e. pendekatan, metodologi dan program kerja1

Download E. pendekatan, metodologi dan program kerja1

Post on 24-Jul-2015

193 views

Category:

Engineering

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PT. ASA CITRA

PT. ASA CITRA EPENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

E.1. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGIa). Penyusunan Team PerencanaanTeam Perencanaan untuk melaksanakan kegiatan tersebut akan diatur dengan susunan sebagai berikut :a. Perencanaan umum yang meliputi bidang administrasi, keuangan dan perencanaan teknik.b. Team perencana masing-masing bagian

b). Kegiatan Team PerencanaA.Pekerjaan Survey dan pengumpulan data meliputi :a. Survey lokasi, luas dan batas-batas lahan serta peruntukan lahanb. Surv ey topografi dan kondisi tanahc. Mengumpulkan informasi tentang koefisien dasar bangunan dan lantai bangunand. Perincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan, bangunan dan lain-lain e. Mengadakan pengukuran site dan pemetaan lokasif. Mengadakan penyelidikan tanah meliputi daya dukung dan kedalaman tanah kerasg. Mengadakan survey material yang mungkin bisa dipakaiB.Membuat desain skematik a. Membuat pola-pola masa bangunan yang ada kaitannya dengan lingkungan serta bangunan yang telah adab. Membuat approval desain skematik dan konsep-konsep yang menunjang perencanaanC.Membuat Pra rencanaa. Gambar rencana tampak (Site plan)b. Gambar tampak dan potongan Arsitekturc. Sketsa-sketsa Arsitekturd. Laporan Perencanaane. Perkiraan anggaran biayaD.Pengembangan Rencanaa. Gambar rencana arsitektur, struktur dan utilitasb. Rencana Pelaksanaanc. Perhitungan Strukturd. Perkiraan anggaran biayaE.Menyusun Dokumen Pelelangan (tender)a. Gambar-gambar Arsitekturb. Gambar-gambar Strukturc. Gambar-gambar instalasi listrikd. Gambar-gambar plumbinge. Gambar-gambar Detail Arsitekturf. Gambar-gambar Detail Strukturg. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)h. Rencana Anggaran Biaya (RAB) F.Pengesahan Hasil Kerja Perencanaana. Pengesahan dari Pemimpin Proyekb. Pengesahan dari Dinas Pekerjaan umum

E.2. PROGRAM KERJA Persiapan dan Pendahuluana. Mobilisasi Tim Konsultan Penyiapan Kantor dan Peralatan, akan dilakukan segera setelah SPMK dikeluarkan oleh Pemberi Tugas. Kelancaran langkah awal ini akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan berikutnya Mobilisasi Tenaga Ahli dan Tenaga Penunjang, dilakukan secara serentak sesuai dengan jadwal penugasan masing-masing personil. Koordinasi Tim tetap diperlukan untuk mengawali pekerjaan ini.

b. Penyusunan Program Kerja Perumusan dan Pemantapan Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan, hasil ini akan menjadi panduan operasional bagi Tim Konsultan dalam melaksanakan tugasnya pada tahap-tahap selanjutnya Penjabaran Rencana Kerja, sebagai tindak lanjut dari perumusan metodologi yang operasional dan pemahaman yang mendalam tentang KAK, penjabaran rencana kerja juga perlu dilakukan agar dapat menjadi acuan setiap tenaga ahli dalam melaksanakan tugasnya. Penetapan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan, untuk mengetahui posisi masing-masing tenaga ahli dengan arah koordinasi yang harus dilakukan.

Survey, Pengumpulan Data dan Analisisa. Persiapan Survey Menetapkan Metoda Survey, membuat desain survey dengan menyusun materi yang perlu diketahui di lapangan. Menyiapkan Format dan Instrumen Survey, menyusun format pendataan, daftar pertanyaan yang terstruktur dan peralatan survey lainnya yang siap digunakan untuk melaksanakan survey data primerb. Pengumpulan Data dan Survey Menggali Sumber data yang relevan, seperti kebijakan dan strategi yang relevan dengan Kegiatan Perencanaan Pembangunan Gedung. Data ini akan diinventarisasi agar dapat dikaji dan kemudian dirangkum sebagai dasar dalam perumusan konsep rehabilitasi. Kebijaksanaan yang akan diinventarisasi mencakup kebijakan nasional, regional dan Kabupaten yang terkait dengan pembangunan gedung ini. Melakukan Studi Literatur, mengidentifikasikan peraturan perundang-undangan yang terkait. Berdasarkan studi literature yang komprehensif tersebut dapat diperoleh suatu acuan yang absah untuk menyusun konsep Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Gedung Institute For Peace and Democracy (IPD) Lanjutan Tahap II Universitas Udayana. Pengumpulan Data Sekunder, jika diperlukan. Dalam melaksanakan kegiatan ini konsultan akan melakukan survey ke instansi terkait serta kelembagaan formal maupun non formal. Pengumpulan Data Primer, dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan daftar pertanyaan yang selanjutnya akan diolah hasilnya dan dianalisis untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lokasi pekerjaan.

c. Kompilasi Data dan Analisis Analisis data dari aspek kuantitatif dan aspek kualitatif yang dapat dipakai sebagai bahan untuk merumuskan masalah dan sekaligus sebagai dasar penyusunan konsep perencanaan. Faktor-faktor yang akan dijadikan sebagai bahan kajian adalah : Kondisi Arsitektur Tata Guna Ruang Sarana dan Prasarana Lingkungan, Sosial dan Budaya Analisis Unsur Non Fisik sebagai Penunjang Kegiatan, adalah menilai kekuatan dari unsur-unsur nonfisik dalam mendukung kegiatan perencanaan. Unsur-unsur nonfisik dapat berupa : Kondisi Sosial Budaya Nilai Sejarah Apresiasi Masyarakat dan lain-lain

Pengembangan Rancangan dan Gambar DetailRencana dan program-program yang telah disempurnakan dan dikembangkan akan dilengkapi dengan pedoman operasional, yang terdiri dari : Rencana Arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dua dimensi dan tiga dimensi jika diperlukan Rencana Struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya Garis Besar Spesifikasi Teknis Perkiraan Biaya Penyusunan Rencana Detail seperti membuat gambar-gambar detail, rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. Laporan Akhir Perencanaan.

E.3. SPESIFIKASI TEKNISA. PEKERJAAN PERSIAPAN1) Pengukuran Tapak Kembali Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keteranganketerangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat alat yang sudah ditera kebenarannya. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Direksi Pengawas untuk dimintakan keputusannya . Penentuan titik ketinggian dan sudut sudut hanya dilakukan denagan alatalat waterpas/theddolith yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. Kontraktor harus menyediakan theodolith waterpas beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Direksi Pengawas selama pelaksanaan proyek.

2) Tugu Patokan Dasar Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bisa dirubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada intruksi tertulis dari Direksi Pengawas untuk membongkarnya. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar temasuk tanggungan kontraktor. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudutsudut tapak (perpindahan) Kontraktor wajib membuat shop drawing dahulu sesuai keadaan lapangan.

3) Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplan) Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti ukuran kaso (5/7 cm). Yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakan atau dirubah rubah, berjarak maksimum 1,5 meter satu sama lain. Papan dasar pelaksanaan /bouwplank dibuat dari kayu Meranti dengan ukuran tebal 2 cm, lebar 20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). Tinggi atas papan patok ukur harus sama satu dengan yang lainnya, kecuali dikehendaki lain oleh Direksi Pengawas. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkankepada Direksi Pengawas. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor.B. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN1) Pekerjaan Dinding Batu / Bata Meraha) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan alat alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan pasangan batu bata / batu merah ini meliputi pekerjaan diding bangunan tebal batu pada seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas.b) Persyaratan Bahan Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik, produk lokal yang disetujui Direksi pengawas. Syarat batu bata harus memenuhi ketentuan ketentuan dalam NI 10 DAN pubi 1982. Batu bata / batu merah yang digunakan ukuran 5x11x22 cm dan pada bata yang difinish aci hanya diijinkan memakai bata utuh. Bahan dari mutu terbai, siku dan sama ukuran, sama warna, sempurna pembakarannya dan disetujui Direksi Pengawas. Semen Portland yang digunakan harus dari satu merk produk mutu I dan memenuhi syarat syarat dalam NI 8. Pasir aduk harus memenuhi NI 3 Pasal 14 ayat 2. Air untuk adukan pasangan, harus air yang bersih, tidak mengandung lumpur / minyak asam basa serta memenuhi PUBI 1982 Pasal 9.c) Syarat syarat Pelaksanaan Bahan bahan yang digunakan sebelum dipasang,terlebih dahulu harus diserahkan contoh contohnya kepada Direksi Pengawas, minimal 3 ( tiga ) contoh dari hasil produk yang berlainan, untuk mendapatkan persetujuannya. Seluruh diding dari pasangan batu bata/bata merah tebal batu dengan aduk campuran 1 PC : 5 pasir, kecuali pasangan batu bata tebal bata trasseraam. Untuk dinding trasseraam / rapat air dengan aduk campuran 1 PC : 2 Pasir, dipasang pada diding dari atas permukaan sloof / balok pondasi sampai minimum 20 cm diatas permukaan lantai setempat, dan sampai setinggi plafond dari permukaan lantai setempat untuk sekeliling dniding ruangruang basah (toilet, kamar mandi, WC). Sebelum digunakan batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. Setelah bata terpasang aduk , naat /siar siar harus dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar siar dibersihkan. Pemasangan diding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap maksimum 24 lapis / harinya, serta diikuti dengan cor kolom praktis. Bidang dind