duglotio system in anatomy/ sistem pencernaan di anatomi

Click here to load reader

Post on 30-Jul-2015

59 views

Category:

Health & Medicine

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. SISTEM PENCERNAAN 2. MAKANAN Tubuh membutuhkan suatu sistem yang dapat mengubah makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh sel2 tubuh. Sel2 tubuh hanya dapat menggunakan bahan2 dalam batasan yang sangat sempit. Adalah fungsi dari sistem pencernaan untuk mengurangi makanan2 menjadi bahan2 tersebut dan memungkinkan bahan2 tersebut diserap kembali ke dalam tubuh. Protein Lemak Karbohidrat Air Garam / Mineral Vitamin Makanan terdiri atas: 3. MAKANAN PROTEIN Senyawaan yang mengandung nitrogen sederhana berantai panjang dan kompleks yang disebut asam amino. Terdapat sekitar 20 asam amino yang sangat penting untuk kehidupan LEMAK Senyawaan yang dibentuk dari asam organik sederhana (asam lemak) dan gliserol. Lemak yang paling umum adalah trigliserida 4. MAKANAN KARBOHIDRAT Monosakarida: gula heksosa sederhana seperti glukosa, fruktosa, galaktosa Polisakarida: kombinasi dari 2 molekul gula atau lebih seperti karbohidrat, yang mengandung molekul glukosa rantai panjang AIR Tubuh membutuhkan air yang cukup untuk memastikan aliran urine yang adekuat, dan untuk menggantikan kehilangan air karena evaporasi dari kulit dan ketika bernapas. Sekitar 2 liter sehari biasanya mencukupi untuk kondisi yang beriklim baik, tetapi sebenarnya kebutuhan tersebut sangat bervariasi 5. MAKANAN GARAM / MINERAL Zat sederhana yang terdapat di dalam larutan yang mengeluarkan muatan listrik yang disebut ION. Larutan garam, atau elektrolit selalu merupakan keadaan muatan netral, tetapi terdiri atas campuran ion2 non logam yang bemuatan negatif (anion). Larutan garam dari cairan tubuh dasar dimana terdapat kandungan tubuh yang lebih kompleks. Pemeliharaan cairan tubuh dalam konsentrasi yang tepat adalah tugas dari ginjal. Sistem pencernaan harus menyerap garam dalam jumlah yang cukup untuk memungkinkan kehilangan terbentuk dengan memadai. Garam biasanya diukur dengan ekuivalen aktivitas kimiawinya, seperti miliequivalen (mEq). VITAMIN Zat yang penting untuk fungsi selular yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, dan yang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil 6. SISTEM PENCERNAAN 7. Sistem pencernaan makanan terdiri atas (1). Saluran Pencernaan (2). Organ2 yang berkaitan: Suatu saluran yang panjang, berkelanjutan yang menjalar dari mulut sampai ke anus yang mengandung bagian2 3 kelenjar saliva PAROTID SUBLINGUAL SUBMANDIBULAR HEPAR KANDUNG EMPEDU PANKREAS MULUT FARING SFINGTER KARDIA LAMBUNG memanjang dari: Ke SFINGTER PILORIK USUS HALUS yang terdiri atas ESOFAGUS - DUODENUM - JEJUNUM - ILEUM KATUP ILEOSAEKUM USUS BESAR yang terdiri atas - SAEKUM - APPENDIX - COLON (ascendens, transversum, descendens, pelvis) REKTUM ANUS 8. 1. Di dalam mulut makanan dihancurkan menjadi bagian2 yang lebih kecil melalui pengunyahan, dan dicampur dengan pelumas saliva dari ketiga KELENJAR SALIVA 2. Bolus makanan tersebut kemudian dengan cepat melewati ESOFAGUS menuju lambung 3. LAMBUNG bertindak sebagai reservoar sementara untuk makanan, sehingga makanan dapat lewat dengan kecepatan yang teratur. Makanan sebagian dicerna oleh enzim, dan sekresi asam kuat membantu untuk mensterilkan makanan tersebut dari bakteri yang membahayakan 4. Campuran makanan semi cair (kimus) meninggalkan lambung dalam dorongan kecil melalui SFINGTER PILORIK 5. Di dalam DUODENUM makanan dicampur dengan sekresi yang banyak mengandung enzim dari PANKREAS dan dinding usus, dan dengan empedu dari hepar 6. Pencernaan dan absorpsi berlanjut sepanjang USUS HALUS 7. Residu air kemudian dikeringkan melalui absorpsi air dan garam di dalam USUS BESAR, dan disimpan sampai suatu ketika dikeluarkan Senyawaan sederhana yang dihasilkan oleh pencernaan dibawa di dalam aliran darah, melalui vena porta, ke HEPAR, tempat sebagian senyawaan tersebut dimetabolisme 9. STRUKTUR SALURAN CERNA Bagian yang berbeda dari saluran pencernaan, dari esogaus sampai anus mempunyai struktur dasar yang sama: (1) Mukosa Lapisan Dalam (2) Submukosa (3) 2 Lapis Otot Polos (4) Serosa yang dikhususkan untuk sekresi oleh kelenjar, dan untuk absorpsi. Mukosa bagian dalam juga berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap bakteri yang membentuk jaringan kuat dari saluran. Submukosa terdiri atas anyaman jaringan fibrosa yang rapat dan kuat, mengandung pembuluh darah besar, jaringan saraf (pleksus Meissners), dan di dalam duodenum, kelenjar penghasil alkali otot sirkuler (bentuk spiral yang rapat) yang dapat mengkonstriksi saluran, dan otot longitudinal (spiral panjang) yang dapat memendekkan saluran. Di dalam lapisan otot ini terdapat jaringan saraf (pleksus Mesenterik atau pleksus Auerbachs)) di antara kedua lapisan otot ini 10. STRUKTUR SALURAN CERNA (4) Serosa adalah lapisan peritoneum yang melapisi permukaan saluran dan juga dinding rongga abdomen dimana saluran tersebut terletak. Sebagian dari saluran (duodenum, bagian dari kolon, rektum) melekat ke dinding posterior rongga abdomen dan hanya sebagian yang dilapisi. Bagian lainnya (lambung, sebagian usus halus, kolon transversum) terletak bebas di dalam rongga abdomen, dan diberi suplai darah melalui lipatan ganda peritoneum yang tebal yaitu MESENTERIKA. Kondisi ini memungkinkan bagian saluran pencernaan ini bergerak bebas di dalam rongga abdomen 11. MULUT Mulut dilapisi oleh epitel skuamosa bertingkat untuk menjaga robekan dan peluruhan Rasa yang menonjol dari makanan dirasakan oleh reseptor2 pada lidah; pengecapan kenikmatan yang lebih rinci melibatkan indera penghidu. Konsistensi makanan dideteksi oleh reseptor2 raba yang sangat halus pada lidah yang memberikan penjagaan terhadap kemungkinan menelan bahan2 yang membahayakan. Makanan tertahan di antara geligi oleh lidah dan otot2 pipi Makanan dihancurkan oleh gigi. Terdapat 32 buah gigi pada pertumbuhan geligi kedua. Pada setiap setengah rahang terdapat: 2 buah gigi geraham kecil (premolar) 2 buah gigi seri yang tajam untuk memotong 1 buah gigi taring untuk merobek dan 3 buah gigi geraham besar (molar) untuk menggerus 12. KELENJAR SALIVA Penglihatan, penghiduan dan pengecapan makanan mencetuskan sekresi saliva oleh refleks saraf. Saliva melumaskan makanan dan memungkinkan makanan untuk diubah menjadi massa yang lunak, atau bolus. Sebagian makanan dihancurkan dalam saliva dan bahan2 yang telah dihancurkan kemudian dapat lebih menstimulasi reseptor2 pengecap. Selain fungsi ini, saliva juga mengandung enzim PTIALIN yang memulai pemecahan karbohidrat menjadi gula sederhana. Saliva disekresi oleh 3 kelenjar utama: Kelenjar PAROTIS yang menghasilkan saliva yang mengandung banyak air Kelenjar SUBLINGUAL dan Kelenjar SUBMANDIBULAR, yang menghasilkan saliva berair dan berlendir dan oleh banyak kelenjar saliva kecil yang menyebar di seluruh pipi dan langit2 mulut Sekitar 1-1 liter saliva dihasilkan setiap hari 13. PROSES MENELAN Menelan dimulai sebagai kerja volunter yang kemudian bergabung dengan perlahan menjadi refleks involunter. Menelan terjadi dalam 3 tahapan: bukal, faringeal dan esofagus 1. Tahap BUKAL Makanan dikumpulkan di permukaan atas lidah sebagai bolus yang lembab Lidah kemudian menekan ke langit2 keras (PALATUM DURUM) mendorong bolus ke arah belakang Langit2 lunak (PALATUM MOLLE) terangkat untuk mencegah makanan masuk ke dalam hidung, dan bolus didorong ke dalam faring 14. PROSES MENELAN LARING tertarik ke atas di bawah dasar lidah, inlet laringeal berkonstriksi, dan EPIGLOTTIS melipat menutupi laring untuk mencegah makanan memasuki trakea 2. Tahap FARINGEAL 3. Tahap ESOFAGUS SFINGTER KRIKOFARINGEAL antara faring dan esofagus biasanya tertutup untuk mencegah udara tertarik ke dalam esofagus selama pernapasan, tetapi sfingter ini berelaksasi ketika bolus mencapai sfingter Otot2 faring kemudian mendorong bolus ke dalam ESOFAGUS bagian atas GELOMBANG PERISTALTIK membawa bolus makanan terus ke bawah ke dalam lambung 15. OESOPHAGUS Panjang ESOFAGUS sekitar 25cm, dan menjalar melalui dada dekat dengan kolumna vertebralis, di belakang TRAKEA dan JANTUNG Esofagus kemudian melengkung ke depan, menembus DIAFRAGMA, dan menghubungkan LAMBUNG Jalan masuk esofagus ke dalam lambung disebut CARDIA 16. OESOPHAGUS Esofagus dilapisi oleh epitel skuamosa bertingkat untuk menjaga agar tidak runtuh dan robek oleh lewatnya makanan Submukosa mengandung kelenjar musin untuk pelumasan Lapisan otot dari bagian atas esofagus terdiri atas otot lurik (jenisnya volunter, tetapi pada kenyataannya tidak di bawah kontrol volunter). bagian esofagus mengandung otot polos, dan bagian tengahnya mengandung campuran dari otot polos dan otot lurik 17. OESOPHAGUS Saat makanan telah mencapai lambung, maka makanan dicegah dari regurgitasi (refluks) kembali ke dalam esofagus oleh: lipatan mukosa pada esofagus bagian bawah kontraksi otot pada ujung bawah esofagus (meskipun sesungguhnya tidak terdapat sfingter di tempat tersebut) jepitan esofagus oleh diafragma jalan masuk yang bertonjolan dari esofagus ke dalam lambung Jepitan esofagus oleh diafragma tidak selalu terjadi; mungkin terdapat ostium besar dalam diafragma sehingga memungkinkan lambung dapat terselip ke atas. Hal ini disebut HERNIA HIATUS. Refluks isi lambung terjadi hanya bila mekanisme pencegahan mengalami kegagalan 18. GASTER Lambung adalah kantung mengandung otot. Bagian lambung yang berbeda mempunyai fungsi yang spesifik FUNDUS secara relatif mempunyai dinding yang tipis, mempunyai sedikit kelenjar dan berfungsi sebagai reservoar CORPUS lambung adalah bagian berotot dan menyimpan serta mencampur makanan Korpus lambung mempunyai banyak kelenjar dan hanya sebagai tempat sekesi asam oleh kelenjar lambung SFINGTER PILORIK menjaga pintu keluar dari lambung - pilorus ANTRUM PILORUS terdiri atas otot tebal dan berfungsi sebagai pompa untuk mentranspor makanan ke usus halus dengan kecepatan yang terkendali, juga lebih mencampur makanan 19. PENCERNAAN GASTER ABSORPSI Absorpsi di dalam lambung sangat terbatas, tetapi glukosa dan alkohol diabsorpsi sangat baik SEKRESI Di dalam lambung makanan diubah oleh berbagai b