Transcript
Page 1: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.  Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.

Dalam peradaban manusia, membicarakan soal penegertian ilmu ternyata tidah semudah apa yang diperkirakan. Adanya berbagai definisi tentang ilmu, melahirkan berbagai pendapat maupun sebuah paham seseorang. Sehingga dari beberapa pendapat tersebut ilmu dapat diklasifikasikan dan garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan.

Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.

Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah :

a. Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.

b. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.

c. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.

Page 2: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

d. Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.

e. Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.

f. Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.

Selain itu ada tiga hal yang menjadi dasar dari ilmu itu sendiri, yaitu ontotologi, epistemologi dan aksiologi. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide, nilai-nilai, tumbuhan, binatang, batu-batuan dan manusia itu sendiri.

Ontologi juga merupakan salah satu objek lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno. Hal ini karena untuk memberi arti tentang suatu objek ilmu pada beberapa asumsi diantaranya yaitu asumsi pertama adalah suatu objek bisa dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuk, sifat (substansi), struktur atau komparasi dan kuantitatif asumsi. Asumsi kedua adalah kelestarian relatif artinya ilmu tidak mengalami perubahan dalam periode tertentu (dalam waktu singkat). Asumsi ketiga yaitu determinasi artinya ilmu menganut pola tertentu atau tidak terjadi secara kebetulan.

Epistemologi atau teori pengetahuan yaitu cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Sebagian ciri yang patut mendapat perhatian dalam epistemologi perkembangan ilmu pada masa modern adalah munculnya pandangan baru mengenai ilmu pengetahuan. Pandangan itu merupakan kritik terhadap pandangan Aristoteles, yaitu bahwa ilmu pengetahuan sempurna tak boleh mencari untung, namun harus bersikap kontemplatif, diganti dengan pandangan bahwa ilmu pengetahuan justru harus mencari untung, artinya dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi ini.

Page 3: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

Dasar ilmu yang terakhir yaitu aksiologi yang berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari ilmu pengetahuan yang diperoleh, seberapa besar sumbangan ilmu bagi kebutuhan umat manusia. Didalam aksiologi, dilakukan dua pendekatan penilaian. Dua pendekatan penilaian tersebut, yaitu etika dan estetika. Etika adalah cabang filsafat yang membahas secara kritis dan sistematis. Pada etika dipersoalkan masalah kebaikan, keutamaan, keadilan, dan sebagainya. Tujuan dari etika adalah agar manusia mengetahui dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Sementara itu, cabang dari aksiologi lainnya yaitu estetika. Estetika merupakan bidang ilmu yang mempersoalkan tentang nilai keindahan. Keindahan mengandung arti bahwa didalam diri segala sesuatu terdapat unsur-unsur yang tertata secara tertib dan harmonis dalam satu kesatuan hubungan yang utuh dan menyeluruh. Maksudnya adalah suatu objek yang indah bukan semata-mata bersifat selaras dan berpola baik melainkan ahrus juga mempunyai kepribadian.

Jika mengaitkan ilmu kedoteran dengan ketiga dasar tersebut, tentunya ilmu kedokteran dapat memenuhinya. Karena ilmu kedokteran lahir bukan untuk menjadi sebuah ancaman bagi umat manusia. Melainkan ilmu ini lahir diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat manusia. Sejak manusia pertama lahir, Tuhan telah menganugerahkan naluri untuk melakukan pengobatan terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Seperti menghangatkan tubuh jika kedinginan, minum jika haus, dan sebagainya. Hal ini berlansung terus menerus karena sudah menjadi kodrat untuk manusia. Hingga lahir ilmu kedokteran modern, melalui percobaan-percobaan, pemikiran-pemikiran para ahli maka lahirlah sebuah teori yang memunculkan cara pengobatan yang lebih modern. Jika dilihat dari nilai etika dan estetika, ilmu kedokteran sampai saat ini juga digunakan berdasarkan atas etika dan estetika yang terkandung dalam sumpah seorang dokter. Namun tidak bisa dipungkiri, setiap ilmu yang mengandung arti nilai yang baik jika dipergunakan atau dijalankan oleh orang yang memiliki tanggung jawab dan moral yang rendah. Maka nilai yang terkandung dari ilmu itu sendiri akan tidak baik. Seperti halnya dengan ilmu kedokteran yang awalnya diharapkan memberikan manfaat yang besar, akan menjadi mudharat bagi umat manusia jika diamalkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan amoral.

Sejak lahir manusia sudah mempunyai hak, diantaranya adalah hak untuk memperoleh kesehatan. Sehingga kesehatan adalah investasi perorangan, keluarga, dan bangsa. Sampai saat ini pengembangan kesehatan terus diupayakan guna mencapai kesehatan masyarakat pada khususnya dan kesehatan bangsa pada umumnya.

Pembangunan kesehatan dalam kaitannya dengan konteks demokratisasi, desentralisasi dan globalisasi, sesungguhnya perlu memperhatikan 3 hal sebagai berikut:

Page 4: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

1. Prinsip-prinsip dasar yang merupakan nilai-nilai kebenaran dengan aturan pokok yang berlaku sebagai landasan utama berfikir dan bertindak dalam pembangunan kesehatan.

2. Kejelasan transformasi pembangunan kesehatan di masa depan yang diharapkan dapat mempersatukan berbagai upaya kesehatan secara terencana dan menyeluruh.

3. Sinergisme upaya-upaya kesehatan yang bersifat dinamis, yaitu upaya kesehatan yang dikembangkan dan dilaksanakan secara terarah, terkait, dan demokratis. (Hapsara, 2004)

Dengan kata lain pengembangan dibidang kesehatan diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan yang muncul ditengah masyarakat. Pengembangan dibidang kesehatan ini merupakan bagian dari aplikasi atau manfaat dari ilmu kesehatan itu sendiri.

Page 5: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

Tugas Individu

Filsafat Ilmu

Aksiologi Ilmu Kedokteran

Nama : Diky Hardiyansyah

Stambuk : 09 777 019

Dosen : Mukh. Ulil Hidayat S.Ag, M.A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU

2010

Page 6: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

Tugas Individu

Filsafat Ilmu

Aksiologi Ilmu Kedokteran

Nama : Irna Dwiyanti

Stambuk : 09 777 032

Dosen : Mukh. Ulil Hidayat S.Ag, M.A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU

2010

Page 7: AKSIOLOGI ILMU KEDOKTERAN

Tugas Individu

Filsafat Ilmu

Aksiologi Ilmu Kedokteran

Nama : Ilmawati

Stambuk : 09 777 016

Dosen : Mukh. Ulil Hidayat S.Ag, M.A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU

2010


Top Related