enamel januari 2015

Download Enamel januari 2015

Post on 07-Apr-2016

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Enamel KG UNSOED

TRANSCRIPT

  • Januari 2015

    ENAMELMAGZ

    IPEEra Baru Kolaborasi

    Antar Tenaga Kesehatan

    Kabinet Baru

    Jokowi-JKMenilik Harapan Baru Bagi

    Dunia Kesehatan

    Profiledrg. Dinar, drg. Okta

    drg. Riana

    BKGN UNSOED,

    Dentistry Photography

    Competition and

    Festival Orthodonsi

    Tips

    16 Tips for Staying Awake

    when Youre Tired

    Dentistry

    Perforation 5

  • Home

    2

    Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada,

    karena kami hanya manusia yang menyimpan banyak kekurangan

    terimakasih atas partisipasi dari semua pihak yang terlibat

    Kami selaku tim redaksi mengucap syukur atas terbitnya

    majalah enamel ini dan kami mengucapkan selamat tahun baru

    2015. Semoga tahun ini menjadi tahun dengan pencapaian

    yang lebih baik

  • Contents

    3

    Headline

    Interprofesional Education: Era Baru Kolaborasi Antar Tenaga Kesehatan (4)

    Trend

    Kabinet Baru Jokowi-JK: Menilik Harapan Baru bagi Dunia Kesehatan (6)

    Profile

    drg. Fitri Diah Oktadewi (8)

    drg. RR Dinar Windiayu Pramudita (9)

    drg. Ryana Budi Purnama (10)

    Event

    Festival Orthodonsi (11)

    Bulan Kesehatan Gigi Nasional FKG UNSOED (12)

    Dentistry Photography Competition (14)

    Dentistry Perforation 5 (16)

    Tips n Trick

    Tips for Staying Awake when Youre Tired (17)

  • Headline

    4

    Interprofesional Education (IPE),

    Era Baru Kolaborasi Antar

    Tenaga Kesehatan

    Perubahan paradigma menjadi sebuah pelayanan kesehatan yang berorientasikan pasien

    sudah lama digaungkan dalam peningkatan mutu. Pasien seharusnya menjadi subjek pemberian

    pelayanan bukan sebuah objek, sehingga membutuhkan solusi dan terobosan yang menjadikan

    sebuah mutu pelayanan yang lebih baik.

    Kolaborasi antar profesi kesehatan adalah satu usaha untuk peningkatan mutu pelayanan

    kesehatan. Menurut Hind (2003), kolaborasi adalah satu usaha peningkatan mutu pelayanan

    kesehatan. Kolaborasi ini begitu luas dalam pemaknaannya. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan

    dari berbagai aspek salah satunya dari sistem pendidikan. Mengapa pendidikan? Hal ini

    dikarenakan dasar suatu pembentukan karakter adalah pendidikan,. Kemampuan Kolaborasi

    adalah suatu karakter yang membutuhkan pembentukan melalui pendidikan formal. WHO (1988)

    telah membuat sebuah grand design tentang pembetukan karakter kolaborasi dalam sebuah bentuk

    pendidikan formal yaitu berupa interprofessional education

  • Headline

    5

    Interprofesional education atau disingkat dengan IPE adalah sebuah inovasi yang sedang

    dieksplorasi dalam dunia pendidikan profesi kesehatan. Interprofessional education merupakan suatu

    proses dimana sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan yang memiliki perbedaan latar

    belakang profesi melakukan pembelajaran bersama dalam periode tertentu, berinteraksi sebagai

    tujuan yang utama, serta untuk berkolaborasi dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan

    jenis pelayanan kesehatan yang lain (WHO, 1988).

    Menurut CIHC (2009), manfaat dari Interprofessional Education antara lain meningkatkan praktik yang dapat meningkatkan pelayanan dan membuat hasil yang positif dalam melayani klien;

    meningkatkan pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan yang memerlukan kerja secara

    kolaborasi; membuat lebih baik dan nyaman terhadap pengalaman dalam belajar bagi peserta didik;

    secara fleksibel dapat diterapkan dalam berbagai setting. Hal tersebut juga dijelaskan oleh WHO

    (2010) tentang salah satu manfaat dari pelaksanaan praktek IPE dan kolaboratif yaitu strategi ini dapat

    mengubah cara berinteraksi petugas kesehatan dengan profesi lain dalam memberikan perawatan.

    IPE di Indonesia?

    IPE di Indonesia memasuki tahap awal yang membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dan

    berbagai sektor dalam dunia pendidikan kesehatan. Sosialisasi Interprofesional education (IPE) belum

    mencapai semua instansi-instansi pendidikan kesehatan yang ada. Di lain sisi, SDM pendidik dalam

    Interprofesional education (IPE) masih belum mumpuni, ditambah lagi dengan isu ego profesi yang

    sebagian masih saja bertahan.

    Menurut data DIKTI (2006) terdapat 12 Universitas Negeri di Indonesia yang menyelenggarakan

    pendidikan formal profesi kesehatan yang didalamnya terdapat program pendidikan dokter dan

    pendidikan keperawatan. Dengan adanya universitas yang menyelenggarakan beberapa program

    pendidikan profesi kesehatan akan sering terjadi interaksi dan berkolaborasi antar profesi kesehatan.

    Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan untuk pengembangan konsep IPE di Indonesia. Sudah

    seharusnya isu mengenai IPE dikembangkan dan ditindak lanjuti dengan serius.

    Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan IPE seharusnya dikembangkan di Indonesia

    dengan beberapa dasar penelitian baik di luar negeri maupun di Indonesia sebagai salah satu usaha

    untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Interprofesional education (IPE) memiliki banyak

    manfaat dalam sistem dunia pendidikan kesehatan. Profesi-profesi kesehatan yang dilahirkan melalui

    Interprofesional education (IPE) diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai profesional masing-masing

    profesi kesehatan yang berbasis kolaborasi. Dilain sisi, Interprofesional education (IPE) tidak akan

    berjalan lancar jika tidak didukung oleh SDM pendidik, sistem kurikulum, fasilitas, dan antusias

    mahasiswa didalamnya.

  • Trend

    6

    Kabinet Baru Jokowo-JK :

    Menilik Harapan Baru bagi Dunia Kesehatan

    Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

    Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2014, pasangan Jokowi JK resmi

    dilantik menjadi Presiden danWakil Presiden Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Pelantikan presiden

    itu dimeriahkan oleh panggung hiburan dari sejumlah artis-artis tanah air, bagi-bagi makanan gratis,

    dan tidak luput tentunya pengawalan dari mahasiswa. Salah satunya ialah yang tergabung dalam

    aliansi BEM Seluruh Indonesia yang mengaspirasikan hasil kajiannya yang bertemakan TUNAS

    RAKYAT (Tuntutan Aspirasi Rakyat).

    Setelah terpilih dan dlantiknya Presiden dan Wakil Presiden baru, masyarakat Indonesia masih

    dibuat penasaran. Siapakah nama-nama yang akan duduk tergabung dalam kabinet yang di nahkodai

    oleh Presiden Joko Widodo bersama Wakilnya Jusuf Kalla. Tak terkecuali bagi mahasiswa kesehatan,

    ditengah gonjang-ganjing permsalahan internship, BPJS, kesiapan mengahadapi AFTA 2015, dan

    berbagai permasalahan kesehatan lainnya, mereka menantikan angin segar, harapan baru yang akan

    mendombrak sekat ketidak mungkian dan membawa perubahan bagi dunia kesehatan Indonesia.

  • 7Trend

    Siapakah Sosok Punggawa dibidang Kesehatan?

    Akhirnya, pada hari Minggu tanggal 26 Oktober 2014 lalu, Jokowi-JK mengumumankan nama-

    nama menteri yang resmi akan mendampinginya selama lima tahun kedepan. Kursi Menteri Kesehatan

    diisi oleh Prof. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek, Sp. M, yaitu seorang oftalmologi dan guru besar FK UI.

    Pada kabinet Indonesia bersatu jilid 2, nama Nila juga santer disebut-sebut sebagi kandidat kuat

    Menteri Kesehatan. Beliau juga sempat mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSPAD, akan tetapi pada

    akhirnya muncul nama Endang yang terpilih menjadi Menteri Kesehatan dan ia ditunjuk oleh Presidena

    SBY sebagai utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (Millenium Development Goals).

    Kemampuan memimpin dibuktikan pada saat beliau berkesempatan memimpin Dharma Wanita

    Persatuan Pusat selama dua periode yaitu pada tahun 1999-2004 dan 2004-2009. Kemampaun untuk

    mengkoordinasikan banyak hal pada saat yang bersamaan, memiliki perspektif luas dan berpemikiran

    terbuka begitulah Prof. dr. Nila dikenal.

    Harapannya dengan berbagai modal pengalaman, pengetahuan dan kemampaun yang dimiliki

    oleh beliau akan membawa perubahan besar ke arah yang lebih baik bagi dunia kesehatan di Indonesia.

    Seperti halnya apa yang diungkapkan beliau pada salah satu surat kabar nasional, yaitu kesehatan

    memiliki peranan sangat penting bagi negara ini dan ia mengaku akan berfokus pada tenaga

    kesehatan. Semoga sosok Nila akan menjadi a new hope bagi dunia kesehatan Indonesia saat ini dan

    dimasa depan.

    Pesan untuk Pemuda Indonesia

    Prevalensi nasionalIndeks DMF-T berdasarkan Riskesdas 2013 menunjukkan angka 4,6 ,

    kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut masih kurang, persebaran tenaga dokter gigi

    yang belum merata, alat dan bahan yang mayoritas masih impor dari negara lain, kesiapan menghadapi

    AFTA 2015 dan berbagai permasalahan lainnya menjadi tanggung jawab kita bersama.

    Pemuda Indonesia harus optimis, pemuda Indonesia harus belajar merawat Indonesia,

    menghidupkan kembali Indonesia, dan menyalakan ke-Indonesia-an pada segenap jiwa dan raga.

    Pemuda Indonesia harus memiliki jiwa dan mental besar untuk tumbuh menjadi sutau bangsa yang

    besar, untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk kemudian menjadi dasar dan modal untuk

    berkontribusi membangun negeri yang lebih baik lagi. Khususnya bagi mahasiswa kesehatan dan lebih

    khusus bagi mahasiswa Kedokteran Gigi. Pembawa panji-panji perubahan bagi dunia kedokteran gigi

    yang masih banyak kekurangan dimana-mana.

  • Profile

    8

    Haaaaaai enamelita, ketemu lagi nih di rubrik profil penasaran ga siapa profil pada edisi

    kali ini, kali ini kita bakalan berkenalan dan ngupas tuntas mengenai dosen dosen baru

    kita