Transcript

JURNAL KEGIATAN HARIANFILSAFAT IPA DAN BIOETIKANamaMahasiswa:EDI SULISTIYONO NIM:14-0341-8086-10Hari/ tanggal:Kamis/ 21 Mei 2015ProgramStudi:Magister Pendidikan BiologiDosen Pembina :Dr. Murni Saptasari, M.Si Dr. Abdul Ghofur, M.SiMateri : Pengetahuan, Ilmu Kealaman, dan Filsafat

A. Eksplorasi konsep Seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang kakinya berpijak di Bumi sedang kepalanya tengadah ke bintang-bintang atau seorang, yang berdiri di puncak tinggi, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia. Philo=cinta Sophia= kebijaksanaan/kebenaran. Jadi philosophia adalah orang yang mencintai kebenaran, sehingga berupaya memperoleh dan memilikinya. Seseorang yang berfilsafat ada beberapa karakternya, yaitu:1. Ada orang yang tahu ditahunya 2. Ada orang yang tahu ditidaktahunya 3. Ada orang yang tidak tahu ditahunya 4. Ada orang yang tidak tahu ditidaktahunya Filsafat mampu memberikan pemahaman yang menyeluruh (general) terhadap suatu wujud (ontologi) sekaligus memberikan konsep kebenaran (justifikasi) terhadap wujud tersebut. Dengan kebenaran manusia akan bertindak bijaksana (wisdom). Filsafat dapat memberikan kepuasan bagi filsuf/seseorang karena kemampuannya dalam menggambarkan problem kehidupan yang sedang dan akan dihadapi sesuai dengan leluasan pemahamannya.(Plato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatu kenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang paling berharga.) Filsafat dapat dijadikan sebagai bahan pijakan untuk merubah dunia. Karl Marx mengatakan, filsafat tidak hanya menjelaskan pada dunia (interferd the world) melainkan juga merubahnya. Dalam berfilsafat ada aturan mainnya (rule of the game): Berpikir logis, sistematis, radikal, dan universal. Hakikat pengetahuan itu berasal dari realisme dan idealisme. Realisme merupakan pengetahuan manusia riil adanya dari kehidupan; sedangkan Idealisme merupakan pengetahuan tidak terdapat dalam dunia riil melainkan hanya dalam dunia konsep ideal atau dunia ide-ide. Sumber pengetahuan ada 4 (empat), yaitu:1. Pancaindera (Empiris), 2. Akal Budi (Rasio), 3. Intuisi, 4. Wahyu Tuhan. Ilmu, mencari kebenaran dengan cara penyelidikan (riset) sesuai dengan eksistensinya yang berhubungan dengan alam empiris.Dalam penyelidikan ilmu selalu mencari hukum sebab akibat. Sebagai hukum sebab akibat maka kebenaranya pasti ada.

B. Indentifikasi permasalahan/ pertanyaan(1) Jelaskan sumber-sumber pengetahuan!(2) Jelaskan perbedaan ilmu pengetahuan dan pengetahuan!(3) Jelaskan perbedaan filsafat pengetahuan dan filsafat ilmu pengetahuan!

C. Pemecahan masalah(1) Sumber-sumber pengetahuan ada 4 (empat), yaitu:a. Pancaindera (Empiris), menekankan pada kemampuan manusia untuk menangkap pengalaman kongkrit yang diterima oleh pancainderanya. (Kebenaran Koresponden) b. Akal Budi (Rasio), manusia mengetahui dengan membandingkan ide-ide atau pertimbangan-pertimbangan, akal manusia mempunyai kemampuan untuk mengungkap kebenaran dengan sendirinya (Kebenaran Koheren) c. Intuisi, pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu, sifatnya personal dan tidak bisa diramalkan. d. Wahyu, merupakan pengetahuan yang didapat dari Tuhan.

(2) Perbedaan ilmu pengetahuan dan pengetahuan adalah:a. Pengetahuan adalah segala yang diketahui oleh manusia, tanpa menghiraukan apakah benar atau salah, tanpa menghiraukan darimana datangnya pengetahuan tersebut.b. Ilmu pengetahuan adalah semua pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmu atau metode ilmiah.(3) Perbedaan filsafat pengetahuan dan filsafat ilmu pengetahuan adalah:a. Filsafat Pengetahuan, adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya (Spontan) b. Filsafat Ilmu Pengetahuan adalah keseluruhan sistem pengetahuan manusia yang telah dibakukan secara sistematis (Sistematis dan Reflektif)

D. Rencana tindak lanjut (RTL)(1) Membaca dan menelaah lebih lanjut filsafat IPA dan perkembangannya.

Malang, 21 Mei 2015Pembelajar,

Edi Sulistiyono


Top Related