diabetes mellitus tipe 2 joko.pdf

Download DIABETES MELLITUS Tipe 2 joko.pdf

Post on 01-Dec-2015

103 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DM

TRANSCRIPT

  • 1DIABETES MELITUS Tipe 2dr. Bona Adhista

    Penghuni Kesuma 2002-2007

    Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronis yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, defek kinerja insulin atau kombinasi keduanya.Hiperglikemia kronis pada DM tipe-2 dihubungkan dengan terjadinya kerusakan jangka panjang, disfungsi, kegagalan berbagai organ tubuh, terutama pada mata, ginjal, syaraf, jantung, dan pembuluh darah

    Epidemiologi Adanya kecendrungan peningkatan angka insiden dan prevalensi DM tipe 2 di seluruh penjuru dunia. WHO memprediksi ledakan jumlah penderita DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Berdasarkan pola pertumbuhan penduduk diperkirakan prevalensi DM didaerah urban 14,7% pada tahun 2030

    Klasifikasi DM berdasar etiologi :

    I. DM tipe 1 o.k proses autoimun / idiopatik defisiensi insulin absolut

    II. DM tipe 2 (bervariasi dominan dari resistensi insulin dengan defisiensi insulin relatif sampai dominan defek sekresi insulin dengan resistensi insulin).

    III. DM tipe lain : A. Maturity Onset Diabetes of the young (MODY) 1,2,3 B. Defek genetik kerja insulin

    C. Penyakit eksokrin pancreas : trauma, pancraettis, dll D. Endokrinopati : akromegali, cushing dll E. Karena obat : asam nikotinat F. Infeksi : rubella, CMV G. Imunologi : antibodi anti insulin I. Sindrom genetik lain : sindrom down, klinfelter

    IV. Diabetes Melitus Gestasional (DMG)

    PEDOMAN DIAGNOSIS DM

    Gejala klasik DM :poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan BB yang tidak dapat dijelaskan sebabnyaGejala tidak khas : lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi, pruritus vulva

  • 2Kriteria diagnosis DM : Gejala klasik + GDS 200mg/dl atau Gejala klasik + GDP 126 mg/dl atau TTGO 200 mg/dl Gejala tidak khas + 2 X pemeriksaan GDP 126 mg/dl atau GDS 200mg/dl (pada hari

    yang berlainan) .

    Cara melakukan TTGO : Makan seperti biasa selama 3 hari sebelumnya Kegiatan jasmani seperti biasa Puasa semalaman (10-12 jam) Periksa Gula darah puasa Minum larutan gula dalam waktu 5 menit (75 gram glukosa dalam 250ml

    air) Periksa gula darah 2 jam pasca pembebanan glukosa Selama menunggu 2 jam pasien harus istirahat dan tidak merokok

  • 3. Pemeriksaan penyaring

    Pemeriksaan penyaring ditujukan kepada mereka yang mempunyai resiko tinggi DM namun tidak menunjukkan adanya gejala DM (asimptomatis). Penting sekali untuk melakukan skrining sedini mungkin untuk mencegah & memperlambat komplikasi makro-mikro angiopati.

    Skrining dilakukan pada kelompok yang memiliki salah satu faktor resiko DM sebagai berikut

    1.Usia > 45 tahun 2.Usia 25 kg/m2 disertai satu faktor resiko DM lainnya :

    Riwayat keluarga yang menderita DM (ayah, ibu, saudara kandung)

  • 4Inaktivitas fisikTelah mengalami TGT/GDPTRiwayat DMG atau melahirkan bayi >4 kgHipertensi >140/90 mmHgHDL 250 mg/dlPolikistik ovarii sindrom (PCOS)Riwayat penyakit kardiovaskuler

    Dilakukan pemeriksaan 2 tahap yaitu 1. GDP dan 2. TTGO. Hasil pemeriksaan digolongkan menjadi

    Hasil pemeriksaan

    Normal GDPT TGT DM

    GDP < 100 mg/dl 100 125 mg/dl

    > 126 mg/dl

    TTGO < 140 mg/dl 140 199 mg/dl

    >200 mg/dl

    Interpretasi hasil : seseorang dapat mengalami 2 kategori yang berbeda GDPT dengan TGT / DMGDPT terisolasi : GDPT dengan pemeriksaan TTGO normalTTGO terisolasi : TGT dengan pemeriksaan GDP normalGDPT dan TGT dapat disebut sebagai pre-diabetes

    GDPT dan TGT merupakan petanda (marker) kejadian DM & faktor resiko penyakit kardiovaskuler di masa mendatang, maka sangatlah penting untuk mendeteksi GDPT dan TGT sedini mungkin. Walaupun demikian kemampuan dan sensitivitas GDPT menyebabakan DM di kemudian hari KURANG dibandingkan dengan TGT. TGT dapat diangggap sebagai faktor resiko independen yang menyebabakan DM maupun penyakit kardiovaskuler. Resiko DM tertinggi terjadi pada penderita TGT bersamaan dengan GDPT

    TATALAKSANATujuan Penatalaksanaan : meningkatkan QOL penderita, mencegah komplikasi makro-mikroangiopati, menurunkan morbiditas dan mortalitas penderita DM

    Components of the comprehensive diabetes evaluationMedical history Age and characteristics of onset of diabetes Hasil pemeriksaan lab terdahulu, hasil pemeriksaan khusus terkait DM Eating patterns, nutritional status, and weight history; growth and development in children

    and adolescents Riwayat penyakit keluarga Review of previous treatment programs Current treatment of diabetes, including medications, meal plan, and results of glucose

    monitoring and patients use of data Exercise history Riwayat komplikasi akut : frequency, severity, and cause Gejala dan riwayat pengobatan komplikasi kronis Riwayat penyakit dan pengobatan lain yang didapatkan Pola hidup, psikososial, status ekonomi Other: sexual dysfunction, gastroparesis

    Physical examination

  • 5 Blood pressure determination, including orthostatic measurements when indicated BB, TB, IMT, lingkar perut/pinggang Pemeriksaan rongga mulut dan palpasi thyroid Pemeriksaan jantung Skin examination (for acanthosis nigricans and insulin injection sites) Neurological/foot examination examination Palpation of Dorsalis pedis and Postero tibial pulses Presence/absence of patellar and Achilles reflexes Determination of proprioception, vibration, and monofilament sensation

    Laboratory evaluation GDP, TTGO, A1C/3 bulan Fasting lipid profile, including total LDL and HDL cholesterol and triglycerides Liver function tests Test for microalbuminuria Serum creatinine and calculated GFR Thyroid-stimulating hormone EKG & roentgen Thorax Urinalisa : sedimen, protein, glukosa, keton urin Referrals Eye exam, if indicated Family planning for women of reproductive age MNT Diabetes educator if not provided by physician or practice staff

    Pilar penatalaksanaan DM

    1. Edukasi Untuk mencapai keberhasilan terapi pengobatan DM diperlukan perubahan gaya hidup pada penderita DM. Untuk itu dibutuhkan edukasi yang komprehensif.Edukasi yang diberikan kepada pasien meliputi pemahaman tentang- Pemahaman tentang DM : patofisiologi, gejala dan tanda- Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan gula darah- Cara pemantauan gula darah mandiri- Penyulit-penyulit DM- Intervensi non farmakologis dan farmakologis serta target-target pengobatan- Manfaat latihan jasmani bagi penderita- Perencanaan makan penderita DM- Penjelasan tentang obat-obatan oral serta insulin- Perawatan kaki DM- Stress emosiaonal pada penderita- Mengatasi sementara keadaaan gawat darurat seperti hipoglikemi

    2. Terapi Gizi MedikA. Penentuan kebutuhan kalori

    ---------------------------------------------------------------------------Kalori basal = ..............kaloriPria : BBI x 30 kalori/kg Wanita : BBI x 25 kalori /kg

    Koreksi / PenyesuaianUmur > 40 tahun : 5% x kalori basal = ............. kalori

  • 6Aktivitas Ringan : + 10% x kalori basal Sedang : + 20% x kalori basal

    Berat : + 30% x kalori basal = + ............. kalori

    Berat badan Gemuk : 20% x kalori basal Lebih : 10% x kalori basal Kurang : + 20% x kalori basal = +/- ........... kaloriStress metabolik : + (10-30%) x kalori basal = + ..............kalori Total kebutuhan = ................ kalori

    ---------------------------------------------------------------------------Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori1. Jenis Kelamin ; kebutuhan kalori untuk pria 30 kal/kgBB, untuk wanita 25 kal/kgBB 2. Umur ; kebutuhan kalori umur 40 59 tahun dikurangi 5% dari kalori basal, pada

    umur 50 59 tahun dikurangi 10%, umur >70 tahun dikurangi 20%3. Aktifitas fisik ; jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula

    Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%Aktifitas ringan : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ibu rumah tangga ditambah 20% dari kalori basalAktifitas sedang ; pegawai pabrik, tentara yang tidak berperang, mahasiswa, dokter ditambah 30% dari kalori basalAktifitas Berat : petani, buruh, penari, atlit ditambah 40% dari kalori basalAktifitas sangat berat : tukang becak, tukang gali, pandai besi ditambah 50% dari kalori basal

    4. Berat badan ; ditentukan berdasarkan status gizi. BB kurang 120% BBI. BBI = (TB-100) - 10%. Pada BB gemuk dikurangi 20% kalori basal. BB lebih dikurangi 10% kalori basal. BB kurang ditambah 20% kalori basal

    5. Stress metabolik ; infeksi, kenaikan suhu 1 derajat diperlukan tambahan kalori sebesar 13%

    6. Menentukan berat badan ideal (TB-100)-10% jika TB >160cm. Jika TB

  • 7untuk mengurangi efek radikal bebas pada seperti vit A, C, E. Preparat suplemen

    1 x 1 diberikan bersama sarapan pagi Serat

    C. Pengaturan pola makanMakanan dengan jumlah kalori terhitung seperti komposisi diatas dibagi dalam 3 porsi besar untuk makan pagi (20%), siang (30%), sore (25%) serta 2-3 porsi makanan ringan (10-15%). Pada penderita DM dengan penyakit lain maka pola makanan disesuaikan dengan penyakit penyerta

    3. Latihan jasmaniTujuannya : - Meningkatkan uptake glukosa (meningkatkan sensitivitas insulin & meningkatkan

    aktivitas transporter glukosa GLUT-4 )- Memperbaiki oksigenasi jaringan- Memperbaiki profil lipid sehingga mencegah kegemukan mencapai BB ideal

    Bentuk-bentuk latihan jasmani, bersifat sangat individual. Hal ini sangat bergantung pada ada tidaknya komplikasi dan penyakit penyerta lainnya.Secara umum bentuk latihan jasman