diet hipertensi

Download Diet Hipertensi

Post on 11-Jul-2015

60 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Cegah dan Kontrol Hipertensi dengan DASH Diet16 July, 2008 by rahmawati

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung (Congestif Heart Failure CHF), gagal ginjal (end stage renal disease), dan penyakit pembuluh darah perifer. Hipertensi sering disebut a silent killer sebab penderita hipertensi dapat saja tidak menunjukkan gejala hipertensi (asymptomatic) selama bertahun-tahun dan tiba-tiba mendapat serangan stroke atau jantung yang fatal. Meskipun tidak ada pengobatan untuk keadaan ini, tetapi tindakan prevensi dan manajemen dapat dilakukan untuk mengurangi insidensi dan kekambuhan penyakit. Peningkatan kejadian penyakit kardiovaskuler (Cardiovasculer Disease CVD) pada 2 dekade terakhir menyebabkan deteksi dini dan kontrol hipertensi ditingkatkan. Penekanan pada perubahan gaya hidup (lifestyle) berperan penting baik untuk mencegah hipertensi primer maupun manajemen hipertensi. Dari seluruh penderita hipertensi, 90-95%-nya adalah penderita hipertensi esensial atau hipertensi primer, yang penyebabnya tidak diketahui. Hampir bisa dipastikan disebabkan oleh banyak faktor, termasuk disfungsi ginjal. 5% penderita hipertensi merupakan hipertensi sekunder yang penyebabnya adalah penyakit lain, biasanya penyakit endokrin. Karena berkaitan dengan penyakti lainnya, hipertensi jenis ini dapat disembuhkan. Artikel ini akan membahas definisi hipertensi, patofisiologi hipertensi, hingga bagaimana cara mengatasi hipertensi. DEFINISI DAN KLASIFIKASIDefinisi umum hipertensi adalah apabila tekanan sistolik (SBP) adalah 140 mm Hg atau lebih, atau tekanan diastolik adalah 90 mm Hg atau lebih, atau pun kombinasi keduanya. Artinya, tekanan dalam pembuluh darah secara konsisten berada di atas normal. Hipertensi terjadi bila diameter arteri berkurang atau bila volume darah yang melalui arteri meningkat. Hipertensi sering merupakan gejala yang menyertai penyakit jantung, ginjal, dan ketidakseimbangan hormon.

Gejala hipertensi tidak sama pada setiap orang. Gejala umumnya adalah sakit kepala, mudah marah, telinga berdengung, mata berkunang-kuang, sukar tidur, sesak napas, dan pusing. Akan tetapi gejala yang khas adalah sakit kepala yang dirasakan ada di sekitar tengkuk dan muncul di pagi hari dan mulai menghilang seiring dengan tingginya matahari. Ciri khas lain adalah sakit kepala berupa pusing yang tidak berdenyut tetapi terasa berat dan tegang.Berdasarkan Laporan ke-6 dari Joint National Committee on Detection, Evaluation, and treatment of High Blood Pressure (JNC VI) hipertensi diklasifikasikan pada tahapan / tingkatan (stage) berdasarkan risiko perkembangan penyakit kardiovaskuler (CVD). Tabel 1. klasifikasi tekanan darah pada usia dewasa (18 tahun)Kategori Optimal Normal Normal-tinggi Hipertensi Stage I Stage 2 Stage 3 Keterangan: Tekanan sistolik: tekanan darah yang terjadi saat jantung berkontraksi. Tekanan Diastolik: tekanan yang terjadi saat jantung relaksasi atau saat darah masuk ke jantung. 140 159 160 179 180 atau atau atau 90 99 100 109 110 Tekanan Darah (mm Hg) Sistolik 30% pada anak perempuan, meningkatkan risiko hipertensi. Tujuan utama intervensi pada anak-anak adalah untuk mencegah adopsi gaya hidup yang salah (overweigt, konsumsi tinggi garam, dan pola hidup sedentary) yang berhubungan dengan perkembangan hipertensi. 4. Usia Bagi kebanyakan orang, peningkatan tekanan darah terjadi seseiring dengan bertambahnya usia. Bagi kaum pria, hal ini terjadi lebih cepat daripada kaum wanita. Pria cenderung memiliki tekanan darah tinggi saat usia 45-50 tahun, sedangkan wanita cenderung mengalami hipertensi setelah 7-10 tahun setelah menopause. 5. Sensitivitas terhadap Natrium/sodium Studi di Fakultas Kedokteran Indiana (2001) menunjukkan bahwa ada golongan orang yang sensitif terhadap natrium, sehingga tekanan darahnya meningkat apabila mengkonsumsi diet tinggi natrium. Akan tetapi tidak ada standar sensitif natrium. Studi lainnya menunjukkan bahwa 30% orang Amerika yang menderita hipertensi disebabkan oleh tingginya konsumsi natrium. Oleh karena itu, National Research Washington menganjurkan bahwa kebutuhan minimal Natrium adalah 500 mg dan konsumsi maksimalnya adalah 2400 mg. Terjadinya hipertensi karena konsumsi natrium juga mungkin dipengaruhi oleh genetik individu dan kerusakan fisiologis. Individu yang peka terhadap hipertensi mempunyai risiko tinggi jika mengkonsumsi natrium berlebihan. Orang yang ginjalnya tidak dapat berfungsi normal juga lebih sensitif terhadap natrium sebab ginjal tidak dapat mengekskresikan natrium ke urin dalam jumlah normal.

6. Rokok Kebiasaan merokok dapat memperberat kerja jantung sehingga mendorong naiknya tekanan darah. 7. Alkohol Konsumsi lebih dari 250 ml alkohol sehari dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan otot jantung, serta menyebabkan kegemukan dan atherosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Akibatnya, mempercepat timbulnya penyakit jantung yang kebih parah. 8. Diabetes dan Dislipidemia Kedua penyakit ini dapat meningkatkan tekanan darah. PREVENSI PRIMER The National High Blood Pressure Education Program (NHBPEP) adalah salah satu program prevensi yang paling sukses di abad 20. Melalui usaha-usaha edukasi, deteksi, kewaspadaan, dan treatment telah dikembangkan selama 30 tahun sejak kemunculannya. Perubahan-perubahan ini berkontribusi dalam penurunan mortalitas CVD pada periode tersebut. Pencegahan primer terhadap hipertensi dapat meningkatkan kualitas hidup dan biaya dihubungkan dengan manajemen medis dan komplikasinya. Strategi kepada populasi adalah untuk menurunkan tekanan darah yang di atas normal tetapi masih belum sampai dapat dikatakan hipertensi. Penelitian cohort Framingham menunjukkan bahwa mereka yeng memiliki tekanan darah di atas normal berhubungan dengan peningkatan risiko CVD. Penurunan tekanan darah sebesar 3 mm Hg akan menurunkan risiko mortalitas stroke sebesar 8% dan CHD sebesar 5%. Orang-orang yang berisiko tinggi terhadap hipertensi sangat disarankan untuk mengubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup sehat. Beberapa perubahan gaya hidup sangat penting dilakukan baik dalam mencegah maupun manajemen hipertensi. Faktor risiko hipertensiTekanan darah normal-tinggi Riwayat keluarga hipertensi Ras African-american Overweight Konsumsi garam berlebihan Kurang aktivitas (physical inactivity)

mempercepat

terjadinya

atherosklerosis

dan

Konsumsi alkohol

Modifikasi gaya hidup untuk mencegah dan manajemen hipertensiTurunkan berat badan apabila overweight Batasi konsumsi alkohol sampai tidak lebih dari 30 ml ethanol (misalnya 720 ml bir, 300 ml anggur atau 60 ml whiskey) per hari untuk pria dan 15 ml untuk wanita dan orang dengan berat badan rendah Tingkatkan aktivitas fisik aerobik 30-45 menit per hari Turunkan konsumsi sodium (natrium) maksimal 2,4 g /hari atau 6 g NaCl Pertahankan asupan potassium (kalium) 90 mmol/hari) Pertahankan asupan kalsium dan magnesium untuk kesehatan Berhenti merokok Turunkan asupan lemak jenuh dan cholesterol untuk kesehatan cardiovaskuler

FAKTOR DIET/MAKANAN Mengubah empat faktor yang dapat dimodifikasi bermanfaat dalam prevensi primer dan kontrol hipertensi. Empat faktor tersebut adalah overweight, tinggi konsumsi garam, konsumsi alkohol dan kurang aktivitas. Sebuah penelitian berupa intervensi 5 tahun terhadap pria dan wanita dengan tekanan darah normal (normotensive) menunjukkan bahwa perubahan lifestyle menurunkan insidensi hipertensi. Beberapa studi intervensi gizi, the Trials of Hypertension Prevention (TOHP) dan Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) mendemostrasikan keberhasilan pencegahan hipertensi dan menurunkan tekanan darah orang dengan tekanan darah normal-tinggi. Pada studi TOHP, ditargetkan berat badan berkurang 4,5 kg atau juga dengan pembatasan sodium (target harian 80 mmol atau 80 mEq) menurunkan insidensi hipertensi. Akan tetapi, perubahan perilaku tidak dikaji lebih lanjut. Sementara penelitian dengan DASH menunjukkan bahwa diet tinggi buah-buahan, sayuran, dan produk susu nonlemak serta rendah rendah lemak total (Tabel 3), dapat menurunkan SBP rata-rata 6-11 mm Hg. Diet secara total lebih efektif daripada hanya diet dengan penambahan sayur dan buah.

Tabel 3. Diet DASH*)Kelompok Makanan Serealia dan produk olahan Porsi sehari 76 Ukuran saji 1 ptg Roti 1 ckr Sereal kering Contoh dan catatan Signifikansi setiap kelompok Roti gandum penuh,Sumber utama energi muffin, roti, sereal,dan serat oatmeal, kraker, pretzel tawar dan popcorn

Sayuran

45

ckr nasi, pasta 1 ckr sayur berdaunTomat, kentang,Sumber kaya segar wortel, kacangpotasium, magnesium, polong, brokoli,dan serat. bayam, buncis ckr sayur matang 6 oz jus sayur 6 oz es jus 1 ptg sedang buah ckr buah kering

Buah

45

Pisang, kurma,Sumber utama anggur, jeruk, juspotasium, magnesium, jeruk, jus anggur,dan serat. mangga, melon, peach, nanas, strawberry.

Susu dan produk susu rendah lemak atau tanpa lemak

23

ckr buah segar, beku, atau kalengan 8 oz susu Susu, yoghurt danSumber utama keju tanpa lemakkalsium dan protein (skim) atau rendah 1 ckr yoghurt lemak (1%) 1 oz keju 3 oz daging, unggas,Buang lemak yangSumber kaya protein atau ikan yangterlihat pada daging;dan magnesium matang bakar, panggang, atau rebus sebagai pengganti goreng; buang kulit unggas 1/3 ckr atau 1 ozAlmond, kacangSumber kaya energi, kacang-kacangan campuran, kacangmagnesium, potasium, tanah, walnuts, bijiprotein dan serat matahari, 2 sdm atau ozbunga lentil, dan kacang bijian polong ckr kacang kering 1 sdt margarin rendahMargarin rendahSelain lemak yang lemak lemak, mayonnaiseditambahkan, perlu rendah lemak, sausdipilih juga bahan 1 sdm mayonnaisesalad ringan, minyakmakanan yang rendah sayur (minyak zaitun,lemak rendah lemak minyak jagung) 2 sdm saus salad ringan 1 sdm gula Syrup, gula, jelly

Recommended

View more >