endokrin sk2 - gondok

Download Endokrin SK2 - Gondok

Post on 09-Dec-2015

250 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skenario 2 blok endokrin

TRANSCRIPT

SKENARIO 2GONDOK

Nn. B, 36 tahun, mengeluh terdapat benjolan di leher sebelah kanan yang semakin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Tidak ada keluhan nyeri menelan, perubahan suara ataupun gangguan pernafasan. Pasien juga tidak mengeluh berdebar-debar, banyak berkeringat dan perubahan berat badan.

Pada leher sisi sebelah kanan teraba nodul berukuran 5x4 cm, berbatas tegas, tidak nyeri tekan dan turut bergerak saat menelan, Tidak didapatkan kelainan pada mata, jantung, paru, abdomen ataupun ekstremitas.

Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan labortoriun fungsi tiroid, USG tiroid, sidik tiroid (thyroid scintigraphy) dan pemeriksaan aspirasi jarum halus.

Hasil sitologi yang diperoleh menunjukkan tidak didapatkannya sel ganas, sehingga pasien diberikan terapi hormon tiroksin sambil dimonitor fungsi tiroidnya.Pasien juga diingatkan bahwa bila nodulnya makin membesar maka perlu dilakukan operasi tiroidektomi. Mendengar penjelasan dokter, pasien yang merupakan muslimah merasa cemas menghadapi kemungkinan akandilakukannya tindakan operasi.

KATA SULIT1. Sidik Tiroid

Pemeriksaan untuk presentasi kadar yodium pada fase trapping (iodida berikatan dengan yodium). Bila nodul mengangkap yodium lebih sedikit dari jaringan tiroid normal disebut cold nodule, bila sama afinitasnya maka warm nodule, dan bila lebih maka hot nodule

2. Sitologi

Ilmu yang mempelajari tentang sel

3. Pemeriksaan Aspirasi Jarum Halus

Pemeriksaan dengan aspirasi sel dan cairan dari tumot atau massa yang terdapat pada tempat yang mudah di palpasi, contohnya thyroid limfonodi

4. Hormon Tiroksin

Hormon utama kelenjar tiroid yang terdiri dari T3 dan T4. Kedua hormon ini berfungsi mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, lemak, mempengaruhi perkembangan tubuh, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mengatur dan lainnya

5. Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Tiroid

Pemeriksaan untuk melihat status keadaan tiroid (T3, T4, fT3, fT4, TSH) dan untuk melihat adanya abnormalitas atau tidak

6. Tiroidektomi

Operasi pengangkatan sebagian besar jaringan tiroid pada kedua lobus

PERTANYAAN

1. Mengapa tidak ada keluhan nyeri menelan?

2. Apa fungsi atau hubungan tiroksin dengan gejala tercantum?

3. Apakah ada tindakan lain selain operasi?

4. Apakah akan mengganggu, bila nodul membesar?

5. Dengan keadaan nodul, mengapa tidak ada nyeri tekan?

6. Apa penyebab membesarnya kelenjar tiroid?

JAWABAN

1. Karena pembesaran pada kelenjar tiroid belum menekan dan menganggu sistem pencernaan

2.Tiroksin akan menghasilkan yodium, dan kalau hormone tiroksin turun maka TSH akan turun sehingga TSH akan menstimulasi tiroid untuk menghasilkan tiroksin dan menganggu efek fisiologis dari hormone itu sendiri

3. Ada, yaitu dengan- Pemberian tiroksin akan mencegah pembesaran nodul

- Pemberian obat-obatan anti tiroid (OAT)

- Kalau memang tiroid tetap membesar dan sudah menganggu sistem pernapasan atau pencernaan, maka harus dilakukan tiroidektomi

4. Iya menganggu. Karena akan menganggu jalannya sistem pernapasan, pencernaan, dan estetika.

5. Karena yang membesar hanya kelenjar, sehinga tidak ada nervus yang tertekan

6. Penyebab terbanyak membesarnya kelenjar tiroid adalah defisiensi yodium, tumor, trauma, fungsi abnormal, tumor otak (TSH bisa menurun)

HIPOTESIS

HIPOTESIS

Defisiensi yodium atau kekurangan masukan yodium dari makanan akan menyebabkan hipotiroidisme, kita tahu dimana hormon tiroid banyak berfungsi dalam metabolisme tubuh, sehingga bila hormon tiroid berkurang, metabolisme tubuh menurun. Karena hormone tiroid terdiri dari T3 dan T4 (tiroksin) maka hormon tiroksin pun menurun.

Hormon tiroksin yang menurun akan menyebabkan feedback positif agar adenohipofisis (hipofisis anterior) untuk mengeluarkan TSH (thyroid stimulating hormone) agar hormone tiroid bertambah. Namun karena tiroid menurun memang bukan karena kurangnya rangsangan TSH, maka sel folikel bekerja lebih keras untuk menghasilkan hormone tiroid. Sel folikel ini akan menjadi hyperplasia, dan menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid.

Bila kelenjar tiroid ini membesar dan mengganggu saluran lain (contohnya pernapasan dan pencernaan), maka sebelumnya kita harus memberi pencegaham seperti pemberian terapi farmakologis atau radioaktif. Namun bila memang kelenjar tiroid sudah sangat membesar dan menyebabkan pasien sudah bernapas atau menelan, maka paisen harus menjalani tindakan bedah (tiroidektomi) dengan indikasi tertentu

SASARAN BELAJAR

LI 1. Memahami dan menjelaskan tentang kelenjar tiroid

LO 1.1 Memahami dan menjelaskan tentang makroskopis kelenjar tiroid

LO 1.2 Memahami dan menjelaskan tentang mikroskopis kelenjar tiroid

LI 2. Memahami dan menjelaskan tentang fisiologi kelenjar tiroid

LO 2.1 Memahami dan menjelaskan tentang biosintesis hormon tiroid

LO 2.2 Memahami dan menjelaskan tentang transportasi hormon tiroid

LO 2.3 Memahami dan menjelaskan tentang metabolisme hormon tiroid

LO 2.4 Memahami dan menjelaskan tentang efek hormon tiroid

LO 2.5 Memahami dan menjelaskan tentang control regulasi kelenjar tiroid

LO 3. Memahami dan menjelaskan tentang kelainan kelenjar tiroid

LO 3.1 Memahami dan menjelaskan tentang definisi kelainan kelenjar tiroid

LO 3.2 Memahami dan menjelaskan tentang klasifikasi kelainan kelenjar tiroidLO 3.3 Memahami dan menjelaskan tentang etiologi kelainan kelenjar tiroid

LO 3.4 Memahami dan menjelaskan tentang epidemiologi kelainan kelenjar tiroid

LO 3.5 Memahami dan menjelaskan tentang patofisiologis kelainan kelenjar tiroid

LO 3.6 Memahami dan menjelaskan tentang manifestasi klinis kelainan kelenjar tiroid

LO 3.7 Memahami dan menjelaskan tentang diagnosis dan diagnosis banding kelainan kelenjar tiroid

LO 3.8 Memahami dan menjelaskan tentang tatalaksana kelainan kelenjar tiroid

LO 3.9 Memahami dan menjelaskan tentang komplikasi kelainan kelenjar tiroid

LO 3.10 Memahami dan menjelaskan tentang pencegahan kelainan kelenjar tiroid

LO 3.11 Memahami dan menjelaskan tentang prognosis kelainan kelenjar tiroid

LI 4. Memahami dan menjelaskan tentang pandangan agama Islam dalam menghadapi kecemasan akan operasi

LI 1. Memahami dan menjelaskan tentang kelenjar tiroid

LO 1.1 Memahami dan menjelaskan tentang makroskopis kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin tanpa ductus dan bersifat bilobular (mempunyai dua lobus yaitu kanan dan kiri).Setiap lobus berukutan 5x3x2 cm, berbentuk kerucut.Batas-batas lobus :

1. Anterolateral : M. sternohyoideus, m. omohyoideus, m. sternohyoideus, dan pinggir anterior m. sternocleidomastoideus

2. Posterolateral : Selubung carotis dengan a. carotis communis, v. jugularis interna, dan n. vagus

3. Medial : Larynx, trachea, pharynx, dan oesophagus. Dekat dengan struktur-struktur ini adalah m. cricothyroideus dan suplai sarafnya, n. laryngeus externus. Di alur antara oesophagus dan trachea terdapat n. laryngeus recurrens.

Pinggir posterior masing-masing lobus yang bulat berhubungan di posterior dengan glandula parathyroidea superior dan inferior dan anastomosis antara a. thyroidea superior dan inferior.

Gambar 1.1Kedua lobus ini dihubungkan oleh sebuah jaringan berbentuk jembatan, yang dinamakan isthmus.Bila dua lobus disambungkan dengan isthmus, maka kelenjar tiroid terlihat seperti dasi kupu-kupu pada pria.Isthmus meluas melintasi garis tengah di depan cincin trachea 2, 3, dan 4. Panjang dan lebarnya kira-kira 1,25 cm dan biasanya di anterior dari cartilgo trachea walaupun terkadang lebih tinggi atau rendah karena kedudukan dan ukurannya berubah. Sering terdapat lobus pyramidalis, yang menonjol ke atas dari isthmus, biasanya ke sebelah kiri garis tengah.Sebuah pita fibrosa atau muskular sering menghubungkan lobus pyramidalis dengan os hyoideum.Batas-Batas Isthmus :1. Anterior : M. sternothyroideus, m. sternohyoideus, v. jugularis anterior, fascia, dan kulit

2. Posterior : Cincin trachea 2, 3, dan 4Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya.Berat kelenjar thyroid bervariasi antara 20-30 gr, rata-rata 25 gr.Kelenjar thyroid memiliki posisi axis (puncak) pada linea obliqua cartilaginis thyroidea dan memiliki basis (dasar) setinggi cincin trachea ke-4 atau ke-5.Atau bisa disimpulkan bahwa kelenjar tiroid berada tepat dibawah jakun pada pria.Fungsinya sebagai ayunan/ gendongan kelenjar ke larynx dan mencegah jatuh/ turunnya kelenjar dari larynx, terutama bila terjadi pembesaran kelenjar. Kelenjar ini dibungkus oleh 2 kapsul :

1. Outer false capsule : Berasal dari lamina pretracheal fascia cervicalis profunda yang akan berlanjut ke inferior menjadi lapisan tipis yang akan bergabung dengan lapisan fibrosa jantung pada bagian anterior

2. Inner true capsule : dibentuk oleh kondensasi jaringan fibroareolar kelenjar thyroidea.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang mempunyai vaskularisasi paling banyak, karena tiroid dilewati di tempat vital, yaitu di leher.Vaskularisasi kelenjar tiroid :1. carotis externa A. Thyroidea Superior kutub atas setiap lobus bersama dengan n. laryngeus externus 2. A. brachiocephalica atau arcus aortae Truncus thyrocervicalis A. Thyroidea ima ke atas di depan trachea menuju isthmus

3. V. Thyroidea superior V. jugularis interna

4. V. Thyroidea media V. jugularis interna

5. Darah dari isthmus dan kutub bawah kelenjar V. Thyroidea inferior beranastomosis satu dengan lainnya turun di depan trachea V. brachiocephalica sinistraInervasikelenjar tiroidGanglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervicalis media dan inferior.Paras