fraktur nasal sederhana

Download Fraktur Nasal Sederhana

Post on 14-Apr-2018

237 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    1/17

    1

    FRAKTUR NASAL

    I. DefinisiFraktur adalah terjadinya diskontinuitas jaringan tulang (patah tulang) yang biasanya

    disebabkan benturan keras. Fraktur tulang hidung dapat mengakibatkan terhalangnya jalan

    pernafasan dan deformitas pada hidung. Jenis dan kerusakan yang timbul tergantung pada

    kekuatan, arah dan mekanismenya.1

    Fraktur os nasal merupakan kasus trauma terbanyak pada wajah dan merupakan kasus

    fraktur ketiga terbanyak di seluruh tulang penyusun tubuh manusia.2

    Kejadian fraktur nasal

    sekitar 39%-45% dari seluruh fraktur maksilofasial yang ditangani oleh dokter telinga hidung

    dan tenggorokkan (THT) dan dokter bedah plastik.3

    Di Amerika Serikat, kejadian fraktur os

    nasal rata-rata 51.200 per tahun.Fraktur os nasal banyak terjadi pada usia 15-40 tahun dan tiga

    kali lebih banyak terjadi pada laki-laki.2

    Penyebab fraktur nasal adalah kekerasan (42,65%),

    kecelakaan lalu lintas (35,29%), pekerjaan (13,24%) dan terjatuh saat olahraga (8,82%).4

    II. Anatomi HidungHidung terdiri atas nasus eksternus (hidung luar) dan kavum nasi (rongga hidung).

    5

    Hidung luar terdiri atas dorsum nasi yang terdiri dari pangkal hidung sampai puncak hidung, ala

    nasi, kolumela dan lubang hidung (nares). Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang

    rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk

    melebarkan atau menyempitkan lubang hidung. Kerangka tulang hidung terdiri dari:6

    Tulang hidung (os nasal) Prosesus frontalis os maxilla Prosesus nasalis os frontal

    Kerangka tulang rawan terdiri dari lima pasang tulang rawan yang terletak di bagian bawah

    hidung, yaitu sepasang kartilago nasalis lateralis superior,, sepasang kartilago lateralis inferior

    (kartilago alas mayor) dan tepi anterior kartilago septum.

    5

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    2/17

    2

    Gambar 1: Anatomi hidung7,8

    Septum nasal merupakan penyangga utama dari hidung. Bagian anterior adalah berupa

    tulang rawan dan agak kaku. Bagian posterior kaku dan keras mirip tulang. Tulang rawan dari

    septum-joint merupakan membran fleksibel di sisi kaudalanterior. Dibelakang ini, tulang rawanseptal biasanya berada pada celah cekungan pada maksila, suatu area yang sering mengalami

    kerusakan. Tulang rawan septum berartikulasi dengan tulang septum. Tulang septum meliputi

    lempeng perpendikular dari etmoid posterior dan tulang vomer inferior.6

    Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan kebelakang dipisahkan

    oleh septum nasi dibagian tengahnya menjadi kavum nasi kiri dan kanan. Pintu atau lubang

    masuk kavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang belakang disebut nares

    posterior (koana) yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring. Bagian dari kavum nasi

    yang letaknya sesuai dengan ala nasi tepat dibelakang nares anterior, disebut vestibulum.

    Vestibulum ini dilapisi oleh kulit yang mempunyai banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut

    panjang yang disebut vibrise.9

    Tiap kavum nasi mempunyai 4 buah dinding yaitu dinding medial, lateral, inferior dan

    superior. Diantara konka-konka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang disebut

    meatus. Tergantung dari letak meatus, ada tiga meatus yaitu meatus inferior, medius dan

    superior. Meatus inferior terletak diantara konka inferior dengan dasar hidung dan dinding lateral

    rongga hidung. Pada meatus inferior terdapat muara (ostium) duktus nasolakrimalis. Meatus

    medius terletak diantara konka media dan dinding lateral rongga hidung. Pada meatus medius

    terdapat muara sinus frontal, sinus maksilla, dan sinus etmoid anterior. Pada meatus superior

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    3/17

    3

    yang merupakan ruang diantara konka superior dan konka media terdapat muara sinus etmoid

    posterior dan sfenoid.9

    Gambar 2. Anatomi rongga hidung8

    Secara garis besar perdarahan hidung berasal dari 3 sumber utama yaitu:10

    1. Arteri Etmoidalis anterior2. Arteri Etmoidalis posterior cabang dari arteri oftalmika3. Arteri Sfenopalatina, cabang terminal arteri maksilaris interna yang berasal dari arteri

    karotis eksterna.

    Gambar 3. Sistem Vaskularisasi Hidung6

    Bagian bawah rongga hidung mendapat pendarahan dari cabang arteri maksilaris interna,

    diantaranya ialah ujung arteri palatina mayor dan arteri sfenopalatina yang keluar dari foramen

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    4/17

    4

    sfenopalatina bersama nervus sfenopalatina dan memasuki rongga hidung dibelakang ujung

    posterior konka media. Bagian depan hidung mendapat pendarahan dari cabang-cabang arteri

    fasialis.9

    Pada bagian depan septum terdapat anastomosis dari cabang-cabang arteri sfenopalatina,

    arteri etmoid anterior, arteri labialis superior dan arteri palatina mayor, yang disebut pleksus

    kiesselbach (littles area). Pleksus Kiesselbach letaknya superfisialis dan mudah cedera oleh

    truma, sehingga sering menjadi sumber epistaksis.8

    Vena-vena hidung mempunyai nama yang

    sama dan berjalan berdampingan dengan arterinya. Vena divestibulum dan struktur luar hidung

    bermuara ke vena oftalmika yang berhubungan dengan sinus kavernosus.10

    III. Mekanisme cederaMurray melaporkan bahwa kebanyakan deviasi akibat fraktur nasal meliputi juga fraktur

    pada kartilago septum nasal. Fraktur nasal lateral merupakan yang paling sering dijumpai pada

    fraktur nasal. Fraktur nasal lateral akan menyebabkan penekanan pada hidung ipsilateral yang

    biasanya meliputi setengah tulang hidung bagian bawah, prosesus nasomaksilaris dan bagian tepi

    piriformis.11

    Trauma nasal yang dihasilkan dari suatu pukulan bervariasi tergantung pada :12

    1. Usia pasien yang sangat berpengaruh pada fleksibilitas jaringan dalam meredamenergi dari pukulan

    2. Besarnya tenaga pukulan, arah pukulan dimana akan menentukan bagian nasal yangrusak. Kondisi dari obyek yang menyebabkan trauma nasal dan trauma jaringan

    lunak yang umum terjadi meliputi: laserasi, ekimosis, hematom di luar dan di dalam

    rongga hidung. Trauma pada kerangka hidung meliputi fraktur (putusnya hubungan,

    lebih sering pada usia lanjut), dislokasi (pada anak-anak), dan fraktur dislokasi.

    Trauma dislokasi dapat mengenai artikulasi kerangka hidung luar atau pada septum

    nasi.

    3. Waktu kejadianTrauma lain yang sering dihubungkan dengan fraktur nasal adalah fraktur frontalis,

    ethmoid dan tulang lakrimalis, fraktur nasoorbital ethmoid; fraktur dinding orbita; fraktur lamina

    kribriformis; fraktur sinus frontalis dan fraktur maksila Le Fort I, II, dan III.11

    Terdapat beberapa

    jenis fraktur nasal antara lain :12

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    5/17

    5

    1. Fraktur lateralAdalah kasus yang paling sering terjadi, dimana fraktur hanya terjadi pada salah

    satu sisi saja, kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu parah.

    Gambar 4. Fraktur lateral12

    2. Fraktur bilateralMerupakan salah satu jenis fraktur yang juga paling sering terjadi selain fraktur

    lateral, biasanya disertai dislokasi septum nasal atau terputusnya tulang nasal dengan

    tulang maksilaris.

    Gambar 5. Fraktur bilateral12

    3. Frakturdirect frontalYaitu fraktur os nasal dan os frontal sehingga menyebabkan desakan dan

    pelebaran pada dorsum nasalis. Pada fraktur jenis ini pasien akan terganggu suaranya.

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    6/17

    6

    Gambar 6. Frakturdirectfrontal12

    4. FrakturcomminutedAdalah fraktur kompleks yang terdiri dari beberapa fragmen. Fraktur ini akan

    menimbulkan deformitas dari hidung yang tampak jelas.

    Gambar 7. Frakturcomminuted, 1: tulang hidung, 2: frontal dan 3 septum nasi12

    IV. Klasifikasi fraktur nasalTerdapat berbagai klasifikasi mengenai fraktur nasal yang telah dibuat, yaitu

    Menurut Stranc dan Roberston, arah asal trauma akan mempengaruhi beratnyakerusakan pada tulang hidung dan septum. Klasifikasi ini hanya berdasarkan

    pemeriksaan fisik tanpa pemeriksaan radiologis.11

    o Tipe I: fraktur ini menyebabkan terjadinya avulsi kartilago lateral atas, dislokasiposterior septum dan ala nasal.

  • 7/29/2019 Fraktur Nasal Sederhana

    7/17

    7

    o Tipe II : fraktur ini menyebabkan deviasi dorsum nasi dan juga menyebabkantulang hidung menjadi datar.

    o Tipe III: fraktur pada tulang hidung dan juga menyebabkan kerusakan pada matadan struktur intrakranial.

    Menurut Harrison, fraktur nasi dibagi menjadi 3 berdasarkan beratnya dan jugapenatalaksanaannya:

    13

    o Kelas I: pada keadaan ini terdjadi fraktur depres hidung tanpa melibatkan septumnasi.

    o Kelas II: fraktur yang terjadi menyebabkan fraktur komunitiva,sehingga deviasisemakin jelas. Khasnya pada fraktur ini akan tampak gambaran seperti huruf C.

    o Kelas III: fraktur ini disebut juga fraktur naso orbito etmoidalis (NOE) Menurut Hwang, fraktiur nasal dapat diklasifikasikan sebagai berikut:4

    o Tipe I : fraktur sederhana tanpa deviasio Tipe II: fraktur sederhana dengan deviasi

    IIA : unilateral IIAs:unilateral dengan fraktur septum nasi IIB: bilateral IIBs: bilateral dengan fraktur septum nasi

    o Tipe III: Frakturcommunited Menurut Michael, fraktur nasal dapat diklasifikasikan berdasarkan beratnya dan

    kerusakan pada septum nasi14

    o Tipe I: fraktur sederhana tanpa deviasi, jika terjadi fraktur unilateral atau bilateraltanpa menyebabkan pergeseran pada garis tengah

    o Tipe II: fraktur sederhana dengan deviasi, jika terjadi fraktur unilateral ataubilateral dan men