?? · web viewsehingga budidaya cabai ini menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan. di...

Download ?? · Web viewSehingga budidaya cabai ini menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan. Di Indonesia sendiri jenis cabai yang sering dibudidayakan antara lain cabai

Post on 02-Feb-2018

223 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Cabai merah (Capsicum annum) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropika seperti di Indonesia. Cabai sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan sebagiannya untuk ekspor dalam bentuk kering, saos, tepung dan lainnya.

Cabai dan kebudayaan masyarakat Indonesia hampir tidak dapat dipisahkan, terutama dalam hal masak memasa, Di Bangka Belitung cabai merupakan bumbu dapur yang wajib di setiap masakan. kenapa tidak, banyak sekali masyarakat Bangka Belitung yang menggunakan cabai disetiap masakan. Terutama di masakan asam pedas khas Bangka. karena harganya mahal banyak sekali masyarakat Bangka Belitung khususnya di Bangka yang pekerjaannya sebagai petani cabai karena bagi mereka bertani cabai sangat menguntungkan bagi mereka untuk memnuhi kebutuhan mereka.

1.2 Manfaat Cabai

Saat ini cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan masyarakat baik masyarakan local maupun internasional khususnya di Bangka Belitung. Setiap harinya permintaan akan cabai semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di berbagai daerah. Sehingga budidaya cabai ini menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan.

Di Indonesia sendiri jenis cabai yang sering dibudidayakan antara lain cabai keriting, cabai besar, cabai rawit dan cabai paprika. Sebab menyesuaikan permintaan konsumen, yang banyak menggunakan jenis cabai tersebut sebagai penyedap makanan. Selain digunakan sebagai penyedap makanan, cabai juga bias dimanfaatkan sebagai macam produk olahan seperti saos cabai, sambel cabai, bubuk cabai, dan bumbu instan.

1.3 Jenis Cabai

Di indonesia biasanya cabai dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu cabai kecil dan cabai besar. Sedangkan di luar negeri cabai biasanya dikelompkan menjadi 3 kelompok, yaitu cabai manis ( sweet pepper), cabai pedas (hot chili), dan cabai lonceng ( bell Pepper).

Mengacu pada kondisi cabai yang terdapat di Indonesia kami mengklasifikasikan cabai dalam 2 kelompok yaitu :

1. Cabai Rawit

Cabai rawit di dunia internasional dikenal sebagai hot chili atau cabai pedas. Ukuran cabai ini kecil kecil, namun rasanya sangat pedas karena kandungan minyak atsirinya yang sangat tinggi. Cabai rawit di Indonesia banyak macamnya, namun secara umum dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

a. Cabai Rawit Kecil

Cabai Rawit ini berukuran sangat kecil, hanya memiliki panjang 1 2 cm. meskipun demikian rasa cabai ini sangat pedas. Sangat sesuai dijadikan teman makan tahu atau tempe goring. Warna cabai waktu masih muda hijau, setelah tua berubah menjadi merah

b. Cabai rawit Putih

Cabai rawit putih memiliki buah berwarna puth atau putih kekuningan saat masih muda, dan berubah menjadi merah menyala saat sudah masak. Ukuram cabai ini 2 5 cm. rasanya cikup pedas dan cocok dijadikan bahan sambal.

c. Cabai rawit hijau

Cabai ini memiliki buah berwarna hijau tua saat masih muda,dan merah gelap saat tua. Panjangnya antara 2- 3 cm. rasanya tidak terlalu pedas, sehingga banyak orang memakannya sebagai teman makan gorengan.

2. Cabai Besar

Cabai besar merupakan cabai dengan ukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan cabai rawit. Rata rata panjang buahnya sekitar 10 cm, namun terkadang mencapai 15 cm bahkan 20 cm. saat muda buah cabai besar berwarna hijau tua. Ketika sudah tua warnanya berubah menjadi merah menyala, merah tua, atau tetap hijau. Di pasar biasanya cabai besar dikelompokan lagi menjadi : cabai merah besar, cabai keriting, cabai hijau dan sebagainya.

BAB II

SYARAT TUMBUH

Syarat tumbuh merupakan kondisi optimal yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang, serta berproduksi dengan baik. Secara umum syarat tumbuh meliputi 2 faktor. Factor factor tersebut antara lain, factor iklim dan tanah.

2.1 Iklim

Iklim merupakan peranan yang sangat besar dalam menentukan cocok atau tidaknya suatu tempat untuk membudidayakan suatu tanaman. Kondisi iklim sering menyebabkan suatu tanaman hanya endemik di tempat tempat tertentu saja. Beberapa iklim yang mempengaruhi tanaman cabai antara lain, ketinggian tempat, curah hujan, intensitas cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin.

1. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap kondisi iklim suatu tempat. Beberapa unsure iklim seperti suhu udara, curah hujan, tekanan udara, dan intensitas matahari sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat.

2. Curah Hujan

Tanaman cabai tidak menyukai cursh hujan yang berlebihan namun demikian tanaman ini membutuhkan kelembapan yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

3. Cahaya Matahari

Cabai membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tinggi, setidaknya diatas 70%. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang, berpengaruh terhadap umur panen buah.

4. Suhu Udara

Suhu Udara juga besar pengaruhnya terhadap tanaman cabai. Suhu udara yang sesuai dengan tanaman cabai antara 8-34 derajat celcius. Namun optimalmya, tanaman cabai sebaiknya mendapatkan suhu udara siang 21-28 derajat celcius dan malam 8-20 derajat celcius.

5. Kelembaban Udara

Tanaman cabai tidak menyukai curah hujan yang terlalu berlebihan, namun tanaman ini menyukai kelembaban yang cukup tinggi yaitu 80-95%.

6. Kecepatan Angin

Angin berperan sebagai pembantu penyerbukan serta sirkulasi udara.

2.2 Tanah

Tanah merupakan aspek penting dalam budidaya cabai, karena tanah merupakan media tumbuh sekaligus sebagai sumber unsur hara. Yang perlu dilihat dari kondisi tanah antara lain jenis tanah, tekstur tanah, pH tanah, kandungan air tanah dan kandungan bahan organic tanah

1. Jenis tanah

Tanaman ini memerlukan tanah yang gembur dengan kesuburan yang tinggi untuk dapat tumbuh dan berproduksi optimal. Beberapa jenis tanah antara lain yaitu, tanah alluvial, tanah andosol, tanah litosol, dan tanah grumosol.

2. Tekstur Tanah

Tekstur tanah merupakan perbandingan relative antara fraksi fraksi dalam tanah, yaitu pasir , debu, dan liat. Tekstur tanah yang cocok untuk tanaman cabai adalah lempung berpasir, pasir berlempung, lempung, dan lempung berdebu, sedangkan tanah yang berliat tinggi tidak cocok untuk lahan tanaman cabai.

3. Suhu Tanah

Tanaman cabai menyukai suhu tanah yang hangat, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Suhu tanah yang diinginkan antara 15 30.

4. Derajat keasaman (pH) Tanah

Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan cabai adalah pH netral, yaitu antara 6,0 7,5.

5. Kedalaman Air Tanah

Kedalaman air tanah yang sesuai untuk tanaman cabai antara 50 200 cm

6. Kandungan Bahan Organik

Bahan organic juga berperan dalam menyerap unsure hara yang ditambahkan kedalam tanah melalui pemupukan. Tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah, ketika diberi pupuk, akan seperti ember penuh lubang yang diberi air. Lebih banyak yang terbuang percuma dibandingkan dengan yang dapat dimanfaatkan. Tanah yang mengandung sedikit bahan organik akan menyebabkan produksi tanaman cabai menurun.

BAB III

BUDIDAYA TANAMAN

3.1 Penyemaian Benih

Bibit cabai yang baik dan sehat akan menghasilkan tanaman yang baik dan sehat pula. Sebaliknya bibit yang buruk apalagi membawa bibit penyakit, akan menghasilkan ktanaman yang jelek dan produksi rendah. Untik mendapatkan bibit yang baik, benih harus disemai dengan langkah langkah yang baik dan benar sehingga akan didapatkan bibit yang berkualitas.

1. Pesemaian tanaman cabai

pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau yang baik. Adapun tahapan pesemaian adalah ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut.

- lebar bedeng 1 1,2 m.

- panjang bedeng 3 5 m.

- tinggi bedeng 15 20 cm.

2. Penyemaian benih tanaman cabai

Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 500 benih. Sebelum benih disemai atau ditabur, tempat pesemaian disiram merata. Beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :

semai bebas atau ditabur merata.

semai dalam baris.

semai berkelompok.

3.2 Penanaman

Setelah lahan diolah secara baik, maka penanaman bibit cabai siap dilakukan. Menanam bibit cabai bukan sama sekali pekerjaan yang sulit, apalagi sudah biasa melakukannya. Berikut langkah langkah dalam melakukan penanaman.

a. Pemasangan mulsa

Mulsa dipasang setelah bedengan diberi pupuk dasar dan dilakukan pengapuran jika pH tanah tersebut rendah.

Bedengan disemprot terlebih dahulu

Pemasangan mulsa sebaiknya tidak dilakukan sendirian

Plastik mulsa dipotong sesuai ukuran bedengan, kemudian dibentangkan sepanjang bedengan.

Setelah bagian ujung terjepit kencang pada bedengan, bagian sisi mulsa juga ditarik sekencang mungkin kemudian dijepit dengan bedengan.

Sebaiknya pemasangan mulsa dilakukan pada siang hari yang terik, karena Plastik mulsa akan mengembang dan menempel erat pada bedengan.

b. Pembuatan lubang

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut :

Kaleng yang digunakan diberi pegangan dari kayu yang panjangnya 1 meter. Kayu dipasang pada sisi kanan dan kiri kaleng.

Bagian mulsa yang akan dilubangi, ditandai dengan menggunakan spidol. Jarak tanda disesuaikan dengan jarak tanam ajuran untuk varietas cabai yang akan ditanam.

Kaleng tersebut ditempelkan pada mulsa plastik yang telah ditandai.

Dengan cara ini lubang pada mulsa cepat dibuat.

Lubang tanam pada bedengan cukup dibuat dengan mengorek tanah sedikit pada bagian mulsa yang berlubang.

c. Penanaman bibit

Bibit yang ditanam sebaiknya harus cu