genetik ringkas hc

Download Genetik Ringkas Hc

If you can't read please download the document

Post on 02-Jan-2016

66 views

Category:

Documents

24 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Mengenai cara terjadinya minyak- dan gasbumi tidak saja merupakan suatu problema yang bersifat akademis bagi seorang ahli geologi, akan tetapi juga mempunyai kepentingan langsuna bagi explorasi

13

6. ASAL MINYAK & GASBUMI (minyak & gasbumi hc)Mengenai cara terjadinya hc tdk saja mrpkn suatu problema yg bersifat akademis bagi seorang ahli geologi, akan ttp juga mempunyai kepentingan langsung bagi explorasi. Misalkan saja jika orang percaya bhw hc dibentuk scr anorganik dr magma, tentu pencaharian minyakbu mi akan dipusatkan pd daerah yg diintrusi oleh btn beku atau daerah dgn aktivitas volkanik. Di lain fihak, jika percaya bhw hc itu terbentuk dr jazad organik (teori organik), jelas kita akan mencari hc di daerah dimana sangat mungkin didptkan z-organik yi: di dalam lapisan sedimen. Dlm hal ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara terjadinya hc, spt mis: mengapa minyak terbentuk di dlm lapisan reservoir?, mk tentunya kita hrs mencari faktor penyebab terjadinya di tempat hc tsb didptkan. Akan ttp jika kita percaya bhw hc itu dpt bermigrasi atau berpindah dr tempat asal dimana dia terbentuk ke daerah tempat dia terjebak, mk yg kita cari adalah peranqkap hc tsb, walaupun tempatnya cukup jauh dr daerah asal terbentuknya. Juga kita mengetahui bhw hc hanya terdpt dlm lingkungan laut saja, mk tentu minyak dicari di daerah sedimen marin, kecuali jika kita percaya bhw hc dpt bermigrasi jarak jauh. Ttp jika ternyata juga bhw hc dpt terbentuk dlm sed nonmarin, kita pun akan mencarinya di berbagai cek sed yg tdk pernah mengalami genang laut. Dgn demikian mk daerah explorasi kita menjadi lebih luas lagi. Jadi jika kita percaya bhw hc dpt bermigrasi dlm jarak jauh, tdklah menjadi soal lagi apakah kita mencarinya dlm lap sedimen marin ataupun nonmarin krn yg penting di sini adlh perangkapnya. Semua hal tsb di atas menunjukkan, bhw penelitian mengenai asal hc tdklah hanya mrpkn suatu minat akademis saja ttp mempunyai penerapan yg langsung. Namun hrs diingat, bhw tdk semua explorasi dikendalikan berdsrkan teori, bahkan de-wasa ini pengambilan suatu daerah kerja tdk se mata2 untuk mencari minyak ttp kadang2 untuk suatu permainan business saja. Mis: suatu perusahaan kecil mendpt konsesi di Timur Tengah, mk untuk orang awam hal ini tentu mrpkn sesuatu yg luar biasa shg menyebabkan nilai saham dr perusahaan itu naik di bursa saham. Dgn demikian perusahaan itu akan mendptkan ke-untungan dr kenaikan saham2nya. Di lain fihak, terlalu fanatik kepd suatu teori, dpt menyebabkan kita buta akan berbagai kemungkinan lainnya, & dpt pula menghalangi usaha explorasi hc, shg memberikan peluang bagi perusahaan lain yg cara berpikirnya lebih terbuka mengenai teori terbentuknya hc untuk mengadakan explorasi di daerah yg lebih luas. Dlm sejarah perkembangan explorasi hc di Indonesia banyak cth mengenai ini, mis: Di Sumatra Selatan. Pd awal abad 20, teori mengenai hc adlh bhw hc selalu berasosiasi dgn lap batubara. Di Sum-Sel lapisan yg mengandung batubara ialah lapisan yg regresif, yg kini dikenal sbg Formasi Muara Enim & Formasi Air Benakat. Pd waktu itu semua explorasi ditujukan pd lapisan dlm kedua formasi tsb. Pd waktu itu suatu perusahaan mendptkan kon-sesi daerah Pendopo Talang Akar, dan stlh mengadakan berbagai pemboran yg menerobos lapisan kedua formasi itu ternyata tdk mendapatkan minyak, mk daerah itu dikembalikan kpd Pemerintah. Pd tahun duapuluhan suatu perusahaan yg sekarang menjadi PT. Stanvac Indonesia mendptkan kembali konsesi ini. Pd waktu itu perusahaan ini sadar bhw selain di lapisan tsb di atas, hc bisa pula terdpt di lapisan bawah yg terkenal sbg lapisan transgresif dr Formasi Talang Akar. Pd pemboran selanjutnya ditemukan lap minyak Pendopo-Talang Akar yg sebelum perang dunia kedua mrpkn lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara. Sumatra Tengah. Suatu Perusahaan mempunyai konsesi di Sum-Tengah, & pd waktu itu teori yg berlaku adalah bhw hc dpt ditemukan dlm cekungan dgn lap-sedimen yg cukup tebal. Berbagai penelitian di Sum-Tengah menunjukkan bhw lap-sedimen di sana sgt tipis & oleh krnnya daerah itu ditinggalkan. Kmdn daerah tsb diambil alih oleh perusahaan lain yg sekarang terkenal dgn nama P.T. CPI yg dgn hanya mendsrkan pd adanya strktr antiklin, mengadakan pemboran explorasi & ternyata mendptkan minyak. Bahkan ketika dibor pd jaman pendudukan Jepang didptkan lap minyak yg terbesar di Asia Tenggara, & dewasa ini mrpkn salah satu lap minyak raksasa di dunia. Lap ini sekarang dikenal dgn nama Lap minyak Minas, yg produksinya tlh melampaui 1 milyar barrel. Irian Jaya. Juga mrpkn suatu kasus yg sangat penting. Setelah 25 tahun diadakan explorasi di daerah ini, mk disimpulkan bhw btn induk di daerah di Cek Salawati di Irian Jaya tdk terlalu baik, shg sangat diragukan untuk bisa mendptkan suatu lap minyak dgn produksi yg besar di daerah itu. Dgn alasan itu daerah ini ditinggalkan. Dewasa ini Irian Jaya diexplorasi kembali & ditemukan suatu lap minyak yg kecil ttp dgn produksi sgt besar, bahkan yg paling besar di Indonesia yi 30.000 bopd Ini adalah Lapangan minyak Kasim.

Dr contoh di atas jelaslah, bhw suatu teori dpt menghambat explorasi, walaupun dmkn kita hrs mempunyai teori mengenai genetik hc untuk dipakai sbg suatu pegangan dlm mengadakan explorasi. Dewasa ini teori mengenai asal organik hc tlh diterima, shg diketahui bhw habitat terdptnya hc adlh lap sedimen. Dlm hal ini sgl macam bat sedimen hrs diperhitungkan. Juga mengenai ketebalan, yi makin tebal lap sedimennya makin baik kemungkinan keberhasilan explorasi hc. Walaupun demikian, adanya lapisan tipis, tdk boleh dilewatkan begitu saja. Dewasa ini masih terdpt 2 teori utama mengenai asal terjadinya hc, yi: Teori anorganik/ abiogenesa, yg menyatakan bhw hc berasal dr proses anorganik. Teori ini tlh lama tdk dianut lagi, namun pd tahun2 belakangan ini, di Rusia dihidupkan kembali, mis: tulisan Porfir'ev (74) yg mengemukakan kembali ttg cara terjadinya hc scr anorganik. Teori organik atau biogenesa, teori ini lebih dpt diterima di seluruh dunia terutama di luar Uni Soviet. Teori mengenai cara terdptnya hc hrs didsrkan atas 2 bukti, yi: a Didsrkan atas percobaan laboratorium, yi bhw proses organik ataupun anorganik dpt mengimitasikan pro-ses aselinya dlm alam. Dgn perkataan lain, proses kimianya hrs betul & hrs terbukti di dlm laboratorium. b Didsrkan pemikiran geologi atas berbagai data mengenai tempat terdptnya hc, dlm keadaan yg bagaimana?, serta faktor geologi mana yg terlibat?. Semua data ini didptkan dr hasil explorasi dr seluruh dunia. Jadi, tanpa kekecualian hrs dpt menerangkan cara terdptnya hc scr geologi. Berikut ini akan dibentangkan mengenai 2 teori utama; mengenai berbagai keberatan serta kesulitan yg timbul, serta bbrp masalah yg masih belum dipecahkan dlm teori anorganik maupun dlm teori organik. Ternyata masih banyak persoalan yg timbul, juga dalam teori organik yg diterima masyarakat luas.

6.1 Teori Asal Anorganik HcPerkembangan teori asal anorganik (teori abiogenik) sejajar dgn perkembangan teori asal organik. Namun pd permulaan ahad ke-20 teori anorganik ini boleh dikatakan sudah hampir tak ada penganutnya. Ttp pd tahun 60an teori ini kembali di Uni Sovyet. Pd umumnya ada bbrp teori anorganik yg pernah dikemukakan.

6.1.1 Teori Alkali Panas Dgn C02 (Berthelot, 1866)Berthelot seorang ahli kimia Perancis yg pd tahun 1866 mengajukan hipotesa yg menarik per hatian. Ia memulai dgn suatu perkiraan bhw di bumi terdpt logam alkali dlm keadaan bebas & pd temperatur yg tinggi. Jika karbondioksida yg datang dr udara bersentuhan dgn alkali panas ini, mk asetilen dpt dibentuk dgn persamaan sbg di bwh ini:Ca + H20 H2+CaO5Ca + 2CO2 CaC2+ 4CaOCaO + H20 Ca(OH )2CaC2 + H20 C2H2+ CaO Ca(OH)2 + C02 -CaC03 + H203C2H2 C6H6benzenMenurut Berthelot, hc lainnya dpt terjadi dgn reaksi berangkai antara hc yg terjadi dgn penam bahan hidrogen. Jadi, berdsrkan bersatunya air panas dgn logam alkali, hc tsb mempunyai kecenderungan membentuk bahan yg lebih pdt atau lebih kompleks. Variasi lain drpd teori ini adlh adanya besi yg panas di dlm kerakbumi, yg krn aksi karbondioksida & hidrogensulfida menghslkan juga reaksi yg serupa dgn reaksi di atas. Air yg mengandung asam karbonat biasa nya datang dr laut yg masuk ke dalam kerakbumi melalui rekahan2. Kelemahan teori ini ialah tdk adanya bukti terdptnya logam alkali dlm keadaan bebas dlm kerakbumi.

6.1.2 Teori I Karbida Panas dgn Air (MendeLeyeff, 1877)Mendeleyeff kimiawan Uni Sovyet di abad ke-19, beranggapan bhw di dlm kerakbumi terdpt karbida besi. Air yg masuk ke dlm kerakbumi membentuk hc. Juga teori ini tdk mempunyai dasar, krn tdk adanya bukti bhw di dlm kerakbumi terdpt karbida besi. Dlm teori, bhw kalsiumkarbida ditambah air akan membentuk gas asetilen yi salah satu gas hc sebagaimana dipakai oleh tukang las. Krn Mendeleyeff adlh sarjana yg terkemuka pd waktu itu, mk teori ini mendptkan reputasi yg baik & diterima. Ke2 teori di atas ini juga mendptkan bukti dr adanya zat hc di dlm meteorit, yi btn yg di perkirakan sbg pecahan suatu planet. Dgn dmkn diperkirakan bhw di dlm bumi terbentuk hc scr alam & abiogenik.

6.1.3 Teori Emanasi VolkanikAsal volkanik hc, mula2 sekali diketemukan oleh von humboldt pd th 1805, kmdn dikembangkan oleh Virlet d'Aoust (34), Silvestri (1877-1882), & terutama dikemukakan oleh Coste (03). Teori ini mula2 didsrkan: atas pengamatan yg mengira bhw gn-api lumpur mrpkn gn-api dlm arti yg sebenarnya. Gn api lumpur banyak terdpt mis: di daerah Baku, di Rusia. Teori ini diperkuat oleh pengamatan di Mexico, yi terdptnya hc di dlm btn volkanik atau dekat btn beku. Selain itu juga didsrkan atas adanya gas metan (CH4) di dlm emanasi gn gapi lainnya. Hal ini diperkuat: oleh Silvestri yg menemukan minyak cair & parafin yg pdt dlm rongga2 lava basalt di Gn Etna. Pengamatan yg sama didptkan juga oleh Brun (09) pd studinya mengenai gn.api di P.Jawa, mis: di Gn