final presentation oke

Download Final Presentation Oke

Post on 18-Jul-2015

63 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERAN INTERNAL AUDIT DALAM PENCEGAHAN KECURANGAN (FRAUD)Disusun oleh : Hairul Amri Dalam Rangka Presentasi Akhir Training Asisten Manager CCD & System 15 Juni 2009 ~ 15 Juni 2010

Internal AuditAudit internal adalah suatu aktivitas independen dalam menetapkan tujuan dan merancang aktivitas konsultasi (consulting activity) yang bernilai tambah (value added) dan meningkatkan operasi perusahaanDengan demikian membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan cara pendekatan yang terarah dan sistematis untuk menilai dan mengevaluasi keefektifan manajemen resiko (risk management) melalui pengendalian (control) dan proses tata kelola yang baik (governance processes)

Paradigma Internal AuditUA N RI A Pr n ea Pn ea n edk t a Sa ik p P RD M L M AAI A A A G Wc d g a ho t Dt kif( e d t ki e t m e s e n e mah a la ) s Sp ri Plis e et o i P RD M BR AAI A AU G Knua & a lis o s lt n Kt a P f n ( e c g h aa h r e t m e a m la ) e if n s Sb g i m a is is/c so e e a a it b n r ut m r

Kt a n k p t h n Sm p lic /k baa e t / ea a aa u e u o y e ij k n a Hna o yy n r lea a y p lic a g e v n Kle a a / em n h Fk s ou Pne s ia y n k nt ut e y lea n a g o sr kif p nim n a ey p gn a Km ik s d n a o u ai e g n n tras eb t a Rg le eu r mam a j e ne n F a c l /c m ne in nia o p c lia F a c l,c m ne in nia o p c , lia Ad u it ad u it o eaio aa d. p r s n l u it Br e b n lu s( a a b r air ek m g a d p t ek r a Jn n kr e j g air a Sm ( a y a do) e p h na u it r it db g n f n s la ) i a ia / u gi in

Aspek Penting IAAuditor yang berkualifikasi dan upgrade pengetahuan & keterampilannya setiap tahun dengan berbagai pelatihan yang mendukung. Pembaharuan Peraturan (peraturan perusahaan, code of conduct, kode etik) secara periodik. Struktur Organisasi IA yang independen. Mekanisme pelaporan yang apik, efisien dan efektif, misalnya dengan menggunakan teknologi informasi yang dapat diakses oleh bagianbagian yang terkait

Adanya perencanaan pengawasan secara spesifik dan pelaporan per periode ke Dewan Direksi.Performance Appraisal yang relevan.Antara lain, tidak membobotkan aspek penilaian kinerja pengawass hanya pada aspek besar kecilnya nilai kerugian, tapi harus juga pada aspek berapa banyak aspek pencegahan yang dapat dideteksi, seberapa cepat masalah diselesaikan, dan service level pengawasan operasionalnya.

PENGERTIAN KECURANGAN (FRAUD)Penipuan kriminal yang dilakukan untuk memberi manfaat keuangan kepada si penipu. Kriminal disini berarti setiap tindakan kesalahan serius yang dilakukan dengan maksud jahat. Dan dari tindakan jahat tersebut ia memperoleh manfaat dan merugikan korbannya secara financial.

Biasanya kecurangan mencakup tiga langkah1. Tindakan (the act...) 2. Penyembunyian (theconcealment) 3. Konversi (the conversion) Misalnya pencurian atas persediaan adalah tindakan, kemudian pelaku akan menyembunyikan kecurangan tersebut misalnya dengan membuat bukti transaksi pengeluaran fiktif. Selanjutnya setelah perbuatan pencurian dan penyembunyian dilakukan, pelaku akan melakukan konversi dengan cara memakai sendiri atau menjual persediaan tsb.

Ada dua Type Kecurangan1. Kecurangan EksternalKecurangan yang dilakukan oleh pihak luar terhadap suatu perusahaan/entitas, seperti kecurangan yang dilakukan pelanggan terhadap usaha, wajib pajak terhadap pemerintah

2. Kecurangan InternalTindakan tidak legal dari karyawan, manager dan eksekutif terhadap perusahaan tempai ia bekerja

Contoh-contoh FraudBisnis dalam bisnis Keputusan yang menguntungkan pihak lain / merugikan perusahaan Pencurian uang / data perusahaan Memperoleh komisi / kick back Dll

Kategori KecuranganMenurut ACFE (Association of Certified Fraud Examinations), asosiasi di USA yang mendarmabaktikan kegiatannya dalam pencegahan dan pemberantasan kecurangan, kecurangan dikategorikan dalam tiga kelompok sebagai berikut:

1. Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud) kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material Laporan Keuangan yang merugikan investor dan kreditor. Kecurangan ini dapat bersifat financial & non financial.

2. Penyalahgunaan aset (Asset Misappropriation)

dapat digolongkan ke dalam Kecurangan Kas & Kecuranganatas Persediaan dan Aset Lainnya, serta pengeluaranpengeluaran biaya secara curang (fraudulent disbursement).

3. Korupsi (Corruption)

Korupsi disini adalah korupsi menurut ACFE, Bukan menurut UUPemberantasan TPK di Indonesia. Menurut ACFE, korupsi terbagi ke dalam pertentangan kepentingan (conflict of interest), suap (bribery), pemberian illegal (illegal gratuity), dan pemerasan (economic extortion)

Sebab-sebab terjadinya Kecurangan Pengendalian intern tidak ada atau lemah atau dilakukan dengan longgar dan tidak efektif. Pegawai dipekerjakan tanpa memikirkan kejujuran dan integritas mereka. Pegawai diatur, dieksploitasi dengan tidak baik, disalahgunakan atau ditempatkan dengan tekanan yang besar untuk mencapai sasaran dan tujuan keuangan yang mengarah tindakan kecurangan. Model manajemen sendiri melakukan kecurangan, tidak efsien dan atau tidak efektif serta tidak taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.. Pegawai yang dipercaya memiliki masalah pribadi yang tidak dapat dipecahkan , ex : masalah keuangan, kesehatan keluarga, & gaya hidup. Industri dimana perusahaan menjadi bagiannya, memiliki sejarah atau tradisi kecurangan

Pencegahan Kecurangan1. Membangun SPI yang baik

a. Lingkungan pengendalian ( control environment ) Merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur. Mencakup :Integritas dan nilai etika Komitmen terhadap kompetensi Partisipasi dewan komisaris atau komite audit Filosofi dan gaya operasi manajemen Struktur organisasi Penaksiran risiko ( risk assessment ) Pemberian wewenang dan tanggungjawab Kebijakan SDM

Pencegahan Kecurangan1. Membangun SPI yang baik b. Penaksiran risiko ( risk assessment ) Identifikasi & analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tuuannya, membentuk suatu dasar untuk menenetukan bagaimana risiko harus dikelola. Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan berikut : Perubahan dalam lingkungan operasi Personel baru Sistem informasi yang baru atau diperbaiki Teknologi baru Produk atau aktivitas baru Operasi luar negeri Standar akuntansi baru

Pencegahan Kecurangan1. Membangun SPI yang baik

c. Standar Pengedalian ( control activities )Kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur yang dimaksud berkaitan degan: a. Evaluasi kinerja b. Pengolahan informasi c. Pengendalian fisik d. Pemisahan tugas

Pencegahan Kecurangan1. Membangun SPI yang baik d. Informasi dan komunikasi (information and communication)Sistem informasi mencakup sistem akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi entitas dan untuk memelihara akuntabiltas bagi aktiva, utang dan ekuitas. Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan.

e. Pemantauan ( monitoring )Proses menentukan mutu kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan disain dan operasi pengendalian yang tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi.

Pencegahan Kecurangan2. Mengefektifkan Aktivitas Pengendaliana. Review Kinerja Realisasi vs Anggaran / Kinerja sebelumnya b. Pengolahan InformasiPengendalian atas operasi pusat data, pemerosesan dan pemeliharaan perangkat lunak sistem, keamanan akses, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pengendalian ini membantu menetapkan bahwa transaksi adalah sah, diotorisasi semestinya, dan diolah secara lengkap dan akurat.

c. Pengendalian fisikkeamanan fisik aktiva, perlindungan akses terhadap aktiva dan catatan; otorisasi akses ke program komputer dan data files; dan Stock opname.

d. Pemisahan tugas

Pencegahan Kecurangan3. Meningkatkan kultur organisasiDengan mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)

a. Keadilan (Fairness)Melidungi kepentingan pemegang saham minoritas dan steakholders lainnnya dari rekayasa transaksi yang bertentangan dengan peraturan peraturan yang berlaku

b. TransparansiKeterbukaan ( disclosure ) bagi steakholder untuk melihat & memahami proses suatu pengambilan keputusan / pengelolaan suatu perusahaan. Dalam hal ini terkait pula kewajiban perusahaan untuk mengungkapkan informasi material kepada pemegang saham /publik dan pemerintah secara benar, akurat, teratur dan tepat waktu.

c. Akuntabilitas (accountability)Menciptakan sistem pengawasan yang efektif didasarkan atas distribusi dan keseimbangan kekuasaan antar anggota direksi, komisaris, pemegang saham dan pengawas.

Pencegahan Kecurangan3. Meningkatkan kultur organisasiDengan mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)

d. Tanggungjawab (responsibility)Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan ketentuan/peraturan yang berlaku termasuk tanggap terhadap lingkungan di mana perusahaan berada

e. MoralitasManajemen dan seluruh individu dalam perusahaan wajib menjunjung tinggi moralitas, di dalam prinsip ini terkandung unsur-unsur kejujuran, kepekaan sosial dan tanggug jawab

f. Kehandalan (Reliability)Pihak manajemen/pengelola perusahaan dituntut untuk memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan

g. KomitmenPihak manajemen/pengelola perusahaan dituntut untuk memiliki komitmen penuh untuk selalu meningkatkan nilai perusahaan , dan mengoptimalkan nilai pemegang sahamnnya ( duty of loyalty ) serta menurunkan risiko perusahaan.

Pencegahan Kecurangan

4. Mengefektifkan fungsi Internal AuditAuditor Internal tidak dapat menjamin bah