dinding sel dan membran sel-kelompok2

Download Dinding Sel Dan Membran Sel-kelompok2

Post on 24-Jun-2015

2.099 views

Category:

Documents

53 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel yang diberikan oleh Ibu Dra. Hj. Kholilah, M.M..

Dalam makalah ini kita akan membahas tentang Dinding Sel dan Membran Plasma yang mencakup pengertian dinding sel dan membran plasma, fungsi dinding sel dan membran plasma, komposisi dinding sel dan membran plasma, teori-teori, serta transport yang terjadi pada membran.

Sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya bahwa sel adalah unit terkecil penyusun tubuh mahluk hidup. Yang dimaksud dengan mahluk hidup ini adalah hewan, tumbuhan, dan manusia. Selain itu juga sel disebut sebagai satuan struktural dan fungsional penyusun tubuh mahluk hidup, karena setiap struktur yang terdapat di dalam sel memiliki fungsi. Sel itu sendiri tersusun atas organel-organel yang memiliki peran masing-masing untuk melaksanakan proses kehidupan sel. Beberapa diantara organel tersebut adalah dinding sel dan membran plasma yang terletak dipermukaan sel.

Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki membran plasma. Akan tetapi dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Untuk itu lah makalah ini disusun guna membahas bagian dari sel yaitu dinding sel dan membran plasma.

1.2 Rumusan Masalah 1. Jelaskan apa saja komposisi penyusun dinding sel dan membran plasma! 2. Sebutkan fungsi masing-masing dari dinding sel dan membran plasma! 3. Jelaskan teori-teori tentang membran plasma!

1

4. Jelaskan transport molekul-molekul yang terjadi antar membran!

1.3 Tujuan Setelah mempelajari bab ini diharapkan kita sama-sama dapat memahami mengenai dinding sel dan membran plasma.

2

BAB II DINDING SEL DAN MEMBRAN SEL

A. DINDING SEL

Yang dimaksud dengan dinding sel, yaitu matriks ekstraseluler yang menyelubungi sel tumbuhan di luar membran sel. Walaupun pada kenyataannya sel-sel hewan juga memiliki komponen ekstrakseluler pada permukaan selnya, namun dinding sel tumbuhan umumnya lebih tebal, lebih kuat dan yang paling penting bersifat lebih kaku. Dinding sel bersifat kaku tersebut karena tersusun atas polisakarida. Polisakarida itu terdiri atas hemiselulosa dan pektin. Dinding sel dibentuk oleh diktiosom.

Dinding sel itu tipis, berlapis-lapis, dan pada tahap awalnya lentur. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, tiap belahan baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa. Fungsi Dinding Sel Bersama-sama dengan vakuola, dinding sel berperan dalam turgiditas sel (kekakuan sel). Seandainya tidak ada dinding sel, maka sel-sel tumbuhan mengempis dan bentuk sel berubah-ubah. Dinding sel mengakibatkan bentuk sel tetap.

Sebenarnya dinding sel juga memberikan tempat perlindungan bagi sel di dalamnya. Lagipula dinding sel tersebut saling terikat dengan sel di dekatnya membentuk suatu tanaman utuh. Walaupun setiap sel akan-akan terperangkap dalam ruangan yang dibatasi dinding sel, namun masih mungkin adanya komunikasi antar sel melalui plasmodesmata. Melalui hubungan yang dinamakan plasmodesmata inilah berlangsung komunikasi antar sel dengan adanya lalu lintas molekul-molekul kecil. Apabila terjadi pengkhususan sel-sel3

tanaman bersangkutan, maka dinding sel akan menyesuaikan kepada fungsi perlindungan dan kemudahan komunikasi antara sel.

Ukuran sel dalam tumbuhan multiseluler yang baru tebentuk relatif kecil kalau dibandingkan dengan ukuran sel tersebut setelah tumbuh. Untuk menyesuaikan terhadap volume sel setelah tumbuh, maka dinding sel yang masih muda selain masih bersifat tipis juga tidak begitu kaku. Dinding sel tersebut dinamakan dinding sel primer, sedang apabila telah mengalami pertumbuhan, misalnya menjadi lebih tebal atau padanya ditambahkan lapisan baru dengan komposisi yang berbeda, maka dinding sel tersebut dinamakan dinding sel sekunder.

Walaupun dinding sel tumbuhan tingkat tinggi berbeda satu sama lain dalam organisasinya, namun pada dasarnya terdri atas susunan serabut-serabut panjang dan keras yang masing-masing terbenam dalam matriks protein dan polisakarida. Biasanya serabutserabut tadi terbuat dari bahan selulose, sedang matriksnya sebagian besar dari bahan hemiselulose dan pektin.

Walaupun larutan ekstrakseluler dalam tumbuhan selalu bersifat hipotonis kalau dibandingkan dengan sitoplasma selnya, namun sel tumbuhan yang cenderung mengembang volumenya akan dibatasi oleh dinding sel yang kaku. Keadaan ini menyebabkan kondisi yang dinamakan turgor.

Dinding sel dari tumbuhan yang telah terdeferensiasi disesuaikan kepada fungsi yang dilaksanakan oleh bersangkutan. Dalam tumbuhan terdapat 3 kelompok sel dewasa yang dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu: a. Sel epidermal Sel epidermal menutupi permukaan tumbuhan. Biasanya mereka memiliki dinding sel primer yang tebal. Selama proses diferensiasinya, sebelah luar dinding sel primer tersebut ditambahkan lapisan lain bahan polimer asam lemak yang disebut kutin. Lapisan luar dinding sel primer ini dinamakan kutikula.

4

b. Sel Silem Silem merupakan jaringan tumbuhan yang terbentuk dari pembelahan sel-sel kambium yang berdinding sel tipis. Jaringan ini telah dimodifikasi menjadi susunan pipa yang bertanggung jawab untuk pengangkutan air yang mengandung ion-ion anorganik dari akar menuju bagian-bagian lain dari tumbuhan.

c. Sel floem Floem merupakan jaringan yang bertanggung jawab untuk mengangkut bahan-bahan hasil fotosintesis (biasanya sukrose) ke bagian lain dari tumbuhan. Floem ini terdiri dari atas susunan pipa-pipa yang berkembang dari sel prekambium dan sel kambium yang beridinding tipis. Dinding sel primer menebal dengan penambahan komponen selulose dan hemiselulose. Tiga contoh diferensiasi sel di atas menekankan bahwa dinding sel berstruktur sangat kompleks dapat mengubah arah pertumbuhan dan perkembangan sel bersangkutan. Dibawah ini adalah gambar sel tumbuhan dengan dinding sel diperbesar.

Gambar 1. Sel tumbuhan dengan dinding sel yang diperbesar

5

B. Membran Plasma

Perkembangan membran plasma merupakan tahap sangat pentingnya dalam terjadinya bentuk kehidupan yang paling awal. Tanpa membran plasma, sebuah sel tidak mungkin melangsungkan kehidupannya.

Semua membran organisme hidup, termasuk membran plasma dan membran internal sel eukariotik, memiliki susunan umum yang sama, yaitu terdiri dari himpunan molekul lipid dan protein yang terikat secara non-kovalen. Fungsi membran plasma Membran plasma sangat penting untuk menjaga kehidupan sel. Fungsi membran plasma adalah sebagai berikut. 1). Melindungi isi sel Membran sel berfungsi mempertahankan isi sel. 2). Membatasi isi sel dari lingkungan luarnya. 3). Mengatur keluar masuknya molekul-molekul Membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel), artinya ada zat-zat tertentu yang dapat melewati membran dan ada pula yang tidak. Molekul-molekul tersebut berguna untuk mempertahankan kehidupan sel. 4) Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel. Rangsangan itu berupa zat-zat kimia, misalnya hormone, racun, rangsangan listrik; dan rangsangan mekanik, misalnya tusukan dan tekanan. Sebagai contoh sel Amoeba. Sel Amoeba yang tidak memiliki indera ternyata mampu menerima rangsang, baik rangsang kimia, listrik, maupun mekanik. Bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor adalah glikoprotein.. 5). Membran sel juga berfungsi sebagai Protein membran6

Protein membran memiliki berbagai macam fungsi, antara lain: (i) Melekatkan membran pada sitoskeleton tau rangka sel, (ii) Membentuk junction (pertemuan) diantara dua sel yang bertetangga, (iii) Sejumlah protein membran berperan sebagai enzim, (iv) sejumlah protein membran berfungsi sebagai reseptor permukaan bagi pesuruh-pesuruh kimia dari sel-sel lain, dan (v) beberapa protein membran membantu pergerakan subtansi-subtansi melintasi membran Perkembangan Model Membran Sel Sebelum berhasil diisolasinya membran plasma, sebagian besar teori tentang struktur membran plasma didasarkan atas data yang diperoleh secara tidak langsung. Misalnya dalam tahun 1902 oleh Overton diajukan teori bahwa membran plasma merupakan lapisan tipis lipid, karena kenyataan zat-zat yang larut dalam lipid dapat menembus membran plasma.

Dari beberapa sifat membran plasma, oleh Danielli diusulkan bahwa membran plasma terdiri atas lapisan rangkap lipid yang diapit oleh lapisan protein pada kedua sisinya.

Sebelum diajukan teori membran plasma oleh Singer dan Nicolson dalam tahun 1972, teori-teori tentang strukur membran plasma dapat disimpulkan dalam 3 kelompok. a. Teori lembaran (leaflet theory), yang pada dasarnya menyatakan bahwa membran plasma tersusun oleh lapisan-lapisan.

Gambar 2. Teori lembaran b. Teori bola-bola (globular theory), menyatakan bahwa komponen lipid-protein berbentuk sebagai bola-bola yang tersusun membentuk lembaran

7

Gambar 3. Teori bola-bola c. Teori dinamis, yang menyatakan bahwa struktur membran plasma dapat berbentuk lembaran berlapis dan dapat berubah menjadi susunan bola-bola mengikuti keadaan dan kebutuhan.

Gambar 4. Teori dinamis Pada tahun 1972, S.J. Singer & G. Nicolson mengusulkan model membran sel bahwa protein membran tersisip pada lapis bilayer fosfolipid. Model membran ini disebut dengan model mosaik fluida. Perhatikan gambar berikut.

Gambar 5. Model mosaik fluida Lapisan Lipid8

Petunjuk pertama yang mengisyaratkan bahwa membran dalam organisme hidup tersusun dari molekul-molekul lipid dalam dua lapisan berasal dari percobaan yang dilakukan dalam tahun 1925. Lipid yang diesktraksi dengan aseton dari membran sel darah merah diapungkan pada permukaan air. Pada percobaan tersebut ternyata daerah yang ditempati oleh selapis