epaper kpkpos 401 edisi senin 18 april 2016

Download Epaper kpkpos 401 edisi senin 18 april 2016

Post on 28-Jul-2016

316 views

Category:

Documents

27 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Epaper kpkpos 401 edisi senin 18 april 2016

TRANSCRIPT

  • Harga Eceran (Kota Medan):Rp.3.500/eksemplar

    EDISI 401/ THN VIII18 - 24 APRIL 2016 (TERBIT SETIAP SENIN)

    Redaksi/Usaha:Jl T.A. Hamzah Komp. Ruko Griya Riatur Blok B 181 Medan

    Penerbit :PT Karya Peduli Kebangsaanwww.kpkpos.com

    JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) harus terus menggalakkan operasitangkap tangan (OTT) agar dapat memberikanefek jera kepada para pelaku korupsi, khususn-ya aparat penegak hukum. Dengan banyaknyaOTT oleh KPK memperlihatkan aktivitaskorupsi semakin meningkat.

    KPK BIDIK 100ANGGOTA DPRDSU

    Jaksa DeviyantiSering Berjualan Kue

    LANJUT KE HAL. 2

    KPK Harus UsutKasus Rini Soemarno

    Peneliti Formappi, LuciusKarus dan Komite Penyelidikandan Pemberantasan KKN(KP2KKN) Jateng Eko Haryanto,menyatakan hal ini ketika dihubun-gi terpisah, Rabu pekan lalu.

    Lebih lanjut Lucius Karus me-nilai, banyaknya OTT bukan saja

    karena kelancaran KPK dalammenelisik transaksi menyimpang,tetapi karena jumlah aktivitas tran-saksi menyimpang yang semakinbanyak dilakukan.

    "Banyaknya OTT oleh KPKmenunjukkan aktivitas korupsi se-makin meningkat. Karena itu,

    KPK sebenarnya harusdiperkuat untuk men-cegah dan memberan-tas banyaknya aktivitaskorupsi," ujar Lucius,Rabu (13/4).

    Lucius mengakuibahwa kuantitas OTTyang dilakukan KPKakan sangat tergantungpada semakin banyakinformasi yang mere-ka peroleh entah darihasil sadapan teleponatau pun informasi dari

    JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara(BUMN), Rini Soemarno diduga menerima Rp45 mil-iar dari petinggi China Railway Corporation (CRC), JiWenlin dan Zhou Yong Kang terkait pembangunan keretaapi (KA) cepat Jakarta-Bandung.

    Terkait dugaan ini, anggota Komisi XI DPR, EvaKusuma Sundari mendesak Komisi PemberantasanKorupsi (KPK) mengusut Menneg BUMN Rini Soe-marno setelah namanya disebut dalam fakta persidanganpengadilan kasus korupsi di Tiongkok.

    KPK harus bertanggung jawab dan menurut Eva,KPK tidak bisa lepas tangan dalam kasus tersebut, meng-ingat lembaga antirasuah itu terlibat dalam memberikanrekomendasi atas para calon menteri kabinet.

    "Dulu semua menteri yang menjadi anggota KabinetKerja direkomendasikan oleh KPK. Sekarang KPKharus bertanggung jawab," katanya.

    Politisi PDIP itu mengatakan, persoalan moralitas

    LANJUT KE HAL. 2

    Kekecewaan UntungTerkait Penggantian

    Kapolri?JAKARTA - Pengamat kepolisian Bambang WidodoUmar membuka kemungkinan adanya unsur politis dalamkekecewaan AKBP Untung Sangaji yang tidak mendap-at kenaikan jabatan karena aksinya melawan teror Sari-nah, Jakarta. Adapun unsur politis yang dimaksud adalahberkaitan dengan isu pergantian Kapolri baru yang akanberlangsung dalam waktu dekat.

    Pasalnya, Untung langsung mengarahkankekecewaannya tersebut kepada Kapolri Jenderal Badro-din Haiti. "Kalau mau dikait-kaitkan (isu pergantian Kapol-ri) sih, ya silakan. Tapi saya rasa jauh dari itu dan kemu-ngkinan nggak ada ya. Sepertinya sih, ini masalah pem-binaan personel Polri," kata Bambang saat dihubungi diJakarta, Kamis (14/4).

    Namun, ia menganggap wajar adanya harapan San-gaji yang ingin menerima kenaikan jabatan di institusiPolri atas jasa yang dilakukannya.

    "Setiap anggota pasti mempunyai harapan ingin naik(jabatan) menjadi Kombes, Kapolda atau Jenderal. Itutidak bisa dipungkiri. Tetapi untuk mencapai tingkatan

    AKBP Untung Sangaji

    Kolom Redaksi

    Perbaikan

    Mutu UN

    LANJUT KE HAL. 2

    KEKACAUAN Ujian Nasional (UN) tahun ini

    jauh berkurang. Tak ada masalah yang berarti

    dalam pelaksanaan UN tingkat sekolah mene-

    ngah pertama maupun sekolah menengah atas

    atau sederajat yang diselenggarakn secara

    serentak di Tanah Air.

    Kemajauan yang dicapai berkat dilakukan-

    nya perbaikan dalam pelaksanaan UN. Salah

    satunya adalah, dengan melakukan perbaikan

    sekaligus terobosan dalam pelaksanaan ujian

    nasional berbasis komputer (UNBK).

    Di Sumatera Utara, UNBK dilaksanakan di

    beberapa sekolah. Jumlah peserta ujian jenis

    ini cukup menggembirakan. Walau tidak ada

    gangguan, diharapkan pada tahun mendatang,

    ada beberapa hal yang sebaiknya dibenahi.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies

    Baswedan menyatakan, jumlah peserta ujian

    berbasis komputer naik 800 persen ketimbang

    pada tahun lalu. Dari 7,6 juta peserta ujian, ada

    LANJUT KE HAL. 2

    Maju Pilkada,Petahana Tak Perlu

    MundurJAKARTA - Salah satu poin krusial dalam Revisi Un-dang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang PemilihanBupati, Wali Kota dan Gubernur adalah, petahana atauincumbent yang mencalonkan diri lagi menjadi kepaladaerah.

    Poin yang masih menjadi polemik, apakah calon ke-pala daerah incumbent harus mengundurkan diri atautidak jika mencalonkan diri lagi.

    Pengamat Politik, Jeirry Sumampow menilai petah-ana tidak perlu mengundurkan diri dari jabatannya jikahendak bertarung lagi di pilkada. Realitas seperti ini,katanya sudah menjadi kebiasaan di Negara-negarademokrasi modern. Apalagi tidak menjadi masalah jikaorang mau meneruskan jabatan yang sama.

    Itu juga bagian dari hak politik yang tak bolehdikurangi. Toh, masa jabatannya akan berakhir denganterpilihnya kepala daerah baru. Jadi, tak ada pengkhiana-tan terhadap suara rakyat. Rakyat akan menilai, jika kin-erjanya baik, maka mungkin dipilih kembali. Tapi kalautak terpilih berarti memang kinerjanya buruk, ujar Jeir-

    Ada Enam Menteri Bakal DigantiPresiden Joko Widodo akanmerombak kabinetnya dalamwaktu dekat. Setidaknya, adaenam menteri yang kemung-kinan besar bakal diganti.

    MenteriPendayagunaanAparatur Negaradan ReformasiBirokrasi YuddyChrisnandi,Menteri ESDMSudirman Said,Menteri DesaPembangunanDaerah Tertinggal,dan TransmigrasiMarwan Jafar,Menteri BUMN RiniSoemarno, danMenteri ESDMSudirman Said.

    Presiden juga akan merotasisejumlah nama ke pos yang lain.Pencopotan tidak hanya akandilakukan terhadap menteri yangberlatar belakang partai politik(parpol), tetapi juga yang berasal darikalangan profesional.

    Sumber Istana menyebutkan,

    mereka yang bakal diganti kemungki-nan adalah Menteri Energi danSumber Daya Mineral (ESDM)Sudirman Said, Menteri Agraria danTata Ruang/Kepala Badan PertanahanNasional Ferry Mursyidan Baldan,Menteri PPN/Kepala BappenasSofyan Djalil, Menteri PendayagunaanAparatur Negara dan ReformasiBirokrasi Yuddy Chrisnandi, MenteriDesa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan TransmigrasiMarwan Jafar, serta MenteriPendidikan dan Kebudayaan AniesBaswedan.

    Sumber menjelaskan, pengumu-man reshuffle kabinet kemungkinandigelar setelah Presiden Joko Widodomelawat ke Eropa, pada 18-24 Aprilini.

    Sebelumnya, pada Selasa (12/4),Presiden Jokowi mengadakankunjungan kerja ke Padang, SumateraBarat, membuka Multilateral NavalExercise Komodo 2016 dan meres-mikan Tugu Perdamaian di PantaiMuaro Lasak, Padang.

    Sementara Wapres Jusuf Kalla

    LANJUT KE HAL. 2

    LANJUT KE

    HAL. 2

    PengawasanHarus LebihDitingkatkan

    PENGAMAT politikasal Universitas Indone-sia, Boni Hargens men-gatakan, maraknya ko-rupsi yang melibatkanoknum jaksa merupakantanggung jawab JaksaAgung dalam mengawasikinerja anak buahnya.

    Hal ini diungkapkanBoni terkait maraknyapraktik korupsi yang meli-

    KOMISI Pemberantasan Ko-rupsi menetapkan jaksa bidangpenuntutan pidana khusus Kejak-saan Tinggi Jawa Barat, DeviyantiRochaeni, sebagai tersangka.Deviyanti disangka menerimasuap dari terdakwa kasus korupsidana Badan Penyelenggara Jami-nan Sosial Kabupaten Subang.

    Di mata para jaksa di KejaksaanTinggi Jawa Barat, Deviyantimerupakan sosok yang sederha-na. Selain itu, wanita kelahirantahun 1977 tersebut dikenal san-gat bersahaja dan rajin beribadah.

    "Dia orangnya baik. Sederha-na. Kasihan dia kena apes. Lagiandia juga anak orang kaya," ujar se-orang jaksa Kejaksaan Tinggi JawaBarat bidang penuntutan pidanaumum yang enggan disebutkannamanya, Selasa.

    Sehari-hari Deviyanti bertugassebagai jaksa penuntut umum yangmenangani kasus pidana khusus.Selama lima tahun di Kejati JawaBarat, ia sudah banyak memegangkasus pidana korupsi yang terjadi

    LANJUT KE

    HAL. 2 LANJUT KE HAL. 2

    MEDAN Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK) belummenunjukkan performa terbaikn-ya menyelesaikan kasus korupsiterkait dana bantuan sosial (Ban-sos), bahkan cenderung tebang pi-lih. Banyak anggota DPRD Sumutyang jelas-jelas terlibat, namun jus-tru terkesan masih dilindungi.

    Seperti diketahui, hingga saatini baru lima orang pimpinan dan

    anggota DPRD Sumut yang di-cokok KPK. Padahal semua partaiterlibat dalam penyalahgunaandana bansos, tapi KPK terkesantebang pilih.

    Dana yang menguap sebesarRp1,2 triliun di Sumut, menurutWesly adalah permainan mafiayang membentuk sindikat pencuriuang negara. Padahal masyarakattelah banyak melaporkan dugaan

    penyalahgunaanuang negara, namunpenegak hukumsetengah hati.

    "Ada 100 or-ang anggotaDPRD Sumut dan 33bupati/walikota yang Dari Atas: Bupati Subang Ojang Suhandi mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di

    Gedung KPK, Jakarta. Istri terdakwa kasus suap BPJS yang juga mantan Kadis Kesehatan Subang JajangAbdul Kholik, Lenih Marliani. Ketua Tim JPU Kejati Jabar yang menangani kasus suap penggelapan

    dana BPJS Fahri Nurmallo seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4).

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (tengah) dan Basaria Panjaitan (kiri) bersama Plt Gubsu Erry Nuradimenyampaikan materi pada Seminar Pencegahan Dini Terhadap Korupsi di Medan, baru-baru ini.

    LANJUT KE

    HAL. 2

  • KPK POS

    SAMBUNGANE D I S I 401

    18 - 24 APRIL 2016

    2

    KPKPOSKORAN KORUPSI POLITIK KRIMINAL

    Penerbit :Pembina:Pimpinan Umum :W akil Pimpinan Umum: Pemimpin PerusahaanPemimpin Redaksi: Redaktur Eksekutif :Sekretaris Redaksi : Redaktur:Koordinator Daerah: W artawan :(Belawan)Penasehat Hu