dosis obat

of 12/12
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT BERDASARKAN KATEGORI PASIEN DI IRNA PENYAKIT DALAM RSU TUGUREJO SEMARANG                 TESIS Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S2             Program Studi   Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi    Administrasi Rumah Sakit Oleh : HERI SUKARDI NIM : E4A002019 PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2005

Post on 26-Dec-2015

42 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISISKEBUTUHANTENAGAPERAWATBERDASARKANKATEGORIPASIENDIIRNAPENYAKITDALAM

    RSUTUGUREJOSEMARANG

    TESIS

    UntukMemenuhiPersyaratanMencapaiDerajatSarjanaS2

    ProgramStudiMagisterIlmuKesehatanMasyarakat

    KonsentrasiAdministrasiRumahSakit

    Oleh:

    HERISUKARDINIM:E4A002019

    PROGRAMPASCASARJANAUNIVERSITASDIPONEGORO

    SEMARANG2005

  • ABSTRAK

    Perawatmerupakantenagapentingdalampelayanankesehatandirumahsakit,mengingatpelayanankeperawatandiberikanselama24jamterusmenerus,Pelayanankeperawatanyangbermutu,efektifdanefisiendapattercapaibiladidukungdenganjumlahperawatyangtepatsesuaidengankebutuhan.Olehkarenaituperencanaantenagaperawatterutamadalammenentukanjumlahkebutuhantenagaperludilakukandengansebaikbaiknyaagardapatdiperolehketenagaanyangefektifdanefisien.PerhitungankebutuhantenagaperawatberdasarkanKategoripasienlebihefektifkarenamempertimbangkanjamefektifperawat.DiRSUDTugurejoSemarangbelumpernahdilakukantentangkebutuhanperawatberdasarkankategoripasienselainitubeberapaahlitelahmenetapkanformulauntukmelakukanperhitungansehinggahasilyangdiperolehlebihakuratdansesuaidengankebutuhansesungguhnya.

    TujuanpenelitianiniuntukmengetahuikebutuhanjumlahtenagaperawatberdasarkankategoripasiendiIRNAPenyakitDalanRSUTugurejoSemarang.

    Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secarabelahmelintang (cross sectional) untuk mendapatkan informasi tentangjumlahtenagaperawatberdasarkantingkatketergantunganpasienkhususnyadiIRNAPenyakitDalamberdasarkantingkat ketergantungan pasien terhadap perawat. Metode pengumpulan data yangdigunakanadalahobservasidenganmenggunakanpedomanobservasi.

    Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakarakteristikperawatyangbekerjaumumnyamasihberusiamudarataratadibawah25tahun(87,5%denganpendidikanmayoritasDIIIKeperawatan(87,5%)tenagadidominasiolehtenagahonorerdanlamabekerjarataratakurangdari3tahun(81,25%)Pelayanan keperawatandenganminimalcaresebanyak2,26jam,parsialcaresebanyak4,15jamdantotalcaresebanyak5,75jam.Bebankerjaperawat5,3jamatau63,75%Berdasarkanwaktukerjanyauntukkegiatankeperawatanlangsungmemerlukanwaktu539menitatau37,43%,kegiatankeperawatan taklangsung 379menit atau 26,32 %dankegiatannonkeperawatan522menit35,25%dari total waktu 24 jam. Perhitungan jumlah tenaga perawatdenganminimalcaredibutuhkan11orang,parsialcare20orangdantotalcare26orang,menurutperhitunganDouglasdibutuhkan24 orangperawat dan menurut PPNI dibutuhkan tenaga sebangak 30 orangperawat.

    Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada saat ini terdapat selisih cukupbanyakantarajumlahperawatyangadayaitu16orangperawatdibandingkandenganhasilperhitungan ketiga formula diatas, untuk ini penulis menyarankan agar RSU TugurejoSemarangmengoptimalkantenagayangadadanbilamanamemungkinkankekurangantenagaperawatdapatdiperhatikan.

    KataKunci : Perawat,KebutuhanTenagaKeperawatan,AnalisisKegiatan,jamPelayanankeperawatan

    Kepustakaan : 26buah,19852004

  • BABI

    PENDAHULUAN

    A. LatarBelakang

    Rumah Sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan

    terjangkauolehmasyarakatdalamrangka meningkatan derajatkesehatanmasyarakat 1) Oleh

    karena itu rumah sakit di daerah dituntut untuk memperbaiki manajemen, mengembangkan

    sumberpembiayaansendiri,agardapatsecaraotonomiberupayameningkatkanmutupelayanan

    dan melakukan pemberdayaan terhadap semua potensi yang ada termasuk sumber daya

    manusiakarenamutupelayanansangattergantungpadakemampuansumberdayamanusia2)

    Masyarakat menuntutrumahsakitharusdapatmemberikan pelayanandengankonsep

    qualityonestepserviceartinyaseluruh kebutuhanpelayanankesehatandan pelayananyang

    berkaitanlangsungharusdapatdilayananiolehrumahsakitsecaracepat,akurat,bermutu

    danterjangkau.

    Tetapi untuk mewujudkan semua itu banyak hambatan yang dihadapi. Menurut

    Wasito(cit .Nurdjanah,1999)krisisekonomi beberapa tahun terakirinisangatberpengaruh

    terhadapsektorpelayanankesehatansehinggamenimbulkanpelayanankesehatanmenurun

    drastis,kinerjapetugasberkurangsehinggakualitaspelayanankesehatancenderungmenurun

    3).Salahsatuupayapentinguntukmengatasimasalahtersebutadalahkemampuanpimpinan

    rumah sakit untuk merencanakan kebutuhan sumber daya manusia secara tepat sesuai

    denganfungsipelayanansetiapunit,bagiandaninstalasirumahsakit.(Ilyas,2000).

    Anggaran belanja untuk pegawai memiliki proporsi yang paling banyak dari total

    keseluruhan anggaran belanja rumah sakit, bahkan Green ( cit. Ilyas, 2000 )

    mengemukakanbahwa75%daritotalalokasianggarandigunakanuntukbelanjapegawai.

    Olehkarenaitusalahsatuindikatorkeberhasilanrumahsakityangefektifdanefisienadalah

  • tersedianya jumlah sumber daya manusia yang cukup dengan kualitas yang tinggi

    profesionalsesuaidenganfungsidantugassetiappegawai.

    Pelayanankeperawatanmerupakanbagianintegraldaripelayanankesehatandirumah

    sakit, begitupentingnya pelayanandi rumahsakit, bahkanHuber(cit. Nurdjanah, 1999)

    melaporkanbahwa70%tenaga kesehatandirumahsakitadalahperawat.SedangkanGillies

    (1994) memperkirakan bahwa sekitar 75%tenaga keperawatan di rumah sakit adalah

    perawat,dan6070%daritotalanggarandigunakanuntukmenggajiperawat.Olehkarenaitu

    perencanaantenagaperawat terutama dalammenentukanjumlahkebutuhantenagaperawat

    perludikeloladengansebaikbaiknyaagardiperolehketenagaankeperawatanyangefektif dan

    efisien.

    Kualitas asuhan keperawatan dapat mencapai hasil yang optimal apabila beban

    kerjadansumberdayaperawatyangadamemilikiproporsiyangseimbang4).Saatini

    mutu pelayanan keperawatan masih belum memuaskan dan masih dipengaruhi oleh

    berbagaimasalahtermasukmasalahperencanaandanpengadaantenagaperawatsebagai

    sub sistem dari sistem ketenagaan kesehatan secara nasional. Berdasarkan penelitian

    WHO (1997),beberapa negara di Asia Tenggara termasukIndonesiaditemukan fakta

    bahwaperawatyangbekerjadirumahsakitmenjalanipeningkatanbebankerjadanmasih

    mengalamikekuranganjumlahperawat5)Halinidisebabkankarenaperanperawatbelum

    didefinisikan dengan baik,ketrampilan perawat masih kurang dan kebanyakan perawat

    dibebani dengan tugastugas non keperawatan5) .Disisi lain pelayanan keperawatan

    adalah pelayanan yang diberikan perawat professional kepada pasien sesuai dengan

    kebutuhan pasien selama dirawat di rumah sakit, sehingga ada hubungan yang erat

    antara perawat dengan pasien sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan, pasien

    masukrumahsakitbukantanpapertimbangan,dalamhalinipasienmasukrumahsakit

    mempunyaiharapanyangtinggibahwaiaakandirawatdenganbaikdandapatkembali

  • pulangdengankeadaansembuhsepertisediakala6)

    Dengan tanpa dipungkiri lagi bahwa perawat merupakan kelompok terbesar di

    rumahsakit, sehinggabaikburuknyapelayanandirumahsakit adalahmerupakancitra

    darikelompokperawatsebagaijasapemberianpelayanankeperawatan6)

    Ruangrawatinapmerupakansubsistemrumahsakityangmenjaditempatasuhan

    keperawatan.Kegiatanasuhankeperawatanyangdilaksanakantergantungdarikualitasdan

    kuantitastenagaperawatyangbertugasselama24jam.

    RSUTugurejoSemarangberdasarkanSKMenKesno:1600/MENKES/SK/XI/2003berubahmenjadikelasBnonPendidikanyangmerupakanrumahsakitrujukandenganstatuspengelolaannyaadalahnonswadanadanstatuskepemilikannyaPemerintahDaerahTKIJawaTengahdansatusatunyarumahsakitdiKotaSemarangbagianbarat.Saatinimemiliki162tempattidurdenganjumlahtenagakesehatansebanyak132orang,117perawatdan15orangBidan.

    Dari117orangperawat92orang(78,6%)bekerjaunitrawatinapdan25orang(

    21,4%)diluarrawatinap(rawatjalan).Untuklebihjelasnyadapatdilihattabelberikut

    ini.

    Tabel1TingkatPendidikanTenagaperawatdiRSUTugurejoSemarangTahun2004

    Jenistenaga Jumlahtenaga(Orang) %SPK 11 8,00Bidan 7 5,10AKPER 106 77,37AKBID 8 5,83Jumlah 132 100,00

    Sumber:RSUTugurejoSemarang,tahum2004

    Tabel tersebut menunjukkan bahwa tenaga perawat di RSU Tugurejo Semarang

    berjumlah 117 orang, jumlah tersebut 106 orang berpendidikan AKPER dan 11orang

    berpendidikanSPK.

    Sejakberubahmenjadirumahsakitumumtahun1999yangpadaawalmulanya

    rumahsakitTugurejoSemarangadalahrumahsakitKustakunjunganpasiendaritahun

    mengalamikenaikan.Untuklebihjelasnyadapatdilihatpadatabeldibawahini:

  • EfisiensirumahsakitberdasarkanindikatorBOR,LOS,TOIdanBTOpadatahun2001sampaidengan2004adalahsebagaiberikut:

    Tabel2EfisiensiPengelolaanRSUTugurejoSemarang

    No INDIKATOR 2001(%) 2002(%) 2003(%) 2004(%) STANDART1 BOR 55,41 60,04 68,41 75,49 6080%2 LOS 4,14 4,74 4,91 4,65 46Hari3 TOI 4,47 2,32 1,93 1,88 134 BTO 3,19 6,70 6,20 5,61 31/341/6Sumber:MedicalRecordRSUTugurejoSemarang

    DaridatadiatastampakbahwaBORrumahsakitdaritahunketahunmengalamipeningkatan.

    BORmenggambarkantingkatrataratapenggunaantempattidurrumahsakit.AngkaBORidealnyayaitu60%80%.SecaraumumBORRSUTugurejoSemarangcukupideal,inimenunjukkanbahwatempattiduryangtersediadapatdimanfaatkansebagaimanamestinyadandaritahunketahunmengalamipeningkatan.Tahun2002meningkat4,63%daritahun2001,tahun2003meningkat8,37%daritahun2002dantahun2004meningkat7,08%.

    LOSmenggambarkanrataratalamanyapasiendirawatdiRumahSakit.UntukRSUrataratasekita46hari.BiladibandingkandengannilaiidealsudahcukupkarenaLOSRSUTugurejoSemarangratarata4,61hari.

    TOImenggambarkanratarataberapaharisatutempattidurtidakditempatidarisaatpasienmeninggalkantempattidursampaidenganterisinyakembalitempattidurtersebut.Angkaratarata13hari.BiladibandingkandengannilaiidealnyaRSUTugurejoSemarangsudahsesuaikarenaTOIdaritahunketahunmengalampenurunan.HalinimenunjukkankinerjayangsemakinbaikdiRSUTugurejoSemarang.

    BTOmenggambarkanberapakalidalamsatuperiodewaktu(biasanyabulan)rataratasatutempattidurditempatiolehpasien.Angkarataratasekitar31/341/6kali.Biladibandingkandengannilaiideal,makaBTORSUTugurejoSemarangsudahmelebihikarenaBTORSUTugurejoSemarangberkisar46kali.

    RSUTugurejoSemarangdalammemberikanpelayanankesehatankepadamasyarakattelahmemilikipelayananrawatinapspesialisasiPenyakitDalam,Bedah,Anak,ObstetriGinekologi,ruangVIPdanICU.Berdasarkanindikatorefisiensipelayananrumahsakit,makakinerjaRSUTugurejotahun2003adalahsebagaiberikut:

    Tabel3DataPencapaianKinerjaInstalasiRawatInapRSUTugurejoSemarangTahun2004

    NO IRNA BOR LOS TOI BTO J.PASIEN

    1.

    2.

    3.

    4.

    Dalam

    Bedah

    AnakKandungan

    75,49

    75,14

    76,96

    55,80

    4,65

    3,90

    3,57

    2,09

    1,88

    1,34

    1,16

    2,42

    5,61

    6,10

    6,84

    6,04

    2167

    1480

    1949

    1284

    Ratarata 70,84 3,50 1,70 6,15 1720

  • Sumber:RekamMedikRSUTugurejoSemarangtahun2004

    DaridatadiatastampakbahwaBORdimasingmasingruangancukuptinggi,sedangkanjumlahkunjunganpasienyangpalingtinggiadalahruangpenyakitdalam.

    Distribusiperawatkemasingmasingruangrawatinapditunjukkanolehtabelberikutini:

    Tabel4DataJumlahtempattidurdanPerawatsertarasioTT/PerawatdiIRNARSUTugurejoSemarangbulanDesember2004.

    NO IRNA Perawat TT RasioPerawat/TT

    1.

    2.

    3.

    4.

    Dalam

    Bedah

    Anak

    Obsgyn

    16

    14

    14

    15

    32

    30

    26

    19

    1:2,0

    1:2,1

    1:1,8

    1:1,3

    Sumber:RSUTugurejoSemarang,tahun2004

    DaridatadiatastampakbahwaIRNAPenyakitDalammemilikirasioperawat:tempattidururutankeduayaitusebesar1:2,0.sedangkanurutanpertamapadaruangbedah.TenagaperawatdiruangrawatinapRSUTugurejoSemarangsangatdibutuhkandandiperlukankeberadaannya,sedangkantersedianyatenagatersebutsangatterbatassehubungandengankebijakanZerogrowthPNS.OlehsebabituperencanaankebutuhantenagaperawatdiRSUTugurejoSemarangsangatdiperlukansehinggakebutuhantenagaperawatdimasamendatangsemakinjelas.

    Metode perencanaan tenaga perawat guna meningkatan produktivitas dan mutu

    pelayanan keperawatan di RSU Tugurejo Semarang saat ini menggunakan Permenkes

    262/VII/1979, akan tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan yang diharapkan, karena

    tenagaperawatyangadadiunitrawatinapbaru92orangdenganjumlahtempattidur

    162, sedangkan berdasarkan Permenkes 262/VII/1979 34 : 2.yang artinya 3 atau 4

    perawatuntuk2tempattidurjadibaru66%dariPermenkesteresebut,Halinidisebabkan

    karena rekruitmennya ditetapkan dari Pemda Jawa Tengah dan rumah sakit hanya

    menerima(droping).tenagatersebut.

    Mengingat RSUTugurejoSemarangmerupakanrumahsakitnonswadana, maka

    dimungkinkan tenaga yang dibutuhkan dapat direncanakan untuk selanjutnya diusulkan

    kepadaPemerintahPropinsiJawaTengah.

    Oleh sebab itu perlu disusun metode perencanaan tenaga perawat yang cocok

    terhadapkebutuhanrumahsakitdankebutuhanpelanggan.

  • Ada berbagai cara penghitungan tenaga perawat di rumah sakit antara lain:

    Lokakarya Nasional Keperawatan(1983), Permenkes 262/ 1979, serta metode menurut

    Gillies(1994)2)

    MetodeLokakaryaNasionalKeperawatanmenambah25%tenagacadangandalam

    perhitungandirasakantidakefisiensehinggametodeinitidakdigunakandalampenelitian

    ini.

    Permenkes 262/Menkes/per/VII/ 1979.menyebutkanbahwa kebutuhan tenaga

    perawat di rumah sakit adalah perbandingan jumlah tempat tidur dibandingkan dengan

    jumlahperawatsebagaiberikut7)

    RumahSakitkelasC : 1perawat : 1tempattidur,

    RumahSakitkelasAB : 34perawat : 2tempattidur

    Rumus tersebuttanpa diberikan dasar perhitungannya, sehingga tidak digunakan dalam

    penelitianini.

    Metode yang lain adalahmetodejam kerja efektif yang didasarkan pada tingkat

    ketergantunganpasienpadajamperawatanyangdiperolehdariseorangperawatdandata

    sensus harian pasien yang dikembangkan Gillies(1994) yang penulis gunakan untuk

    penelitianinikarenalebihmendekatikebutuhan.

    MenurutDouglas(1994)Loveridge&Cummings(1996)klasifikasiderajatketergantungan

    pasiendibagimenjadi3katagori.5)yaitu:1)minimalcarememerlukanwaktu12jam/24jam.2)

    partialcare memerlukanwaktu34jam/24jam.3)Totalcarememerlukanwaktulebihdari5

    jam.

    Disamping tingkat ketergantungan pasien terhadap perawat, Penulis juga ingin

    menelitiberapajamwaktuyangdigunakanuntukmemberikanperawatanterhadappasien

    baikituminimalcare,partialcaremaumuntotalcare.

    SelamainidirumahsakitTugurejoSemarangbelumpernahdilaksanakantentanganalisiskebutuhantenagaperawatberdasarkankategoripasien,olehkarenaitupenelitianini

  • dilakukanuntukmendapatkaninformasitentangjumlahtenagaperawatberdasarkankategoripasienrawatinapkhususnyadiIRNAPenyakitDalamagardapatdilakukanperencanaantenagaperawatdanakirnyabisameningkatkanmutupelayanan.

    B. Perumusanmasalah.

    RSUTugurejoSemarangsampaisaatinibelummempunyaiketentuanyangbakutentang

    perhitungankebutuhan tenagaperawat khususnyadi unit rawat inap. Saat ini RSUTugurejo

    Semarangmemiliki132orangtenagakeperawatanyangterdiridari11(8,0%)orangtenaga

    SPK,7(5,10%)orangtenagaBidan,106(77,37%)tenaga AKPER,serta8(5,83%)0rang

    tenagaAKBID.PerhitunganjumlahperawatberdasarkanPermenkes262/Menkes/Per/VII/

    1979dengan160Tempat tidurseharusnyaminimal 240 tenagaperawat. Adapunperhitungan

    kebutuhantenagaperawatdi unit rawat inapdenganmenggunakananaliskegiatandanBOR

    sebagaidasarperhitungan,perhitungan tersebut tidakakuratolehkarena ituakan dilakukan

    analisi kebutuhan tenaga perawat berdasarkan kategori pasien sebagai dasar perencanaan

    tenagaperawatdanmeningkatkankualitaspelayananrumahsakit.

    Berdasarkanlatarbelakangtersebutmakarumusanmasalahdalampenelitianiniadalah:BerapakebutuhantenagaperawatberdasarkankategoripasiendiIRNAPenyakitDalamRSUTugurejoSemarang.

    C. Tujuanpenelitian

    1. Tujuanumum

    MengetahuikebutuhanjumlahtenagaperawatdanbebankerjaberdasarkankategoripasiendiIRNAPenyakitDalamRSUTugurejoSemarang.

    2. Tujuankhusus

    a. Mengetahui karakteristik perawat di IRNA Penyakit Dalam RSU Tugurejo

    Semarang.

    b. MengetahuiklasifikasipasienyangdirawatdiIRNAPenyakitDalamRSU

    TugurejoSemarang.

    c. Mengetahui jam kegiatan perawat berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan,

  • meliputikegiatankeperawatanlangsungdankegiatankeperawatantaklangsung

    d. MengetahuibebankerjaperawatdiIRNAPenyakitDalamRSU

    TugurejoSemarang.

    e. Mengetahui jam pelayanan keperawatan berdasarkan kategori pasien di IRNA

    PenyakitDalamRSUTugurejoSemarang.

    f. MengetahuikebutuhanjumlahtenagaperawatdiIRNAPenyakitDalamRSU

    TugurejoSemarang.

    g.MengetahuipersepsiperawatdanKaperawattentangbebankerjaperawat

    RuangLingkup

    3. Ruanglingkupwaktu

    PenelitianinidilakukandaribulanJanuarisampaidenganPebruari2005

    4. Ruanglingkuptempat

    Penelitianinidilakukandiruangperawatanpenyakitdalam/ ruang Mawar RSU

    TugurejoSemarang.

    5. Ruanglingkupmateri

    PenelitianinidibatasipadahalyangberkaitandengankebutuhantenagaPerawat

    diIRNAPenyakitDalamRSUTugurejoSemarang.

    ManfaatPenelitian

    6. Bagi RSUTugurejoSemarang, dapat memanfaatkanpenelitian ini dalammenyusun

    rencanakebutuhan tenaga perawat danrencanapengembanganpendidikanlanjutan

    sehinggadapatmeningkatkankualitaspelayanankeperawatan.

    7. Bagi peneliti, menambah wawasan dalam melakukan perencanaan kebutuhan tenaga

    perawatdirumahsakit.

  • 8. BagiMIKMhasilpenelitianinidiharapkandapatdigunakansebagaibahanacuandalam

    melakukan penelitian lebih lanjut tentang perhitungan kebutuhan perawat dan

    implementasinyadiIRNAPenyakitDalamRSUTugurejoSemarang.

    KeaslianPenelitian

    Penelitian tentangkebutuhantenagaperawatberdasarkan kategori pasiendi IRNA

    PenyakitDalambelumpernahdilakukankhususnyadiRSUTugurejoSemarang.

    Berdasarkanpenelusurankepustakaanterdapat penelitianyang hampirSerupaakan

    tetapitaksamatelahdilakukanolehbeberapapeneliti,antaralain:

    1. AnalisisKebutuhanTenagaPerawatBerdasarkanBebanKerjaDiRuang

    RawatInapRSUDPurwodadiolehAgustinar(1999).Penelitianbersifatdeskriptifanalitik

    yangdilakukansecara crosssectional untukmencaridanmendapatkaninformasi

    tentang perhitungan tenaga keperawatan berdasarkan beban kerja perawat.

    Pengumpulandatadilakukandenganobservasidankuisioner.Hasilpenelitian

    menunjukkanbahwapenerapanstandartasuhankeperawatandisemuaruangrawat

    inapmasihkurangdankebutuhantenagamasihkurang.Tingkatketergantunganpasien

    memilikiperbandinganyanghampirsamaantaratingkat ketergantungan ringan,sedang

    danberat.

    2. AgusJoko Purwanto (tahun 2003) yang meneliti tentangkebutuhan tenaga

    perawat berdasarkan analisis pelaksanaankegiatan perawat di Irna penyakit

    dalamRSUDWates.Penelitianiniadalahstudikasus,bersifatdeskriptifeksfloratif

    dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkanbahwakarateristik

    perawat yang bekerjaumumnyamasihberusiamuda dengan pendidikanmayoritas

    AKPERtenagadidominasioleh tenaga honorer.Perawatdalammenggunakan waktu

    kerjanyauntuk kegiatan keperawatan tidak langsungmemerlukanwaktu lebihbanyak

  • dibandingkandengankegiatankeperawatanlangsung.Jumlahpasienyangdirawatpaling

    banyakadalahkategoriI(selfcare)kemudiandisusuldengankategoriI(partialcare)

    dankategoriIII(totalcare).

    3. Moch Hasyim ( 2002 ) yang meneliti tentang kebutuhan jumlah tenaga perawat

    berdasarkanbebankerjaperawat,jenispenelitianobservasionaldenganpendekatanCross

    Sectional,Populasi penelitiannyaadalahseluruhwaktuyangdigunakan oleh perawat

    yang bertugas melaksanakan keperawatan. Hasil penelitiannya didapatkan hasil yang

    berbedaantaraFormulaPPNI,FormulaGillies,sertaFormulaNina.HasilFormula

    PPNIdibutuhkanjumlahtenagaperawat42perawat,Gillies23perawatdan

    Nina36perawatsehinggaterdapatselisihyangbanyakantaraperawatyang

    adadibandingkandenganjumlahperawathasilperhitunganketigaFormula.

    Perbedaanpenelitianinidenganpenelitiansebelumnyaadalahpenelitianini

    dilakukandiRSTugurejoSemarangdenganmelakukananalisisterhadapkegiatan

    perawatdiIRNAPenyakitDalamkemudiandilakukanperhitungankebutuhantenaga

    perawatberdasarkankategoripasien.Subyekpenelitianadalahpasienuntuk

    mengetahuikategoripasiensertaperawatuntukmengetahuiberapawaktuyang

    diperlukanolehperawatterhadappasienselfcare,partialcaremaupuntotalcare

    Ruang LingkupManfaat PenelitianKeaslian Penelitian