan) memperlihatkan yang sangat besar dan kedalaman yang tidak diketahui batasnya. Luas area batholit baik yang ada didalam kulit bumi maupun suatu Singkapan batholit yang muncul kepermukaan memiliki luas sampai 100 km2. Batholit biasanya selalu tersusun atas senyawa-senyawa felsik (asam) sampai intermediet (menengah), itu artinya batholit sebagian besar terdiri dari batuan beku asam sampai batuan beku intermediet, misalnya granite, diorite, dan quartz monzonite.Meskipun terlihat tak beraturan, batholit merupakan suatu ruang yang memiliki komposisi mineral yang komplek. Singkapan batholit akan muncul kepermukaan setelah banyak mengalami proses pengangkatan (up lift) dan proses erosi selama jutaan tahun. Contoh singkapan baholit yang ada di Indonesia misalnya singkpan felsik batholit di kepulauan sumatra, Riau, dan Kalimantan, sedangkan yang terkenal adalah intrusi granit yang terdapat dipulau karimun (Riau).

Dike atau DykeDalam ilmu geologi Dyke adalah suatu jenis intrusi batuan beku berbentuk lembar yang mengenai lapisan tanah dan memotong secara bersebrangan Dyke, disebut juga gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya. Kadang-kadang kontak hampir sejajar tapi perbandingan antara panjang dan lebar tidak sebanding. Kenampakan di lapangan dyke dapat berukuran sangat kecil dan dapat pula berukuran sangat besar.- planar struktur dri dinding batuan, seperti selimut atau foliasi- formasi batuan berbentuk masive, seperti intrusi igneous/magmatic dan garam diapirs. oleh karena itu dike dapat mempengaruhi atau mengganggubatuan sediment atau produk sediment aslinya.SillSill atau Intrusi datar (lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut. Sill adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya dengan ketebalan dari beberapa mm sampai bebebrapa kilometer. Penyebaran ke arah lateral sangat luas sedangkan penyebaran ke arah vertical sangat kecil. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.Dalam ilmu geologi, sill merupakan suatu batuan beku plutonik yang berbentuk tabel serta mengintrusi suatu lapisan batuan sediment yang lebih tua atau mengintrusi lapisan batuan sediment yang sudah terlebih dahulu terbentuk, alas lahar volkanik atau tuff, atau bahkan sepanjang arah foliasi di dalam batuan metamorf. Istilah sill berarti lembar intrusi. Maksudnya adalah sill tidak memotong ke seberang batuan atau lapisan sedimen yang telah ada sebelumnya, akan tetapi berlawanan dengan dike, dimana intrusi magma memotong ke seberang batuan yang lebih tua.Sills selalu paralel ke daerah tuff. Pada umumnya intrusi yang dibentuk oleh sill adalah didalam suatu orientasi horisontal, walaupun proses tektonis dapat menyebabkan perputaran sill ke dalam dekat orientasi vertikal. sill dapat dikacaukan dengan arus lahar. Ambang yang dipengaruhi oleh arus lahar akan menunjukkan peleburan yang parsial dan menyatu.Salisbury Sebuah batuan curam di Edinburgh, Scotlandia, merupakan suatu sill yang secara parsial yang ultramafic mengarahkan intrusi batuan beku sepanjang es agesCertain. layered mafic adalah berbagai sill yang sering berisi deposit bijih penting. Contoh Precambrian meliputi Bushveld, Insizwa, dan Dyke Yang mengintrusi kompleks selatan Afrika, Duluth yang mengintrusi kompleks dari Atasan Daerah, dan Stillwater kompleks gunung berapi di Amerika Serikat. Contoh Phanerozoic pada umumnya lebih kecil dan meliputi Rm peridotite yang kompleks Scotland dan Skaergaard yang berapi-api untuk kompleks timur Greenland. Intrusi batuan beku ini sering berisi konsentrasi emas, platina, unsur logam pelapis kran, dan unsur-unsur jarang lain.LacolithLacolith, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya, batuan yang diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, bagian bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dapt tersingka di permukaan. Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata. Lakolit pada umumnya merupakan suatu variasi khusus dari sill, yang artinya bentuk batuan beku yang menyerupai sill akan tetapi perbandingan ketebalan jauh lebih besar dibandingkan dengan lebarnya dan bagian atasnya melengkung, membentuk seperti kubah atau magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi. Selain lakolit ada juga lapolit yang bentuknya merupakan kebalikan dari lakolit, yang artinya bentuk batuan beku yang luas, dengan bentuk seperti lensa dimana bagian tengahnya melengkung karena batuan dibawahnya bersifat lentur. Pada dasarnya, sebagian besar batuan beku ini memiliki kandungan silica lebih besar dari 66%, yang artinya batuan beku ini adalah batuan asam (felsik), misalnya granit, diorite, synit, tonalit, dan lain-lain.LopolithMerupakkan salah satu jenis intrusi dalam, pada struktur intrusi ini hampir mirip dengan lakolit hanya saja arah penggerusan terhadap lapisan batuan yang dilaluinya. Lopolit merupakan intrusi magma yang mengintrusi sejajar dengan perlapisan batuan yang dilaluinya.StockStock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau bagian atas batholitJenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya. Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit. Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga terdapat jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuan-batuan beku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerikCONTOH BATUAN PLUTONIC:PERIDOTITE

Warna batuan: abu-abu kehitamanGranularitas: fanerikGenesa batuan: intrusifKomposisi batuan: amphibole,feldspar,quartzJenis batuan: Beku UltrabasaNama batuan: peridotite

Batuan Vulkanik Batuann Beku vulkanik merupakan batuan beku yang terbentuk merupakan hasil dari prosescooling down Magma atau Lava.Jadi pada batuan beku khusus untuk vulkanik ini bukan hanya hasil pembekuan magma tetapi juga lava yang berlangsung didalam tubuh gunung api maupun dipermukaan bumi atau disebut juga intrusi dangkal(Shallow Intrusion).Dikarenakan proses pembekuanya berada pada dalam tubuh api ataupun dipermukaan bumi, sehingga proses pembekuanya berlangsung cepat dikarenakan langsung kontak dengan udara maupun air yang ada dipermukaan bumi. Jika proses pembekuaan magma ini berlangsung secara cepat maka belum sempat menngalami proses kristalisasi sempurna sehingga hanya terbentuk kristal yang kecil-kecil ataupun glassy.Pada batuan bekku jenis inilah kita temui jenis tekstur batuan beku yang beragam, namun tidak untuk tekstur fanerik.Beberapa contoh jenis testurnya :AfanitikPorfiritkGlassyJenis Struktur Batuan EkstrusiLava DomeLavaDomesdancoulesberhubungan denganlavafelsicmengalirmulaidaridasi thingga riolit.Sifatsangat kentallavainimenyebabkan merekatidakmengalirjauh Dari lubang,menyebabkanlavauntuk membentukkubahlavadiventilasi.Ketikakubahterbentuk padapermukaanmiringyangdapat mengalirdalamaruspendektebaldisebutcoules(kubahaliran).Arus iniseringhanyamelakukan perjalananbeberapa kilometer dariventilasi.Pillow LavaLava bantal adalah struktur lava biasanya terbentuk ketika lava muncul dari ventilasi vulkanik bawah laut atau gunung berapi subglacial atau aliran lava masuk laut. Namun, lava bantal juga dapat terbentuk ketika lava yang meletus di bawah es glasial tebal. Lava kental keuntungan kerak yang solid pada kontak dengan air, dan ini retak kerak dan merembes gumpalan besar tambahan atau "bantal" sebagai lava lebih muncul dari aliran maju. Karena air meliputi sebagian besar permukaan bumi dan gunung berapi sebagian besar terletak di dekat atau di bawah badan air, lava bantal sangat umum.Block Lava FlowsBlok lava flows andesitik yang khas lava dari stratovolcanoes. Mereka berperilaku dengan cara yang mirip dengan aliran Aa tetapi sifatnya lebih kental menyebabkan permukaan yang akan dibahas dalam mulus-sisi fragmen sudut (blok) dari lava dipadatkan bukan klinker. Seperti arus aa, interior cair dari aliran, yang disimpan terisolasi oleh permukaan kuning dipadatkan, menimpa reruntuhan yang jatuh dari depan aliran. Mereka juga bergerak jauh lebih lambat menurun dan lebih tebal di kedalaman dibandingkan arus Aa.PiroklastikPiroklastik(berasal daribahasa Yunani,, berarti api, dan, yang berarti rusak) adalah bebatuanklastikyang terbentuk dari material vulkanik. Ketika material vulkanik dikirim dan diolah kembali melalui proses mekanik, seperti dengan air atau angin, bebatuan tersebut disebutvulkaniklastik. Piroklastik biasanya berhubungan dengan aktivitas vulkanik, seperti gaya letusan gunungKrakatau. Piroklastik biasanya dibentukdari abu vulkanik,lapillidanbom vulkanikyang dikeluarkan dari gunung berapi, bergabung dengan bebatuan di daerah tersebut yang hancur.piroklastik jatuhan (fall),piroklastik aliran (flow), danpiroklastiksurge.Mekanisme erupsi eksplosif yang terjadi disebabkan oleh erupsi magmatis, preato magmatis, dan preatik. Piroklastik jatuhan mempunyai ketebalan endapan yang sama, sementara piroklastik aliran akan menebal pada cekungan dan piroklasktiksurgeadalah gabungan keduanya.Secara genetik, batuan piroklastik dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu :Endapan jatuhan piroklastik (pyroclastic fall deposits), dihasilkan dari letusan eksplosif yang melemparkan material-material vulkanik dari lubang vulkanik ke atmosfer dan jatuh ke bawah dan terkumpul di sekitar gunung api. Endapan ini umumnya menipis dan ukuran butir menghalus secara sistimatis menjauhi pusat erupsi, sebaran mengikuti topografi, pemilahannya baik, struktur gradded bedding normal & reverse, komposisi pumis, scoria, abu, sedikit lapili dan fragmen litik, komposisi pumis lebih besar daripada litik.Endapan aliran piroklastik (pyroclastic flow deposits), dihasilkan dari pergerakan lateral di permukaan tanah dari fragmen-fragmen piroklastik yang tertransport dalam matrik fluida (gas atau cairan yang panas) yang dihasilkan oleh erupsi volkanik, Endapan surge piroklastik (pyroclastic surge deposits), pergerakan lateral materialmaterial piroklastik (low concentration volcanic particles, gases, and water; rasio partikel : gas rendah; konsentrasi partikel relatif rendah) yang mengalir dalam Tipe Endapan Piroklastik Endapan Piroklastik Tak Terkonsolidasi (Unconsolidated)1. Bom Gunung ApiBom adalah gumpalan-gumpalan lava yang mempunyai ukuran lebih besar dari 64mm. Daerah ini sebagian atau semuanya berujud plastic pada waktu tererupsi. Beberapa bomb mempunyai ukuran yang sangat besar2. Block Gunung ApiBlock Gunung Api merupakan batuan piroklastik yang dihasilkan oleh erupsi eksplosive dari fragmen batuan yang sudah memadat lebih dulu dengan ukuran lebih besar dari 64 mm. Block-block ini selalu menyudut bentuknya atau equidimensional.3. LapiliLapili berasal bahasa latin lapillus, yaitu nama untuk hasil erupsi eksplosif gunung api yang berukuruan 2mm 64mm. Selain dari fragmen batuan , kadang-kadang terdiri dari mineral mineral augti, olivine, plagioklas.4. Debu Gunung ApiDebu gunung api adalah batuan piroklastik yang berukuran 2mm- 1/256mm yang dihasilkan oleh pelemparan dari magma akibat erupsi eksplosif. Namun ada juga debu gunung berapi yang terjadi karena proses penggesekan pada waktu erupsi gunung api. Debu gunung api masih dalam keadaan belum terkonsolidasi,( Endarto, Danang, 2005 ) Endapan Piroklastik yang Terkonsolidasi (consolidated)1. Breksi piroklastikBreksi piroklastik adalah batuan yang disusun oleh block block gunung api yang telah mengalami konsolidasi dalam jumlah lebih 50 % serta mengandung lebih kurang 25 % lapili dan abu.2. AglomeratAglomerat adalah batuan yang dibentuk oleh konsolidasi material material dengan kandungan yang didominasi oleh bomb gunung api dimana kandungan lapili dan abu kurang dari 25 %3. Batu lapiliBatu lapili adalah batuan yang dominant terdiri dari fragmen lapili dengan ukuran 2 64 mm4. TuffTuff adalah endapan dari gunung api yang telah mengalami konsolidasi, dengan kandungan abu mencapai 75 %. Macamnya : tuff lapili, tuff aglomerat, tuff breksi piroklastik. ( Endarto, Danang, 2005 )Contoh Batuan Vulkanik :

GRANIDIORIT

Warna Batuan : Abu keputihanGranularitas : FanerikGenesa Batuan : EkstrusifKomposisi Mineral : Ortoklas, dan KuarsaJenis Batuan : Beku AsamNama Batuan : Granodiorit

DIORIT

Warna Batuan : Putih kecoklatanGranularitas : AfanitikGenesa Batuan : EkstrusifKomposisi Mineral : Ortoklas, dan KuarsaJenis Batuan : Beku AsamNama Batuan : Riolit

Sumber : http://ongkiboomy.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html

2. Jelaskan bagaimana terjadinya batuan piroklastik.?Jawaban Batuan piroklastik adalah batuan yang terbentuk dari letusan gunung api (berasal dari pendinginan dan pembekuan magma) namun seringkali bersifat klastik. Menurut william (1982) batuan piroklastik adalah batuan volkanik yang bertekstur klastik yang dihasilkan oleh serangkaian proses yang berkaitan dengan letusan gunung api, dengan material asal yang berbeda, dimana material penyusun tersebut terendapkan dan terkonsolidasi sebelum mengalami transportasi (rewarking) oleh air atau es. Magma yang merupakan lelehan panas, pijar, dan relatif encer, dapat bergerak dan menerobos ke permukaan bumi melalui rongga-rongga yang terbentuk oleh proses tektonik (bidang sesar). Selain berupa padatan, magma juga mengandung uap air dan gas yang bervariasi komposisinya. Kalau magma tersebut encer dan bertekanan tinggi, maka akan terjadi letusan gunung api. Sumbat kepundan akan hancur dan terlempar ke sekitarnya dan bersamaan dengan itu sebagian magma panas juga akan terlempar ke udara. Akibat dari letusan tersebut terjadi proses pendinginan yang cepat, sehingga magma akan membeku dengan cepat dan membentuk gelas (obsidian), tufa atau abu halus, lapili dan bom (berupa batuapung dengan rongga-rongga gas). Material yang halus (tufa) akan terlempar jauh dan terbawa angin ke tempat yang lebih jauh, sedangkan bom, lapili, dan gelas, dan material-material lain yang berukuran pasir dan kerikil akan jatuh di sekitar puncak gunung.Pada kenyataannya, batuan hasil letusan gunung api dapat berupa suatu hasil lelehan yang merupakan lava yang telah dibahas dan diklasifakasikan ke dalam batuan beku, serta dapat pula berupa produk ledakan atau eksplosif yang bersifat fragmental dari semua bentuk cair, gas atau padat yang dikeluarkan dengan jalan erupsi.

Berdasarkan klasifikasi genetik, batuan piroklastik terdiri dari 3 jenis endapan piroklastik yaitu: Endapan jatuhan piroklastik (pyroclastic fall deposits), dihasilkan dari letusan eksploif material vulkanik dari lubang vulkanik ke atmosfer dan jatuh kembali ke bawah dan terkumpul di sekitar gunung api. Endapan ini umumnya menipis dan ukuran butir menghalus secara sistimatis menjauhi pusat erupsi, pemilahannya baik, menunjukan grading normal pumis dan fragmen litik, mungkin menunjukan stratifikasi internal dalam ukuran butir atau komposisi, komposisi pumis lebih besar daripada litik. Endapan aliran piroklastik (pyroclastic flow deposits), dihasilkan dari pergerakan lateral di permukaan tanah dari fragmen-fragmen piroklastik yang tertransport dalam matrik fluida (gas atau cairan), material vulkanik ini tertransportasi jauh dari gunung api. Endapan ini umumnya pemilahannya buruk, mungkin menunjukan grading normal fragmen litik, dan butiran litik yang padat semakin berkurang menjauhi pusat erupsi. Contoh: lahar yaitu masa piroklastik yang mengalir menerus antara aliran temperatur tinggi (> 1000C) di mana material piroklastik ditransportasikan oleh fase gas dan aliran temperatur rendah yang biasanya bercampur dengan air.

Endapan surge piroklastik (pyroclastic surge deposits), termasuk pergerakan lateral fragmen piroklatik sebagai campuran padatan/gas konsentrasi rendah yang panas. Karekteristiknya, endapan ini menunjukan stratifikasi bersilang, struktur dunes, laminasi planar, struktur anti dunes dan pind and swell, endapan sedikit menebal di bagian topografi rendah dan menipis pada topografi tinggi.

Tiga jenis fagmen yang ditemukan dalam endapan piroklastik: Fragmen dari lava baru atau disebut fragmen juvenil, berupa material padat tidak mempunyai vesikuler sampai fragmen lava yang banyak vesikulernya. Kristal individu, yang dihasilkan dari fenokris yang lepas dalam lava juvenil sebagai hasil fragmentasi. Fragmen litik, termasuk batuan yang lebih tua dalam endapan piroklastik, tetapi sering terdiri dari lava yang lebih tua.

Pembentukan Batuan PiroklastikBatuan piroklastik merupakan batuan yang tercipta akibat letusan gunung berapi. Batuan piroklastik ini terbentuk akibat diawalinya dengan letusan letusan dari gunung berapi, yang kemudian gunung berapi tersebut akan mengeluarkan magma atau menyemburkan magma yang bersuhu kurang lebih 850oC. Ketika magma yang bersuhu sangat panas tersebut tersemburkan ke udara maka suhu magma akan turun secara drastis. Itu dikarnakan suhu magma yang diatas 600oC tersebut akan menyesuaikan dengan suhu lingkunganya yaitu sekitar 25 oC. Oleh karena itu batuan piroklastik dapat terbentuk di udara. Oleh karena itu , batuan piroklastik dapat disebut hampir sama dengan proses keterjadian batuan beku. Karna proses keterbentukanya yang sama sama langsung terbentuk dari magma yang panas kemudian mendingin.

Proses keterbentukan batuan piroklastik tidak hanya sampai situ saja. Batuan piroklastik akan yang di udara sudah tentu akan turun kepermukaan bumi yaitu tanah. Setelah batuan piroklastik itu jatuh ke tanah maka ia akan mengalami proses pembentukan kembali yang diawali dengan bentuk bongkah maka setelah tertransportasikan kemudian terendapkan dan terlitifikasi maka ia akan mengalami perubahan bentuk menjadi bulatan bulatan sehingga namanya akan berubah menjadi batuan piroklastik bom. Namun, dalam dunia geologi batuan batuan piroklastik yang telah tertransportasikan akan berubah nama menjadi batuan epiklastik. Biasanya batuan epiklastik ini terbat pada daerah daerah yang rendah, hal itu disebabkan oleh suatu medium yang mentransportasikan batuan piroklastik itu ke daratan daratan yang lebih rendah. Biasanya batuan epiklastik banyak terdapat disekitar sungai, danau, laut, juga memiliki kemungkinan terdapat dipegunungan.

Secara mekanisme pembentukanya, batuan piroklastik terbagi menjadi 2 maam mekanisme pengendapan, yaitu:

Fall depositFall deposit ini merupakan suatu pengendapan batuan batuan piroklastik yang dibentuk secara tersusun oleh material yang sanagt halus yang terbawa oleh angin hasil dari letusan gunung berapi. Flow depositFlow deposit merupakan suatu pengendapan batuan piroklastik yang telah terangkut oleh berbagai macam median yang biasanya air di tempat terjadinya suatu campurandari segala macam bentuk dan ukuran butiran. Seperti yang telah dikenalkan batuan gunung berapi yang terjadi akibat letusangunung berapi terdapat 2 macam, yaitu: Batuan piroklastik Batuan epiklastikAgar tidak membingungkan maka sebagai praktikan harus dapat mengetahui apa saja yang dapat membedakan batuan piroklastik dan epiklastik.TeksturSecara tekstur batuan piroklastik selalu memiliki tekstur yang menyudut itu dikarnakan pembentukan batuan piroklastik ini terbentuk secara langung tanpa ada proses transportasi terlebih dahulu. Sedangkan, pada batuan epiklastik. Struktur batuannya akan membulat sampai dengan membulat tanggung itu dikarnakan batuan epiklastik tertransportasikan terlebih dahuli sehingga dapat memiliki bentuk yang membulat. Selain itu tingkat keseragama butir pada penyusun batuan piroklastik akan sama dikarnakan pembentukan butiran piroklastik terbentuk secara langsung tanpa ada proses yang lain lagi. Sedangkan ukuran butir dari epiklastik akan bervariasi karna telah terjadinya transportasi.KomposisiPada dasarnya komposisi merupakan jumlah material yang terdapat pada suatu batuan. Pada batuan piroklastik material penyusunya terbentuk secara stabil dan tidak stabil. Hal tersebut diakibatkan oleh material material tersebut terbentuk langsung dari letusan gunung berapi. Sedangkan batuan epiklastik biasanya bahan bahanya relatif stabil hal in imenunjukan bahwa batua epiklastik meupakan batuan yang terbentuk akibat hasil pertransportasian dari batuan piroklastik.Mineral Penyusun Batuan PiroklastikPada dasarnya mineral batuan piroklastik hampir sama dengan mineral batuan beku. Hal ini disebabkan oleh pembentukan kedua batuan tersebut baik batuan beku dan batuan piroklastik merupakan hasil dari pembekuan magma yang secara langsung.Ada 3 macam mineral penyusun batuan piroklasik ini, yaitu:Mineral sialisMineral Femis Mineral TambahanSumber : http://fikrintambang08.blogspot.com/2013/09/batuan-piroklastik.html http://fikrintambang08.blogspot.com/2013/12/batuan-piroklastik.2.htmlhttp://berjuang-di.blogspot.com/2012/01/batuan-piroklastik.html

3. Pada saat apa batuan itu kita namakan batuan porphyritikJawaban Apabila batuan beku tersebut mempunyai dua ukuran kristal yang dominanSumber : http://ptbudie.wordpress.com/2012/11/15/deskripsi-batuan-beku/

4. Cari tabel Klasifikasi of igneous and volcanic rockJawaban

Tabel klasifikasi menurut Russel B Travis

Sumber : http://muhaimin-27.blogspot.com/2013/06/batuan-beku-non-fragmental.html http://future20.wordpress.com/author/vendymira/page/3/

5. Jelaskan struktur bumi sampai pada inti bumi dan jelaskan berapa cm pergerakan bumi yang diakibatkan oleh peregerkan lempeng tektonik.Jawab :Bagian DalamBumiPendahulu yang memikirkan struktur dalam bumi yang terkenal adalah Plato. Ia berpendapat bahwa bumi terdiri dari substansi berfase cair dilapisi oleh lapisan kerak yang tipis. Pada bagian-bagian kerak yang lemah diterobos susbtansi dari dalam, dan keluarlah magma kemudian timbullah gunung api.Untuk mengetahui struktur dalam bumi tidaklah mudah. Karena pemboran terdalam yang pernah dilakukan sedalam 8 km. Akan tetapi dengan mempelajari sifat gelombang gempa bumi, dapat diketahui lebih banyak hal mengenai struktur dalam bumi.Dari hasil mempelajari sifat gelombang gempa bumi tersebut maka dapat diketahui bahwa bumi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:1. Kerak BumiMerupakan lapisan terluar yang tipis, terdiri dari batuan yang lebih ringan dibandingkan dengan batu selubung di bawahnya. Dengan densitas rata-rata 2,7 gram/cc. Ketebalannya tidak merata sehingga menimbullkan perbedaan elavasi antara benua dan samudera.2. Selubung BumiSelubung bumi terletak di bawah kerak bumi. Terdiri dari batuan, ketebalannya 2885 km. Densitasnya berkisar 3,3 di dekat kerak dan 5,7 gram/cc dekat dengan bumi.3. Inti BumiInti bumi tersusun dari besi dan nikel yang terletak dari kedalaman 2900 km sampai pusat bumi. Sruktur inti bumi kompleks, sehingga dapat dibagi menjadi inti bagian dalam dan inti bagian luar.a. Inti dalam: berupa padat, jari-jari 1200 km, suhu 4800 C. Tersusun dari kristal besi atau kristal besi nikel.b. Inti luar: berupa zat cair yang sangat kental, ketebalan 2250 km, suhu 3900C.Dengan perkembangan pengetahuan kegempaan dan banyaknya stasiun gempa di bumi, yang memungkinkan mempelajari sifat perambatan gelombang-gelombang gempa, sehingga dapat diketahui struktur dalam bumi yang lebih rinci. Adapun struktur dalam bumi yang telah diperinci, yaitu:1. LitosferLitosfer merupakan lapisan teratas bumi, termasuk kerak dan bagian atas selubung. Unsur penyusun Litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), alumunium (8,1%), besi 5%, kalsium 3,6%, natrium 2,8%, kalium 2,6%, magnesium 2.1%. Ketebalannya sekitar 50 km di bawah samudra dan di bawah benua lebih tebal berkisar 100 km. Bersifat kaku, keras, kompak dan kuat.2. AstenosferAstenosfer terdapat di bawah Litosfer, sebagian lapisan yang lunak pada bagian atas selubung, tebalnya sekitar 600 km. Lapisan ini sangat berarti karena suku dan tekanannya dalam keseimbangan yang baik sehingga materialnya dalam keadaan mendekati titik leburnya. Karena hampir melebur dan berstruktur lemah memungkinkan untuk mengalir. Pergerakan dalam lapisan ini berperan sebagai penyebab aktifitas gunung berapi dan devormasi kerak bumi.3. SelubungSelubung adalah lapisan yang menyelubungi inti bumi, merupakan bagian terbesar dari bumi. 82,3% dari volume dan 67,8% dari masa bumi. Bagian dalam selubung mulai batas dengan inti (2883 km) sampai 350 km dibawah tekanan sangat besar, dan meskipun suhunya sangat tinggi tetapi daya tahannya tetap besar.4. Inti BumiInti bumi merupakan pusat masa bumi, bergaris tengah 7000 km, berfase cair dan bagian dalam berfase padat densitasnya berkisar dari 9,5 gram/cc dekat selubung dan membesar kearah pusat sampai 14,5 gram/cc.

Gambar 1. Penampang BumiPergerakan lempengSecara teori tektonik lempeng, pembentukan Kepulauan Indonesia dimulai sekitar 55 juta tahun yang lalu. Indonesia dibentuk oleh interaksi setidaknya tiga lempeng penyusun bumi; Lempeng Samudera India, Lempeng Laut Filipina, dan Lempeng Eurasia yang merupakan lempeng kontinen. Perbedaan antara lempeng yang disusun oleh lempeng samudera dan kontinen adalah lempeng samudera bersifat basah karena disusun oleh material yang kaya akan unsur Fe, Mg dan Ni, bersifat kaku dan brittle, mempunyai berat jenis yang tinggi, sementara lempeng kontinen merupakan lempeng benua yang secara kimia bersifat relatif asam dan mempunyai berat jenis lebih rendah dibandingkan lempeng samudera.Lempeng-lempeng tadi bergerak satu sama lain di mana Lempeng Samudera India bergerak relatif ke arah utara dengan kecepatan 7 cm per tahun, Lempeng Laut Filipina bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 8 cm per tahun dan lempeng Eurasia yang cenderung stabil. Pergerakan lempeng-lempeng ini kemudian bertemu pada satu zona tumbukan yang disebut dengan zona subduksi.Interaksi ketiga lempeng tadi mengakibatkan pengaruh pada hampir seluruh kepulauan yang ada di Indonesia, kecuali Kalimantan. Pengaruh dari pergerakan lempeng tadi ada yang langsung berupa pergerakan kerak bumi di batas pergerakan lempeng tadi, yang akan menimbulkan gempa bumi dan tsunami apabila pergerakannya terdapat di dasar laut, maupun tidak langsung. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi setahun lalu di Aceh dan Sumatera Utara merupakan contoh nyata.Gempa dan tsunami Aceh dihasilkan tunjaman Lempeng Samudera India ke bawah Lempeng Eurasia. Tunjaman tersebut menghasilkan getaran yang menimbulkan gempa bumi berkekuatan sekitar 8,9 skala richter. Pusat gempa tersebut terdapat di Samudera Hindia, tepatnya sekitar 200 km sebelah barat daya Pulau Sumatera. Getaran gempa yang sangat keras itu kemudian sampai ke permukaan laut dan menimbulkan gerakan osilasi pada air laut dengan kecepatan sekitar 700?800 km/jam (setara dengan kecepatan pesawat komersil), yang akhirnya sampai ke daerah Aceh dan Sumatera Utara dalam bentuk tsunami.Selain itu pertemuan Lempeng Samudera India dengan Lempeng Eurasia juga menghasilkan lajur gunung api yang memanjang dari Sumatera sampai Nusa Tenggara dan membentuk sebuah rangkaian gunung api. Rangkaian gunung api ini dikenal dengan istilah busur vulkanik dan berhenti di Pulau Sumbawa, kemudian berbelok arah ke Laut Banda menuju arah utara ke daerah Maluku Utara, Sulawesi Utara dan terus ke Filipina. Busur gunung api ini sendiri ada yang masih aktif seperti Gunung Merapi, Gunung Krakatu di Selat Sunda, Gunung Galunggung dan Gunung Papandayan di Jawa Barat, Gunung Merapi di Jogjakarta, Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani dan Tambora di Nusa Tenggara, Gunung Gamalama dan Tidore di Maluku Utara, dan Gunung Klabat di Sulawesi Utara.Pergerakan ketiga lempeng tadi juga dapat menimbulkan patahan atau sesar yaitu pergeseran antara dua blok batuan baik secara mendatar, ke atas maupun relatif ke bawah blok lainnya. Patahan atau sesar ini merupakan perpanjangan gaya yang ditimbulkan oleh gerakan-gerakan lempeng utama. Patahan atau sesar inilah yang akan menghasilkan gempa bumi di daratan dan tanah longsor. Akibatnya, bangunan yang ada di atas zona patahan ini sangat rentan mengalami runtuhanLempeng dan pergerakannyaMenurut teori ini kerakbumi (lithosfer) dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat dan relatif dingin yang mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat panas, atau bisa juga disamakan dengan pulau es yang mengapung di atas air laut. Ada dua kjenis kerak bumi yakni kerak samudera yang tersusun oleh batuan bersifat basa dan sangat basa, yang dijumpai di samudera sangat dalam, dan kerak benua tersusun oleh batuan asam dan lebih tebal dari kerak samudera. Kerakbumi menutupi seluruh permukaan bumi, namun akibat adanya aliran panas yang mengalir di dalam astenofer menyebabkan kerakbumi ini pecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil yang disebut lempeng kerakbumi. Dengan demikian lempeng dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera atau keduanya. Arus konvensi tersebut merupakan sumber kekuatan utama yang menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng.

Akibat Pergerakan LempengPergerakan lempeng kerakbumi ada 3 macam yaitu pergerakan yang saling mendekati, saling menjauh dan saling berpapasan.Pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain. Daerah penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara lempeng Ind0-Australia dan Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa dan jalur gunungapi Sumatera, Jawa dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.Pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerakbumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari mantel membentuk jalur magmatik atau gunungapi. Contoh pembentukan gunungapi di Pematang Tengah Samudera di Lautan Pasific dan Benua Afrika.Pergerakan saling berpapasan dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar seperti misalnya Sesar Besar San Andreas di Amerika.Kegiatan TektonikPergerakan lempeng kerak bumi yang saling bertumbukan akan membentuk zona sudaksi dan menimbulkan gaya yang bekerja baik horizontal maupun vertikal, yang akan membentuk pegunungan lipatan, jalur gunung api/magmatik, persesaran batuan, dan jalur gempabumi serta terbentuknya wilayah tektonik tertentu. Selain itu terbentuk juga berbagai jenis cekungan pengendapan batuan sedimen seperti palung (parit), cekungan busurmuka, cekungan antar gunung dan cekungan busur belakang. Pada jalur gunungapi/magmatik biasanya akan terbentuk zona mineralisasi emas, perak dan tembaga, sedangkan pada jalur penunjaman akan ditemukan mineral kromit. Setiap wilayah tektonik memiliki ciri atau indikasi tertentu, baik batuan, mineralisasi, struktur maupun kegempaanya.Pergerakan Lempeng (Plate Movement)Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitudivergen,konvergen, dantransform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitupertemuan simpang tiga(triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.1. Batas DivergenTerjadi pada dua lempeng tektonik yang bergeraksaling memberai(break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkanpemekaran dasar laut(seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknyalembah retakan(rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.Pematang Tengah-Atlantik(Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.

2. Batas KonvergenTerjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergeraksaling menumpusatu sama lain (one slip beneath another).Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut denganzona tunjaman(subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa.Pematang gunung-api(volcanic ridges) danparit samudra(oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.3. Batas TransformTerjadi bila dua lempeng tektonik bergeraksaling menggelangsar(slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagaisesar ubahan-bentuk(transform fault)Sumber : http://fendyfisika08.wordpress.com/materi-kuliah/kuliah-semester-2/bagian-dalam-bumi/ http://leenxx.wordpress.com/pergerakan-lempeng/

6. Inti bumi cair atau padat Jawaban Ada yang disebut kerak bumi dan magma. Kerak bumi merupakan lapisan terluar bumi yang keras atau padat, sedangkan magma merupakan lapisan bumi yang panas dan berupa cairan. Demikian juga inti bumi yang berupa cairan karena sangat panas (mempunyai suhu ribuan derajad celcius). Bukannya benda yang semakin panas akan menguap atau menjadi gas. Analoginya dari Es Batu yang dingin akan mancair ketika panas dan berubah menjadi gas saat mencapai titik didihnya. Namun logika tersebut bahwa inti bumi yang terperangkap sehingga tidak bisa menguap alias tetap saja menjadi inti bumi yang panas dan berupa cairan, meskipun masih juga mengganjal di pikiran.Tetapi ada hal yang sangat berbeda, yaitu wujud dari inti bumi yang terbagai menjadi dua. Inti luar Bumi (outer core) yang berupa cairan serta inti dalam Bumi (inner core) yang berupa material padat.

gambar di atas bahwa inti dalam Bumi derapa zat padat (solid). Lalu bagaimana dengan logika bahwa inti bumi mempunyai suhu yang sangat tinggi sehingga benda apapun akan meleleh atau mencair. inti bumi mempunyai suhu yang tinggi, sehingga magma (mantle) berupa cairan panas yang akan mencari celah untuk keluar dari dalam bumi. Bukan karena beratnya (Bobot Jenis) yang lebih ringan sehingga akan lebih cenderung naik (seperti udara yang berat dari air sehingga dalam botol minuman, udara selalu berada di atas air). Naiknya cairan lebih disebabkan adanya tekanan luar bumi ke dalam inti bumi, atau istilahnya dikompres. Sedangkan inti dalam bumi karena mengalami tekanan atau compressingmengakibatkan yang seharusnya berupa cairan atau bahkan gas menjadi benda padat. Jarak antar partikel dari senyawa yang sama dalam bentuk gas lebih renggang/jauh dibandingkan bentuk cair serta padat. Karena adanya tekanan maka jarak partikel menjadi lebih sempit sehingga matrial inti dalam Bumi menjadi padat. Istilahnya kalau benda yang mengapung di air mempunyai bobot jenis kurang dari 1 g/cc, tanah mineral sekitar 1,2 g/cc, batu bisa lebih dari 2 g/cc.bobot jenis inti BumiBerdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya dalam membuat profil tanah (penampang melintang tanah atau sisiran tanah dari atas sampai bawah) menunjukkan bahwa semakin dalam lapisan tanah mempunyai nilai BJ yang semakin meningkat. Demikian juga inti dalam bumi mempunyai nilai BJ yang paling tinggi karena mengalami tekanan. Jika tidak salah nilai BJ inti dalam bumi bisa mencapai 12 g/cc atau dengan ukuran 1 cm kubik mempunyai berat 12 g atau dengan volume 1 m kubik mempunyai berat 1 ton.Sumber : http://ariyanto.staff.uns.ac.id/2013/08/24/inti-bumi-cair-atau-padat-atau-gas/ 7. Sebutkan lempeng-lempeng yang berpengaruh di duniaJawaban Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi (lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan batuan ang bermacam macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda beda terangkum dalam sebuah lempeng lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya.

Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi. Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah. Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya : African PlatecoveringAfrica Continental plateAfrika PlatemeliputiAfrika Benua piring Antarctic PlatecoveringAntarctica Continental plateAntarctic PlatemeliputiAntartika Benua piring Australian PlatecoveringAustralia Continental plateAustralia PlatemeliputiAustralia Benua piring Indian PlatecoveringIndian subcontinentand a part ofIndian Ocean Continental plateIndian Platemeliputianak benua Indiadan merupakan bagian dariSamudra Hindia Benua piring Eurasian PlatecoveringAsiaandEurope Continental plateEurasianPlatemeliputiAsiadanEropa Benua piring North American PlatecoveringNorth Americaand north-eastSiberia Continental plate South American PlatecoveringSouth America Continental plate Pacific Platecovering thePacific Ocean Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. Pada 225 juta tahun yang lalu, seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas batas lempeng tektonik di masing masing lapisan bumi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng.

Dari Gambar diatas dapat dilihat titik titik terjadinya gempa di dunia. Dan titik titik tersebut terletak di perbatasan lempeng yang satu dengan yang lainnya. Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik, disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda, dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonikEurasiadanIndo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu di bagian timur, bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalahBukit Barisandi Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalahParit Jawa (Sunda). Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat.Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik.Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api, Sert gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian.Dari segi ilmu kebumian, Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. Kepentingannya terletak pada rupabuminya, jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya, keterhuniannya, dan ketektonikaannya. Oleh sebab itulah, berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini, atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo, 1993).Sumber http://poetrafic.wordpress.com/2010/08/15/geological-setting-indonesia/