diabetes mellitus tipe 2 pada penderita karsinoma mammae stadium 4

Download Diabetes Mellitus tipe 2 pada penderita karsinoma mammae stadium 4

Post on 16-Apr-2015

124 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

presentasi kasus tentang penatalaksanaan diabetes mellitus tipe 2 pada penderita CA Mammae metastasis ke paru yang diberikan terapi steroid

TRANSCRIPT

PRESENTASI KASUS

DIABETES MELLITUS TIPE IIPADA KARSINOMA MAMMAE ST. IV DENGAN METASTASE PARU

Pembimbing dr. Suhartono HT, Sp. PD FS, M.Kes, FINASIM Disusun oleh : Athieqah Asy-Syahidah 110.2007.051 FK YARSI KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT DALAM PERIODE 22 OKTOBER 2012 29 DESEMBER 2012 RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA 2012

1

STATUS PASIENI. IDENTITAS Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Suku bangsa Agama Alamat Tgl masuk II. II.1 DATA DASAR ANAMNESIS : Autoanamnesa (7 Desember 2012) : Batuk sejak 2 bulan SMRS : Sesak napas sejak 1 bulan SMRS dan tubuh terasa lemas : Ny. TT : 47 tahun : Perempuan : Wiraswasta : Papua : Protestan : Pademangan IV 23/28, Jakarta Utara : 22 November 2012

Diambil dari Keluhan Utama Keluhan tambahan

Riwayat penyakit sekarang : Dua bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien mulai mengeluhkan batuk batuk yang dirasakan makin lama makin memberat. Batuk disertai dahak atau lendir yang berwarna putih. Batuk tidak pernah bercampur dengan darah. Setiap kali batuk, pasien mengeluarkan dahak atau lendir tidak lebih dari satu sendok teh atau kurang dari 5cc. Batuk dirasakan terus menerus dan memberat pada malam hari sehingga pasien kesulitan untuk tidur dan merasakan nafsu makannya berkurang sehingga tubuh pasien terasa lebih lemas. Dikarenakan batuk yang semakin mengganggu tersebut, pasien datang untuk berobat ke RSPAD GS pada tanggal 22 November 2012. Selain batuk yang dirasakan sangat mengganggu, pasien juga mengeluhkan adanya sesak napas. Sesak napas mulai terasa sejak kurang lebih satu bulan SMRS, sesak berupa napas yang pendek pendek, dirasakan hanya sesekali saja, terutama pada saat pasien berjalan ke kamar mandi ( 5 meter). Pasien tidak kesulitan berbaring terlentang atau hanya dengan satu bantal saja. Pasien juga menyangkal pernah terbangun di tengah malam karena

2

sesak napasnya. Pasien tidak mengeluhkan adanya demam, keringat di malam hari, ataupun rasa nyeri di dada. Pada bulan Desember tahun 2011, pasien pertama kali merasakan adanya benjolan pada payudara kirinya yang berukuran 3x7cm. Benjolan dirasakan keras, berbenjol tidak bisa digerakkan, kadang terasa nyeri namun tidak terasa membesar. Pasien saat itu melakukan terapi acupressure berupa batang kayu yang ditusuk tusukkan ke telapak kaki. Pasien merasakan benjolan yang mengecil sampai 3x3cm setelah terapi. Tidak berapa lama setelah itu, pasien melakukan terapi ceragem berupa aliran listrik lewat pinggangnya. Semenjak saat itu terdapat juga beberapa benjolan kecil menyerupai bisul dengan ukuran bervariasi, mulai dari sebesar kacang hijau sampai sebesar kelereng di sekitarnya. Beberapa bulan setelahnya, tepatnya enam bulan SMRS, pasien berobat ke RS Dharmais dan dinyatakan telah menderita kanker payudara kiri lalu dirujuk ke departemen bedah onkologi RSPAD GS. Dilakukan biopsi pada tumor, lalu pasien diberitahukan bahwa kanker payudara tersebut telah menyebar sampai ke paru - parunya. Pada saat itu keadaan pasien tampak lemah dan diketahui kadar Hb pasien yang turun dan gula darah pasien yang meningkat, pasien lalu dirawat selama 10 hari. Sekitar bulan Oktober 2012 keadaan pasien membaik, dan mulai melakukan radiasi untuk pertama kalinya, namun setelahnya, kondisi pasien memburuk kembali. Hb pasien kembali turun dan gula darahnya tinggi. Pasien kembali dirawat selama hampir satu bulan dan mulai diberikan kemoterapi oral. Pasien diberikan insulin Novorapid 3x10 unit selama perawatan. Pada November 2012, pasien melakukan pemasangan cellsite. Pasien mengakui adanya penurunan berat badan sebanyak 42kg dalam waktu enam bulan terakhir ini. Pasien sudah didiagnosa menderita DM sejak 5 tahun lalu. Awalnya pasien merasakan pusing dan berjalan sempoyongan seperti hendak pingsan, pasien lalu langsung berobat dan diketahui gula darah pasien yang tinggi. Pada saat itu, pasien mengakui adanya rasa ingin buang air kecil terus menerus terutama pada malam hari, rasa haus dan rasa lapar yang terus menerus. Pasien diberikan glucobay namun mengaku tidak rutin meminumnya. Pasien cenderung menjaga pola makannya dengan mengurangi makan nasi dan makanan atau minuman yang manis manis. Gula darah pasien berkisar di atas 200-an. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami gangguan atau keluhan berupa pingsan, serangan jantung, rasa baal atau kesemutan pada ujung jari tangan dan kaki, serangan stroke seperti bicara pelo atau anggota gubuh sulit digerakkan, ataupun luka yang tidak kunjung sembuh. Kira kira sekitar

3

empat tahun lalu, pasien merasakan adanya gangguan penglihatan berupa rabun pada saat melihat jauh. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat Alergi disangkal Riwayat Hipertensi disangkal Riwayat Penyakit Jantung disangkal Riwayat Penyakit Ginjal disangkal Riwayat penyakit keluarga : Riwayat Hipertensi disangkal Riwayat DM disangkal Riwayat Asma disangkal Riwayat Penyakit Jantung disangkal Riwayat Penyakit Ginjal disangkal Riwayat Kebiasaan : Riwayat kebiasaan merokok disangkal Riwayat kebiasaan minum alkohol disangkal II.2 PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda vital : Tampak sakit sedang : Kompos mentis : TD S N Tinggi badan : 165 cm Berat Badan : 53 kg IMT : BB/TB= 53/(1,65) = 19,47 (normo weight) : 110/80 mmHg : 36,5 C : 84 x/mnt, reguler, isi penuh

RR : 22 x/mnt, reguler

Keadaan gizi : Baik Kulit Kepala Rambut : Kuning langsat, ikterik (-), turgor cukup : Normocephale : Sebagian hitam terdapat sedikit uban, tidak mudah dicabut

4

Mata Telinga Hidung Gigi & Mulut

: Konjungtiva pucat +/+, sklera ikterik -/: Bentuk normal, serumen -/: Deviasi septum (-), secret (-), darah (-) : Bibir tidak sianosis, bibir kering, gusi tidak berdarah, lidah kotor (-), Tonsil tidak membesar (T1-T1) tenang, oral Hygiene cukup.

Tenggorokan Leher KGB Axilla

: Faring tidak hiperemis : Kelenjar tyroid tidak teraba membesar; KGB tidak teraba membesar. : KGB Axillaris dextra teraba membesar, ukuran sekitar 5x7cm, teraba lunak, permukaan rata, tidak nyeri tekan, bisa digerakkan.

Thoraks Paru : Inspeksi : Payudara tidak simetris, pada payudara kiri tampak massa berukuran 10x7cm, teraba keras, permukaan tidak rata, nyeri tekan dan tidak bisa digerakkan. Tampak lenting lenting kecil dengan ukuran bervariasi di bawahnya. Pergerakan dinding dada tidak simetris saat statis dan dinamis kanan > kiri Palpasi Perkusi Auskultasi : Vokal fremitus kanan > kiri : Redup pada seluruh lapang paru kiri, redup mulai ICS 4 pada lapang paru kanan. : SN vesikuler melemah pada kedua lapang paru, rhonki +/ + minimal pada basal paru kanan dan kiri, wheezing -/Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis sulit dinilai : Batas atas Batas kiri Auskultasi : ICS III Linea sternalis sinistra : Sulit dinilai Batas kanan : ICS V Linea sternalis dextra : BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)

5

Abdomen : Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi Ekstremitas sianosis : akral

: Datar, tidak tegang : Bising usus (+) normal : Timpani, Nyeri ketok (-) : Supel, Nyeri tekan epigastrium (-), Hepar tidak teraba, lien tidak teraba, Shifting dullness (-) hangat, edema-

Pulsasi arteri tibialis posterior dan arteri dorsalis pedis teraba ABI : 0,909 (Tek. Sistol arteri dorsalis pedis 100mmHg)

6

7

II.3

PEMERIKSAAN PENUNJANG:

Laboratorium 1 : 19 November 2012 Hematologi Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC 19/11/2012 8,9 30 4,2 9300 432.000 71 21 30 26/11/2012 10 32 4,4 11.700 339.000 72 33 31 Nilai Normal 13-18 g/dl 40-52 % 4,3-6 jt/l 4.800-10800/L 150000-400000/L 80-96 fl 27-32 pg 32-36 g/dl

Ps: 24 Nov 2012 - Transfusi PRC 500 cc/hari bertahap s/d Hb di atas 10g/dl Laboratorium 2 :

8

Tanggal

Jam

Kurva Harian Gula Darah 180

24/11/12

06.00 12.00 18.00 24.00

Terapi : Novorapid 3x12 iu

25/11/12

06.00 12.00 18.00 24.00

144

26/11/13

06.00 12.00 18.00 24.00

105 180 159

27/11/12

06.00 12.00 18.00 24.00

320

28/11/12

06.00 12.00 18.00 24.00

182

29/11/12

06.00 12.00 18.00 24.00

244

Terapi : Novorapid naikkan 3x14 iu 30 / 11 / 2011 Konsul Paru : A: Ca Mammae Sinistra metastasis Paru Pneumonitis P: Levofloxacin drip 1x750mg Kalmetason 3x1mg9

3/12/12

06.00 12.00

402

II.3

Thorax Foto

Tanggal 20 Oktober 2012

Tanggal 22 November 2012

10

III.

RESUME Ny. TT, 43 th, datang pada tanggal 22 November 2012 ke RSPAD GS dengan

keluhan batuk yang semakin memberat sejak dua bulan SMRS. Batuk disertai dahak berwarna putih, sekitar 5cc. Batuk dirasakan terutama pada malam hari sehingga pasien kesulitan untuk tidur dan merasakan nafsu makannya berkurang. Pasien juga mengeluhkan adanya sesak napas sejak kurang lebih satu bulan SMRS, terutama pada saat pasien berjalan ke kamar mandi ( 5 meter). Pasien pertama kali merasakan adanya benjolan berukuran 3x7cm pada payudara kirinya sekitar satu tahun lalu. Benjolan dirasakan keras, permukaan tidak rata, tidak bisa digerakkan, kadang terasa nyeri namun tidak terasa membesar. Terdapat juga beberapa benjolan kecil menyerupai bisul dengan ukuran bervariasi. Enam bulan SMRS, pasien dinyatakan menderita kanker payudara, dengan pemeriksaan lebih lanjut didapatkan bahwa kanker tersebut telah bermetastase ke paru parunya. Pasien mulai melakukan radiasi dan telah mendapatkan kemoterapi oral, pasien juga telah melakukan pemasangan cellsite. Selama pengobatan, keadaan pasien sempat melemah dikarenakan Hbnya yang turun serta gula darahnya yang tidak teratur. Pasien mengakui adanya penurunan berat badan sebanyak 42kg dalam waktu enam bulan terakhir ini. Pasien sudah didiagnosa menderita DM sejak 5 tahun lalu. Pasien diberikan glucobay namun mengaku ti