efektivitas penggunaan jintan hitam (nigella sativa · pdf filepenyembuhan luka, baik sebagai...

Click here to load reader

Post on 12-Mar-2019

230 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JINTAN HITAM (Nigella sativa)

DALAM PROSES PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA

SETELAH PENCABUTAN GIGI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat

mendapatkan gelar sarjana Kedokteran Gigi

MENTARI SYAHIRAH YUSUF

J 111 09 127

BAGIAN ILMU BEDAH MULUT

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2014

ii

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JINTAN HITAM (Nigella sativa)

DALAM PROSES PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA

SETELAH PENCABUTAN GIGI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat

mendapatkan gelar sarjana Kedokteran Gigi

Mentari Syahirah Yusuf

J111 09 127

UNIVERSITAS HASANUDDIN

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

MAKASSAR

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Efektivitas Penggunaan Jintan Hitam (Nigella Sativa) dalam Proses

Percepatan Penyembuhan Luka Setelah Pencabutan Gigi

Oleh : Mentari Syahirah Yusuf / J 111 09 127

Telah Diperiksa dan Disahkan

Pada Tanggal

Oleh :

Pembimbing

drg. Nasman Nur Alim, Ph.D

NIP : 196108121990021002

Mengetahui,

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Hasanuddin

Prof.drg.H. Mansjur Nasir,Ph.D

NIP. 195406251984031001

iv

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala, atas segala nikmat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Efektivitas penggunaan jintan hitam (Nigella sativa) dalam proses percepatan

penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Salam dan shalawattak lupa penulis

panjatkan kepada rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, yang menjadi teladan

terbaik sepanjang masa. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai

gelar sarjana Kedokteran Gigi.Selain itu skripsi ini diharapkan dapat memberikan

manfaat bagi pembaca dan peneliti lainnya untuk menambah pengetahuan dalam

bidang bedah mulut.

Dalam skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan, bantuan dan

dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin

menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Prof. drg. Mansjur Natsir, Ph.D selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi

dan Penasehat Akademik penulis atas bimbingan, perhatian, nasehat dan

dukungan selama perkuliahan.

2. Drg. Nasman Nur Alim, Ph.D selaku dosen pembimbing yang telah

bersedia meluangkan waktu untuk membimbing, mengarahkan, dan

memberi nasehat penulis dalam membuat skripsi ini.

v

3. Untuk Mama, Mama, Mama Dr. Zohra Hasyim, M.Si dan Bapak M.

Yusuf Badong, ST, saudara-saudaraku tercinta M. Hatta Hidayatullah,

A.Md dan Mutaharrik Pallimae, SH, serta keluarga besar Hasyim

Daeng Romo yang telah memberikan doa, materi dan kasih sayang serta

motivasi yang tiada hentinya.

4. Saudariku di Ummu Syuraiq dan Kak Siti Wahyuningsih,di As-

shobirot dan Kak Syahidah Ummu Ahmad, di Darul Asnaan, di MPM

Unhas, di FSUA yang telah banyak memberikan nasehat spiritualnya dan

semangat untuk terus berjuang, Uhibbukifillah.

5. Teman-temanku tercinta Astri. Mardhiyah, Fathhiyah, Tri, Rini, Kak

Ayu, Akmalia, Ervin, Aisyah dan seluruhInsisal yang telah memberikan

motivasi untuk selalu semangat dalam menyelesaikan skripsi dan sarjana

ini.

6. Kakak-kakakku yang ku hormati Mamelon 2007 dan Halitosis 2008.

Adik-adikku tercinta Atrisi 2010 dan Oklusal 2011

7. Seluruh staf perpustakaan FKG UNHAS dan staf bagian Bedah Mulut

yang telah banyak membantu penulis.

Tiada imbalan yang dapat penulis berikan selain mendoakan semoga bantuan dari

berbagai pihak diberi balasan oleh Allah Subhanahu Wa Taala, Jazakallahu

khairan katsiran.

Akhirnya dengan segenap kerendahan hati, penulis mengharapkan agar

kiranya tulisan ini dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran dan peningkatan

vi

kualitas pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi ke depannya, juga dalam usaha

peningkatan perbaikan kualitas kesehatan Gigi dan Mulut masyarakat. Amin

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar, Desember 2014

Penulis

vii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .. i

HALAMAN PENGESAHAN . iii

KATA PENGANTAR .. iv

DAFTAR ISI . vii

DAFTAR TABEL . x

BAB

I . PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG .... 1

1.2 RUMUSAN MASALAH . 4

1.3 TUJUAN PENELITIAN . 5

1.4 MANFAAT PENELITIAN.. 5

II. TINJUAN PUSTAKA

2.1 PENYEMBUHAN LUKA .., 6

2.1.1 Pengertian luka .... 6

2.1.2 Fase penyembuhan luka .. 7

2.1.2.1 Fase inflamasi . 8

viii

2.1.2.2 Fase proliferasi . 10

2.1.2.3 Fase maturasi .. 12

2.1.3 faktor-faktor yang dapat memperlambat penyembuhan . 13

2.1.3.1 Faktor-faktor lokal yang merugikan pada tempat luka .. 14

2.1.3.2 Faktor-faktor patofisiologi imun . 17

2.1.3.3 Pengaruh fisiologis dari proses penuaan normal 19

2.1.3.4 Faktor-faktor psikososial 20

2.1.3.5 Pengaruh merugikan dari terapi lain. 21

2.1.3.6 Penatalaksanaan luka yang tidak tepat 21

2.2 PENCABUTAN GIGI .. 21

2.3 NIGELLA SATIVA . 24

2.3.1 Taksonomi . 24

2.3.2 Deskripsi tumbuhan 24

2.3.3 Biji jintan hitam 27

2.3.4 Sejarah tumbuhan .... 29

2.3.5 Kualitas jintan hitam Indonesia 33

2.3.6 Fitokimia Nigella sativa 34

2.2.7 Kandungan biji Jintan hitam (Nigella sativa) .. 35

III. KERANGKA KONSEP . 45

IV. METODE PENELITIAN

4.I RANCANGAN PENELITIAN .. 46

4.2 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN .... 46

4.3 SUBJEK PENELITIAN.. 47

ix

4.4 METODE PENGAMBILAN SAMPEL...... 47

4.5 JUMLAH SAMPEL. 47

4.6 VARIABEL PENELITIAN. 48

4.7 DEFINISI OPERASIONAL ........ 48

4.8 KRITERIA PENELITIAN........ 49

4.9 ALAT DAN BAHAN PENELITIAN.. 49

4.10 DATA 49

4.11 PROSEDUR PENELITIAN. 49

4.12 ALUR PENELITIAN ............ 50

V. HASIL PENELITIAN 51

VI. PEMBAHASAN .. 54

VII.PENUTUP

7.1 SIMPULAN . 58

7.2 SARAN 59

DAFTAR PUSTAKA ..... 60

LAMPIRAN 62

x

DAFTAR TABEL

TABEL 5.1. Tabel distribusi sampel menurut jenis kelamin ..... 51

TABEL 5.2. Tabel distribusi sampel menurut kelompok umur ....... 52

TABEL 5.3. Tabel distribusi perbedaan lama penyembuhan luka pada sampel yang

diberi Nigella sativa dan tidak diberi Nigella sativa setelah pencabutan gigi 53

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pencabutan gigi merupakan tindakan yang umum dilakukan dalam praktik

kedokteran gigi sehari-hari. Pencabutan gigi akan meninggalkan soket gigi dan

menimbulkan luka pada jaringan lunak disekitarnya yang pada umumnya lama

sembuhnya. Luka pencabutan yang lama penyembuhannya menimbulkan keluhan

dari penderita yang telah dicabut giginya antara lain adanya rasa sakit,

perdarahan, pembengkakan, gangguan fungsi pengunyahan, gangguan fungsi

bicara bahkan dapat terjadi infeksi. Bila penatalaksanaan percepatan

penyembuhan luka tidak diperhatikan dengan serius akan mengakibatkan

gangguan penyembuhan luka menjadi lebih besar.1

Komplikasi akibat pencabutan gigi merupakan hal yang biasa menimbulkan

keluhan dan gangguan pada penderita. Berbagai cara telah dicoba untuk mencegah

dan menanggulanginya, antara lain dengan memberikan obat obatan baik secara

topikal maupun secara sistemik kedalam luka pasca pencabutan gigi. Beberapa

peneliti berpendapat bahwa penggunaan obat pasca pencabutan gigi dapat

mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan seringkali juga diharapkan

dapat mempercepat proses penyembuhan luka.2

2

Penyembuhan luka yang normal merupakan suatu proses yang kompleks

dan dinamis, tetapi mempunyai suatu pola yang dapat diprediksi. Proses

penyembuhan luka dapat dibagi menjadi tiga fase pokok yaitu fase hemostatis dan

inflamasi, fase ploriferasi, fase maturasi dan remodeling. Fase-fase ini terjadi

saling bertindihan (overlapping), dan berlangsung sejak terjadinya luka, sampai

tercapainya resolusi luka.3

Luka adalah rusaknya kesatuan atau komponen jaringan, secara spesifik

terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Kolagen adalah jenis protein

yang paling banyak terdapat pada tubuh manusia dan berperan dalam memberikan

kekuatan dan bentuk pada jaringan serta dibutuhkan pada tiap fase penyembuhan

luka.4

Mekanisme yang pasti dari interaksi kolagen sepenuhnya belum diketahui

secara jelas, tetapi data yang pasti menunjukkan bahwa interaksi kolagen dan

trombosit merupakan tahap pertama terjadinya proses penyembuhan yaitu proses

hemostasis. Pada fase proliferasi kolagen berperan untuk memberi kekuatan pada

jaringan baru, dengan cara prokolagen yang membelah menjadi tropokolagen,

kemudian berturutturut menyusun struktur filamen, fibril, hingga kemudian

menjadi sabut kolagen. Cross-link kolagen

View more