emulsi [compatibility mode]

Download EMULSI [Compatibility Mode]

Post on 07-Nov-2014

197 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

EMULSIT. N. Saifullah S. Laboratorium Teknologi Formulasi Fakultas Farmasi UGM

DEFINISI Alexander : Emulsi adalah suatu dispersiyang sangat halus dari suatu cairan ke dalam suatu cairan yang lain C Clayton ayto : Emulsi u s adalah ada a suatu syste system yang terdiri dari 2 fase cair, yang satu e d spe s da dalam a ya yang g lain a sebagai sebaga g globul obu terdispersi (butir(butir -butir kecil)

Mc. Mc Bain : Emulsi adalah suatu tetestetes-

tetes kecil cairan yang terdispersi dalam cairan yang lain dan dapat dilihat dibawah mikroskop P B P. Becher h :E Emulsi l i adalah d l h suatu t system t heterogen terdiri dari 2 cairan yang tidak b bercampur, yang satu t t terdispersi di i di dalam yang lain dalam bentuk tetestetest t k tetes kecil il yang mempunyai i diameter di t pada umumnya > 0,1 um

Dalam Bidang Farmasi : emulsi diartikan

sebagai campuran homogen 2 cairan yang dalam keadaan normal tidak dapat bercampur (fase air dan Fase minyak) dengan pertolongan suatu bahan penolong yang disebut emulgator

Advantages 1 Dapat menutupi bau dan rasa dari obat, 1. obat contoh: castor oil, codcod-liver oil, dll. 2. Dapat digunakan prolong the release of the drug /sustained release action. carbohydrates, , fats and vitamins 3. Essential nutrients like carbohydrates

can all be emulsified and can be administered to bed ridden patients as sterile intravenous emulsions. 4. Emulsions provide protection to drugs which are susceptible p to oxidation or hydrolysis y y . 5. Intravenous emulsions of contrast media have been developed to assist in diagnosis. 6 Emulsions are used widely to formulate externally used 6. products like lotions lotions, , creams creams, , liniments etc.

Dalam system y dispersi p : Cairan yang terdispersi Fase dispers/fase intern Cairan dimana terdapat fase dispers medium dispers/fase ekstern

Fase F b berair i : dapat d t berupa b air/campuran i/

sejumlah substansi hidrofil (alcohol, glikol, gula, gula garam mineral, mineral garam organik, organik dll.) dll ) Fase organik/berminyak : terdiri dari substansi lipofil ( Asam lemak, lemak alcohol asam lemak, lilin, zatzat-zat aktif liposoluble, dll.)

Pharmaceutical applications Oral administration (oils, vitamins, nutrients, drugs and as diagnostic agents) O/W tipe As dermatological vehicles for skin and mucous membranes (lotions, creams, etc.) Parenteral formulation (O/W and W/O, W/O depends on the route of injection and the intended use) ) O/W, administered by all the major parenteralroutes W/O, W/O for f i intramuscular l or subcutaneous b

Example Example: : carbohidrates, fats, vitamins, chylomicra,di diazepam, etc. etc t .

For delivery and targeting of drugs (controlled(controlled -released formulation) Improved gastrointestinal absorption by emulsification of drugs ( sulfonamides, sulfonamides phenytoin, griseofulvin, insulin ?, heparin ?) In cancer chemotherapy as vehicle for prolonging drug release after intramuscular or intratumoral injection j and enhancing g the transport of anticancer agents via the lymphatic system

Some Emulsion Products available in USA.

1. 1 Diprivan (Propofol Injectable emulsion)General anaesthetic

2. LIPOSYN II, III (INTRALIPID). Intravenous fatKeratoconjuctivitis

emulsion. Caloric agent, Total parenteral nutrition

3 3. RESTASIS S S S op ophthalmic a emulsion. e u s o (Cyclosporine) (Cy ospo e) 4. EMLA emulsion ( (Lidocaine and pvicocaine) p ) Apply pp y thicklayer on intact skin Topical anaesthetic

5. CYCLOCORT. Amcinonide ( (Topical p lotion and cream), )Topical steroid (management of f psoriasis psoriasis) ) B t i t ti skin Bacteriostatic ki cleanser l

6. PHISOHEX (Hexachlorophene) detergent cleanser,

Tipe emulsi : Tipe O/W Tipe W/O Tipe W/O/W Tipe O/W/O Mikroemulsi

Emulsi multiple (ganda)

Tipe O/W In this emulsion oil is the dispersed phaseand water is the dispersion medium. These emulsions are used mainly y for internal/oral use as bitter or disagreeable taste and odor of drugs g can be masked by y emulsification. Externally these emulsions are used for , lotions formulating non greasy creams creams, and liniments

Tipe pe W/O /O In this emulsion water is the dispersed phase orthe internal phase and oil is the dispersion medium or the external phase. They are mainly used externally as lotions and creams as the external layer of oil forms an occlusive layer y and p prevents the evaporation p of moisture from the surface of the skin. They y are also effective as cleansing g cream as they solubilize the oil soluble dirt from the surface. Example: Cold creams

Tipe p O/W/O / / and W/O/W / / Oil in water in oil (o/w/o) emulsion consists ofvery small droplets of oil dispersed in the water globules of water in oil emulsion Water in oil in water (w/o/w) emulsion consists of droplets of water dispersed in the oily phase of oil in water emulsion. Multiple emulsions are primarily used for formulating g sustained release dosage g forms as the drug entrapped in the innermost layer has to pass through the other two phases before being released l d for f absorption. b ti

Microemulsions Microemulsions are thermodynamicallystable t bl clear l isotropic i t i solution l ti of f oil, il water t and amphiphile (Emulsifying agent). They are homogeneous in nature. They contain globules having a diameter ranging from 0.1 to 100 micrometers. These emulsions appear as transparent solutions

STABILISASI BUTIRBUTIR-BUTIR TETESANDalam emulsi, butirbutir-butir tetesan (fase dispers) dapat distabilkan dg : Penurunan tegangan antar muka Terbentuknya T b t k l lapisan i ganda d listrik li t ik Terbentuknya film antarmuka

EMULGATOR Emulgator yang biasa digunakan, dpt di golongkan : Surfaktan Hidrokoloid Zat Padat halus yang terdispersi

SU SURFAKTAN Adalah : suatu zat yang mempunyai gugus hidrofil dan lipofil sekaligus dalam molekulnya molekulnya. l k l . Akan Ak b d di permukaan berada k cairan/antarmuka 2 cairan dg cara teradsorpsi. teradsorpsi . Gugus hirofil berada di bag bag. . Air sedang gugus lipofil di bag. bag. Minyak. Minyak.

Berdasarkan muatan yang dihasilkan jika zat ini terhidrolisa dalam air, maka surfaktan dapat di bagi jadi 4 Golongan : Surfaktan anionik Contoh : Na Na-lauril lauril-sulfat, NaNadioktilsulfosuksinat, , ester ortofosfat. Surfaktan Kationik Contoh : Cetrimide/CTAB, Dodecy pyridium iodide Surfaktan amfoterik Contoh : Lechitin, N N-dodecyl alanine Surfaktan non non-ionik Contoh : Gliserol monostearat, Tween, Span

HIDROKOLOID Menstabilkan emulsi dengan cara : membentuk lapisan kaku/rigid, bersifat viskoelastik pada permukaaan minyak minyak-air air. . Zat ini bersifat larut dalam air(menjadi koloid dengan adanya y air, , dan membentuk emulsi tipe p O/W / Prinsip mekanisme penstabilan emulsi tersebut : Pembentukan lapisan p kakukaku-viskoelastik p pada permukaaaan minyak minyak-air penaikan viskositas miliu pembentukan agregat dengan cara adsorpsi makromolekul yang sama pada permukaaan partikel dengan hubungan jembatan hidrokarbon

Contoh emulgator hidrokoloid :

GOM : Gom arab, arab tragakan Ganggang laut : AgarAgar-agar, alginat,caragen Biji Biji-bijian : Guar Gum Selulosa : CMC, MC Collagen : Gelatin Lain Lain-lain : polimer sintetik, protein

ZAT PADAT YANG G TERDISPERSI S S Agar dapat berfungsi sebagai emulgator, padatan harus mempunyai ukuran partikel ik l yang jauh j h lebih l bih kecil k il dari d i ukuran k f fase dispers dan mempunyai sifat pembasahan pada permukaan 2 cairan cairan. . Makin halus padatan, semakin baik sifat emulgatornya emulgatornya. . Contoh: - Mg, Al, Ca hidroksida Mg. Trisilikat Clay/tanah Cl / h liat l (bentonit, (b veegum, laponite) l ) emulsi tipe O/W Carbon hitam emulsiW/O /

PEMBUATAN EMULSI :Cara C ara pencampuran 1. Bila menggunakan surfaktan a surfaktan yang larut dalam minyak, a. minyak larutkan dalam minyak surfaktan yang larut dalam air, larutkan dalam air. i Campurkan, maka akan terbentuk sabun hasil rx. sebagai emulgator b. Fase minyak ditambah surfaktan (misal tween, span) ) dipanaskan 60 60-70 0 C, kemudian fase air ditambahkan porsi perporsi sambil diaduk sampai terbentuk emulsi, dan diaduk terus sampai dingin.

2.

Bila menggunakan hidrokoloid atau padatan d t yang terdispersi t di i a. Metode anglosaxon Dib at musilago Dibuat m silago antara anta a emulgator em lgato dengan bagian air, kemudian minyak dan air ditambah sedikit demi sedikit secara bergantian g sambil diaduk b. Metode Continental (4(4-2-1) Minyak 4 bagian ditambah gom 1 bagian dih dihomogenkan k d l dalam motir ti kering, k i k kemudian di ditambah 2 bagian air, diaduk hingga terjadi korpus p emulsi, , kemudian ditambah air sedikit demi sedikit sampai habis sambil diaduk. diaduk.

PENGAWETAN EMULSIPengawet sebaiknya mempunyai sifat : toksisitas rendah, stabil (dalam panas dan penyimpanan), dapat campur dengan bahan alin, alin efektif sebagai anti mikroba mikroba. . Selain itu emulsi juga dapat rusak karena oksidasi, maka dapat diberi antioksidan. antioksidan.

ALAT UNTUK PEMBUATAN EMULSISemua alat untuk pembuatan emulsi mempunyai karakteristik : - Memperkecil ukuran partikel dan sekaligus menghomogenkan campuran - Hanya H memperkecil k il ukuran k partikel tik l saja j

Pengaduk (mikser)Jenisnya beragam tergantung cari banyaknya volume, kekentalan dsb dsb. . Dapat menghomogenkan sekaligus memperkecil ukuran partikel. partikel. Efek menghomogenkan lebih dominan, penegcilan partikel terjadi karena benturan antara partikel dengan partikel yang lain serta dengan dinding dan pengaduk. pengaduk .

Terjadinya buih: Problema Cara mengatasi ? Untuk menghindari ini bisa dilakukana.l. :a. Dengan memasang 4 buffle dengan posisi 90o masing masing-masing m