file norlilawati

Download File Norlilawati

Post on 01-Feb-2016

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

vfffrree

TRANSCRIPT

Nama: NorlilawatiNim: PO.62242.13.127Prodi: DIII KebidananTingkat: Reguler XV A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2013/2014

PERDARAHAN KEHAMILAN MUDA1. Kehamilan EktopikA. DefinisiKehamilan ektopik adalah gestasi diliar kavum uteri. Kehamilan Ektopik (KET) merupakan istilah yang lebih luas daripada kehamilan ekstrautrine, karena istilah ini mencakup gestasi pada pars interstisialis tuba, kehamilan kornu (gestasi pada kornu uteri yang rudimenter), dan kehamilan servikalis (gestasi dalam kanalis servikalis) dan juga kehamilan abdominal, kehamilan ovarial, dan kehamilan tuba. Pada kehamilan normal, telur yang sudah dibuahi akan melalui tuba falopi (saluran tuba) menuju ke uterus (rahim). Telur tersebut akan berimplantasi (melekat) pada rahim dan mulai tumbuh menjadi janin. Pada kehamilan ektopik, telur yang sudah dibuahi berimplantasi dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah tuba falopi (98%), meskipun begitu kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium (indung telur), rongga abdomen (perut), atau serviks (leher rahim). Kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari 50 kehamilan. Hal yang menyebabkan besarnya angka kematian ibu akibat kehamilan ektopik adalah kurangnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama dari kehamilan. Resiko kehamilan ektopik sangat besar karena kehamilan ini tidak bisa menjadi normal. Bila telur tersebut tetap tumbuh dan besar di saluran tuba maka suatu saat tuba tersebut akan pecah dan dapat menyebabkan perdarahan yang sangat hebat dan mematikan.Apabila seseorang mengalami kehamilan ektopik maka kehamilan tersebut harus cepat diakhiri karena besarnya risiko yang ditanggungnya.B. Etiologi Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik. Namun perlu diingat bahwa kehamilan ektopik dapat terjadi pada wanita tanpa faktor risiko. Faktor risiko kehamilan ektopik adalah:1. Riwayat kehamilan ektopik sebelumnyaRisiko paling besar untuk kehamilan ektopik. Angka kekambuhan sebesar 15% setelah kehamilan ektopik pertama dan meningkat sebanyak 30% setelah kehamilan ektopik kedua.

2. Penggunaan kontrasepsi spiral dan pil progesteroneKehamilan ektopik meningkat apabila ketika hamil, masih menggunakan kontrasepsi spiral (3 4%). Pil yang mengandung hormon progesteron juga meningkatkan kehamilan ektopik karena pil progesteron dapat mengganggu pergerakan sel rambut silia di saluran tuba yang membawa sel telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi ke dalam rahim.3. Kerusakan dari saluran tubaTelur yang sudah dibuahi mengalami kesulitan melalui saluran tersebut sehingga menyebabkan telur melekat dan tumbuh di dalam saluran tuba. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan saluran tuba diantaranya adalah:1) MerokokKehamilan ektopik meningkat sebesar 1,6 3,5 kali dibandingkan wanita yang tidak merokok. Hal ini disebabkan karena merokok menyebabkan penundaan masa ovulasi (keluarnya telur dari indung telur), gangguan pergerakan sel rambut silia di saluran tuba, dan penurunan kekebalan tubuh. 2) Penyakit Radang Panggul Menyebabkan perlekatan di dalam saluran tuba, gangguan pergerakan sel rambut silia yang dapat terjadi karena infeksi kuman TBC, klamidia, gonorea 3) Endometriosis Dapat menyebabkan jaringan parut di sekitar saluran tuba. Tindakan Medis biasanya dilakukan seperti operasi saluran tuba atau operasi daerah panggul, pengobatan infertilitas seperti bayi tabung > menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba.C. Factor- faktor EtiologiSetiap keadaan yang mempengatuhi struktur tuba atau fungsi tuba dapat memperlambat pasase telur yang telah dibuahi ke dalam kavum uteri. Diantaranya meliputi keadaan-keadaan berikut ini :1. Salpingitis kronik, yang dapat menyebabkan obstruksi tuba parsial, baik dengan merusak motilitas tuba ataupun dengan menciptakan divertikel yang menjebak ovum yang telah dibuahi.2. Operasi tuba fallopi, termasuk prosedur sterilisasi tuba.3. Abnormalitas tuba congenital, terutama divertikel dan ostium tambahan.4. Transmigrasi ovum dari ovarium yang berlawanan.5. Alat kontrasepsi dalam rahim dan kontrasepsi progesterone yang rendah.Karena metode kontrasepsi ini tidak perlu menghambat ovulasi, maka metode ini terutama efektif sebagai kontrasepsi intrauterine dan tidak dapat mencegah kehamilan ektopik. D. Tanda dan Gejala Pada saat usia kehamilan mencapai usia 6-10 minggu, biasa ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami gejala:1. Ibu hamil mengalami rasa sakit pada daerah panggul salah satu sisinya dan biasanya terjadi dengan tiba-tiba.2. Mengalami kondisi perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi atau menstruasi yang tidak biasa.3. Mengalami rasa nyeri yang sangat pada daerah perut bagian bawah.4. Ibu hamil mengalami pingsanTanda tahap lanjut KET :1. Rasa sakit perut yang muncul akan terjadi semakin sering2. Gejala lainnya adalah kulit ibu hamil terlihat lebih pucat3. Adanya tekanan darah rendah (hipotensi)4. Terjadinya denyut nadi yang meningkat

E. Macam-macam KET (tempat melekat)1. Kehamilan abdominal : gestasi yang terjadi dalam kavum peritoneum.2. Kehamilan ampula : KET dalam pars ampularis tuba fallopi. Umumnya berakhir dengan abortus tuba.3. Kehamilan servikal : gestasi yang berkembang bila ovum yang telah dibuahi berimplantasi dalam kanalis servikalis uteri.4. Kehamilan heterotopik kombinasi : kehamilan bersamaan intrauterine dan ekstrauterine.5. Kehamilan interstisial : kehamilan pada pars interstisialis tuba fallopi.6. Kehamilan intraligamenter : pertumbuhan janin dan plasenta diantara lipatan ligamentum latum, setelah rupturnya kehamilan tuba melalui dasar dari tuba fallopi.7. Kehamilan ismik : gestasi pada pars ismikus tuba fallopi.8. Kehamilan ovarial : bentuk yang jarang dari kehamilan ektopik, dimana blastokis berimplantasi pada permukaan ovarium. 9. Kehamilan tuba : KET pada setiap bagian tuba fallopi. Merupakan jenis KET yang paling sering, yaitu 95%.F. PencegahanBerhenti merokok akan menurunkan risiko kehamilan ektopik. Wanita yang merokok memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik. Berhubungan seksual secara aman seperti menggunakan kondom akan mengurangi risiko kehamilan ektopik dalam arti berhubungan seks secara aman akan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual yang pada akhirnya dapat menjadi penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba yang akan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Kita tidak dapat menghindari 100% risiko kehamilan ektopik, namun kita dapat mengurangi komplikasi yang mengancam nyawa dengan deteksi dini dan tatalaksana secepat mungkin. Jika kita memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, maka kerjasama antara dokter dan ibu sebaiknya ditingkatkan untuk mencegah komplikasi kehamilan ektopik.

G. Penatalaksanaan Karena kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa, maka deteksi dini dan pengakhiran kehamilan adalah tatalaksana yang disarankan. Pengakhiran kehamilan dapat dilakukan melalui:1. Obat-obatanDapat diberikan apabila kehamilan ektopik diketahui sejak dini. Obat yang digunakan adalah methotrexate (obat anti kanker). 2. OperasiUntuk kehamilan yang sudah berusia lebih dari beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan. Apabila memungkinkan, akan dilakukan operasi laparaskopi.

2. Kehamilan Mola Hidatidosa A. DefinisiMola Hidatidosa adalah suatu kondisi tidak normal dari plasenta akibat kesalahan pertemuan ovum dan sperma sewaktu fertilisasi (Sarwono Prawirohardjo, 2003). Yang kemudian ditandai dengan :1. Degenrasi vistik dari vili, disertai pembengkakan hidropik.2. Avaskularitas, atau tidak adanya pembuluh darah janin.3. Proliferasi jaringan trofoblastik.Hasil konsepsi pada kehamilan mola tidakberkembang menjadi embrio setelah pembuahan tetapi terjadi villi koriales disertai dengan degenerasi hidropik. Rahim menjadi lunak dan berkembang lebih cepat dari usia kehamilan yang normal, tidak dijumpai adanya janin, dan rongga rahim hanya terisi oleh jaringan seperti buah anggur. Kehamilan mola hidatidosa disebut juga dengan kehamilan anggur.B. Penyebab Hamil anggur atau mola hidatidosa dapat terjadi karena:1. Tidak ada buah kehamilan (agenesis) atau ada perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan 3-4 minggu.2. Aliran darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, sehingga terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas.3. Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.4. Pemeriksaan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan HCG (human chorionic gonadotrophin) urin atau serum untuk pemeriksaan kehamilan, USG (ultrasonografi), dan uji Sonde. Kehamilan mola juga dapat disebabkan antara lain karena faktor ovum, imunoselektif trofoblas, sosio ekonomi rendah, paritas tinggi, umur hamil ibu di atas 45 tahun, kekurangan protein, infeksi virus dan faktor kromosom.C. Klasifikasi1. Mola hidatidosa lengkapMola hidatidosa lengkap apabila vili hidropik, tidak ada janin dan membran, kromosom maternal haploid dan paternal 2 haploid.

2. Mola hidatidosa parsialMola hidatidosa parsial apabila janin tidak teridentifikasi, campuran villi hidropik dan normal, kromosom paternal diploid.3. Mola hidatidosa invasifMola hidatidosa invasif apabila korioadenoma destruen, menginvasi miometrium, terdiagnosis 6 bulan pasca evakuasi mola.D. Tanda dan Gejala Kebanyakan wanita dengan kehamilan mola juga mengalami reaksi kehamilan seperti wanita hamil normal. Namun tanda-tanda pada umumnya antara lain :1. Perdarahn dengan bercak coklat pada akhir trimester pertama2. Inspeksi pada muka tampak kekunign-kuningan atau yang disebut dengan muka mola (mola face).3. Adanya mual-muntah parah yang menyebabkan 10% pasien masuk RS.4. Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan