Dosis Obat Antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap

Download Dosis Obat Antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap

Post on 23-Dec-2015

17 views

Category:

Documents

9 download

DESCRIPTION

dosis

TRANSCRIPT

Dosis obat antituberkulosis Kombinasi Dosis TetapBBFase Intensif2 3 bulanFase lanjutan4 bulan

Harian(RHZE)150/75/400/275Harian(RH)150/753x/minggu(RH)150/150

30 - 37222

38 - 54333

55 - 70444

> 71555

Paduan Obat Anti TuberkulosisPengobatan Tb standar dibagi menjadi :1. Pasien baruPaduan obat yanng dianjurkan 2RHZE/4HR dengan pemberian dosis setiap hari. Bila menggunakan OAT program, maka pemberian dosis setiap hari pada fase intensif dilanjutkan dengan pemberian dosis 3 kali seminggu dengan DOT 2RHZE/4H3R32. Pada pasien dengan riwayat pengobatan Tb lini pertama, pengobatan sebaiknya berdasarkan hasil ujikepekaan secara individual. Selama menunggu hasil uji kepekaan, diberikan paduan obat 2RHZE/RHZE/5HRE.3. Pasien Multi drug resistant (MDR)Catatan : Tuberkulosis paru kasus gagal pengobatan dirujuk ke dokter spesialis paru sedangkan kasus TB MDR dirujuk ke pusat rujukan TB MDR

Efek Samping OATSebagian besar pasien Tb dapat menyelesaikan pengobatan tanpa efek samping. Namun sebagian kecil dapat mengalami efek samping. Oleh karenaitu pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya efek samping sangatpenting dilakukan dalam pengobatan.Pendekatan berdasarkan masalah untuk penatalaksanaan OATEfek SampingObatTatalaksana

MayorHentikan obat penyebab dan rujuk secepatnya

Kemerahan kulit dengan atau tanpa gatalStreptomisinIsoniazidRifampisinPirazinamidHentikan OAT

Tuli (bukan disebabkan oleh kotoran)StreptomisinHentikan Streptomisin

Pusing (vertigo dan nistagmus)StreptomisinHentikan Streptomisin

Kuning (setelah penyebab lain disingkirkan), hepatitisIsoniazid,Pirazinamid,RifampisinHentikan pengobatan Tb

Efek SampingObatTatalaksana

MinorHentikan obat penyebab dan rujuk secepatnya

Bingung (diduga gangguan hepar berat bila bersamaan dengan kuning)Sebagian besar OATHentikan pengobatan Tb

Gangguan penglihatan(setelah gangguan lain disingkirkan)EtambutolHentikan etambutol

Syok,purpura, gagal ginjal akutRifampisinHentikan rifampisin

Penurunan jumlah urinStreptomisinHentikan streptomisin

Tidak nafsu makan, mual, nyeri perutPirazinamidRifampisinIsoniazidBerikan obat bersamman dengan makanan ringan atau sebelum tidur dan anjurkan pasien untuk minum obat dengan air sedikit demi sedikit. Apabila terjadi muntah yang terus menerus, atau ada tanda perdarahan segera pikirkan sebagai efek samping mayor dan segera rujuk

Nyeri sendiPirazinamidAspirin atau NSAID atau parasetamol

Rasa terbakar, kebas, atau kesemutan pada tangan atau kakiIsoniazidPiridoksin dosis 100 200 mg/hari selama 3 minggu. Sebagai profilaksis 25 100 mg/hari

MengantukIsoniazidYakinkan kembali, berikan obat sebelum tidur

Urin berwarna kemerahan atau oranyeRifampisinYakinkan pasien dan sebaiknya pasien diberi tahu sebelum mulai pengobatan

Sindrom flu (demam, menggigil, malaise, sakit kepala, nyeri tulang)Dosis Rifampisin intermittenUbah pemberian dari intermitten ke pemberian harian

Tatalaksana reaksi kutaneusApabila terjadi reaksi gatal tanpa kemerahan dan tidak ada penyebab lain maka pengobatan yang direkomendasikan adalah simptomatis seperti menggunakan antihistamin. Pengobatan dengan OAT dapat diteruskan dengan mengobservasi pasien. Apabila terjadi kemerahan pada kulit maka OAT harus dihentikan.Pengobatan Suportif/Simptomatis1. Pasien rawat jalana. Pada pengobatan pasien Tb perlu diperhatikan keadaan klinisnya. Bila keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi rawat, pasien dapat dilakukan pengobatan rawat jalan. Selain OAT kadang perlupengobatan tambahan atau supportif atau simptomatis untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau mengatasi gejala/keluhan.b. Bila demam dapat diberikan obat penurun panas/demamc. Bila perlu dapat diberikan obat untuk mengatasi gejala batuk, sesak napas atau keluhan lain. 2. Pasien rawat inapPasien rawat inap :Tb paru disertai keadaan/komplikasi sebagai berikut :a. Batuk darah masifb. Keadaan umum burukc. Pneumotoraksd. Empiemae. Egusi pleura masif/bilateralf. Sesak napas berat (bukan karena efusi pleura)Tb di luar paru yang mengancam jiwa :a. Tb paru milierb. Meningitis TbTerapi PembedahanIndikasi operasi1. Indikasi mutlaka. Pasien batuk darah masif yang tidak dapat diatasi dengan cara konservatifb. Pasien dengan fistula bronkopleura dan empiema yang tidak dapat diatasi secara konservatif.2. Indikasi relatifa. Pasien dengan dahak negatif dengan batuk darah berulangb. Kerusakan satu paru atau lobus dengan keluhanc. Sisa kavitas yang menetapTindakan Invasif (selain pembeddahan)1. Bronkoskopi2. Punksi pleura3. Pemasangan Water Sealed Drainage (WSD)

Evaluasi PengobatanEvaluasi pasien meliputi evaluasi klinis, bakteriologi, radiologi, dan efek samping obat, serta evaluasi keteraturan berobat.Evaluasi klinis1. Pasien dievaluasi secara periodik2. Evaluasi terhadap respons pengobatan dan ada tidaknya efek samping obat serta ada tidaknya komplikasi penyakit3. Evaluasi klinis meliputi keluhan, berat badan,pemeriksaan fisis.Evaluasi bakteriologi1. Tujuan untuk mendeteksi ada tidaknya konversi dahak2. Pemeriksaan dan evaluasi pemeriksaan mikroskopisa. Sebelum pengobatan dimulaib. Setelah dua bulan pengobatan (setelah fase intensif)c. Pada akhir pengobatan3. Bila ada fasilitas biakan, dilakukan pemeriksaan biakan dan uji kepekaanEvaluasi radiologiPemeriksaan dan evaluasi foto toraks dilakukan pada :1. Sebelum pengobatan2. Setelah dua bulan pengobatan (kecuali pada kasus yang juga dipikirkan kemungkinan keganasan dapat dilakukan 1 bulan pengobatan)3. Pada akhir pengobatanEvaluasi pasien yang telah sembuhPasien Tb yang telah dinyatakan sembuh sebaiknya tetap dievaluasi minimal dalam dua tahun pertama setelah sembuh, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kekambuhan. Hal yang dievaluasi adalah mikroskopis BTA dahak dan foto toraks (sesuai indikasi/bila ada gejala).Defenisi kasus hasil pengobatan*HasilDefenisi

Sembuh1. Pasien dengan hasil sputum BTA atau kultur positif sebelum pengobatan, dan hasil pemeriksaan sputum BTA atau kultur negatif pada akhir pengobatan serta sedikitnya satu kali pemeriksaan sputum sebelumnya negatif.2. Pada foto toraks, gambaran radiologi serial (minimal 2 bulan) tetap sama / perbaikan.3. Bila ada fasilitas biakan, maka kriteria ditambah biakan negatif.

Pengobatan lengkapPasien yang telah menyelesaikan pengobatan tetapi tidak memiliki hasil pemeriksaan sputum atau kultur pada akhir pengobatan**

Gagal pengobatanPasien dengan hasil kultur atau sputum positif pada bulan kelima atau lebih dalam pengobatan

MeninggalPasien yang meninggal dengan apapun penyebabnya selama masa pengobatan

Lalai berobatPasien dengan pengobatan terputus dalam waktu dua bulan berturut turut atau lebih

PindahPasien yang pindah ke unit (pencatatan dan pelaporan) berbeda dan hasil akhir pengobatan belum diketahui

Pengobatan sukses / berhasilJumlah pasien yang sembuh ditambah pengobatan lengkap.

*Defenisi untuk Tb paru BTA positif dan negatif, dan Tb ekstraparu**Pemeriksaan sputum belum dilakukan atau hasilnya belum ada