Emerging Disease

Download Emerging Disease

Post on 14-Oct-2015

56 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kesehatan masyarakat

TRANSCRIPT

<p>www.healthstalker.blogspot.comSelasa, 30 November 2010Emerging and Re-emerging Disease:Menghadapi Masalah Pandemik </p> <p>Meskipun kemajuan luar biasa dalam penelitian medis dan perawatan selama abad 20, penyakit menular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia karena tiga alasan: (1) munculnya penyakit infeksi baru (emerging disease); (2) munculnya kembali penyakit menular lama (re-emerging disease), dan (3) intractable infectious disease.</p> <p>Emerging disease termasuk wabah penyakit menular yang tidak diketahui sebelumnya atau penyakit menular baru yang insidennya meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Re-emerging disease atau yang biasa disebut resurging disease adalah wabah penyakit menular yang muncul kembali setelah penurunan yang signifikan dalam insiden dimasa lampau. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dua permasalahan ini selalu muncul hampir disetiap tahunnya,yaitu : Evolusi dari microbial agent seperti variasi genetik, rekombinasi, mutasi dan adaptasi</p> <p> Hubungan microbial agent dengan hewan perantara (zoonotic encounter)</p> <p> Perubahan iklim dan lingkungan</p> <p> Perubahan prilaku manusia seperti penggunaan pestisida, penggunaan obat antimikrobial yang bisa menyebabkan resistensi dan penurunan penggunaan vaksin.</p> <p> Pekembangan industri dan ekonomi</p> <p> Perpindahan secara massal yang membawa serta wabah penyakit tertentu (travel diseases)</p> <p> Perang seperti ancaman penggunaan bioterorisme atau senjata biologis.</p> <p>Sudah banyak microbial agent( virus, bakteri, jamur) yang telah terindikasi menyebabkan wabah penyakit bagi manunsia dan juga memiliki karakteristik untuk mengubah pola penyakit tersebut sehingga menyebabkan wabah penyakit yang baru. Seperti yang dirilis dalam National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) yang membagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu :1. Grup I : Pathogen baru yang diakui dalam 2 dekade terakhir</p> <p>2. Grup II : Re-emerging pathogen</p> <p>3. Grup III : Pathogen yang berpontesial sebagai bioterorismePeningkatan dan penguatan di bidang pemantauan kesehatan masyarakat (public health surveillance) sangat penting dalam deteksi dini dan penatalaksaan emerging dan re-emerging disease ini. Pemantauan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan fungsi laboratorium klinis dan pathologis, pendekatan secara epidemiologi dan kesehatan masyarakat juga diperlukan dalam deteksi cepat terhadapat emerging dan re-emerging disease ini.</p> <p>WHO telah merekomendasikan kepada setiap negara dengan sebuah sistem peringatan dini (early warning system) untuk wabah penyakit menular dan sistem surveillance untuk emerging dan re-emerging disease khususnya untuk wabah penyakit pandemik. Sistem surveillance merujuk kepada pengumpulan, analisis dan intrepretasi dari hasil data secara sistemik yang akan digunakan sebagai rencana penatalaksaan (pandemic preparedness) dan evaluasi dalam praktek kesehatan masyakarat dalam rangka menurunkan angka morbiditas dan meningkatkan kualitas kesehatan(Center for Disease Control and Prevention/CDC). Contoh sistem surveillance ini seperti dalam kasus severe acute respiratory syndrome (SARS), di mana salah satu aktivitas di bawah ini direkomendasikan untuk harus dilaksanakan yaitu:1. Komprehensif atau surveillance berbasis hospital (sentinel) untuk setiap individual dengan gejala acute respiratory ilness ketika masuk dalam rumah sakit.</p> <p>2. Surveillance terhadap kematian yang tidak dapat dijelaskan karena acute respiratory ilness di dalam komunitas.</p> <p>3. Surveillance terhadap kematian yang tidak dapat dijelaskan karena acute respiratory ilness di lingkup rumah sakit.</p> <p>4. Memonitor distribusi penggunaan obat antiviral untuk influenza A , obat antrimicrobialdan obat lain yang biasa digunakan untuk menangani kasus acute respiratory ilnessFungsi utama dari sistem surveillance ini adalah :</p> <p>(1) Menyediakan informasi seperti pemantauan secara efektif terhadap distribusi dan angka prevalensi, deteksi kejadian luar biasa, pemantauan terhadap intervensi, dan memprediksi bahaya baru.</p> <p>(2) Melakukan tindakan dan intervensi.</p> <p>Sehingga diharapkan munculnya kejadian luar biasa yang bersifat endemik, epidemik dan pandemik dapat dihindari dan mengurangi dampak merugikan akibat wabah penyakit tersebut.</p> <p>Tindak lanjut dari hasil surveillance ini adalah pembuatan perencanaan atau yang lebih dikenal dengan pandemic preparedness. WHO merekomendasikan prinsip-prinsip penatalaksaan pandemic preparedness seperti yang tertera di bawah ini:1. Perencanaan dan koordinasi antara sektor kesehatan, sektor nonkesehatan, dan komunitas2. Pemantauan dan penilaian terhadap situasi dan kondisi secara berkelanjutan3. Mengurangi penyebaran wabah penyakit baik dalam lingkup individu, komunitas dan internasional4. Kesinambungan penyediaan upaya kesehatan melalui sistem kesehatan yang dirancang khusus untuk kejadian pandemik.5. Komunikasi dengan adanya pertukaran informasi-informasi yang dinilai relevan.</p> <p>Referensi:WHO.http://www.who.int/csr/disease/influenza/pipguidance2009/en/index.htmlWHO.http://www.aclu.org/pdfs/privacy/pemic_report.pdf</p> <p>NIAID.http://www.niaid.nih.gov/topics/Flu/understandingFlu/Pages/definitionsOverview.aspxWHO.http://www.who.int/csr/disease/influenza/pandemic/en/NIAID.http://www.niaid.nih.gov/topics/emerging/Pages/list.aspx</p> <p>jumat, 18 Februari 2011Emerging &amp; Re-emerging Disease </p> <p>Emerging Disease termasuk salahsatu penyakit yang telah muncul dalam suatu populasi untuk pertama kalinya, atau yang mungkin telah ada sebelumnya tetapi meningkat dengan pesat dalam kejadian atau dalam jarak geografis. Sedangkan,Re-emerging Diseaseatau yang biasa disebut resurging diseaseadalah wabah penyakit menularyang muncul kembali setelah penurunan yang signifikan dalam insiden dimasa lampau.Beberapafaktor,termasuk pengembanganekonomidanpenggunaan lahan, demografi dan perilaku manusia, dan perjalan internasional dan perdagangan, memberikan kontribusi pada penyakit emergence dan re-emergence.</p> <p>Sudah banyakmicrobial agent( virus, bakteri, jamur) yang telah terindikasi menyebabkan wabah penyakit bagi manusia dan juga memiliki karakteristik untuk mengubah pola penyakit tersebut sehingga menyebabkan wabah penyakit yang baru.Dalam National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID)terdapat list yang terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu: Grup I : Pathogen baru yang diakui dalam 2 dekade terakhir Grup II :Re-emergingpathogen Grup III : Pathogen yang berpontesial sebagai bioterorismePenting dilakukannya deteksi dini dan penatalaksaan emerging danre-emerging diseaseini dengan pemantauan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan fungsi laboratorium klinis dan pathologis, pendekatan secara epidemiologi dan kesehatan masyarakat.WHO telah merekomendasikan kepada setiap negara dengan sebuah sistem peringatan dini untuk wabah penyakit menular dan sistem surveillansuntuk emergingdan re-emerging diseasekhususnya untuk wabah penyakitpandemik.Sistemsurveilansberupa pengumpulan, analisis dan intrepretasi dari hasil data secara sistemik yang akan digunakan sebagai rencana penatalaksaan dan nantinya dievaluasi dalam praktek kesehatan masyakarat dalam rangka menurunkan angka morbiditas dan meningkatkan kualitas kesehatan.Surveilans berbeda dengan pemantauan (monitoring) biasa. Surveilans dilakukan secaraterus menerus tanpa terputus (kontinu), sedang pemantauan dilakukan intermiten atau episodik.Dengan mengamati secara terus-menerus dan sistematis maka perubahan-perubahankecenderungan penyakit dan faktor yang mempengaruhinya dapat diamati atau diantisipasi,sehingga dapat dilakukan langkah-langkah investigasi dan pengendalian penyakit dengan tepat.Tujuan khusus sistem surveilans: (1) Memonitor kecenderungan (trends)penyakit(2) Mendeteksi perubahan mendadak insidensi penyakit, untuk mendeteksi dini outbreak;(3) Memantau kesehatan populasi, menaksir besarnya beban penyakit (disease burden) pada populasi;(4) Menentukan kebutuhan kesehatan prioritas, membantu perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi program kesehatan;(5) Mengevaluasi cakupan dan efektivitas program kesehatan;(6) Mengidentifikasi kebutuhan riset</p> <p>Kiwijusje &gt; New Emerging Disease &amp; ReemergingDiseasePosted on November 15, 2010 New emerging disease adalah penyakit yang baru muncul di populasi dan perluasan host (misal dari hewan ke manusia) secara cepat yang berhubungan dengan peningkatan penyakit yang dapat terdeteksi. Yang disebut dengan reemerging disease adalah penyakit yang dulu ada dan kemudian hilang, dan sekarang kembali muncul.Penyakit penyakit new emerging disease dan reemerging disease yang terjadi di dunia adalah :HIV AIDS : penyakit ini telah menjadi pandemik selama lebih dari 20 tahun dan benar-benar menjadi emerging disease.Malaria : merupakan salah satu penyakit yang sebagian besar orang di negara maju tidak memikirkannya. Tetapi sekarang lebih dari 1 juta orang dengan malaria meninggal setiap tahunnya.Tuberkulosis : merupakan pembunuh mayor yang menyebabkan kematian sekitar 2 juta orang tiap tahunnya.Influenza : merupakan penyakit musiman / interpandemik. Pandemik terjadi karena paparan terhadap mikroba di saat tidak terdapat imunitas dasar di populasi. Beberapa strain yang dahulu sudah hilang, banyak yang mulai reemergingSARS : beberapa tahun yang lalu terdapat new emerging microbe yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah (severe acute respiratory syndrome SARS).Untuk mencegah kemunculan kembali suatu penyakit tertentu diperlukan perencanaan tindakan preventif dan promotif.www.scalpelscars.comnew emergingdiseasePosted on February 17, 2011 </p> <p>New Emerging diseaseEmerging viruses merupakan virus yang dalam prosesnya beradaptasi untuk membentuk host baru dan vice versa. Contoh dari emerging virus adalah : Myxoma virus (Rabbitpox), virus influenza dan virus corona.Dapat dikatakan emerging virus karena :- Merupakan penampakan virus baru dalam sebuah populasi- Berkembang secara cepat dalam membentuk host baru dengan meningkatkan korespondensi dalam deteksi penyakitEvolusi Virus- Mutasi- Rekombinasi- SeleksiReplikasi virus menghasilkan tingginya jumlah mutasi genetic virusVirus RNAAvian Influenza in Humans (Flu Burung)Virus influenza merupakan virus RNA yang termasuk dalam family Orthomyxoviridae. Asam nukleat virus ini beruntai tunggal, terdiri dari 8 segmen gen yang mengkode sekitar 11 jenis protein. Virus influenza mempunyai selubung yang terdiri dari kompleks protein dan karbohidrat. Viru ini mempunyai spikes (tonjolan) yang digunakan untuk menempel pada reseptor yang spesifik pada sel-sel hospesnya pada saat menginfeksi sel. Terdapat dua jenis spikes yaitu yang mengandung hemaglutinin dan neuraminidase yang terletak di bagian luar virion.Virus influenza mempunyai 4 jenis antigen yang terdiri dari protein nukleokapsid, hemaglutinin, neuraminidase, dan protein matriks.Berdasarkan jenis antigen nukleokapsid dan matriks protein virus influenza digolongkan menjadi virus influenza A, B dan C.- Virus influenza A sngat penting dalam bidang kesehatan karena sangat pathogen baik bagi manusia ataupun hewan yang menyebabkan angka kematian dan kesakitan meningkat diseluruh dunia. Virus ini sering menimbulkan pandemic karena mudahnya bermutasi baik berupa antigenic drift ataupun antigenic shift sehingga membentuk varian baru yang lebih pathogen.- Virus influenza B adalah jenis virus yang hanya menyerang manusia dan jarang sekali atau tidak menyebabkan wabah pandemic.- Virus influenza C bisa menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang,dan sama jarang sekali atau tidak menyebabkan wabah pandemic.Penularan atau transmisi dari virus influenza secara umum dapat terjadi melalui inhalasi, kontak langsung ataupun kontak tidak langsung. Kekhawatiran yang muncul dikalangan ahli genetika antara virus influenza burung dengan virus influenza manusia terjadi rekombinasi genetic, sehingga dapat menular antara manusia.Ada dua kemungkinan yang dapat menghasilkan subtype baru dari H5N1 yang dapat menular antara manusia ke manusia adalah:- Virus dapat menginfeksi manusia dan mengalami mutasi sehingga virus tersebut dapat beradaptasi untuk mengenali linkage RNA pada manusia atau virus burung tersebut mendapatkan gen dari virus influenza manusia sehingga dapat bereplikasi secara efektif didalam el manusia.- Jeni virus, baik avian ataupun vrus influenza tersebut dapat secara bersamaan menginfki manusia sehingga terjadi mix atau rekombinasi genetic, sehingga menghasilkan strain virus baru yang sangat virulen bagi manusia.PatogenesisMutasi genetic virus Avian influenza sering kali terjadi sesuai dengan kondisi dan lingkungan replikasinya. Mutasi gen ini tidak saja untuk mempertahankan diri tetapi juga dapat meningkatkan sifat patogenisitasnya.Penelitian terhadap virus H5N1 yang diisolasi dari pasien yang terinfeksi, menunjukan bahwa mutasi genetic pada posisi 627 dari gen PB2 yang mengkod ekspresi polymerase basic protein telah menghasilkan highly cleavable hemaglutinin glycoprotein yang merupakan factor virulensi yang dapat meningkatkan aktivitas replikasi virus H5N1 dalam sel hospesnya.Infeksi viru H5N1 dimulai ketika virus memasuki sel hospes setelah terjadi penempelan spikes virion dengan reseptor spesifik yang ada di permukaan sel hospesnya. Virion akan menyusup ke sitoplasma sel dan akan mengintegrasikan materi genetiknya didalam inti sel hospesnya, dan dengan menggunakan mesin genetic dari sel hospesnya, virus dapat bereplikasi membentuk virion-virion baru, dan virion ini dapat menginfeksi kembali sel-sel di sekitarnya. Dari beberapa hasil pemeriksaan terhadap specimen klinik yang diambil dari penderita ternyata avian influenza H5N1 dapat bereplikasi di dalam sel nasofaring dan didalam sel gastrointestinal. Virus H5N1 ini juga dapat ditemukan di dalam darah, cairan cerebrospinal dan tinja pasien (WHO, 2005).Fase penempelan (attachment) adalah fase yang paling menentukan apakah virus bisa masuk atau tidak kedalam sel hospesnya untuk melanjutkan replikasinya.Gejala KlinikMasa inkubasi virus H5N1 yaitu sekitar 2-4 hari setelah terinfeksi, namun berdasarkan hasil laporan belakangan ini masa inkubasinya bsa mencapai antara 4-8 hari.Sebagian pasien memperlihatkan gejala awal berupa demam tinggi (&gt;380 C) dan gejala flu serta kelainan saluran nafas. Gejala lain yang dapat timbul adalah diare, muntah, sakit perut, sakit pada dada, hipotensi, dan juga dapat terjadi perdarahan dari hidung dan gusi. Gejala sesak nafas mulai muncul setelah 1minggu berikutnya.Gejala klinik dapat memburuk dengan cepat yang biasanya ditandai denganpneumonia berat, dyspnea, tachypnea, gambaran radiograpgy yang abnormal seperti diffuse, multifocal, patchy infiltrate, interstisial infiltrate, dan kelainan segmental atau lobular.Gambaran lain yang juga sering dijumpai berdasarkan hasil laboratorium adalah leucopenia,, lymphopenia, trombositopenia, peningkatan aminotransferase, hyperglycemia, dan peningkatan kreatinin.Diagnosis LaboratoriumPenderita yang terinfeksi H5N1 pada umumnya dilakukan pemeriksaan specimen klinik berupa swab tenggorokan dan...</p>