edisi 29 maret 2016 |

Click here to load reader

Post on 27-Jul-2016

489 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Headline : Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Perjuangan Krama Bali Melawan Keserakahan

TRANSCRIPT

  • Pengemban Pengamal Pancasila TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

    Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com

    E-mail: balipost@indo.net.id

    20 HALAMAN NOMOR 215 TAHUN KE 68

    terbit sejak 16 agustus 1948Perintis: k. nadhaHARGA LANGGANAN Rp 90.000ECERAN Rp 4.000

    selasa pon, 29 maret 2016

    balipost (112 rb Like)http://facebook.com/balipost

    @balipostcom (3,9rb Follower)http://twitter.com/balipostcom

    @balipostcomhttp://instagram.com/balipostcom

    Krama Bali harus terus berjuang untuk mengakhiri keserakahan manu-sia atas alam Bali. Kebijakan investasi dengan cara-cara mengubah wajah alam Bali harus terus dilawan dengan kekuatan, doa dan perjuangan spiritual. Krama Bali juga harus menuntut tang-gung jawab moral pejabat di Bali, pejabat pusat dan elite politik yang sering men-jadikan Bali sebagai taksu untuk meraih kekuasaan.

    I Nyoman Mudita, Senin (28/3) kemarin, mengatakan saatnya Bali menuntut ke-pada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas rencana reklamasi Teluk Benoa ini. Investasi ini selain menentang kekuasaan

    alam juga sangat melecehkan keyakinan umat Hindu. Kami sebagai krama Bali sangat mendukung perjuangan desa adat untuk melawan keserakahan di tanah Bali, ujar pengusaha perak tersebut.

    Ia mengatakan saat ini ada kesan, keti-ka rakyat Bali berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa, rakyat Bali kehilangan wakil rakyat dan penguasa. Mudita yang juga pengusaha emas dan perak di Bali ini bahkan mendesak agar pejabat pusat dan elite partai yang sering menjadikan Bali sebagai taksu untuk memohon kekuasaan dan jabatan saatnya berbuat untuk Bali. Hal.19alam Bali

    Saya berharap politisi PDI-P yang mendapat kepercayaan besar di Bali menjadi pionir dalam menyuarakan aspirasi rakyat Bali. Jangan diam. Politisi PDI-P mestinya menjadi motor untuk mendukung perjuangan krama Bali.

    I Nyoman MuditaKrama Bali

    Tolak Reklamasi Teluk Benoa

    Perjuangan krama bali Melawan keserakahanJangan mengaku berada di tengah-tengah masyarakat tanpa keputusan. Sikap semacam ini tak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan Bali. Ja-ngan karena kepentingan-kepen-tingan terselubung, pemimpin Bali sampai mengingkari tang-gung jawabnya sebagai penga-yom krama Bali.

    Suparta DjelantikDosen Pascasarjana UNR

    Jakarta (Bali post) -Kerusuhan dan pembakaran di Rumah

    Tahanan Negara (Rutan) Melabero, Beng-kulu, Jumat (25/3) malam, menewaskan lima napi. Semuanya berada dalam satu sel. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso mengatakan, kerusuhan dan pembakaran itu merupakan upaya menghilangkan barang bukti. Saat kita akan melakukan penggeledahan bekerja sama dengan Polres dan Polda setempat. Kita menemukan lagi beberapa pelaku di lapas itu, para narapidana di antaranya melawan den-gan maksud untuk menghilangkan barang bukti, kata Budi, Senin (28/3) kemarin.

    Peristiwa kerusuhan di Lapas Bengkulu tersebut bukan merupakan hal yang spontan dilakukan oleh beberapa narapidana, tetapi merupakan hal yang direncanakan oleh jaringan di lapas tersebut. Mereka mau membakar barang bukti di kamar nomor 4, tetapi api menyambar ke bagian yang lain-nya. Ini bukti bahwa aturan di lapas tidak di-laksanakan dan jangan bilang keterbatasan personelnya sebagai pembenaran dengan

    tidak melaksanakan protap, kata Budi.Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah men-

    gakui kelebihan kapasitas di Lapas Bengku-lu, dialami hampir semua lapas termasuk di lapas yang ada di ibu kota Jakarta. Masalah overkapasitas menjadi persoalan utama sebagian besar lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Di sisi lain, rasio jumlah petugas jaga sangat minim dibanding warga binaan yang dijaga. Selain itu, kebijakan hukum di Indonesia dinilai masih men-gutamakan penghukuman pidana penjara sebagai satu-satunya cara untuk membina pelaku kriminal.

    Fahri mengingatkan, jangan sampai kerusuhan dan pembakaran lapas oleh napi yang melakukan aksi perlawan terhadap petugas jaga terus terulang. Sebab, hanya akan menjadikan bom waktu bagi pemerin-tah. Karena kelebihan kapasitas itu sudah sangat akut hingga 100 persen, bahkan terkadang di satu lapas ada yang kelebihan-nya mencapai 200 persen. Hal.19pelaku Kejahatan

    Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutag-alung kepada wartawan mengatakan, Beritanya begitu. Katanya ke Malaysia. Masih belum tahu, apakah ada di Indonesia atau di luar negeri. Sebelumnya, Maruli Hutagalung mengatakan bahwa penjemputan paksa dilakukan setelah tersangka La Nyalla tiga kali tidak hadir untuk proses penyidikan di kantor Kejati Jatim. Hal.19pembelian saham

    Jakarta (Bali post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

    meminta Kementerian Pemuda Olahraga agar penyimpangan pembangunan kom-pleks Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak terjadi lagi. Ada beberapa catatan dari KPK, mohon kesalahan pe-nyimpangan prosedur seperti dulu jangan sampai terulang kembali, makanya kita hadirkan Deputi BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Pak Bin-sar (Simanjuntak) untuk memberikan pendampingan sejak awal, kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto, Senin (28/3) kemarin.

    Gatot menemui Wakil Ketua KPK Saut Situmorang untuk meminta restu KPK melanjutkan pembangunan kompleks P3SON Hambalang. Kami tadi belum bahas soal anggaran karena yang jadi concern KPK mengenai aspek teknik, jadi ada pergerakan tanah yang akibatnya longsor. Jadi secara sekilas disampaikan Kepala Litbang PU yang intinya adalah (Hambalang) itu sedang diteliti, kata Gatot.

    Sementara kontraktor dalam pengem-bangan Hambalang tergabung dalam Kerja Sama Operasional PT Adhi Karya dan Wijaya Karya (Wika), menurut Gatot, sudah melakukan perhitungan di mana hingga saat ini pemerintah masih beru-tang Rp 200 miliar. (ant)

    Kerusuhan Lapas Upaya Hilangkan Barang Bukti

    kejati jatim gagal jemput

    Paksa La nyalla

    KPK Minta Pemerintah Tidak Ulangi

    Kasus HambalangJakarta (Bali post) -

    Pengebom bunuh diri, Minggu (27/3), menewaskan sedikitnya 65 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, di sebuah taman di Lahore dalam seran-gan yang diklaim oleh faksi Taliban Pakistan yang mengatakan telah menyasar umat Kristen. Lebih dari 300 orang lainnya terluka, kata para pejabat.

    Ledakan terjadi di area parkir Taman Gulshan-e-Iqbal dekat ayunan anak-anak. Taman itu adalah tempat populer bagi anggota komunitas Kristen di Lahore, banyak dari mereka telah pergi ke sana untuk merayakan liburan akhir pekan Paskah.

    Inspektur Polisi Mustansar Feroze mengatakan, sebagian besar korban jiwa adalah wanita dan anak-anak. Faksi Taliban Jamaat-ul-Ahrar mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Mar-sudi memastikan hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Menlu Retno menjelaskan, sejak peristiwa bom yang terjadi pada Minggu (27/3) sore waktu setempat atau pukul 22.00 WIB, pihaknya melakukan komunikasi intensif dengan Duta Besar Indonesia di Islamabad, ibu kota Pakistan.

    Yang saya laporkan kepada Presiden adalah satu bahwa tidak ada warga negara Indonesia sejauh ini yang diinformasikan menjadi korban. Kemudian yang kedua, kita pererat koordinasi kita dengan otoritas setempat, selain komunikasi di Islamabad, kita tambahkan lagi mengirim tim ke Lahore, kata Menlu Retno usai menyampaikan laporan mengenai peristiwa tersebut kepada Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (28/3) kemarin.Hal.19 media sosial

    bom di Pakistan, 65 Orang tewas

    surabaya (Bali post) Kejaksaan tinggi Jawa timur (Kejati Ja-

    tim), senin (28/3) kemarin melakukan pen-jemputan paksa terhadap tersangka la nyalla matalitti. alasannya, tersangka sudah tiga kali tidak hadir untuk proses penyidikan di kantor Kejati Jatim. namun, upaya penjem-putan paksa itu hingga berita ini diturunkan gagal membuahkan hasil.

    Menlu Pastikan Tak Ada WNI

    Jakarta (Bali post) Kontak senjata kapal Kementerian Ke-

    lautan dan Perikanan dan TNI Angkatan Laut dengan kapal Tiongkok dan Taiwan di laut Natuna, memunculkan beragam spekulasi. Namun, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) memastikan wilayah Natuna, Kepulauan Riau, dalam keadaan aman.

    Tidak ada apa-apa. Semua masih under control (di bawah kendali). Operasi yang dilakukan bukan kali ini saja. Sejak dari dulu. Terbukti mereka tidak berani masuk Natuna, kata Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar Laksamana Pertama TNI TSNB Hutabarat di Jakarta, Senin (28/3) kemarin.

    Hingga saat ini, lanjutnya, prajurit dan anggota baik yang ada di Lantamal Ranai maupun personel gabungan AD dan AU yang ada di seputaran Natuna terus melakukan penjagaan dan operasi. Ia tidak menampik jika insiden tersebut sempat membuat pejabat negara seperti Menlu, Menhan dan Presiden kecewa atas perilaku Tiongkok.

    Hutabarat menegaskan, kondisi pertah-anan di Natuna dalam kondisi baik dan me-madai, baik personelnya maupun alutsista yang ada di perbatasan. Ia mengatakan semua siap mengambil tindakan jika hal darurat terjadi.Hal.19penegakan Hukum

    Pascakontak Senjata

    Koarmabar PastikanNatuna Aman

    Bali Post/antLa Nyalla Matalitti

    Bali Post/dokBudi Waseso

    Bali Post/doktaHanan - Petugas gabungan TNI dan Polri mengevakuasi tahanan saat kebakaran yang dipicu aksi tawuran dan tembak-menembak antar-napi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Malabero Kota Bengkulu, Jumat (25/3) lalu.

    Bali Post/dokpenetapan tersanGKa - Massa Pemuda Pancasila berunjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (18/3) lalu. Unjuk rasa tersebut terkait penetapan La Nyalla Matalitti sebagai tersangka.

    Bali Post/rtrloKasI leDaKan - Petugas forensik mencari bukti di lokasi leda-kan yang terjadi di luar taman umum di