diet gagal ginjal

Click here to load reader

Post on 30-Jun-2015

1.190 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KELOMPOK 5

Pengertian Gagal GinjalGinjal merupakan organ penting dari tubuh manusia karena ginjal mempunyai fungsi regulasi dan eksresi, serta mengeksresikan kelebihannya (sisa metabolisme) sebagai kemih. Ginjal juga mengeluarkan sisa metabolisme (seperti urea, kreatinin, dan asam urat) dan zat kimia asing. Akibat suatu hal ginjal dapat mengalami gangguan fisiologis, salah satunya adalah gagal ginjal Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Gagal ginjal dapat terjadi secara langsung ( akut) atau dalam jangka waktu yang lama (kronis).

Gagal ginjal akut Gagal ginjal akut terjadi akibat penurunan fungsi glomerular dan tubular yang akn terjadi secara mendadak, berakibat pada kegagalan ginjal untuk mengeksresikan produk sisa nitrogen dan menjaga homeostatis cairan dan elektrolit.Gagal ginjal akut dapat disebabkan karena : - Penurunan aliran darah, yang dapat merupakan akibat dari infeksi yang parah (serious injuri) - Dehidrasi - Kegagalan jantung (Daya pompa jantung menurun) - Hipotensi (tekanan darah yang sangat rendah (shock)) - Kegagalan hati (Syndroma hepatorenalis) Gagal ginjal akutjuga dapat dikarenakan oleh adanya zat zat yang menyebabkan kerusakan atau trauma pada ginjal, seperti kristal, protein, atau bahan lainnya dalam ginjal. Penyebab gagal ginjal akut lainnya yaitu terjadi penyumbatan yang menghalangi pengeluaran urin dari ginjal, misalnya karena adanya batu ginjal, tumor yang menekan saluran kemih, atau pembengkakan kelenjar prostat. Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

Gagal ginjal Kronik Gagal Ginjal Kronik (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) ( KMB, Vol 2 hal 1448). Penyebab gagak ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi dalam 2 kelompok : 1. Penyakit parenkim ginjal Penyakit ginjal primer : Glomerulonefritis, Mielonefritis, Ginjal polikistik, Tbc ginjal Penyakit ginjal sekunder : Nefritis lupus, Nefropati, Amilordosis ginjal, Poliarteritis nodasa, Sclerosis sistemik progresif, Gout, Dm 2. Penyakit ginjal obstruktif : pembesaran prostat,Batu saluran kemih, Refluks ureter, Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan Infeksi yang berulang dan nefron yang memburuk Obstruksi saluran kemih Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama Scar pada jaringan dan trauma langsung pada ginjal

Gambaran Umum Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatic cairan, elektrolit, dan bahan bahan organik dalam tubuh. Hal ini terjadi melalui proses filtrasi, reabsorpsi dan sekresi. Di samping itu, Ginjal mempunyai fungsi endokrin penting, seperti sintesis hormone eritropoietin serta sekresi rennin dan aldosteron, mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif, dan degradasi berbagai jenis hormone

DIET GAGAL GINJAL AKUTGambaran Umum Gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya fungsi ginjal secara mendadak yang terlihat pada penurunan Glomerulo Filtration Rate (GFR) atau tes Kliren Kreatinin (TKK) dan terganggunya kemampuan ginjal untuk mengeluarkan produk produk saat metabolism. Penyakit ini disertai oliguria (urin < 500 ml/24 jam) sampai anuria. Penyebabnya bermacam macam, seperti kekurangan cairan tubuh secara berlebihan akibat diare dan/atau muntah, perdarahan hebat atau trauma pada ginjal aibat kecelakaan, keracunan obat, dan luka bakar. Pada gagal ginjal akut terjadi katabolisme protein berlebihan (hiperkatabolisme) yang dipengaruhi oleh :

Berat ringannya penyakit Gangguan fungsi ginjal Status gizi pasien Jenis terapi yang diberikan

Pemberian diet disesuaikan dengan keempat hal tersebut. Gejala penyakit dapat diseertai anoreksia, nausea, rasa lelah, gatal, mengantuk, pusing dan sesak nafas. Dalam keadaan katabolik sedang dan berat, pasien memerlukan dialysis. Apabila faktor penyebab dapat diatasi, penyakit dapat disembuhkan, yang berarti fungsi ginjal kembali normal.

Tujuan Diet Tujuan Diet Penyakit Gagal Ginjal Akut adalah untuk : Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal. Menurunkan kadar ureum darah. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit Memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal dan mempercepat penyembuhan.Syarat Diet Syarat syarat Diet Penyakit Gagal Ginjal Akut adalah : Energi cukup untuk mencegah katabolisme, yaitu 25 35 kkal/kg BB. Protein disesuaikan dengan katabolisme protein 0,6 1 g/kg BB, katabolik sedang 0,8 1,2 g/Kg BB, dan katabolic berat 1 1,5 g/kg BB. Lemak sedang, yaitu 20 30 % dari kebutuhan energy total, atau antara 0,5 1,5 g/kg BB. Untuk katabolisme berat dianjurkan 0,8 1,5 g/kg BB. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energy setelah dikurangi jumlah energy yang diperoleh dari protein dan lemak. Apabila terdapat hipertrigseridemia, batasi penggunaan karbohidrat sederhana atau gula murni Natrium dan Kalium dibatasi bila ada Anuria Cairan, sebagai pengganti cairan yang keluar melalui muntah, diare, dan urin + 500 ml. Bila kemampuan untuk makan rendah, makanan diberikan dalam bentuk formula enteral atau parenteral. Bila diperlukan, tambahkan suplemen asam folat, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin A dan Vitamin K.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan keadaa pasien dan berat ringannya katabolisme protein. Pada katabolic ringan (keracunan obat) dapat diberikan makanan peroral dalam bentuk lunak. Pada katabolic sedang (Infeksi, peritonitis) serta katabolic berat (luka bakar, sepsis) diberikan makanan formula enteral dan/atau parenteral. Jenis diet yang diberikan adalah Diet Gagal Ginjal Akut Lunak Diet Gagal Ginjal Akut Cair

Makanan Yang Dianjurkan Apabila pasien makan peroral, semua bahan makanan boleh diberikan; batasi penambahan garam apabila ada hipertensi, edema, dan asites, serta batasi makanan sayur dan buah tinggi kalium bila ada hiperkalemia

Bahan Makanan SehariBahan Makanan Beras Telur ayam Ayam Ikan Tempe Tahu Sayuran Buah Minyak Gula pasir Madu Susu Kue RP*) 150 50 50 50 25 50 150 300 25 40 30 200 100 Berat (g) 3 gelas tim 1 btr 1 ptg sdg 1 ptg sdg 1 ptg sdg bh bsr 1 gls 3 ptg sdg pepaya 2 sdm 4 sdm 3 sdm 1 gls 2 urt

porsi

*) Rendah Protein Kue RP dapat diberikan dalam bentuk kue pepe, kue cantik manis, kue kelepon ubi, dan kue lain dengan nilai protein rendah

Nilai GiziEnergi Protein Lemak Karbohidrat Kalium 1801 51 58 286 623 kkal g (11% energy total ) g (28% energy total) g (61% energy total) mg Besi Vitamin A Tiamin Vitamin C 17,1 26449 1 245 mg RE mg mg

Pembagian Bahan Makanan SehariPagi Beras Telur ayam Sayuran Minyak Susu Gula pasir Pukul 10.00 Kue Rp Gula pasir Pukul 21.00 Gula pasir 50 g = 1 gls tim 50 g = 1 Btr 50 g = gls 5 g = sdm 200 g = 1 gls 10 g = 1 sdm Siang/Malam Nasi Ikan/Ayam Tempe/tahu Sayuran Buah Minyak Pukul 16.00 Kue Rp Gula pasir

50 g = 1 gls tim 50 g = 1 ptg sdg 25/50 g = 1 ptg sdg 50 g = gls 150 g = 1 ptg sdg pepaya 150g = 1 sdm 10 10. g = 1 porsi g = 1 sdm

50 g = 1 Porsi 10 g = 1 sdm

10 g = 1 sdm

DIET PENYAKIT GINJAL KRONIK Gambaran Umum Penyakit Ginjal Kronik adalah keadaan dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup berat secara perlahan lahan (menahun) disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Penyait ini bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (irreversible). Gejala penyakit ini umumnya adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak nafas, rasa lelah, edema pada kaki dan tangan, serta uremia. Apabila nilai GFR atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) < 25 ml/menit, diberikan Diet Protein Rendah. Tujuan Diet Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja ginjal Mencegah dan menurunkan kadar ureum darah yang tinggi (uremia) Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit Mencegah atau mengurangi progresivitas gagal ginjal, dengan memperlambat turunnya laju filtrasi glomerolus

Syarat Diet Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB. Protein rendah, yaitu 0,6 0,75 g/kg BB. Sebagian harus bernilai biologic tinggi. Lemak cukup, Yaitu 20 30% dari kebutuhan energi total. Diutamakan lemak tidak jenuh ganda. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total dikurangi energy yang berasal dari protein dan lemak . Natrium dibatasi bila ada hipertensi, edema, asites, oliguria, dan anuria. Banyak natrium yang diberikan antara 1 3 g Kalium dibatasi ( 40 70 mEq) apabila ada hiperkalemia ( kalium darah > 5,5 mEq), oliguria atau anuria. Cairan dibatasi, yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernafasan ( 500 ml). Vitamin cukup, bila perlu diberikan suplemen piridoksin, asam folat, vitamin C dan vitamin D.

Jenis Diet dan indikasi pemberian Ada 3 jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien, yaitu : Diet protein rendah I : 30 g protein. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg. Diet protein rendah II : 35 g protein. Dierikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg. Diet protein rendah III : 40 g protein. Diberikan kepada pasien dngan berat badan 65 kg. Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat bergantung pada keadaan dan berat badan perorangan, maka jumlah protein yang diberikan dapt lebih tinggi atau lebih rendah daripada standar. Mutu protein dapat ditingkatkan dengan memberikan asam amino essensial murni

Bahan Makanan Sehari dan Nilai giziBahan Makanan Beras Telur ayam Daging Sayuran Pepaya Minyak Gula pasir Susu bubuk Kue Rp Madu Agar - agar 30 g Protein Berat (g) urt 100 1 gls nasi 50 1 butir 50 1 ptg sdg 100 1 gls 200 2 ptg sdg 35 3 sdm 60 6 sdm 10 2 sdm 150 2 sdm 20 2 sdm 1 porsi30 g protein 1729 30 57 263 262 10 27403 0,4 182 497 195 1277

35 g Protein Berat (g) urt 150 2 gls nasi 50 1 butir 50 1 ptg sdg 150 1 gls 200 2 ptg sdg 40 4 sdm 80 8 sdm 150 3 sdm 150 3 porsi 20 2 sdm 1 porsi35 g protein 2086 35 70 3227 336 11 32999 0,5 191 623 216 1387

40 g Protein Berat (g) 150 50 75 150 200 40 100 20 150 30 40 g protein 2265 41 75 356 385 11,7 33085 0,5 192 702 275 1590

urt 2 gls nasi 1 butir 1 ptg bsr 1 gls 2 ptg sdg 4 sdm 10 sdm 4 sdm 3 porsi 3 sdm 1 porsi

Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (g) Besi (mg) Vitamin A (RE) Tiamin (mg) Vitamin C (mg) Fosfor (mg) Natrium (mg) Kalium (mg)

Pembagian Bahan Makanan SehariPagi Beras Telur ayam Sayuran Minyak Gula pasir Madu Susu bubuk Pukul 10.00/21.00 Kue Rp Gula pasir Pukul 16.00 Kue Rp Gula pasir Siang Beras Daging Sayuran Pepaya Minyak Gula pasir Malam Beras Ayam Sayuran Pepaya Minyak Gula pasir

50 g = gls nasi 50 g = 1 btr 50 g = gls 10 g = 1 sdm 10 g = 1 sdm 30 g = 3 sdm 20 g = 4 sdm

50 g = gls nasi 50 g = 1 ptg sdg 50 g = gls 100 g = 1 ptg sdg 15 g = 1 sdm 20 g = 2 sdm

50 g = 1 porsi 20 g = 2 sdm

50 g = 1 porsi 10 g = 1 sdm

50 g = gls nasi 25 g = 1 ptg kcl 50 g = gls 100 g = 1 ptg sdg 15 g = 1 sdm 20 g = 2 sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Tidak DianjurkanBahan Makanan Sumber Karbohidrat Dianjurkan Tidak dianjurkan/Dibatasi Nasi, Bihun, jagung, kentang, Makroni, Mie, Tepung tepungan, singkong, ubi, selai, madu permen Telur, Daging ikan, Ayam, Susu Kacang kacangan dan hasil olahnya, seperti temped an tahu Minyak jagung, Minyak kacang tanah, Minyak kelapa sawit, minyak kedelai, margarine dan mentega rendah garam Semua sayuran dan buah, kecuali pasien dengan hiperklemia dianjurkan yang mengandung kalium rendah/sedang Kelapa, santan, minyak kelapa, margarine dan mentega bisa, dan lemak hewan Sayuran dan buah tinggi kalium pada pasien dengan hiperkalemia

Sumber Protein Sumber Lemak

Sumber Vitamin dan mineral

GOZAIMASU