File Handoko

Download File Handoko

Post on 14-Jul-2015

416 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PROGRAM S-1 EKSTENSI FAKULTAS EKONOMI MEDAN</p> <p>ANALISIS ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGAWASAN BIAYA OPERASIONAL PADA PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I MEDAN</p> <p>DRAFT SKRIPSI</p> <p>BASARIA SITANGGANG 050521082 DEPARTEMEN MANAJEMEN</p> <p>Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan 2007</p> <p>Basaria Sitanggang : Analisis Anggaran Sebagai Alat Pengawasan Biaya Operasional Pada PT, 2007 USU Repository 2009</p> <p>ABSTRAK</p> <p>Basaria Sitanggang (2007), Analisis Anggaran Sebagai Alat Pengawasan Biaya Operasional Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan dibawah bimbingan Ibu Dra. Haida Yasin, MSi, selaku Ketua Departemen Manajemen Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE. MSi, dan Drs. Syahyunan, Msi, selaku Dosen Penguji I, Dra. Mulykata Sebayang, MSi selaku Dosen Penguji II. Masalah yang diteliti yaitu Bagaimana peranan anggaran terhadap pengawasan biaya operasional pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah anggaran sudah diterapkan sebagai alat pengawasan biaya operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan dengan menganalisis proses penyusunan anggaran, pengawasan biaya operasional, dan penyimpangan biaya operasional dalam perusahaan. Penulis melakukan penelitian melalui wawancara dan studi dokumentasi untuk memperoleh data yang kemudian diolah dengan metode deskriptif dan deduktif. Hasil penelitian pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, menunjukkan bahwa proses penyusunan anggaran biaya operasional dilakukan oleh komisi anggaran yang kemudian disahkan dalam RUPS. Selama periode 2002 2006 terdapat penyimpangan yang signifikan antara anggaran biaya operasi yang disusun dengan realisasinya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penyusunan anggaran pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I masih belum efektif sebagai alat pengawasan biaya operasional. Agar anggaran biaya operasional dengan realisasi biaya operasional tidak menimbulkan penyimpangan yang materil sifatnya, maka disarankan kepada perusahaan yakni: a. Menerapkan model-model simulasi anggaran yang memanfaatkan metoda kuantitatif dan biaya standar untuk penghitungan besaran anggaran. b. Perlu adanya komitmen bersama pada seluruh level manajemen perusahaan terhadap anggaran yang telah ditetapkan. c. Memanfaatkan teknologi informasi melalui sistem yang terintegrasi secara on line cabang-cabang pelabuhan, unit usaha dan kantor pusat guna mempercepat penyampaian informasi ataupun saran, guna mengantisipasi terhadap penyimpangan anggaran yang mungkin terjadi. d. Menerapkan sistem reward and punishment yang jelas dan terstruktur, sehingga mampu menumbuhkan komitmen terhadap anggaran yang telah ditetapkan dan mampu memotivasi pelaksana anggaran untuk berpartisipasi.</p> <p>Kata Kunci: Anggaran, Pengawasan Biaya Operasional</p> <p>2</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang memberikan kekuatan, hikmat dan kebijaksanaan serta pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Anggaran Sebagai Alat Pengawasan Biaya Operasional Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. Skripsi ini ditulis guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Diharapkan skripsi ini dapat</p> <p>menjadi output yang bermanfaat, khususnya untuk menyadari akan pentingnya fungsi anggaran biaya operasional sebagai alat pengawasan pada perusahaan. Dalam penyusunan Skripsi ini penulis memperoleh banyak masukan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE. MSi, selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Haida Yasin, Msi. selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan masukan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. 4. Bapak Drs. Syahyunan, MSi, dan Ibu Dra. Mulykata Sebayang, Msi selaku dosen penguji. 5. Bapak Prayitno, Direktur PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, dan seluruh pejabat dan staf terutama Bapak Diehl, Bapak Harianja, Bapak</p> <p>3</p> <p>6. Seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan kepada penulis baik moril maupun materi. 7. Dan seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang turut membantu penulis menyelesaikan Skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.</p> <p>Medan,</p> <p>Desember 2007</p> <p>Penulis</p> <p>4</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>Halaman</p> <p>ABSTRAK ..........................................................................................................i KATA PENGANTAR.......................................................................................ii DAFTAR ISI.....................................................................................................iv DAFTAR TABEL ............................................................................................vi DAFTAR GAMBAR.......................................................................................vii BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan Judul ....................................................1 B. Perumusan Masalah .......................................................................4 C. Kerangka Konseptual .....................................................................4 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ......................................................6 E. Metode Penelitian ..........................................................................6 1. 2. 3. 4. 5. 6. Batasan Operasional.................................................................6 Definisi Operasional Variabel..................................................6 Waktu dan Lokasi Penelitian ...................................................6 Jenis dan Sumber Data .............................................................7 Tehnik PengumpulanData........................................................8 Metode Analisis Data...............................................................8</p> <p>BAB 2: URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu ....................................................................10 B. Pengertian Anggaran....................................................................11 C. Fungsi Anggaran ..........................................................................12 D. Jenis-Jenis Anggaran....................................................................13 E. Proses Penyusunan Anggaran ......................................................14 F. Pengertian Biaya Operasional dan Klasifikasinya .......................18 G. Pengawasan Biaya Operasional ...................................................18 H. Laporan Realisasi Biaya Operasional ..........................................21</p> <p>5</p> <p>BAB 3: PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I MEDAN A. Deskripsi Perusahaan ...................................................................24 1. Sejarah Perusahaan..................................................................24 2. Struktur Organisasi Perusahaan .............................................25 B. Penyusunan Anggaran Biaya Operasional ...................................27 1. Organisasi................................................................................27 2. Penerbitan Arahan Direksi ......................................................28 3. Proses Penyusunan Anggaran .................................................29 C. Jenis-jenis Biaya Operasional.......................................................32 D. Pengawasan Biaya Operasional ...................................................35 E. Laporan Realisasi Biaya Operasional...........................................37 BAB 4: ANALISIS DAN EVALUASI A. Penyimpangan Biaya Operasional ...............................................39 B. Proses Penyusunan Anggaran ......................................................55 C. Pengawasan Biaya Operasional....................................................57 BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................................60 B. Saran .............................................................................................61 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN</p> <p>6</p> <p>DAFTAR TABEL Halaman</p> <p>Tabel 1.1 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2002 2006......3 Tabel 2.1 Contoh Laporan Realisasi Anggaran ...............................................22 Tabel 4.1 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2002................39 Tabel 4.2 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2003................42 Tabel 4.3 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2004................45 Tabel 4.4 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2005................49 Tabel 4.5 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2006................52</p> <p>7</p> <p>DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1. Kerangka Konseptual Penelitian ...................................................5 Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.............26 Gambar 3.2 Proses Penyusunan anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.............................................30</p> <p>8</p> <p>BAB 1 PENDAHULUAN</p> <p>A. Latar Belakang Pemilihan Judul Secara umum perusahaan memiliki tujuan dan sasaran yang hendak dicapai antara lain menghasilkan laba. Untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, maka pihak manajemen perusahaan membuat suatu perencanaan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan mengadakan pengawasan terhadap realisasi rencana yang telah dibuat. Tujuan perusahaan adalah mendapatkan laba dari kegiatan usaha yang dilaksanakan. Perusahaan oleh karena itu, membuat suatu kebijakan atau</p> <p>prosedur. Salah satu alat yang baik dalam perencanaan dan pengawasan adalah dengan menyusun anggaran. Anggaran memberikan manajemen, proyeksi yang dapat dipercaya mengenai hasil-hasil dari rencana, sebelum rencana dilaksanakan. Salah satu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah biaya operasional. Dalam setiap perusahaan, anggaran biaya operasional pada umumnya terdiri dari anggaran biaya penjualan dan anggaran biaya administrasi dan umum. Biaya tersebut memerlukan pengawasan dari pihak manajemen, dengan membandingkan biaya aktual yang telah dikeluarkan dengan anggaran yang telah disusun, dengan melakukan perbandingan tersebut, akan dilihat perbedaannya yang disebut sebagai penyimpangan. Hal ini dapat dijadikan sebagai dasar atau pedoman perusahaan untuk penyusunan anggaran tahun berikutnya.</p> <p>9</p> <p>Anggaran sebagai alat pengawasan biaya operasional sangat diperlukan untuk menentukan efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan dalam periode yang telah direncanakan. Anggaran yang berfungsi dengan baik sebagai alat pengawasan, merupakan indikator keberhasilan sistem pengawasan manajemen di dalam perusahaan. Dengan melakukan pengawasan terhadap anggaran, dapat dilihat tingkat keberhasilan pencapaian target-target anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan berada di bawah naungan Departemen Perhubungan. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia memiliki tugas pokok menyediakan fasilitas dan peralatan pelabuhan, menyelenggarakan pelayanan dan pengusahaan jasa kepelabuhan serta usaha lainnya yang menunjang tercapainya tujuan perusahaan dalam rangka kelancaran arus kapal, penumpang dan barang. Biaya operasional pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan merupakan keseluruhan pengeluaran yang dibebankan pada periode berjalan dalam kegiatan operasional perusahaan. Jenis-jenis biaya operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia terdiri dari: biaya pegawai, biaya bahan, biaya pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya amortisasi, biaya asuransi, biaya sewa, biaya administrasi kantor, dan biaya umum. Perencanaan biaya operasional tersebut dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pengawasan anggaran biaya operasional dilaksanakan melalui laporan realisasi biaya operasi.</p> <p>10</p> <p>Laporan anggaran dan realisasi biaya operasional pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, di jelaskan pada Tabel 1.1 di bawah ini: Tabel 1.1 Anggaran dan Realisasi Biaya Operasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan Tahun 2002 2006 (dalam rupiah)Uraian RKAP Realisasi Penyimpangan Biaya % (persentase)</p> <p>2002229.150.956.000 241.591.965.877</p> <p>2003282.067.387.000 282.447.746.911 (380.359.911) 0,13%</p> <p>2004266.547.579.054 329.073.978.833 (62.526.399.779) 23,46%</p> <p>2005293.364.061.920 358.954.935.650 (65.590.873.730) 22,36%</p> <p>2006395.154.241.101 431.835.559.456 (36.681.318.355) 9,28%</p> <p>(12.441.009.877) 5,43%</p> <p>Sumber: PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2007 (data diolah)</p> <p>Pada Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa dari tahun 2002 hingga tahun 2006, selisih antara realisasi biaya operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan perencanaan anggarannya menghasilkan penyimpangan biaya yang cukup besar. Pada Tahun 2002, biaya operasional yang dianggarkan sebesar Rp.</p> <p>229.150.956.000, sedangkan realisasinya Rp. 241.591.965.877, sehingga terjadi penyimpangan yang negatif sebesar Rp. 12.441.009.87 atau 5,43%. Pada Tahun 2003, biaya operasional yang dianggarkan sebesar Rp. 282.067.387.000, sedangkan realisasinya Rp. 282.447.746.911, sehingga terjadi penyimpangan yang negatif sebesar Rp. 380.359.911 atau 0,13%. Pada Tahun 2004, biaya operasional yang dianggarkan sebesar Rp. 266.547.579.054, sedangkan realisasinya Rp. 329.073.978.833, sehingga terjadi penyimpangan yang negatif sebesar Rp. 62.526.399.779 atau 23,46%. Pada Tahun 2005, biaya operasional yang dianggarkan sebesar Rp. 293.364.064.920, sedangkan realisasinya Rp.</p> <p>358.954.935.650, sehingga terjadi penyimpangan yang negatif sebesar Rp. 65.590.873.730 atau 22,36%. Pada Tahun 2006, biaya operasional yang</p> <p>11</p> <p>dianggarkan</p> <p>sebesar</p> <p>Rp.</p> <p>395.154.241.101,</p> <p>sedangkan</p> <p>realisasinya</p> <p>Rp.</p> <p>431.835.559.456, sehingga terjadi penyimpangan yang negatif sebesar Rp. 36.681.318.355 atau 9,28%. Hal ini menunjukkan terdapat suatu penyimpangan dari rencana biaya operasional yang telah dianggarkan sebelumnya dari Tahun 2002 hingga 2006. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti: Analisis Anggaran Sebagai Alat Pengawasan Biaya Operasional Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.</p> <p>B. Perumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang pemilihan judul, maka penulis merumuskan masalah: Bagaimana peranan anggaran terhadap pengawasan biaya operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.</p> <p>C. Kerangka Konseptual Sebagai suatu unit ekonomi, perusahaan bertujuan untuk mencapai laba...</p>