epaper kpkpos 360 edisi senin 29 juni 2015

Click here to load reader

Post on 22-Jul-2016

318 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Epaper kpkpos 360 edisi senin 29 juni 2015

TRANSCRIPT

  • Bertekad Sejahterakan RakyatHumbang Hasundutan

    Geliat Pilkada serentakyang dijadwalkan pada

    9 Desember 2015mendatang kini mulai

    dirasakan. Walaupelaksanaan Pilkada

    masih tersisa enam bulanlagi, para bakal calon

    mulai rajin silaturahmidan mendapat dukungan

    dari berbagai elemenmasyarakat.

    Pengamat: PDIPSudah Anggap Jokowi

    Orang Luar

    LANJUT KE HAL. 2

    Harga Eceran (Kota Medan):Rp.2.500/eksemplar

    EDISI 360/ THN VIII29 JUNI - 5 JULI 2015 (TERBIT SETIAP SENIN)

    Redaksi/Usaha:Jl T.A. Hamzah Komp. Ruko Griya Riatur Blok B 181 Medan

    Penerbit :PT Karya Peduli Kebangsaanwww.kpkpos.com

    PERIKSA DAN AUDIT KASUBAG URDAL PEMPROVSU DI HALAMAN 5

    KPKPOSK O R A N

    K O R U P S I P O L I T I K K R I M I N A L

    PENINDAKAN. Per 30 April 2015, di tahun 2015 KPK melakukan penyelidikan 29 perkara, penyidikan 12 perkara, penuntutan 12 perkara, inkracht 11 perkara, dan

    eksekusi 16 perkara. Dan dengan demikian, maka total penanganan perkara tindak pidana korupsi dari tahun 2004-2015 adalah penyelidikan 694 perkara,

    penyidikan 423 perkara, penuntutan 334 perkara, inkracht 294 perkara, dan eksekusi 311 perkara.

    TABULASI DATA PENANGANAN KORUPSI (OLEH KPK) TAHUN 2004-2015 (PER 30 APRIL 2015)

    Penindakan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Jumlah

    Penyelidikan 23 29 36 70 70 67 54 78 77 81 80 29 694

    Penyidikan 2 19 27 24 47 37 40 39 48 70 58 12 423

    Penuntutan 2 17 23 19 35 32 32 40 36 41 45 12 334

    Inkracht 0 5 17 23 23 39 34 34 28 40 40 11 294

    Eksekusi 0 4 13 23 24 37 36 34 32 44 48 16 311

    Pencabutan

    kewenangan

    penyadapan dengan

    prosedur pelaporan

    ke hakim. Padahal, penya-

    dapan menjadi senjata paling

    ampuh untuk menelusuri dan

    membongkar kasus korupsi

    1

    UPAYA

    PELEMAHAN

    KPK

    Penghapusan

    kewenangan

    penuntutan KPK.

    Disatukannya

    penyidikan dan penuntutan

    KPK adalah untuk memper-

    cepat penanganan kasus

    korupsi sehingga tidak

    berlarut-larut seperti di

    kejaksaan dan kepolisian.

    2

    Pembentukan

    dewan pengawas

    untuk mengawasi

    kinerja KPK.

    Pembentukan ini tidak

    relevan karena KPK sudah

    diawasi banyak pihak seperti

    bagian pengawas internal

    dan penasihat KPK, Komite

    Etik KPK maupun Dewan

    Perwakilan Rakyat dan

    Badan Pemeriksa Keuangan

    3

    Memperketat

    rumusan kolektif

    kolegial yang

    mengharuskan

    seluruh komisioner harus

    mengambil keputusan.

    Seharusnya makna kolektif

    dan kolegial tak dapat

    diartikan secara keseluruhan

    komisioner KPK, pemaknaan

    kolektif dan kolegial harus

    dimaknai dengan prinsip

    kebersamaan dan kesetaraan

    dalam berbagai proses. Hal

    ini mempersulit kerja KPK

    dalam memberantas korupsi.

    4

    KPK diberi

    kewenangan

    menghentikan

    penyidikan perkara.

    Kepuasan publik terhadap

    kinerja KPK karena tak punya

    kewenangan penghentian

    penyidikan dan penuntutan

    perkara. Karena itu KPK

    berhati-hati dalam memeriksa

    perkara korupsi yang

    ditangani. Diberikan

    kewenangan menghentikan

    penyidikan dan penuntutan

    hanya akan menurunkan

    kualitas penanganan korupsi

    oleh KPK

    5

    Dosmar Banjarnahor

    HAL ini tak hanya terjadi di Kota Medan,tapi juga dirasakan sampai ke daerahtingkat II lainnya. Contohnya, Pilkadamulai hangat dibicarakan di tengahmasyarakat Kabupaten Humbang

    Hasundutan yang akan melangsungkan pilkada tahunini.

    Seperti dilaporkan awak media ini, beberapa bakalcalon (balon) di Humbahas sudah bermunculan. Salahsatunya Dosmar Banjarnahor (41) yang namanya terusmencuat. Dukungan terdahap tokoh yang satu ini

    JAKARTA - Presiden Joko Wido-do dengan tegas menolak revisiUU KPK. Namun, DPR tetapmeminta agar revisi undang-undang segera dijalankan. ?Sedangpansel capim KPK merasa lega,karena presiden menolak rencanarevisi yang akan dilakukan DPR.

    "Presiden sudah bicara menolakrevisi UU KPK. kelihatannyaitulah yang terjadi. Kami lega

    karena perubahan itu harus per-setujuan Presiden, tidak bisa DPRRI saja," ujar Juru bicara PanselKPK Betti Alisjahbana di sekre-tariat Indonesia Corruption Watch(ICW), Jakarta Selatan.

    Meski hanya mendapatkantugas menyeleksi calon pimpinanKPK, Betti mengatakan bahwapansel merasa bertanggungjawabterhadap penguatan KPK dalam hal

    pemberantasan korupsi dari sisiperaturan perundang-undangan.

    "Kita butuh KPK yang kuat.Masih banyak pekerjaan rumahyang harus dilakukan dalam halmewujudkan negara kita efektif danmemberantas korupsi," ujar dia.

    Jokowi sebelumnya menolakUU KPK direvisi. Menteri Sekre-taris Negara Pratikno mengatakanbahwa Presiden sudah menyatakan

    pemerintah tidak ingin merevisiUU KPK.

    "Jadi Presiden sudah sampaikan,Presiden tegaskan tidak ada niatanuntuk melakukan revisi tentangUU KPK. Itu masuk dalam insiaitifDPR, karena masuk inisiatif DPRmaka pemerintah enggak bisangapa-ngapain," kata Pratikno di

    LANJUT KE HAL. 2

    Taufiquerachman

    Ruki

    TANAH PUTIHPolemik terkaitkebun sawit K2i Desa Rantau Baisyang diserahkan Bupati Rokan Hilir(Rohil) Suyatno, Maret 2014kepada Datuk Penghulu DesaRantau Bais yang konon katanyauntuk masyarakat miskin di desatersebut, ditangggapi beragamoleh warga.

    Soalnya hingga saat ini kebunsawit K2i yang dibiayai melaluidana APBD Rohil tahun anggaran2006 silam itu belum jelas perun-tukannya.

    Luas kebun sawit masyarakatmiskin K2i Desa Rantau Bais

    sekitar 893 hektar terdiri dari 2lokasi, yakni Simpang Pemburusebanyak 18 blok per blok luasnya40 hektar dengan luas areal 720Hektar, dan telah berproduksisekitar 16 blok.

    Sedang di Simpang Batangseluas 300 hektar yang masukdalam wilayah Desa Rantau Bais173 hektar, sisanya seluas 127hektar kabarnya diserahkan kepadamasyarakat Desa Mamugo.

    Terkait pemberitaan KPK Posedisi 358 melalui hubungan seluler

    KASUS KEBUN SAWIT K2I

    Dana Perawatan Rp10 MHarus Diusut

    Plang ProyekDisbun RohilTahunAnggaran 2014tergeletak disamping CampK2i SimpangBatang DesaRantau Bais.

    LANJUT KE HAL. 2

    JAKARTA - Sekjen HimpunanMasyarakat untuk Kemanusiaandan Keadilan (Humanika), Sya'ronimenilai permintaan Partai Demo-krasi Indonesia Perjuangan (PDIP)untuk kursi menteri dikarenakanbentuk kekecewaan kader PDIPkepada Presiden Joko Widodo(Jokowi).

    "Hal itu bentuk kekecewaankader PDIP, dan bisa diartikanbahwa PDIP sudah menganggapJokowi adalah orang luar. Inilahimbas kegagalan Jokowi meme-nuhi harapan PDIP," ujar Sya'ronidi Jakarta, Kamis (25/6).

    Kata dia, sinyal (minta jatah

    kursi menteri-red) tersebut sudahbisa dilihat bahwa selama ini parapetinggi PDIP kerap melontarkankritik pedas kepada orang nomorsatu di Indonesia itu.

    "Bahkan menuduh Jokowi dike-lilingi Brutus, Trio Macan, antekneolib, dan lain-lain. Dan anehnyakritik tajam tersebut tidak pernahsekalipun ditegur oleh KetuaUmum PDIP Megawati Soekar-noputri. Untuk menutup 'hilangnya'jatah Presiden, maka PDIP me-munculkan argumen pembagianjatah menteri harus didasarkan

    LANJUT KE HAL. 2

    Kolom Redaksi

    PELAKSANAAN pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak

    pada 9 Desember 2015 mendatang, tak akan mundur. Walau

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ada

    penyimpangan keuangan dalam penyelenggaraan pemilihan

    umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014 lalu.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik

    menyatakan kepastian tersebut. Hal ini dikuatkan setelah KPU

    berkonsultasi dengan Komisi II DPR RI.

    Apalagi, lanjutnya, temuan BPK tersebut tidak langsung

    menyatakan ada pelanggaran hukum ataupun unsur tindak

    pidana korupsi didalamnya.

    Menurut Husni, jika berbicara anggaran maka tidak ada yang

    perlu dikhawatirkan karena jumlahnya hampir sama dengan

    anggaran pilpres tahun lalu. Demikian juga, pos anggarannya

    dikatakan tidak terlalu berbeda.

    Walaupun, Husni mengaku bahwa ada sejumlah catatan

    dalam laporan BPK terkait laporan keuangan KPU tahun 2014.

    Pilkada Tak Mundur

    LANJUT KE HAL. 2

    Bawahan HarusPatuhi Sikap Presiden

    PRESIDEN Joko Widodo me-nolak merevisi Undang-UndangNomor 30 Tahun 2002 tentangKPK. Namun, ada kekhawatiranbahwa sikap tersebut tidak dipatuhibawahan presiden.

    Pegiat antikorupsi mengingat-kan para pejabat pemerintahanIndonesia untuk mematuhi Pre-siden Joko Widodo yang menolakmerevisi Undang-Undang Nomor30 Tahun 2002 tentang KomisiPemberantasan Korupsi (KPK).

    Sebab, meskipun langkah Pre-siden Joko Widodo menuai apre-siasi, ada kekhawatiran bahwasikap tersebut tidak dipatuhibawahan presiden mengingatinsiden beberapa bulan lalu.

    "Kita pernah ingat cerita tidakenak, misalnya ketika presidenmenyatakan kriminalisasi terhadapKPK harus dihentikan, tapi hal itumasih berjalan. Sehingga, bukantidak mungkin hal yang samaterjadi pada saat presiden menga-takan revisi Undang-Undang KPKjangan sampai terjadi, tapi tidakdidengar orang-orang di bawahpresiden," ujar anggota divisihukum dan monitoring peradilanlembaga Indonesia CorruptionWatch, Lalola Easter.

    PenyadapanAnggota Komisi 3 DPR dari

    Fraksi PDI Perjuangan, Masinton

    LANJUT KE HAL. 2

    JikaDilemahkan,

    BubarkanSaja KPK

    JAKARTA - Pelaksana tugasWakil Ketua Komisi Pemberan-tasan Korupsi Indriyanto Seno Adjimenilai sebaiknya KPK dibubarkanjika ada pelemahan komisi antira-suah itu lewat revisi UU KPK.

    "Pelemahan dengan jubah peng-uatan adalah membunuh marwahKPK, dan bila ini terjadi, sebaiknyabubarkan saja KPK," kata Indri-yanto melalui pesan pendek, Rabu.

    Namun, Indriyanto mengakumasih punya harapan bahwa parl