ffi* - – moto situs anda bisa diletakkan di sini. wacana akademika... · 2018-07-09 ·...

Download ffi* - – Moto situs Anda bisa diletakkan di sini. Wacana Akademika... · 2018-07-09 · UNIVERSITAS…

Post on 03-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

"ffi*ltFflEmsrnt/, \azfietrB$E7 -t?--w-z

SUSUNAN REDAKSI WACANA AKADEM I KAUNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

Penanggung JawabDekan FK P unlverstas sarla

PemlmFtn RedaksiDrs Sudanomo MacaryLs, M.H!m.

Drs. Bambans Trisio D6wobroto M.sn

SekrerarisOra siriRochm Yati, M Pd.Yuyun Ylra SPd.MPd

oewan R.daksiProf Drs. N rdlanPror Dr sumadj

Prof lmam Bamadib. M A.. Ph DPbr. Dr sutar lmam Bamadib

P.of. Dra M. SlbyalProf. or H. supriyoko. M.Pd.PDt Dr sLm nto A say!1

Prof Dr. Wuryadi. M SProf. D. SusYono, M Pd

PEI Dr I Dewa Pul! wilana M.A

Dr Asus Burrrai, M.HlmDrs. H M Afand

Dr. Nanik SlPr.ni. M PdDra. End.fs Dharmayekii, M.Pd.

Drs J Djoko s Passandaran r\4 Pd

TMA. K SIANIO. S Pd , M HLM.Dra. Endafs wan Karyaningsih

Dra Yohana SLmiYati, M Pd.

Dra Hl Trsharsiwi, M Pd

llustaiorDrs Noor Effansyah

oi.lriburor dan PemasaranDra As. Sri Plrnami, M Pd

satuoko Suprhatn, R supardji, R Laksono Edy Pl'nomo

ISSN: 141o " 3003

NO. 2436/SK/D]TJ EN P PG/STT/] 994

\ Poncelak Percetakan KaiwaigJ. Mofumen Yosya Kembar 93 Yogyakada

FKIP UnveEitas SarlanawiyaJ. KlsLmanesara 157 Terp. (027,1) 56226s 375637Yogyakana

E mal: wacanaakadem ka@yma lcom: wacanaaka.lemika@yahoo con

ISSlil : I410 - 8003

WACANAAKADEMIKA

Vol. 3 No. 9, Jonuqri 20I I

MAJALAH ILMIAHkependidikanUNIVERSIIAS SARJAI.]AWIYATA TAMANSISWA

I\,4odel pembelajaran interaktlf sebagai upaya peningkatan keaktifan danpenguasaan materi kuliah dasar flsika disampaikan oieh Hidayati. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ada penrngkatan keaktjfan mahasjswa dalambelajar fisika dasar ll melalui model pembelajaran interaktif Keaklifanmahasrswaberadapadakriteriatinggi,darskorrata.atasikluslsebesar64,62menjadi 70,33 pada siklus ll.

Faktoafaktor yang rnernengaruhi hasit uji kompetensi siswa JurusanTata Busana S[,,lK Negeri se-Kota Yogyakarta disarnpaikan oleh yasmi TeniSuslati. I\,4enurulnya, Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ubahan-ubahan metode pembelajaran, fasilitas belajar dan hasil uji kompetensi siswaSI\4K Negerijurusan tata busana se kota Yogyakarta cenderung cukup baik. lnidibuktrkandarihasilpenelitian menunjukkan skor rata rata observasi lebih tjnggjdaf skor rata-rata ideal yang didukung o/eh hasit anaiisis secara kuantitatiiPerhbelajaran konstruktivistik melalui eksperimen dibahas oteh Arif BintoroJohan Ja berkesimpulan bahwa Metode konstruktivistik layak sebaqaiparadigma alternatif bagi pembelajaran sains dan teknologi Artikel terakhirmembahas kinerja guru dalam kartannya dengan budaya sekolah. MenurutTrisharsiwi, apabila budaya sekolah dapat dikembangkan, efektivitas danprod ukiivitas sekolah akan meningkatdan akan berpengaruh pada pen,ngkatankinerja guru dan mutu lulusan.

Sepuluh aftikel telah lersaji pada edisiJanuari20fl ini dan berada ditangan pembaca. Oleh karena itu, giliran para pernbaca untuk menyampaikangagasan Anda secara tertulis. GagasanAnda yang tertuljs dan terpu blikasi aka nmenjadi dokumen abadi yang tidak terhapus sampai menjelang akhir dunia.Jadi, menulis, menulis, dan menulisJahl

Redaksi menunggu I

Redaksi

Wacana Akadenika, Vot.3. No.9. Januan 2U1 : t-1v

O/eh Yasmi len, Susia, .

Daftatlsi

DAFTAR ISIWACANAAKADEMIKA VOL.3, NO. 9, JANUARI20ll

tssN 1410 - 8003

HALAMAN JUDULKATAPENGANIAR

iii ivDAFTAR ISI... ,..

Oteh:Sutana

1. Pengembangan l4aleiTreatment lnten.Jion

Ajar l/atematika dengan pendekatan Aptitude

2 Sislem Pendid \an Berbasis Rejror danl\,,lenceta k ceneras Unqqut Bermo;t danAbh:AhdiRiyano ... ..-.:... .....

3 l\.4emahai(Membangun)Ditiniau dari Kreativiias

Kecerdasan l4ajemuk untuk

BerpikirAbstrak

848-863

864-A7l

872-8A7

888 903

904 921

922 931

932 951

952-961

Konsep dengan Cara Belaiar KonslruktivisKemampuan Berpikir Logjk dan Kemampuan

Kepaduan Antarkomponen datam2010t20't l

RPP [,4ahasiswa PBStpada ppLTA

Oleh Sih Rochntyati

ALiJahsas., KetetLdrgadn ddtdm (epenrmprndn (epata SFto.ah^a'nan

Tadva d3r Tdn annarya Tamdn srswa voqva \rrta 2009

P-F.garJhl

Hataman

I oerbF rtd an ^onslrLki,vislik U,,tetstui Etsper;men pemdnfaata- SeralDa-n odi ddn Sebagd PenguarMate aIKorrposirAleh:AntBintoro Johdn 962_975

l0 Pengarur Budaya Se,otahTerhadap Krnerja curLrOlel rnsnarsiw .... ........... .......... .......... ... 976-987

B|ODATA..... ......... .......... 988_989

vt Wdcana Akaclemiha. Vat.3 No I, Januan 20fl : v - vi

962

PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK MELALUI EKSPERIMEN

PEMANFAATAN SERAT DAUN PANDAN SEBAGAI

PENGUAT MATERIAL KOMPOSIT

Oleh: Arif Bintoro Johan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran konstruktivistik

melalui eksperimen meneliti kelayakan serat daun pandan sebagai penguat

material komposit. Rumusan masalah yang diteliti adalah kelayakan daun pandan

sebagai bahan alternatif material komposit, kekuatan bahan komposit serta

peranan teori pembelajaran konstruktivistik dalam mengkonstruk ilmu yang

didapatkan melalui eksperimen.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen, yaitu

melakukan kegiatan eksperimen terhadap daun pandan untuk memperoleh

pengetahuan baru. Dalam hal ini daun pandan yang diteliti diambil dari daerah

Kepuharjo Cangkringan Sleman DIY. Serat daun pandan dipilih karena dikenal

mempunyai kekuatan tarik yang cukup baik, sementara selama ini belum

dimanfaatkan secara optimal. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif

kualitatif untuk mengetahui hasil metode konstruktivistik, deskriptif kuantitatif

untuk mengetahui hasil eksperimen serat alami dan serat sintetis. Data kualitatif

diperoleh dari pengetahuan baru yang didapat setelah melakukan eksperimen,

sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan melakukan eksperimen meliputi

pengujian tarik serat dan pengujian komposit.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Metode konstruktivistik

layak sebagai paradigma alternatif bagi pembelajaran sains dan teknologi.

Paradigma alternatif yang dibangun melalui pola Input-Proses-Output; (2)

Kekuatan tarik serat pandan 1,5 kali dari kekuatan tarik fiber glass. Kekuatan tarik

serat pandan 39,036 kg/mm2 sedangkan kekuatan tarik fiber glass 21,65 kg/mm

2;

(3) Kekuatan tarik komposit alami lebih rendah dari komposit sintetis. Kekuatan

tarik komposit alami 3,03 kg/mm2 sedangkan kekuatan tarik komposit sintetis

3,77 kg/mm2; (4) Berat jenis serat pandan lebih rendah dari berat jenis fiber glass.

Berat jenis serat pandan 0,9574 gram/cm3

sedangkan berat jenis fiber glass 2,19

gram/cm3; (5) Kenaikan konsentrasi formalin untuk media perendaman serat

pandan dalam range 0 35 % berpengaruh menurunkan kekuatan tarik dengan

persamaan y = -640,05x3 + 285,12x

2 36,358x + 39,105 dan R

2 = 0,9641; (6)

Serat dari daun pandan layak digunakan sebagai material komposit, tetapi belum

ditemukan matrik yang cocok dan perlakuan yang sesuai. Saran untuk penelitian

yang akan datang adalah perlu adanya pengembangan pembelajaran melalui

metode konstruktivistik dalam ilmu keteknikan, peneliti diharapkan dapat

mengungkap peranan metode konstruktivistik dengan aspek yang berbeda, tindak

lanjut untuk menemukan perlakuan yang cocok untuk serat alami. Perlu

dilakukan penelitian lain dengan peneliti yang terpisah dari subjek yang diteliti.

Kata Kunci: Pembelajaran konstruktivistik, eksperimen, serat pandan, komposit

963

A. Pendahuluan

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat yang bertujuan

untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih

mudah dan nyaman. Perkembangan teknologi yang demikian cepat tidak bisa

lepas dari perkembangan teknologi bahan. Teknologi bahan ini menjadi salah

satu tolok ukur penguasaan teknologi bagi sejarah perkembangan peradaban

manusia.

Pada saat ini perkembangan teknologi bahan menjadi jauh lebih cepat

dengan ditemukannya teknologi komposit. Teknologi ini telah menghasilkan

revolusi dalam perkembangan teknologi bahan sehingga diperoleh sifat-sifat

bahan yang sangat istimewa yang tidak dimiliki oleh bahan-bahan

konvensional sebelumnya.

Komposit merupakan material alternatif pengganti logam yang

memiliki beberapa sifat yang menguntungkan, diantaranya adalah mempunyai

ketahanan korosi yang tinggi, rasio berat terhadap kekuatannya yang kecil,

dan pengontrolan manufaktur yang lebih mudah. Struktur komposit tersusun

dari dua macam komponen, yaitu bahan penguat (reinforcement) dan bahan

pengikat (matriks). Secara garis besar, bahan penguat pada material komposit

dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu berbentuk serat (fiber) dan

berbentuk partikel. Serat dapat dibedakan antara serat yang kontinyu

(continuous) dan serat yang terputus-putus (discontinuous), berdasarkan

asalnya serat dapat berasal dari alam dan serat buatan (sintetis).

Secara umum kekuatan serat dari alam (serat alami) tidak sebaik

kekuatan serat sintetis, namun pada serat alami mempunyai beberapa

964

kelebihan yang tidak dimiliki oleh serat sintetis, hal ini menarik untuk

dikembangkan, dengan pertimbangan di Indonesia terdapat banyak jenis

ta

Recommended

View more >