draft rancangan akhir rencana kerja pemerintah provinsi

Click here to load reader

Post on 17-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

draft rancangan akhir rencana kerja pemerintah provinsi banten tahun 2021TAHUN 2021
GUBERNUR BANTEN,
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017
tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan
Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi
Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, perlu
menetapkan Peraturan Gubernur tentang Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Provinsi Banten Tahun 2021.
Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4010);
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
- 2 -
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Indonesia Nomor 4421);
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5679);
2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian
dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara
Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,
Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2017 Nomor 1312);
2020 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Tahun 2021 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 590);
8. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun
2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah Provinsi Banten Tahun 2005-2025 (Lembaran
Daerah Provinsi Banten Tahun 2010 Nomor 1,
Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor
26);
- 3 -
2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun
2017-2022 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun
2019 Nomor 10);
2017 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun
2010-2030;
MEMUTUSKAN:
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Daerah adalah Provinsi Banten.
2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
3. Gubernur adalah Gubernur Banten.
4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Gubernur dan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
5. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat
APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang
dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan
ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang
dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah dan DPR, yang
ditetapkan dengan Undang-Undang.
disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua
puluh) tahun yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah
yang mengacu pada RPJP Nasional.
8. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya
disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima)
tahun merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala
daerah yang memuat arah kebijakan keuangan, strategi pembangunan
daerah, kebijakan umum dan program satuan kerja perangkat daerah,
lintas satuan kerja perangkat daerah dan program kewilayahan disertai
dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka
pendanaan yang bersifat indikatif.
adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
10. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya
disingkat Renja Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan
perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
Pasal 2
(1) RKPD Provinsi Banten Tahun 2021 disusun dengan maksud dijadikan
sebagai:
Perangkat Daerah Tahun 2021; dan
b. landasan penyusunan KUA dan PPAS dalam rangka penyusunan
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 2021.
(2) RKPD Provinsi Banten Tahun 2021 sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) disusun dengan tujuan untuk digunakan dalam perencanaan
1 (satu) tahun anggaran bagi Perangkat Daerah.
BAB II
RUANG LINGKUP
Pasal 3
a. Rancangan kerangka ekonomi daerah;
b. Program prioritas pembangunan daerah; dan
c. Rencana kerja, pendanaan, dan prakiraan maju.
(2) RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas:
a. Bab I Pendahuluan;
c. Bab III Kerangka Ekonomi dan Dan Keuangan Daerah;
d. Bab IV Sasaran dan Prioritas Pembangunan Daerah;
e. Bab V Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten/Kota
f. Bab VI Rencana Kerja dan Pendanaan;
g. Bab VII Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; dan
h. Bab VIII Penutup.
(3) RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.
BAB III
RKPD Provinsi Banten Tahun 2021 adalah dokumen perencanaan daerah
untuk periode 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021
sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah
Provinsi Banten.
- 7 -
LAMPIRAN
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah
Daerah berkewajiban untuk menyusun RKPD yang merupakan penjabaran
dari RPJMD untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
Sebagai Penjabaran dari Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 10
tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2017
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Banten tahun 2017-2022, Penyusunan RKPD Provinsi Banten
Tahun 2021 diarahkan untuk mencapai Visi “Banten Yang Maju, Mandiri,
Berdaya Saing, Sejahtera, Dan Berakhlaqul Karimah” yang ditempuh
melalui Misi sebagai berikut:
2. Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur;
3. Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan Pendidikan
berkualitas;
dan
Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2020
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun
2021, menyatakan bahwa RKPD mempunyai kedudukan yang strategis
dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah mengingat beberapa hal
sebagai berikut:
penerjemahan dan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala
Daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kedalam program dan kegiatan
pembangunan tahunan daerah.
pembangunan tahunan bagi seluruh perangkat daerah dalam
menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah.
3. RKPD merupakan acuan Kepala Daerah dan DPRD dalam menentukan
Kebijakan Umum APBD dan penentuan prioritas serta pagu anggaran
sementara yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam
penyusunan APBD.
penyelenggaraan pemerintahan daerah, melalui evaluasi terhadap
pelaksanaan RKPD ini dapat diketahui sampai sejauh mana capaian
kinerja RPJMD sebagai wujud dari kinerja penyelenggaraan
pemerintahan daerah hingga tahun berkenaan.
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86
Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi
Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, bahwa
RKPD mempunyai kedudukan yang strategis dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah mengingat RKPD merupakan penjabaran RPJMD
yang memuat rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas
pembangunan Daerah serta rencana kerja dan pendanaan untuk 1 (satu)
tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD, RTRW dan RPJMN
serta penerapan SPM yang mengacu pada arah kebijakan pembangunan
nasional dan prioritas pembangunan nasional yang disepakati pada
koordinasi teknis nasional.
tahapan penyusunan RKPD diawali dengan penyusunan Rancangan Awal
RKPD yang berpedoman pada RPJMD, RKP, program strategis nasional dan
pedoman penyusunan RKPD yang mencakup:
1. Analisis gambaran umum kondisi daerah;
2. Analisis rancangan kerangka ekonomi Daerah;
3. Analisis kapasitas riil keuangan Daerah;
4. Penelaahan rancangan awal Renja Perangkat Daerah;
5. Perumusan permasalahan pembangunan Daerah;
6. Penelaahan terhadap sasaran RPJMD;
7. Penelaahan terhadap arah kebijakan RPJMD;
8. Penelaahan terhadap kebijakan pemerintah pada RKP dan Program
Strategis Nasional;
10. Perumusan prioritas pembangunan Daerah; dan
11. Perumusan rencana kerja program dan pendanaan.
Dalam Rancangan Akhir RKPD, DPRD memberikan saran dan
pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan hasil
reses/penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bahan perumusan
kegiatan, lokasi kegiatan dan kelompok sasaran yang selaras dengan
pencapaian sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam Peraturan
Daerah tentang RPJMD yang disampaikan secara tertulis kepada
BAPPEDA.
- 10 -
Diagram alir proses penyusunan RKPD disajikan dalam Gambar berikut ini:
Gambar 0-1. Bagan Alir Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RKPD Provinsi Banten
Tema RKPD Provinsi Banten Tahun 2021, yaitu “AKSELERASI DAYA
SAING DAERAH MELALUI PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA
MANUSIA DAN PEMANTAPAN INFRASTRUKTUR”, tema ini ditetapkan oleh
Pemerintah Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya pencapaian target
pembangunan yang harus selaras dengan tema Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) Tahun 2021, yaitu “MEMPERCEPAT PEMULIHAN EKONOMI DAN
REFORMASI SOSIAL”, dengan fokus pada Pemulihan Industri, Pariwisata
dan Investasi, serta Reformasi pada Sistem Kesehatan Nasional, Sistem
Jaring Pengaman Sosial, dan Sistem Ketahanan Bencana.
Berdasarkan tema RKPD tersebut dijabarkan ke dalam prioritas
pembangunan sebagai berikut:
(Manajemen Perubahan, Penataan Peraturan Perundang-undangan,
Penataan dan Penguatan Organisasi, Penataan Tatalaksana, Penataan
Sistem Manajemen SDM, Penguatan akuntabilitas, Penguatan
Pengawasan, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik);
2. Penguatan Daya Saing Perekonomian;
3. Penguatan interkonektivitas melalui Pembangunan Infrastruktur;
- 11 -
Melalui Pembangunan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan
Life Skill.
DASAR HUKUM
Banten Tahun 2021, sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan
Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4010);
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Pemerintah 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan
Minimal ((Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 42 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6322);
- 12 -
(Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang
Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem
Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomr 6485);
9. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata
Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah,
Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
11. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Banten
Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2010
Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 26);
12. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030
(Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan
Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 32) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun
2017 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Banten
Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
Banten Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun
2017 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor
69);
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten
Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2017
- 13 -
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Banten
Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2017-2022
(Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2019 Nomor 10, Tambahan
Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 10);
14. Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas
Peraturan Gubernur Banten Nomor 16 Tahun 2018 tentang Indikator
Kinerja Utama Pemerintah Provinsi Banten dan Indikator Kinerja
Utama Perangkat Daerah Provinsi Banten Tahun 2017-2022;
15. Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas
Peraturan Gubernur Banten Nomor 15 Tahun 2018 tentang Rencana
Strategis Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Banten Tahun 2017-
2022.
rangka menjamin konsistensi dan sinkronisasi antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, serta merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dalam tahapan penyusunan RAPBD, yang terdiri
dari RKPD, KUA, PPAS, dan rencana kerja anggaran RKA Perangkat Daerah.
Selanjutnya Dokumen RKPD Provinsi Banten Tahun 2021 akan menjadi
acuan penyusunan RKPD Tahun 2021 Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
- 14 -
I.3. Maksud dan Tujuan
dari rancangan awal dan Racangan RKPD berdasarkan rancangan renja
OPD yang telah diverifikasi dan hasil penelaahan terhadap rancangan awal
RKP dan program strategis nasional.
Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan program
pembangunan Banten yang terintegrasi dan berkelanjutan sesuai dengan
RPJMD yang antara lain sebagai berikut:
1. Menciptakan kepastian kebijakan sebagai komitmen Pemerintah dalam
penyelenggaran urusan pemerintahan melalui penjabaran rencana
strategis ke dalam rencana operasional dan memelihara konsistensi
antara capaian tujuan perencanaan strategis jangka menengah dengan
tujuan perencanaan dan penganggaran tahunan pembangunan daerah;
2. Memberikan gambaran mengenai proyeksi Rencana Kerangka Ekonomi
Daerah Tahun 2021 sebagai patokan dalam penyusunan rencana
pendapatan yang akan digunakan untuk membiayai belanja dan
pembiayaan pembangunan daerah;
merumuskan dan menyusun perencanaan serta partisipasi dalam
pembangunan daerah Tahun 2021;
4. Sebagai acuan semua Perangkat Daerah di Provinsi Banten dalam
menyusun program dan kegiatan yang dianggarkan melalui APBD dalam
rangka pencapaian visi dan misi Gubernur Banten Tahun 2017-2022;
5. Sebagai instrumen bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan
Pertanggung Jawaban (LKPJ), dan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah
(LKPD).
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
II.1. Kondisi Umum Daerah
2019 dan realisasi RPJMD
II.3. Permasalahan Pembangunan Daerah
III.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
III.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
IV.1. Arah Kebijakan Pembangunan Provinsi Banten
IV.2. Arah Kebijakan Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten
IV.3. Tujuan dan Sasaran Pembangunan
IV.4. Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tahun 2021
IV.5. Arah Kebijakan Tematik Holistik Integratif Spasial Pembangunan
Provinsi Banten
V.1. Arahan Kebijakan PembangunanPemerintah Kabupaten/Kota
V.2. Rencana Program Kegiatan di Wilayah Kerja Pembangunan (WKP)
- 16 -
VI.1. Rencana Program Kegiatan Tahun 2021
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
VII.1. Indikator Kinerja Daerah
BAB VIII PENUTUP
II.1. KONDISI UMUM DAERAH
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang
Pembentukan Propinsi Banten, luas Provinsi Banten adalah 8.651,20 km2.
Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun
2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, luas
Provinsi Banten adalah 9.662,92 km2, dengan batas wilayah Provinsi
Banten adalah:
a) Sebelah Utara dengan Laut Jawa;
b) Sebelah Timur dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat;
c) Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia; dan
d) Sebelah Barat dengan Selat Sunda dan Provinsi Lampung.
Berdasarkan letak geografis dan batas administratif tersebut, maka
Provinsi Banten memiliki posisi strategis secara geografis dan secara
regional, karena menjadi jalur utama penghubung perekonomian antara
Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera sebagai kesatuan wilayah koridor
andalan pengembangan ekonomi nasional. Selain itu, berdasarkan aspek
kemaritiman, wilayah perairan wilayah maritim Banten dilalui Alur Laut
Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang menghubungkan lalulintas laut antara
Samudra Hindia ke wilayah Asia.
Secara administratif wilayah Provinsi Banten terbagi menjadi 4
(empat) daerah otonom Kabupaten, yaitu Kabupaten Pandeglang,
Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang serta 4
(empat) daerah otonom Kota yaitu Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota
Serang dan Kota Tangerang Selatan. Selanjutnya secara rinci terdiri dari
155 kecamatan, dan 1551 desa/kelurahan (1.238 desa dan 313 kelurahan)
sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 137 Tahun 2017
Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.
Ekosistem wilayah Provinsi Banten secara umum terdiri dari
kawasan hutan pegunungan di sebelah selatan dan kawasan pantai sebelah
utara melingkar menuju Selat Sunda di sebelah barat.
Iklim wilayah Banten dipengaruhi oleh angin muson dan gelombang
la nina. Cuaca didominasi oleh angin barat dari samudera hindia dan angin
- 18 -
asia di musim penghujan serta angin timur pada musim kemarau. Suhu
udara di Banten berkisar antara 22,70C-32,90C, dengan kelembaban udara
bervariasi antara 79%-87%. Jumlah hari dan curah hujan dalam setahun
masing-masing sebanyak 206 hari dan 3.573 mm. (Sumber : Provinsi
Banten Dalam Angka, BPS 2020)
2. Potensi Unggulan Daerah
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017, diwilayah Provinsi Banten terdapat
beberapa Kawasan Strategis Nasional (KSN) antara lain: KSN Selat Sunda,
KSN Ujungkulon, KSN JABODETABEKJUR, Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Tanjung Lesung, serta terdapat 21 Kawasan Industri di wilayah
Provinsi Banten dengan produk manufaktur unggulan : baja, metrokimia,
alas kaki,elektronik, semen dan makananyang didukung oleh beberapa
pusat perdagangan tradisional dan modern, infrastruktur dan simpul
transportasi meliputi Bandara Internasional Soekarno Hatta, Pelabuhan
Merak, Jalan Tol Jakarta-Merak, Jalan Tol Serpong-Jakarta-Purbalenyi dan
Kereta Api Jakarta-Merak.
Terdapat Lokasi Kawasan Strategis Provinsi (KSP) yang ditetapkan
dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030 yang telah diubah dengan
Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017, selanjutnya dapat dilihat pada
gambar 2.1 dibawah ini:
3. Wilayah Rawan Bencana
Beberapa potensi bencana yang ada di wilayah Provinsi Banten yang
teridentifikasi, antara lain:
kecamatan di Kabupaten/Kota, yang dapat teridentifikasi adalah sebagai
berikut:
Grogol;
2) Kota Serang meliputi Kecamatan Kasemen, Cipocok jaya, Serang, dan
Walantaka;
Neglasari, Pinang, Karangtengah, dan Larangan;
4) Kota Tangerang Selatan meliputi Kecamatan Serpong, Ciputat,
Ciputat Timur, dan Pondok Aren;
- 20 -
Cimarga, Rangkasbitung, dan Cibadak;
dan Carita;
dan Cinangka.
kecamatan di kabupaten/kota, yang dapat teridentifikasi adalah sebagai
berikut:
dan Bayah;
dan Mandalawangi.
c. Tsunami
Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan
Kabupaten Lebak. Untuk lebih jelasnya lokasi rawan bencana tsunami di
Provinsi Banten dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini:
- 21 -
Gambar 0-2. Peta Daerah Rawan Gempa dan Tsunami di Banten
4. Demografi
penduduk, laju pertumbuhan penduduk, struktur penduduk, sebaran
penduduk serta ketenagakerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
Provinsi Banten, jumlah Penduduk Banten tahun 2019 mencapai
12,927,316 jiwa yang terdiri dari atas 6.583.895 jiwa penduduk laki-laki
dan 6.343.421 jiwa penduduk perempuan dengan laju pertumbuhan
penduduk sebesar 1.87 % artinya pada tahun 2019 (Data Juni) setiap 100
(seratus) orang penduduk Banten akan bertambah sebesar 1,87 jiwa dari
kelahiran dan atau migrasi penduduk dari luar Banten, kondisi tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 0-1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun
2019
Kab. Lebak 3.426,56 618.304 635.806 1,302,608 10,08
Kab. Tangerang 1.011,86 1.942.490 1.858.297 3,800,787 29,40
Kab. Serang 1.734,28 764.097 744.300 1,508,397 11,67
Kota Tangerang 153,93 1.136.898 1.093.003 2,229,901 17,25
- 22 -
Kota Cilegon 175,50 223.002 214.203 437,205 3,38
Kota Serang 266,71 352.601 336.002 688,603 5,33
8. Kota Tangsel 147,19 879.701 868.205 1,747,906 13,52 Provinsi Banten 9.662,92 6.583.895 6.343.421 12,927,316 100,00
Sumber : BPS Provinsi Banten Tahun 2020
Tabel 0-2. Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2016 – 2019 (Jiwa)
KAB/KOTA 2016 2017 2018 2019
1. Kab. Pandeglang 1,200,512 1,205,203 1,295,810 1,211,909
2. Kab. Lebak 1,279,412 1,288,103 1,209,011 1,302,608
3. Kab. Tangerang 3,477,495 3,584,770 3,692,693 3,800,787
4. Kab. Serang 1,484,502 1,493,591 1,501,501 1,508,397
5. Kota Tangerang 2,093,706 2,139,891 2,185,304 2,229,901
6. Kota Cilegon 418,705 425,103 431,305 437,205
7. Kota Serang 655,004 666,600 677,804 688,603
8. Kota Tangsel 1,593,812 1,644,899 1,696,308 1,747,906
Provinsi Banten 12,203,148 12,448,160 12,689.736 12,927,316 Sumber : BPS Provinsi Banten Tahun 2020
Tabel 0-3. Jumlah Kecamatan dan Kelurahan/Desa Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten(Jiwa)
Kabupaten/ Kota
Jumlah kecamatan
Jumlah kelurahan
KAB. PANDEGLANG 35 13 326 2.746,89 1.205.137
KAB. LEBAK 28 5 340 3.426,56 1.290.325
KAB. TANGERANG 29 28 246 1.011,86 2.785.405
KAB. SERANG 29 326 1.734,28 1.479.034 PP. No. 32 Tahun 2012
KOTA TANGERANG 13 104 153,93 1.763.432
KOTA CILEGON 8 43 175,50 421.448
KOTA SERANG
KOTA TANGERANG SELATAN
Jumlah 155 313 1.238 9.662,92 10.868.810
Sumber Data : Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten
Tabel 0-4. Laju Pertumbuhan Penduduk di Provinsi Banten Tahun 2016- 2019 (Persen)
- 23 -
1. Kab. Pandeglang 0.47 0.39 0,32 0,24
2. Kab. Lebak 0.76 0.68 0,60 0,52
3. Kab. Tangerang 3.17 3.08 3,01 2,93
4. Kab. Serang 0.69 0.61 0,53 0,46
5. Kota Tangerang 2.28 2.21 2,12 2,04
6. Kota Cilegon 1.6 1.53 1,46 1,37
7. Kota Serang…