emerging & re-emerging disease29

Download Emerging & Re-emerging Disease29

Post on 13-Nov-2015

28 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Presentasi ini memuat definisi emerging dan reemerging disease dan menyertakan pembahasan tentang definisi, etiologi, patogenesis, diagnosa, dan penanganan Flu Babi/Flu Meksiko (H1N1) sebagai contoh emerging disease.

TRANSCRIPT

EMERGING & RE-EMERGING DISEASE

EMERGING & RE-EMERGING DISEASESGD 29 Semester 7Fakultas Kedokteran UISU

Amatul Shafi Alfi SKENARIOTim Universitas Negeri Manado (Unima) choir akhirnya bebas dari penyebaran akhirnya kembali ke Indonesia setelah seluruh anggota tim dinyatakan bebas dari penyebaran virus H1N1 atau dikenal dengan flu babi saat berlaga di 2nd Asian Choir Games, Gyeongnam, Korea Selatan, 7-17 Juli 2009.

Unima Choir sendiri selama mengikuti lomba itu berada di INJE University Dormitory Gimhae. Tak hanya Unima, beberapa tim lainnya, seperti Tim Elfas Music School, Gorontalo Choir, dan Riau Choir, semoat masuk karantina.Definisi EMERGING DISEASEPenyakit yang:Belum pernah terjadi pada manusia sebelumnyaTelah terjadi sebelumnya tapi hanya mempengaruhi sejmlah kecil orang di tempat yang terisolasi (AIDS, Ebola Haemorrhagic Fever)Pernah terjadi selama sejarah manusia, tapi hanya baru dikenali sebagai penyakit yang jelas disebabkan oleh agen infeksius (Lyme disease, gastric ulcers)Contoh: Influenza (Flu Asia/avian influenza/flu spanyol, flu meksiko/flu babi, SARS, MERS Co-v, Ebola HF, E.coli 0157:H7, AIDS)

www.ncbi.nlm.gov/books/NBK20370/#!po54.7753Definisi RE-EMERGING DISEASEAdalah penyakit yang pernah menjadi problem kesehatan besar secara global atau di negara tertentu dan menurun/merosot secara drastis, tapi kembali menjadi problem kesehatan bagi sebagian proporsi dari populasi yang signifikan.Tuberkulosis: evolusi, mutasi genetik dari bakteri kausatif sehingga resisten antibiotikMalaria: plasmodium resisten obat dan nyamuk resisten pestisidaDifteri dan Pertussis: vaksinasi yang tidak memadai pada populasiwww.ncbi.nlm.gov/books/NBK20370/#!po54.7753

H1N1/Swine Flu/North America InfluenzaVirus ini awalnya diberi nama flu babi karena proses reassortment berlangsung pada tubuh babi.Bernard Vallat (Presiden OIE) pada 30 April 2009 mengatakan virus ini juga idup pada unggas, kuda, dapat pula pada manusia muncul usulan nama Influenza North AmericaWHO & FAO secara resmi menggunakan Penyakit Influenza A (H1N1) menggantikan istilah Flu Babi.Dirjen P2PL Departemen Kesehatan mengusulkan mengganti nama Flu Babi dengan sebutan Flu Meksiko (seperti sebuan Flu Spanyol, Flu Asia, Flu Hong Kong)EpidemiologiMaret dan April 2009, Meksiko mengalami influenza-like illness (ILI)12 April, General Directorate of Epidemiology (DGE) melaporkan wabah ILI di beberapa komunitas negara Veracruz ke the Pan American Health Organization (PAHO) yang mengacu pada International Health Regulations (IHR).23 April, beberapa kasus severe respiratory illness laboratory dikonfirmasi sebagai swine-origin influenza A (H1N1) virus (S-OIV) infection dikabarkan kepada PAHO.15 April 2009, Sequence analysis rmengungkapkan bahwa 2 orang pasien anak di Kalifornia terinfeksi S-OIV strain yang sama Laporan ini mendeskripsikan investigasi awal mula dan proses wabah S-OIV di Mexico.Source: www.cdc.goc2 Mei 2009 dilaporkan telah dijumpai virus A (H1N1) pada babi yang ditularkan dari manusia (reverse zoonosis) di Kanada (Reuter, 3 Mei 2009)Per 13 Juli 2009 menurut data Depkes RI jumlah pasien yang terjangkit H1N1 terdiri atas 43 orang laki-laki dan 21 orang perempuan (www.tempo.co)EtiologiVirus flu babi masuk dalam kelas influenza tipeAyakniVirus subtipe H1N1 yang bersumber dari 2 gen strain babi terdiri atas, 1 gen strain unggas dan 1 gen strain manusia (New Scientist, 24 Juni 2009)Mempunyai 2 tonjolan glikoprotein (spikes): Hemagglutinin (H), sebagai antigen utama yang berikatan pada reseptor SA pada sel hospes, dan Neuramidase (N), diperlukan untuk memecah hambatan ikatan reseptor dan membantu proses budding

Apabila virus influenza yang berasal dari beberapa spesies (unggas dan manusia) menginfeksi babi, di dalam tubuh babi virus-virus tersebut dapat mengalami mutasi dan membentuk subtipe baru.

Rute Transmisi

Zoonosis, inhalasi/kontak dengan babiBersifat airborne lewat aerosol droplet melalui batuk dan bersin (virus bersatu dengan cairan pernafasan membentuk gumpalan besar/tidak soliter)Kontak langsung (misal dari tangan penderita yang menggosok hidung/mata)

Gejala Klinis

Masa inkubasi virus H1N1 3 sampai 5 (rata-rata 1-7 hari). Gejala klinis (Influenza Like Ilness): suhu >38oCelcius, anoreksia & malaisegangguan pernafasan berupa batuk, bersin, susah bernafas, radang hidung, rinorea, dan pneumonia.Babi tertular biasanya malas bergerak, saling bertumpuk, demam (sampai 41,5oC), rhinitis, bersin, radang selaput mata (konjungtivitis) dan kehilangan berat badan, batuk hebat sampai punggung membusur, frekuensi nafas tinggi, susah bernafas, dan pernafasan abdominal. Beberapa berkembang menjadi bronkopenumonia dan akhirnya mati. Tingkat kefatalan kasus kurang dari 1%Diagnosis

Pencegahan

Pengobatan

Dosis TamifluDewasa: 75 mg 2 x sehari selama 5 hariAnak: 2 mg/kgBB 2x sehari selama 5 hariManajemen KesmasSurveillanceResearchCase managementMan powerPrevention and controlTerimakasih