engine over houle ?· web viewpengukuran diameter piston. pengukuran axial play. pengukuran end...

Download ENGINE OVER HOULE ?· Web viewPengukuran diameter piston. Pengukuran axial play. Pengukuran end clearance.…

Post on 15-Mar-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ENGINE OVER HOULE

ENGINE OVER HOULE

Tujuan Instruksional Khusus:

1. Peserta dapat mengetahui dengan jelas dan benar prosedur apa saja yang harus dilakukan pada saat overhoule engine.

2. Peserta dapat dapat mengetahui standart torsi untuk pengencangan.

3. Peserta dapa mengetahui apa saja yang diukur pada saat overhoule engine

Waktu:

Kepustakaan

Technical Information System

Alat bantu:

1. Alat ukur

2. SST

3. Engine M43

4. Tools

Langkah Pembongkaran

Hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Utamakan keselamatan kerja.

2. Pergunakan tool atau SST yang tepat.

3. Perhatikan dengan baik langkah-langkah pembongkaran sebelum melakukan pembongkaran.

4. Tempatkan komponen yang telah di bongkar pada tempat yang sistematis hingga kemungkinan hilang atau tertukar dapat dikurangi.

Melepas alternator drive belt

Untuk versi yang menggunakan hidraulik drive belt tensioner, gunkan kunci torsi untuk menekan drive belt.

Lepaskan Drive Belt.

Untuk versi dengan mekanical drive belt tensioner, lepakan terlebih dahulu tutp debu.

Gunakan kunci torsi dan putar kearah kiri, kemudian lepaskan drive belt.

Buka penutup debu bearing tensioner

Lepaskan bearing tensioner

Lepaskan tensioner

Membuka vibration damper

Untuk model vibration damper dan hub dalam 2 bagian.

Lepaskan baut pengikat dan lepaskan vebration damper.

Model vibration damper dan hub dalam satu bagian.

Pergunakan SST 11 24 10 untuk bantalan dan SST 11 24 50 untuk menahan, lepaskan hub.

Lepaskan vibration damper.

Lepas penahan intake.

Lepaskan selang vacum.

Lepaskan clamp pengikat dan buka rubber boot.

Lepaskan selang antara pipa saluran balik heater dan throttle housing.

Lepaskan selang untuk ventilasi.

Lepaskan selang antara preassure control valve dan throttle housing.

Lepaskan clamp pengikat saluran ventilasi.

Lepaskan baut oengikat manifold.

Lepaskan selang untuk idle speed actuator.

Lepaskan hubungan selang dari vacum tank dan buka clip pengikat selang.

Kendorkan dan lepas mur pengikat intake.

Lepaskan intake bagian atas.

Membuka intake manifold bagian bawah

Lepaskan baut pengikat dipstik.

Lepaskan tabung vacum dari pengikatnya.

Lepaskan baut pengikat intake.

Lepaskan hose dari pressure regulator.

Lepakan mur pengikat intake pada kepala silinder.

Buka intake manifold bagian bawah.

Lepaskan sealnya.

Lepaskan mur pengikat dan lepaskan silinder head cover.

1. Mur pengikat

2. Ring

3. Karet

Lepaskan pully water pump.

Lepaskan baut pengikat water pump.

Gunakan dua bauha baut water pump. Untuk membantu melepas water pump.

Lepaskan baut pengikat cover timing chain atas.

Lepaskan baut pengikat cover timing chain bawah.

Lepaskan seal.

Putar crank shaft hingga TDC.

Pasang SST untuk fly wheel.

Tekan tensioner.

Buka baut pengikat .

Lepaskan timing gear.

Posisikan cam shaft dengan SST 11 31 90.

Tekan tensioner.

Gunakan SST 11 4 120 untuk menahan.

Perhatikan agar SST pengunci sudah benar pemasangannya.

Lepaskan spoket timing chain.

Lepaskan baut pengikat tensioner pada cylinder head.

Lepaskan baut pengikat silinder head mulai nomor 10 . 1 secara berurutan.

Gunakan SST 112 250 untuk membuka baut pengikat silinder head.

Lepaskan silinder head dari block mesin.

Tempatkan silinder head pada SST 11 10 65.

Lepaskan baut pengikat pipa penyuplai oli pada cam shaft.

Lepakan pipa penyuplai.

Lepaskan bearing cap.

Lepaskan cam shaft.

Pergunakan SST 11 01 80 untuk penahan katup saat pegas katup akan dilepas.

Tekan pegas katup.

Lepaskan pegas kuku.

Lepaskan pegas katup.

Lepaskan semua katup.

1. Valve

2. Valve steam seal.

3. Lower Plate spring.

4. Outer spring

5. Inner spring.

6. Upper plate spring

7. Valve tapers.

Membuka fly wheel

Pergunakan SST 11 21 70 untuk penahan ring gear.

Lepaskan baut pengikat dan lepaskan fly hweel.

Lepaskan baut pengikat oil pan.

Lepas oil pan.

Removing and installing or replacing all pistons (M43) (engine removed)

Untuk melepas piston perhatikan posisi piston sebelum melepas.

Piston jangan sampai tertukar dan diberi tanda.

Perhatikan spray oli untuk pendingin piston jangan sampau rusak atau terpukul.

Lepaskan can rod cap dan lepaskan piston dari blok silinder.

Pasang kembali can rod cap dengan can rod.

Lepaskan ring piston.

Pergunakan SST untuk membuka ring piston.

Lepaskan main bearing cap.

Lepaskan crank shaft.

Perhatikan keadaan metal jika sudah aus atau terbakar harus diganti.

Pengukuran

Pengukuran keausan bearing roda small end.

Pengukuran diameter piston.

Pengukuran axial play.

Pengukuran end clearance.

Pengukuean keausan diameter silinder.

Pengkuran bearing clearance dengan plastric guide.

Code warna pada plastik guide

Ge= Kuning

Gn= Hijau

Ws= Putih

1. crank shaft

2. Bearing clearance

3. Bearing sheel

4. Bearing Cover

Pengukuran end-play crank shaft.

Pemeriksaan valve gudie Clearance

Pemeriksaan silinder head

Pengukuran perataan permukaan silinder head. Dilakukan dengan menggunakan fuller gauge dan mistar baja.

Langkah Pemasangan

Hal-hal yang harus diperhatikan !

1. Sebelum memasang semua komponen harus dalam keadaan bersih dari sisa kotoran atau seal yang menempel.

2. Pasang komponen sesuai dengan kebalikan langkah pembongkaran.

3. Gunakan moment torsi untuk pengencangan baut.

Pemasangan Ring Piston

Perhatikan tanda tulisan yang tertera pada permukaan ring piston, tanda berupa tulisan Top 1 atau Top 2 dan diposisikan menghadap keatas.

1. Ring top 1

2. Ring Top 2

3. Ring oli

Posisikan celah / gap ring saling berilangan dan tidak boleh pada posisi kerja atau diatas piston pin.

Perhatikan pemasangan bantalan pada can rod.

Pergunakan SST 11 24 70 untuk penempatan posisi can rod pada crank shaft.

Pergunakan SST 11 22 60 untuk menahan ring piston.

Pasang piston dengan tanda panah sejajar dengan blok silinder dan menghadap ke depan.

Lepaskan SST, bila dudukan can rod pada crank shaft sudah tepat.

Perhatikan tanda yang tertera pada bagian samping con rod dan conecting rod cap harus tepat.

Kencangkan baut pengikat conecting rod dengan menggunakan SST 00 91 20.

Pergunakan SST 11 73 20 untuk memastikan posisi spray oli tepat pada posisinya.

Stel posisi spray oli bila perlu.

Pasang oli pan.

Perhatikan keadaan permukaan seal harus bersih.

Pasang silinder head gasket.

Pastikan posisi lock dalam keadaan terpasang dan tidak rusak.

Pergunakan baut silinder head untuk satu kali pemakaian saja untuk mencegah resiko baut silinder head patah.

Posisikan silinder 1 pada TDC apabila silinder head akan dipasang.

Tekan tensioner keluar saat akan memasang silinder head.

Posisikan cam shaft saat silinder 1 melakukan langkah compresi. (kedua katup tidak bekerja).

Pastikan dengan menggunakan SST 11 3 190.

Pasang silinder head.

Kencangkan baut silinder head dengan urutan 1 10.

Pergunakan SST 00 9 120 untuk membantu pengencangan.

Pasang timing chain kemudian lepaskan SST penahan tensioner.

Pasang sprocket timng chain pada cam shaft.

Kemudian kencangkan baut pengikatnya.

Pasang timing chain kemudian kencangkan baut pengikat tensioner pada silinder head.

Perhatikan keadaan seal sebalum dipasang, pastikan seal dalam keadaan bersih dan masih baik.

Pasang cover timing chain bagian bawah.

Pasang water pump.

Ganti seal water pump bila water pump akan dipasang.

Pasang hub untuk vibration damper.

Memasang cover timing chain bagian atas.

Perhatikan posisi seal harus bersih dan dalam keadaan baik.

Pergunakan SST 11 4 110 untuk membantu pemasangan cover timing chain.

Beri lapisan karet seal pada celah.

Pasang cover timing chain.

Kencangkan baut pengikat kemudian lepaskan SST 11 4 110.

Memasang cover valve.

Beri lapisan rubber seal pada sambungan.

Pasang cover valve dan pastikan seal terpasang dengan baik.

Kencangkan baut pengikat cover valve.

11 00 Engine in General M40 B18

Cylinder

4

Bore

Mm

84

Stroke

Mm

81

Effective displacement

Cm3

1796

Compression ratio

:1

8.8

Power

(without catalytic converter

Kw at

Rpm

85/5500

Power

With catalytic converter

KW at

Rpm

83/5500

Max. top speed

Rpm

6200

Max. constant speed

Rpm

6000

Max. torque

(without catalytic converter)

Nm

Rpm

165/4250

Max. torque

(with catalytic converter)

Nm

Rpm

162/4250

Compression pressure (approx. equal value for all cylinders

Min. bar

10 11

11 61 Intake Manifold

Type

Screw

Measure

Unit

1AZ Intake manifolde on

Recommended

View more >