gastro.dx t2

Download Gastro.dx T2

If you can't read please download the document

Post on 26-Aug-2014

108 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

OLEH : I KETUT SUDIANA

FUNGSI UTAMA SALURAN CERNA

SEBAGAI PEMISAH ANTARA BAHAN-BAHAN YANG DIMASUKKAN DARI LUAR DENGAN MILIEU INTERIOR

DALAM FUNGSI UTAMANYA SALURAN CERNA BERPERAN SEBAGAI UNSUR PELINDUNGAN : 1.SEBAGAI BARIER TERHADAP BAHAN-BAHAN PATOGEN SEPERTI : BAKTERI, TOKSIN, PARASIT, VIRUS 2.MENSELEKSI PEMASUKAN BAHAN-BAHAN YANG

DIPERLUKAN (NUTRISI)

KELAINAN SALURAN CERNA

INFEKSI

GANGGUAN MIKROINVEROMEN

AUTOIMUN

MALIGNANSIES

MEMICU DIARE

DIARE

PENGELUARAN TINJA YANG CAIR DENGAN FREQUENSI SEKURANGKURANGNYA 3 KALI SEHARI

KONSISTENSINYA LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN FREQUENSI

= OSMOTIK DIARE :

VIT-C >> ATAU UNDIGESTIF LAKTOSE

= MOTILITY RELETED DIARE (HIPERMOTILITY) : DIABETIK NEUROPATI = SEKRETORI DIARE : HAMBATAN ABSORBSI ----- KOLERA TOKSIN

= INFLAMATORI DIARE : KERUSAKAN LAPISAN MUKOSAL DAN BRUSH BORDER= MALABSORBSION : INTOLERANSE MILK SUGAR

= INFEKSIUS DIARE : BAKTERI, PARASIT DAN VIRUS

ORGANISME YANG SERING MENIMBULKAN GANGGUAN (INFEKSI) PADA SISTEM PENCERNAAN

BAKTERI

PARASIT

VIRUS

PEMBERIAN TERAPI PADA PENDERITA SANGAT DIBUTUHKAN DIAGNOSTIK YANGTEPAT, KARENA TERAPI YANG DIBERIKAN AKAN MENIMBULKAN EFEK SAMPING

UNTUK MENENTUKAN DIAGNOSTIK DARI SUATU PENYAKITSANGAT DITENTUKAN OLEH KUALITAS SPESIMEN

KUALITAS SPESIMEN SANGAT DITENTUKAN OLEH : = TEKNIK PENGAMBILAN = CARA PENYIMPANAN/PENGIRIMAN

= TEKNIK PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGI

BEBERAPA ATURAN UMUM YANG HARUS DIPATUHI PADA SETIAP SPESIMEN :

1. JUMLAH MATERIAL HARUS MENCUKUPI2. SAMPEL HARUS MEWAKILI PROSES INFEKSI . MISALNYA: = SWEB DARI DASAR LUKA BUKAN DARI PERMUKAAN 3. KONTAMINASI DARI SPESIMEN HARUS DIHINDARI, JADI HARUS

MENGGUNAKAN ALAT STERIL.4. SPESIMEN HARUS SEGERA DI BAWA KE LABORATORIUM 5. SPESIMEN YANG BERGUNA BAGI DIAGNOSIS IFEKSI DARI BAKTERI/ JAMUR HARUS DIAMANKAN SEBELUM PEMBERIAN OBAT-OBATAN ANTI MIKROBA

FESES ( SPESIMEN SALURAN CERNA )PEMERIKSAAN FESES INI DAPAT UNTUK PEMERIKSAAN INFEKSI SALURAN CERNA YANG DAPAT MENYEBABKAN DIARE YANG DISEBABKAN OLEH : = SALMONELLA TYPHY, = SHIGELLA, = CAMPILOBACTER JEJENI = VIBRIO COLERA = KOLITIS HEMORAGIS DISEBABKAN OLEH E.COLI O.157

SYARAT := JUMLAHNYA SEKITAR 2- 3 GRAM = TIDAK BOLEH KERING = TIDAK TERCAMPUR URINE

= TEMPAT HARUS STERIL

URUTAN PEMBUATAN SEDIAAN

UNTUK MENDETEKSI BAKTERI DAPAT DILAKUKAN DENGAN PEWANAAN : = GRAM !! = ZIENL NEILSEN = LOEFFLER = NEISSER PEWARNAAN GRAM :

CARANYAA. CARBOL GENTIAN VIOLET : 1- 3 MENIT LARUTAN LUGOL ALKOHOL 96% CUCI AIR FUCHSIN CUCI AIR : 45 DETIK - 1 MENIT : 1 MENIT : SECUKUPNYA : 1 MENIT : SECUKUPNYA LALU KERINGKAN -- MO

B. KRISTAL VOLETCUCI AIR LUGOL CICI AIR

: 1 MENIT: SECUKUPNYA : 1 MENIT : SECUKUPNYA

ALKOHOL-ACTON : 15 DETIKCUCI AIR SAFRANIN CUCI AIR : SECUKUPNYA : 30 DETIK : SECUKPNYA= KERINKAN DAN AMATI PADA MO ( MIKROSKOP OPTIK )

PEMERIKSAAN PARASIT PADA SALURAN CERNA

PARASIT YANG PALING SERING MENIMBULKAN GENGGUAN PADA SITEM PENCERNAAN

PROTOZOA

HELMIN

CARA PEMERIKSAAN :

= SECARA LANGSUNG = DENGAN PEMBERIAN ZAT WARNA

SECARA LANGSUNG

TINJA

LETAKKAN SECUKUPNYA PADA OBJEK GLAS YANG TELAH DI TETESI SALIN

DITUTUP DENGAN COVER GLASS

AMATI PADA MIKROSKOP

DENGAN PEMBERIAN ZAT WARNA

TINJA

LETAKKAN SECUKUPNYA PADA OBJEK GLAS YANG TELAH DI TETESI SAFRANIN

DITUTUP DENGAN COVER GLASS

AMATI PADA MIKROSKOP

GAMBAR:

!!!!TROPHOZOITE CYSTE NUCLEUS

Entamoeb a histolitica

Entamoeb a coli

Entamoeb a ginggivalis

(-)

= EKSUDATIF DIARE : MENGANDUNG DARAH/PUS --- CROHN DISEASE KOLITIS ULSER

CROHN DISEASE KOLITIS ULSER

EGRO-EL

HSP-60

OTOIMUN

???

CARA PEMERIKSAAN VIUS

HASIL SAYATAN DIWARNAI DENGAN URANYL ACETAT DAN LEAD CYTRATE

ROTA VIRUS

OTOIMUN

= EKSUDATIF DIARE : MENGANDUNG DARAH/PUS --- CROHN DISEASE KOLITIS ULSERCROHN DISEASE KOLITIS ULSER

EGRO-EL

E.COLI

HSP-60

OTOIMUN

???

COLITIS

MALIGNANSIES

VIRUS

BAHAN KIMIA

MUTAGEN KANKER SALURAN CERNA

RADIASI

ONKOGENESIS

MALABSORBSI

KANKER KOLON

BIOPSI

JARINGAN YANG DIAMBIL DARI INDIVIDU, HARUS SEGERA DILAKUKAN FIKSASI

SUPAYA BAHAN FIKSASI DENGAN MUDAH MENYERAP KE DALAM JARINGAN MAKA JARINGAN HARUS DIPOTONG DENGAN KETEBALAN SEKITAR 0,5 m m ADAPUN TUJUAN FIKSASI : 1. MEMEPERTAHANKAN MORFOLOGI SEL SEPERTI SEMULA

2. MENCEGAH OTOLISIS3. MENCEGAH PERTUMBUHAN BAKTERI ATAU JAMUR CONTOH LARUTAN FIKSASI : 1. FORMALIN 2. LARUTAN ZENKER 3. METANOL , DLL

UNTUK MEMPEROLEH HASIL YANG OPTIMAL MAKA JARINGAN TERLEBIH DAHULU HARUS DIPEROSES, MELALUI BEBERAPA TAHAPAN :

SEPERTI : A. DEHYDRASI B. CLEARING C. IMPREGNASI D. EMBEDDING JARINGAN DIKEMAS DALAM KAPSUL

CATATAN : BAHAN IMPREGNASI HARUS SAMA DENGAN BAHAN EMBEDDING

ADAPUN TAHAPAN YANG DILAKUKAN PADA TEKNIK PEMEROSESAN JARINGAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT : TEKNIK PEMEROSESAN JARINGAN

DEHYDRASI :

CLEARING :

IMPREGNASI 56-58oC

DILAKUKAN PADA OVEN

CARA PEWARNAAN ( HE ) YANG PROGRESSIVE1. XYLOL : 2 menit 2. XYLOL : 2 menit 3. Etanol Absolut : 1 menit 4. Etanol Absolut : 1 menit 5. Etanol 95% : 1 menit 6. Etanol 95% : 1 menit 7. Etanol 80% : 1 menit 8. Cuci air : 10-15 menit 9. Mayers Haematoxylin : 15 menit 10. Cuci air mengalir sekitar : 10-15 menit ( sampai berwarna biru) 11.Eosin : 15 detik 2 enit 12. Etanol 95% : 1 menit 13. Etanol 95% : 1 menit 14. Etanol 100% : 1 menit 15. Etanol 100% : 1 menit 16. Etanol 100% : 2 menit 17.XYLOL : 2 menit 18. XYLOL : 2 menit 19. XYLOL : 2 menit 20 Mounting dengan entelan / canada balsem

CARA PEWARNAAN

(A)

1

(B)