fisiologi olahraga

Download Fisiologi Olahraga

Post on 23-Jun-2015

6.260 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Fisiologi Olahraga dan Ilmu Faal

TRANSCRIPT

FISIOLOGIS OLAHRAGA PENDAHULUAN Konsep Kesehatan Olahraga dan Faal Olahraga : Pemahaman mengenai faal olahraga merupakan hal yang sangat penting bagi guru olahraga, coach, trainer dan instruktur Fitness Kesehatan Olahraga merupakan istilah yang berhubungan erat dengan semua aspek ilmu keolahragaan dan latihan Berdasarkan hasil penelitian terbaru serta makin meningkatnya minat terhadap kesegaran jasmani dan kesejahteraan secara umum (Wellness), saat ini para ahli dihadapkan pada tantangan yang makin kuat untuk terus mempelajari sekaligus untuk memperoleh kesempatan untuk peningkatan karirnya. Faal olahraga merupakan aspek kesehatan olahraga yang mengkaji bagaimana secara fungsional tubuh merespons dan mengatur serta melakukan penyesuaian terhadap latihan. Kesehatan Olahraga merupakan berbagai macam aspek yang terlibat dalam ilmu keolahragaan dan latihan. Contohnya : kedokteran olahraga, biomekanik, kedokteran klinis, pertumbuhan dan perkembangan, psikologi dan sosiologi, gizi, kontrol motorik dan fisiologi, sekarang ini fisiologi diartikan sama dengan faal latihan atau faal dari latihan. Neuromuskuler. Semua gerakan tergantung dari konstruksi perototan, tingkat kinerja dapat ditingkatkan apabila guru dan pelatih lebih banyak memahami struktur dan fungsi otot skelet dalam istilah yang dikaitkan dengan jenis

serabut otot, bahan bakar yang dipakai dan bagaimana satu aktivitas menjadi cepat lelah maupun yang berhubungan dengan kontrol saraf terhadap gerakan otot yaitu fungsi syaraf dalam merekrut satuan motorik. Selain itu merupakan aspek yang dapat membantu guru dan pelatih untuk mengetahui dan memahami dengan lebih baik apa yang dimaksud dengan proses dasar neuromuskuler yang terlibat seperti halnya bagaimana memperbaiki keterampilan motorik. SUMBER ENERSI Seluruh enersi yang dipakai dalam dunia biologis pada Sumber enersi yang dapat dengan segera digunakan untuk setiap aktivitas manusia seperti pada sistem biologis datang dari pemecahan senyawa kimia tunggal ATP (Adenosine Triphospate) Metabolisme produksi ATP otot dan sel berasal dari pembebasan enersi melalui pemecahan zat makanan dan senyawa lain yang melibatkan serangkaian reaksi kimia Anaerobik maupun Aerobik. Untuk otot yang bekerja, maka sistem energinya tergantung dari intensitas dan jangka waktu yang digunakan dalam kegiatan yang dilakukan. Semua aktivitas manusia berpusat kepada kesanggupannya dalam menyediakan energi yang harus dapat disediakan secara terus menerus. Tanpa penyediaan energi yang terus menerus, sel, termasuk otot akan berhenti berfungsi dan mati. Energi disediakan melalui penguraian/metabolisme terhadap dua zat makanan utama yaitu karbohidrat dan lemak. Karbohidrat dimetabolis melalui dasarnya bersumber dari matahari

glikolisis dan Siklus Kreb. Lemak juga dimetabolis melalui Siklus Kreb tetapi diawali dengan proses sebelumnya yang disebut dengan Oksidasi Beta. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, produksi energi merupakan aktivitas yang tidak boleh berhenti yang dapat diproses melalui Aerobik dan Anaerobik. Tujuan bab ini adalah mempelajari konsep energi secara umum dan secara khusus mempelajari sumber energi yang disediakan untuk manusia selama istirahat maupun dalam latihan jasmani. Definisi Energi Sebelum kita lanjutkan dengan sumber-sumber energi, terlebih dahulu akan kita jelaskan apa yang disebut dengan energi. Umumnya kita memiliki pengertian yang hampir sama dengan sifat serta karakteristik energi. Ada beberapa istilah atau kata-kata seperti gaya, power, kekuatan, usaha keras, gerakan, kehidupan bahkan semangat, paling tidak sudah dapat menggambarkan inti dari apa yang disebut sebagai energi. Istilah-istilah ini, bagaimanapun juga belum memberikan pengertian yang memuaskan apa sebenarnya energi. Secara keilmuan energi diartikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. Kerja dapat diartikan sebagai aplikasi satu gaya pada jarak tertentu. Jadi energi dan kerja merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Secara umum ada 6 bentuk energi yaitu; (1) Kimi, (2) mekanik, (3) panas, (4) sinar, (5) elektrik dan (6) nuklir. Masing-masing energi tersebut dapat dikonversi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Transformasi energi ini telah menjadi satu hal yang sangat menarik dan menjadi satu kajian yang tidak pernah berhenti, khususnya apabila diaplikasikan ke dunia biologis. Secara khusus

ketertarikan kita terhadap energi adalah pada transformasi energi kimia ke energi mekanik. Energi mekanik dimanifestasikan dalam gerakan manusia, sumber energinya adalah dating dari konversi bahan makanan menjadi energi kimiawi di dalam tubuh manusia. Siklus Energi Biologis Matahari merupakan sumber segala energi yang ada pada bumi, energi matahari ini muncul karena adanya energi nuklir. Sejumlah energi nuklir mencapai bumi sebagai sinar matahari atau energi sinar. Berjuta-juta tanaman hijau yang ada di bumi menyimpan sebagian dari energi sinar matahari dalam bentuk energi kimiawi. Selanjutnya energi ini akan digunakan tanaman hijau untuk membuat molekul makanannya seperti glukosa, selulosa, protein dan lemak yang terbentuk dari karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Proses dimana tanaman hijau membentuk makanannya sendiri yang disebut dengan photosynthesis. Sebagai manusia, kita tidak dapat melakukan seperti halnya pada tanaman, kita harus makan tanaman dan binatang lainnya untuk mensuplai makanan. Oleh sebab itu, manusia sangat tergantung kepada kehidupan tanaman dan pada akhirnya ketergantungan umat manusia kepada matahari untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Dengan kehadiran O2, makanan akan dipecah menjadi CO2 dan H2O yang sekaligus melepaskan energi kimia melalui proses metabolisme yang disebut dengan respirasi. Tujuan utama metabolisme respirasi ini adalah untuk mensuplai energi yang kita butuhkan dalam mempertahankan proses biologis seperti kerja

kimiawi untuk pertumbuhan dan juga kerja mekanik seperti untuk kontraksi otot. Secara keseluruhan proses ini disebut dengan Siklus Energi Biologis.

TUMBUHA N HIJAU

CO2 H2O Energi Yang Dipakai

Makanan (Karbohidrat, Lemak Dan Protein)

OKSIG EN (O2)

MANUSIA DAN BINATANG

Gambar 1. Siklus Energi Biologis. Energi sinar matahari digunakan oleh tanaman untuk membuat melokul makanannya dari CO 2 dan H2O yang sekaligus mengeluarkan O2. Tumbuhan dan binatang termasuk manusia menggunakan oksigen untuk memecahkan makanan untuk menyediakan energi yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Adenosine Triphosphate ATP Bagaimana energi ini digunakan untuk kerja fisiologis khususnya kerja mekanik seperti pada kontraksi otot. Energi yang dilepaskan saat pemecahan zat makanan tidak dapat langsung digunakan untuk melakukan kegiatan. Namun akan diubah terlebih dahulu menjadi satu ikatan kimiawi yang disebut dengan Adenosine Triphosphate atau ATP yang disimpan di dalam otot. Apabila ATP ini

dipecahkan, maka energinya baru dapat kita gunakan untuk setiap aktivitas fisik yang dilakukan. Struktur ATP terdiri dari satu komponen yang sangat komplek disebut Adenosine dan tiga bagian yang kurang komplekrumit disebut dengan kelompok phosphate.Yang menjadi focus perhatian kita adalah pentingnya ikatan kimiawi yang berada pada kelompok phosphatenya. Pada gambar berikut menggambarkan struktur ATP dimaksudEnergiIkatan Phosphate berenergi tinggi

ADENOSINE

P

P

P

ADENOSINE

P

P

P

A

ATP

B

ADP

+

Pi

Gambar 2. A. Struktur ATP secara sederhana yang menunjukkan ikatan phosphate berenergi tinggi. B pemecahan ATP menjadi ADP serta phosphate inorganic (Pi), ssekaligus dilepaskannya energi yang dapat digunakan. Pemecahan 1 mol ATP akan menghasilkan 7 sampai 12 kilokalori energi

\

Dalam tubuh manusia, makanan berenergi digunakan untuk membentuk Adenosin Triphosphate (ATP). ATP merupakan ikatan kimiawi yang apabila dipecah ia dapat melepaskan energi yang dapat digunakan untuk kontraksi otot dan proses biologis lainnya. untuk melakukan kegiatannya Sumber ATP Energi yang dihasilkan sewaktu pemecahan ATP disebut dengan sumber energi segera yang dapat langsung digunakan sel otot

Karena hidrolisis ATP mampu melepaskan energi untuk kontraksi otot, maka muncul pertanyaan Sampai sejauh pentingnya suplai ikatan kimia ini untuk setiap sel otot?. Pertama harus difahami bahwa setiap saat otot bekerja hanya disediakan oleh jumlah ATP yang sangat terbatas dan ATP secara teru digunakan dan diregenerasi kembali. Regenerasi ATP membutuhkan energi. Ada tiga jalur proses pembebasan energi untuk menghasilkan ATP: (1) Sistem ATP-PC atau Sistem Oksigen. Dalam sistem ini, energi untuk meresintesis ATP muncul dari hanya satu ikatan kimia yaitu Phosphocreatine (PC). (2) Glikolisis Anaerobik atau Sistem Asam Laktat, dapat menyediakan ATP dari pemecahan glukosa atau glikogen secara tidak sempurna. (3) Sistem ketiga disebut dengan Sistem Oksigen. Sistem ini memiliki dua bagian; Bagian A meliputi penyempurnaan oksidasi karbohidrat dan bagian B meliputi oksiasi asam lemak. Kedua bagian tersebut akan berakhir ke dalam satu proses yang disebut Siklus Kreb. Karena beberapa jenis protein dapat juga diproses melalui siklus ini, maka istilah yang lebih tepat adalah Jalur akhir metabolisme ATP.Makanan PC Energi +

Energi

+ Bahan Limbah

ADP

+ Pi

ATP

Gambar 3. Prinsip reaksi berpasangan. Energi dibebaskan dari pemecahan makanan dan phosphocreatine yang secara fungsional saling terkait atau berpasangan untuk energi yang diperlukan untuk meresintesis ATP dari ADP (Adenosine Diphosphate) dan Phosphate Inorganik (Pi)

Ketiga suplaier energi untuk resintesis bekerja dengan cara yang sama. Energi yang dibebaskan dari pemecahan bahan makanan dan energi yang dibebaskan melalui pemecahan PC, digunakan untuk membentuk molekul ATP kembali atau energi digunakan untuk mendorong reaksi sepreti

Recommended

View more >