eksplorasi umum logam jarang (ree) timah di kabupaten tapanuli

Download eksplorasi umum logam jarang (ree) timah di kabupaten tapanuli

Post on 31-Dec-2016

217 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PROSIDING HASIL KEGIATAN PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI TAHUN 2011

    II.25BUKU 2 : BIDANG MINERAL

    EKSPLORASI UMUM LOGAM JARANG (REE) TIMAH DI KABUPATEN TAPANULI UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA

    Oleh :

    Kisman dan Wahyu Widodo

    Kelompok Penyelidikan Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi

    SARI

    Eksplorasi umum mineral logam tanah jarang (REE) di Kabupaten Tapanuli Utara merupakan tindak lanjut dari kegiatan eksplorasi umum logam langka yang telah dilakukan oleh Tim Pusat Sumber Daya Geologi pada daerah Kecamatan Parmonangan dan Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2009. Metoda penyelidikan ini meliputi pemetaan, pengeboran dengan hand auger, pengm-bilan conto batuan dan analisis laboratorium terdiri dari analisis kimia unsur, major element, petrografi, mineragrafi, XRD serta pengolahan data.

    Pada penyelidikan ini difokuskan pada pemercontoan laterit granit berjumlah 112 conto menggunakan hand auger, sedangkan jenis conto lainnya sebagai penunjang dalam kelengkapan laporan di daerah penye-lidikan.

    Hasil dari kegiatan pemetaan dapat disimpulkan bahwa di daerah penyelidikan terdapat empat satuan batuan yaitu : satuan batuan termetakan, satuan batuan granit, satuan andesit dan satuan batuan tufa. Dari analisis major element dapat diketahui jenis granit di daerah penyelidikan termasuk pada kategori granit ser-ilmenit atau granit tipe-S. Keterdapatan batuan granit kategori tipe-S, sumberdaya mineral logam yang dapat diharapkan selain logam tanah jarang adalah logam timah (Sn).

    Hasil perhitungan berdasarkan volumetrik sederhana endapan REE dengan tiga blok sebesar 1.639.302 m3, rata-rata berat jenis 2,7gr/cm3 maka endapan REE di daerah penyelidikan sebesar 4.426.115,4 ton. Kandungan unsur yang signifikan ditunjukkan untuk Ce (600 ppm 1400 ppm), La (400 ppm 1000 ppm) dan Pr (600 ppm 1400 ppm), sedangkan unsur lainnya umumnya kurang dari 100 ppm. Total kandun-gan logam langka ( REE + Y) berkisar 0,20 % - 0,47 % dinilai pada batas bawah kadar ekonomis yang berkisar 0,5 2 %.Kata kunci : Eksplorasi umum, logam tanah jarang, granit tipe-I, granit tipe-S.

  • PROSIDING HASIL KEGIATAN PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI TAHUN 2011II.25

    BUKU 2 : BIDANG MINERAL

    PENDAHULUAN

    Eksplorasi umum mineral logam tanah jarang (REE) di Kabupaten Tapanuli Utara merupa-kan tindak lanjut dari kegiatan eksplorasi umum logam langka yang telah dilakukan oleh Tim Pusat Sumber Daya Geologi pada tahun 2009. Menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut, maka tahun anggaran 2011 dilakukan kegia-tan pengeboran dengan hand auger di daerah penyelidikan untuk mendapatkan data yang lebih baik.

    Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumber daya logam tanah jarang dan mineral ikutannya sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah setempat dalam mengelola sumber daya mineral pada perencanaan pengembangan wilayah pertam-bangan.

    Secara administrasi daerah penyelidikan ter-masuk ke dalam wilayah Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara (Gambar 1).

    METODOLOGI

    Pemetaan geologi dengan pengamatan ter-hadap singkapan batuan agar dapat dilakukan pengelompokkan satuan-satuan batuannya. Pengambilan conto batuan termineralisasi untuk keperluan analisis kimia unsur, baik petrologi maupun mineragrafi, bahkan batuan granit yang masih fresh pun diambil guna anali-sis major element. Pembuatan sumur uji untuk mengetahui profil tanah ke arah dalam lebih jelas lagi sekaligus pengambilan conto den-gan metoda channel sampling. Pendulangan

    konsentrat mineral berat, dimaksudkan untuk mengetahui keterdapatan kandungan mineral berat yang sudah terlepas akibat pelapukan dan tertransportasi oleh media air.

    Pengeboran dengan hand auger, untuk pen-gambilan conto tanah ke arah dalam yang mendekati horizon C (saprolit). Pengeboran dengan bor bangka, untuk pengambilan conto material lepas dan terendapkan secara per-manen pada daerah-daerah meander sungai di pedataran, conto yang diperoleh berupa konsentrat pasir setelah didulang. Pengola-han data geokimia menggunakan Program Rockworks14 sehingga dapat menggambarkan sebaran lateral dari masing-masing unsur REE. Perhitungan sumberdaya terunjuk menggu-nakan perkalian bentuk volumetrik sederhana.

    GEOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN

    Morfologi daerah penyelidikan dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu morfologi perbuki-tan bergelombang sedang dengan ketinggian berkisar 1000 -1200 meter dan perbukitan ber-gelombang tinggi dengan ketinggian antara 1300-1650 meter dari permukaan laut. Nama bukit secara lokal di bagian utara daerah penyelidikan bernama Bukit Siimbo dengan ketinggian 1300-1450 meter, sedangkan di bagian selatan bernama Bukit Siliolio dengan ketinggian berkisar 1450-1650 meter. Morfologi perbukitan bergelombang sedang di daerah Kecamatan Parmonangan (Foto 1).

    Aliran sungai utama mengalir ke arah utara-barat dengan nama Sungai Boltak yang bergabung dengan Aek Sibundong. Stratigrafi daerah penyelidikan terdiri dari :

  • PROSIDING HASIL KEGIATAN PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI TAHUN 2011 II.25

    BUKU 2 : BIDANG MINERAL

    Satuan Batuan Metasedimen

    Satuan batuan ini diperkirakan lebih tua dari satuan granit karena fakta di lapangan terli-hat satuan batuan metamorf telah mengalami mineralisasi diduga akibat terobosan satuan batuan granitnya. Mineral yang teramati pirit dan mineral sulfida lainnya.

    Satuan Batuan Andesit

    Satuan batuan ini menempati daerah bagian timur dari blok peta kerja secara lokal pun penyebarannya cukup signifikan. Di beberapa tempat satuan batuan andesit ditemukan telah mengalami ubahan dengan mineralisasi sulfida pirit yang tersebar. Batuan andesit di tempat lain ditemukan dalam singkapan sebagai retas-retas yang menerobos satuan batuan granit .

    Satuan Batuan Granit

    Satuan batuan ini hampir mendominasi bagian tengah hingga mendekati ujung barat dari blok peta daerah penyelidikan. Satuan batuan granit yang sudah mengalami pelapukan kuat sehingga tanah residunya cukup tebal. Bagian dari granit yang lapuk terlihat mineral feldspar yang berubah menjadi kaolinit. Granit pegmatit dengan fenokris feldspar berukuran relatif lebih besar dan fresh tersingkap di bagian selatan.

    Satuan Piroklastik Toba (Tufa Toba)

    Penyebaran satuan batuan hampir disemua bagian daerah penyelidikan, berwarna abu-abu terang, mengandung fragmen batuapung berukuran mencapai diameter 10 cm. berkom-posisi riodasit, bergradasi menjadi makin

    kompak di bagian bawah satuan, terdapat struktur aliran. Satuan ini diperkirakan beru-mur Kuarter, merupakan aliran piroklastik hasil aktifitas Gunungapi Purba Toba.

    Struktur geologi di daerah penyelidikan secara lokal sulit dikenali karena tidak jelas ciri-ciri jejaknya sebab tertutup oleh tanah hasil pelapukan. Hanya beberapa singkapan batuan yang dijumpai di bagian selatan diduga telah terjadi sesar normal Foto 16. Sedangkan bila dilihat dari morfologi dengan kelurusan-kelu-rusan yang ada merupakan jejak sesar normal (Foto 17). Secara umum lebih banyak struktur sinklin dan antiklin pada batuan metasedimen di bagian selatan daerah penyelidikan (Gambar 2).

    ANALISIS DAN HASIL

    Hasil analisis mineralogi butir yang menjadi perhatian berkaitan dengan penyelidikan logam tanah jarang (LTJ) adalah pada kehadirannya mineral zirkon. Dari conto setiap lubang dapat dilihat bahwa sangat bervariasi sekali kehad-iran mineral zirkon, yaitu berkisar antara 0,39% - 12,8%. Hal ini mengindikasikan bahwa min-eral zirkon dalam endapan aluvial berarti ada kemungkinan sumber primernya di lokasi yang lebih tinggi dalam bentuk tanah laterit ataupun endapan residu.

    Hasil analisis kimia dari conto sumur uji den-gan pengambilan secara channel sampling disajikan pada tabel 1.

  • PROSIDING HASIL KEGIATAN PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI TAHUN 2011II.25

    BUKU 2 : BIDANG MINERAL

    Hasil analisis kimia conto batuan dari parit uji kadar unsurnya sangat bervariasi. Unsur cerium dan praseodymium tertinggi 887 ppm dan 1311 ppm pada conto TU 01TR6, kadar timah (Sn) tertinggi sebesar 240 ppm pada conto TU 01TR4. Sedangkan kadar alumunium (Al) tertinggi 17,98% pada conto TU 01TR3. Unsur-unsur yang memiliki kadar minimal 10 ppm di sajikan dalam Tabel 2.

    Hasil analisis petrografi

    Terdapat 15 conto batuan yang dianalisis petro-grafi menunjukkan ada enam jenis batuan yang terdapat di daerah penyelidikan. Kelompok bat-uan tersebut antara lain granit, granit milonit, andesit terubah, genes, sekis dan tufa kristalin. Gambar di bawah menunjukkan fotomikrograf jenis batuan yang terdapat di daerah penyelidi-kan (Foto 3).

    Hasil analisis mineragrafi

    Terdapat sepuluh conto batuan yang terminer-alisasi dilakukan analisis mineragrafi. Mineral yang teridentifikasi sebagian besar berupa minaeral pirit dan satu conto terdapat mineral kakopirit (TU01TR4).

    Di bawah mikroskop cahaya pantul, mineral logam yang teridentifikasi adalah pirit dan kalkopirit yang nampak tersebar berukuran hingga + 1 mm, dan hydrous iron oxides yang merupakan hasil ubahan dari pirit (Foto 4 dan 5).

    Hasil analisis X-ray Difraction (XRD)

    Analisis XRD pada conto tanah (pelapukan

    batuan granit) yang terdapat di daerah penye-lidikan adalah untuk mengetahui jenis mineral lempung secara umum. Terdapat enam conto yang dilakukan analisis XRD (Tabel 3).

    Hasil analisis major elements

    Analisis major element dipergunakan untuk menentukan jenis batuan granit di daerah penyelidikan. Selanjutnya untuk membedakan dua tipe batuan granit tersebut ditentukan salah satunya adalah dengan menghitung perbandin-gan molar (molar ratio) : Al2O3/(Na2O+K2O+CaO), data analisis dan hasil perhitungan disajikan pada Tabel 4

    Pengolahan data analisis kimia tanah

    Pada Program Rockworks14 input datanya berupa koordinat conto, batas daerah berup

Recommended

View more >