dewan perwakilan rakyat i republik i i i i i i i ii ii i ii ii i i i i i i i i i i i i i dewan...

Download DEWAN PERWAKILAN RAKYAT I REPUBLIK i i i i i i i ii ii i ii ii i i i i i i i i i i i i i dewan perwakilan

Post on 03-Mar-2020

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • I I I I

    I I I

    II II I

    II II I I I I I I I I I I I I I

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    BELUM DIKOREKSI

    CA'l'ATAN Pv\PAT

    KOMISI I DPR RI (BIDANG : DEPLU, DEPHANKAM, DEPPEN, ABRI WANHANKAMNAS, BAKIN, DAN LEMBAGA SANDI NEGARA)

    Tahttri" ·s i dang Masa Persidangan Rapat Ke Jenis Rapat s i f a t Hari, Tanggal W a k t u T e m P a t Ketua Rapat Sekretaris A c a r a

    Undangan yang hadir

    Anggota hadir

    Anggota &Lmisi ~ DPR-Rl

    1994-1995 I 3 Rapat Panitia Kerja Tertutup 3 Oktober 1994 09,00 WIB Wacanasabha I Gedung MPR/DPR-RI H.A.H. Sazi1i M. I Gusti Ayu Darsini, SH Pembicaraan Tingkat III atas RUU Tentang Pengesahan Pembentukan Organ i.sas i Pe.rdagangan (WTO). Dirjen Perdagangan Luar Negeri beserta Staf. 21 Orang dari 23 Anggota.

    1. Drs. H.A.H. Sazili M., 2. Ny. Aisyah Aminy, SH., 3. Aminullah Ibrahim, 4. H. Soerjo Handjono, 5. B.N. Marbun, SH., 6. R. Mudjadi, 7. T. Tarigan Siber o, 8. Djoko Sasetijo, 9. Ny. Hj. Dwie Riawenny Nasution, BA., 10. Drs. Zamharir A.R., 11. Asep Ruchimat Sudjana, 12. Drs. Didiet Haryadi Priyohutmo, 13. Krissantono, 14. H. Asfori Purwosasmito, 15. Drs. Theo L. Sambuaga, 16. Ora. Iris Indira Murti, MA., 17. Ny. DR. Marwah Daud Ibrahim, 18. Rachman Arge, 19. H. Ircham Abdurrachim, 20. H. Muchsin, SH., 21 Sabam Sirait.

    Pemerintah

    1. Djoko Moeljono, 2. Bambang Kesowo, 3. Aidil Juzar. 4. T.L. Yousuf, 5. Halida Miljani, 6. Daeng Nazier, 7. Darry Salim, 8. RS. Djoemena, 9. Mayerfas, 10. H.S. Dillos, 11. Herrnj Soetanto, 12. Banudojo Hastjarjo, 13. Rifana Erni, 14. Rudy Ruhayat, 15. Tito Pranolo.

  • I I I I

    I I I I

    I I

    I I

    I I I I I ~--

    1

    Kaset ~ d Oktober 1994/WTO

    Ketua Panja ...i..

    Jadwal waktu sudah jam 09.05, tapi sebaiknya memang karena rapat kita skor kemarin itu, jadi pada hari Sabtu kemarin kita skor jadi pada prinsipnya dapat kita buka kembali, tapi adalah kurang afdol sebetulnya kalau ada dua Fraksi yang masih belum hadir, say~ iniin ~sulkan kita menunggu beberapa saat sampai rekan-rekan hadir, terima kasih.

    Baik Saudara-saudara sekalian, saya pikir sudah bisa kita mulai, dengan ini skorsing kami cabut kembali.

    Saudara-saudara yang saya hormati, pada tanggal 1 hari sabtu kemarin ada kita ~udah ~ampai didalam Konsiderans Menimbang ini sampai butir f, tapi ada beberapa hal yang memang masih kita pending untut~ita endapkan pada saat itu, saya bicarakan kembali pada pagi hari ini, yang pertama adalah tentang judul dimana sesuai dengan konsep itu di judul, dalam j~dulnya tentang Pengesahan Agreement Estblishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) yaitu ditulis dalam bahasa Inggrisnya dulu kemudian dalam kurung itu terjemahannya bahasa ·Indonesia. Ada dua pendapat kemarin, pendapat yeng pertama adalah karena Undang-undang kita ini akan kita buat adalah di dalam bahasa Indonesia, maka kita tulis judulnyepun didalam bahasa Indonesia dulu baru dalam bahasa Inggrisnya yaitu di dalam kurungnya. Dan kemudian ini juga akan memberikan akibat agar supaya penulisannya konsistensi, azas konsistensi itu kita berlakukan dimana di dalam seluruh kata- kata yang memuat kata-kata hal ini tentang judul ini itu juga konsisten di tulis bahasa Indonesia dulu atau bahasa Inggris dulu, kemudian terjemahannya di dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia atau, atau juga ditulis di dalam kurung tetapi atau, kata atau, jadi ini. Yang kedua tetap sebagaimana adanya yaitu bahasa Inggris dulu kemudian terjemahannya dalam kurung bahasa Indonesia, sehingga seterusnya juga nanti akan konsisten. Pendapat kemarin m~~ang_bahasa Indonesia dahulu itu diajukan oleh F KP kemudian juga didukung oleh beberapa Fraksi kemudian Pemerintah juga kemarin sudah menyatakan juga menyetujui hal ini, tetapi F ABRI minta agar supaya kita konsisten dengan apa yang sudah pernah k~ta lakukan yaitu didalam Undang-undang yang sudah dibahas, yang sudah diundangkan yaitu tentang .......... (bahasa Inggris) dan .......... (bahasa Inggris) yaitu bahasa Inggrisnya dulu baru baru bahasa Indonesianya~ nah dua hal ini yang pertama. Hal itu kemudian yang kedua pada butir ~ Konsiderans menimbang ini, itu di dalam kalimat yang kedua terakhir ada kata termasuk, ini ada usulan kata termasuk ini diganti dengan kata dan. Sehingga kalimatnya berubah dan persetujuan.

    Jadi 2 hal itu, yang kemarin masih kita pendingkan. Saya merasa yakin bahwa setelah kita renungkan beberapa hari Sabtu, kita juga malarn Minggu sudah yang menikmati sambil berlibur melihat hari Minggu walaupun saya tahu ada juga yang masih tetap kerja, nah untuk itu s~belum kita, ~aya ingin mendapat kembalikan kepada fraksi-fraksi, saya ingin tanyakan kembali kepada

    1

  • I I I I 1 ..

    I I I I I I I I I I I I I

    I I I

    Pemerintah, penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini. setelah · itu saya ingin kembalikan kepada Fraksi-fraksi pendapat-pendapatnya. Kami persilakan Pemerintah.

    Pemerintah .:...

    Nanti untuk

    Terima kasih Bapak Pimpinan, waktu hari Sabtu kita membahas Kbnsiderans Menimbang yang a yang ~~m~diwtmembahas judul daripada RUU ·ini~ memang pada awalnya kami tidak berkeberatan mengenai bahasa Inggrisnya dulu atau bahasa Indonesianya dulu, namun pada akhir pembahasan kami sampaikan mengapa judulnya itu dalam bahasa Inggris duJu, karena yang akan kita sahkan itu adalah dokumen yang berbahasa Inggris, Final Add yang berbahasa Inggris.

    Namun demikian, disini hadir Bapak Bambang Kesowo dari Sejcub dart sebagai instansi terakhir yang menangani RUU sebelum dibawa ke DPR. At~s·kesediaan Bapak Pimpinan kami akan minta bantuan Bapak Bambang Kesowo untuk memberikan penjelasan.

    Ketua Eania _;_ I

    Silakan.

    Pemerintah (Bpk. Bambang Kesowo) .:...

    Bapak Pimpinan yang saya hormati, lbu-ibu/Bapak-bapak Komisi I yang terhormat. Masalah penggunaan istilah di dalam judul RUU ini, memang sebenarnya harus kita ikuti naskah yang kita sahkan. Apabila yang kita sahkan itu persetujuannya di dalam bahasa lnggris, maka pengesahan yang dilakukan dengan UU ini memang seharusnya mengacu pada naskah asli yang sudah kita sahkan itu t adi.

    Oleh karenanya, apabila saya diijinkan untuk menyampaikan saran, saya ingin mengemukakan seyogyanya RUU tentang Pengesahan ini diajukan pada awalnya pada naskah atau dokumen asli yang kita sahkan sa j a. Un t uk kemudahan, ka rena ha 1 in i harus d i masyarakatkan dan· dip~hami oleh setiap rakyat Indonesia pada umumnya, kit a kemud ian menggunakan ~v~~~~~Ut:..l)' . .J.. da 1 am bahas a Indonesia.

    Konsist~nsi sikap yang akan diwujudkan saya sangat sependapat bahwa sekali kalau seandainya akan kita gunakan pertama-tama judulnya aslinya dalam bahasa Inggris maka beikutnya harus diacu secara runtut pula dengan tatanan tadi. Apakah penulisannya itu akan digunakan dalam dengan tanda dalam kurung atau denga~ kata atau,. ini dapat kita timbang mana yang lebih baik karena tidak hanya fungsi tanda kurung sebenarnya sama dengan kata atau itu tadi. Saya kira demikian Bapak Pimpinan, ~bu-ibu/Bapak-bapak yang saya hormati. Pertimbangan yang saya ingin kemukakan dalam penetuan apakah judul ini akan menggunakan bahasa Inggrisnya terlebih dahulu ataukah bahasa Indonesianya terlebih dahulu. Saya ingat bahwa naskah asli ini nanti akan disertai terjemahan dalam bahasa Indonesianya dan terjemahan dalam bahasa Indonesia ini sifatnya untuk lebih membantu, namun agaknya tidak akan mengurangi makna bahwa sebenarnya yang, dokumen yang asli yang kita sahkan adalah dokumen yang dalam

    2

  • I I I I I I I I I I 1·- I I I I I I I I I I I

    '··

    bahasa asing tadi. Terlma kasih.

    K e t u a fit...D 1 a _

    Terima kasih, demikianlah saudara-saudara sekalian penjelasan yang telah disampaikan oleh Pemerintah, untuk itu kami kembalikan kepada Fraksi-fraksi untuk dapat memberikan tanggapan mengenai hal ini. Kami persilakan, Siapa yang akan mulai, F KP.

    .E.Kf.:

    Terima kasih Pimpinan. Pada akhirnyi tentu yang kita harus kita ikuti per~imbangan yang selain itu merupakan satu kelajiman, juga sekaligus bahwa itu akan bisa mengacu kepada proye~si kemasa depan. Dan kalau ini memang sudah kita jadikan sebagai tolak ukur maka mest i~va. fo:r:um ini juga menyepakat i bersama agar supaya jangan berubah-rubah sikap seperti ini. Kita kalau F KP, maka di~alam batang tubuh ini samapi kepada penjelasan-penjelasannya itu juga tercermin disitu ketidak konsistenan, ka~ang-kadang ada terjemahannya. Kadang-kadang bahasa Indonesianya yang didahulukan kemudian diataukan· itu di Inggrisnya, sehingga di dalam kaQi menfasirkan batang tubuh sampai penjelasannya ya seperti kemarin itu. Bahwa kita bisa menafsirkan, bisa merubah dan bertolak daripada kebanggaan kita kepada bahasa persatuan ini, sehingga kita ingin awalnya dengan bahasa Indonesia. Tapi, namun demikian kalau ini memang merupakan disini merupakan kesepakatan bersama F KP tidak keberatan Pimpinan untuk dikembalikan kepada, mengacu kepada naskah aslinya. Saya begitu dari F KP.

    K e t u a Pan j a .1.

    Terima kasih. Dengan tetap mengacu kepada azas konsistensinya sehingga kepada keseluruhan batang tubuh apabila ditemukan kata-kata ini juga akan tetap kita konsisten. Dari F PP ada, silakan.

    .E pp •

    Terima kasih, saya bisa menerima bahwa penjelasan dari Pemerintah. Khusus yang kedua, memakai kata atau atau dalam kurung, saya cenderung memakai kurung, karena untuk memudahkan bahwa s~andainya mau jadi tidak ter

Recommended

View more >