e. pendekatan, metodologi dan program kerja

Download E. Pendekatan, Metodologi Dan Program Kerja

Post on 02-Dec-2015

761 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang metodologi dalam usulan teknis

TRANSCRIPT

BAB I

E.1. UMUM

1. Latar Belakanga. UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, mengarahkan bahwa dalam rangka penataan ruang perlu disusun Rencana Umum Tata Ruang untuk seluruh wilayah provinsi dan kabupaten/kota beserta Rencana Rincinya. Provinsi Bali telah berhasil merampungkan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) sesuai ketentuan, yang telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Provinsi Bali Tahun 2009 - 2029.

b. Segera setelah ditetapkannya Perda RTRWP Provinsi Bali, maka selanjutnya Perda yang masih merupakan rencana umum tersebut perlu ditindaklanjuti penjabarannya agar lebih operasional menjadi rencana umum tata ruang wilayah Kabupaten/Kota dalam bentuk RTRW Kabupaten/Kota dan rencana rinci tata ruang dalam bentuk Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Provinsi. Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota merupakan tugas dan kewenangan tiap Kabupaten/Kota yang harus sinkron dengan RTRWP Bali. Sedangkan penyusunan RTR Kawasan Strategis Provinsi adalah tugas dan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Bali.

c. Kawasan Strategis Provinsi Bali adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi berdasarkan kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya Bali, pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi dan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

d. Pada Pasal 82 ayat (1) Perda No. 16 Tahun 2008 diuraikan bahwa penetapan kawasan strategis Provinsi Bali dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi adalah berupa kawasan pusat pelayahan transportasi wilayah (pelabuhan, bandar udara, terminal penumpang), kawasan pariwisata dan daya tarik wisata khusus (DTWK), Kawasan Industri, kawasan perkotaan fungsi Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan wilayah (PKW) dan kawasan sepanjang jalan arteri primer. Kawasan pelabuhan sebagai kawasan strategis berdasarkan arahan Perda adalah Pelabuhan : Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Gunaksa, Pelabuhan Amed, Pelabuhan Sangsit, Pelabuhan Pegametan, Pelabuhan Pariwisata Tanah Ampo, Pelabuhan Perikanan Pantai Pengambengan, Pelabuhan Depo Minyak Labuhan Amuk.

e. Salah satu kawasan pelabuhan yang menjadi Kawasan Strategis Provinsi adalah Kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan Pasal 28 ayat (3) Perda 16 Tahun 2009 Pelabuhan Gilimanuk diarahkan sebagai Pelabuhan Penyeberangan yang berfungsi melanjutkan jalur transportasi darat antara pulau Jawa dan Pulau Bali. f. Kawasan Pelabuhan Gilimanuk selain terdiri dari pelabuhan Gilimanuk itu sendiri juga terkait dengan kawasan di sekitarnya seperti Terminal Gilimanuk dan fungsi kegiatan budidaya lainnya di Kawasan Gilimanuk termasuk kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan lainnya. Kawasan Gilimanuk dengan adanya aktivitas Pelabuhan Gilimanuk telah berkembang menjadi Kawasan Perkotaan sekaligus dalam Raperda RTRWK Jembrana diusulkan menjadi Pusat Kegiatan Lokal (PKL).

g. Tindak lanjut operasional dari pendayagunaan Perda RTRWP Bali 2009-2029 adalah penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang dalam bentuk RTR Kawasan Strategis di seluruh kawasan strategis. Dengan demikian segera setelah ditetapkannya Perda RTRWP Bali, Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi Bali, juga dikembangkan RTR-nya yang selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah.

h. Terkait dengan hal tersebut, maka Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2012 melalui SKPD Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali akan melakukan kegiatan Penyusunan Materi Teknis RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, dengan kedalaman Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan.

i. Penyusunan Raperda RTRW Kabupaten Jembrana dan penyusunan RDTR Kawasan Strategis Kabupaten yang berkaitan di Kabupaten Jembrana yang sedang berjalan diharapkan dapat saling menunjang dan saling melengkapi dengan penyusunan RTR Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

j. Pelaksanaan pekerjaan Penyusunan RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk tersebut akan ditugaskan kepada Badan Usaha Penyedia Jasa Konsultansi yang bergerak dalam bidang Tata Lingkungan Sub Bidang Jasa Perencanaan Urban yang dipilih melalui seleksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Melalui KAK ini, konsultan yang ditunjuk diharapkan dapat melakukan pekerjaan perencanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dikerjakannya.

2. Maksud dan Tujuan

Maksud kegiatan adalah untuk menyusun dokumen Rencana Rinci Tata Ruang (RTR) Kawasan Pelabuhan Gilimanuk sebagai penjabaran dari RTRWP Provinsi Bali dan RTRWK Jembrana yang selanjutnya menjadi rujukan dalam pengembangan Rancangan Peraturan Daerah tentang RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Tujuan penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RTR) Kawasan Pelabuhan Gilimanuk adalah :

a. Mendayagunakan dan menjabarkan RTRWP Bali dan RTRWK Jembrana di Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

b. Sebagai dasar untuk memformulasikan kebijakan dan strategi operasional penataan ruang di Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

c. Sebagai arah perwujudan struktur ruang dan pola ruang Kawasan Pelabuhan Gilimanuk sebagai kawasan strategis pelabuhan.

d. Menegaskan blok-blok zonasi peruntukan ruang dari berbagai fungsi kegiatan bagi perwujudan kawasan pelabuhan penyeberangan.

e. Memberikan arah lokasi investasi yang tegas kepada pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

f. Memberikan arahan bagi penyusunan program-program pembangunan fisik di Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

g. Memberikan arah pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih tegas dan operasional.

3. Sasaran

Sasaran penyusunan RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk adalah :

a. Umum

Teroperasionalkannya RTRWP Bali dan RTRWK Jembrana.

Terciptanya harmonisasi wujud ruang antara kepentingan pelestarian lingkungan, kegiatan pelabuhan, kegiatan sosial ekonomi dan kegiatan sosial budaya.

Tersedianya pedoman pengembangan program pembangunan kawasan.

Tersedianya pedoman pengendalian pemanfaatan ruang kawasan.

Terakomodasinya berbagai kepentingan stakeholder secara harmonis.

b. Khusus

Terwujudnya RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk dalam bentuk Materi Teknis, Album Peta Rencana Tata Ruang, Indikasi Program Pembangunan serta naskah Rancangan Peraturan Daerah tentang RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

4. Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan adalah di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.5. Data Dasara. Data-data kebijakan dan peraturan seperti : Perda No. 16/2009 tentang RTRWP Bali, Raperda RTRWK Jembrana, kebijakan dan peraturan lain terkait.b. Data-data kondisi fisik sosial budaya dan ekonomi kawasan terkait.c. Konsultan wajib menyediakan peta dasar kawasan berbasis Citra Satelit dan penggunaan lahan terkini. d. Selain data di atas, konsultan wajib mencari data yang diperlukan dengan usahanya sendiri. Konsultan juga wajib menguji kebenaran data yang diperoleh, kesalahan perencanaan kabiat kesalahan data menjadi tanggungjawab konsultan.

E.2. APRESIASI DAN INOVASI

1. Apresiasi

a. Referensi Hukum dan Standar Teknis Semua produk pengaturan Tata Ruang harus bersifat hirarkis dan komplementer sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Sesuai dengan konstelasi peraturan perundang-undangan penataan ruang, Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Pelabuhan Gilimanuk sebagai salah satu Kawasan Strategis Provinsi merupakan penjabaran sampai tingkat ketentuan operasional dari Peraturan Daerah Provinsi Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali serta tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan semua turunannya.

Ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam penyusunan rencana tata ruang kawasan ini antara lain adalah :

(1) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;(2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;(3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;(4) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;(5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;(6) Peraturan Pemerintah Nomor 15/2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;(7) Peraturan Pemerintah Nomor 68/2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang;(8) Peraturan Menteri PU Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan;(9) Peraturan Menteri PU Nomor 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota;(10) Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali.

b. Pengertian dan Definisi

Beberapa pengertian dasar perencanaan dalam pekerjaan Penyusunan RTR Kawasan Pelabuhan Gilimanuk seperti yang tercantum dalam UU RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan Mentri PU No. 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten Kota, adalah sebagai berikut :

Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan tata ruang.

Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ru