Deskripsi Lokasi Pengamatan Dan Foto (Edit Mikel) BUNGAH_WRINGINANOM_KEDAMEAN_DRIYOREJO

Download Deskripsi Lokasi Pengamatan Dan Foto (Edit Mikel) BUNGAH_WRINGINANOM_KEDAMEAN_DRIYOREJO

Post on 12-Aug-2015

21 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>No Foto/Diskripsi Foto/Visual 0 0 1 Koordinat (S,E) : 07 257,9, 112 3420,4 Lokasi 1: Desa Bungah, Kecamatan Bungah Geofisik Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa bukit gamping kecil yang bergelombang (undulating), meliputi desa Bungah dan sekitarnya, memanjang kearah barat-timur dan dibatasi oleh dataran bergelombang rendah di utara dan selatan, dengan Kondisi lahan bekas penambangan kemiringan (slope) kurang lebih 50 . batugamping Vegetasi : Disekitar lokasi tambang batugamping terdapat vegetasi berupa semak dan pohon jati. Pemanfaatan lahan : Di sekitar lokasi pengamatan terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 500 meter dari lokasi tambang, dan disikitar lokasi tambang juga terdapat perkebunan jati serta terdapat industri pembuatan batu bata. Infrastruktur : Posisi bahan galian (batugamping) terletak di desa Bungah, jalan raya Bungah Km 35 kearah barat kurang lebih 0,5 Km.</p> <p>2</p> <p>Koordinat (S,E) : 070232,1,, 11203344,2 Lokasi 2 : Desa Bungah, Kecamatan Bungah Geofisik Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa bukit kapur kecil yang bergelombang (undulating), meliputi desa Bungah dan sekitarnya, memanjang kearah barat-timur dan dibatasi oleh dataran bergelombang rendah di utara dan selatan dengan kemiringan (slope) kurang lebih 60 . Vegetasi : Disekitar lokasi tambang batugamping terdapat vegetasi berupa semak, pohon-pohon gersang dan keras yang tinggal sedikit karena habis dibakar. Pemanfaatan lahan : Di sekitar lokasi terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 500 meter dari lokasi tambang. Pada lokasi ini sudah ada kegiatan penambangan batugamping. Infrastruktur : Posisi bahan galian (batugamping) terletak di desa Bungah, Kecamatan Bungah Km 35 kearah barat kurang lebih 0,5 Km.</p> <p>Metode penambangan bahan galian yang digunakan sebagai bahan bangunan</p> <p>3</p> <p>Koordinat (S,E) : 070232,1, 11203344,2 Lokasi 3 : Desa Bungah, Kecamatan Bungah Geofisik Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa bukit kapur kecil yang bergelombang (undulating),memanjang kearah barat-timur dengan kemiringan (slope) kurang lebih 20 kearah utara dan kurang lebih 30 kearah timur. Vegetasi : Disekitar lokasi tambang batugamping terdapat vegetasi berupa semak, pohon jati dengan jumlah yang sedikit. Pemanfaatan lahan : Penggunan lahan disekitar lokasi tambang merupakan sebuah pemukiman yang padat, terletak kurang lebih 1 Km dari lokasi tambang. Infrastruktur : Posisi bahan galian (batugamping) terletak kurang lebih 1 Km dari Desa Bungah, Kecamatan Bungah, jalan raya Bungah Km 36 kearah barat.</p> <p>Metode penambangan batugamping yang digunakan sebagai bahan bangunan</p> <p>4</p> <p>Koordinat (S,E) : S 07o 02 12.1, 112o 32 13,2 Lokasi 4 : Desa Melirang, Kecamatan Bungah Geofisik Morfologi pada lokasi pengamatan adalah dataran rendah bergelombang (undulating) dengan litologi batugamping, berupa gua, nama gua tersebut adalah gua kelelawar. Proses karst belum terlihat pada gua tersebut karena tidak adanya stalagtit, stalagmit dll. Vegetasi : Disekitar lokasi pengamatan berupa semak belukar dan pohon jati. Pemanfaatan lahan : Lahan di sekitar lokasi merupakan pemukiman warga yang padat, kurang lebih 500 meter dari lokasi pengamatan. Terdapat sedikit bekas penambangan pada gua tersebut. Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (gua) terletak kurang lebih 500 meter dari desa Melirang, Km 22 kearah utara.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berupa gua yang terdapat bekas penambangan</p> <p>5</p> <p>Koordinat (S,E) : 0700118,3, 11203050,4 Lokasi 5 : Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah dataran aluvial, berupa waduk buatan, memanjang relatif kearah utara selatan. Vegetasi : Disekitar lokasi pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar,padi dan poho perdu. Pemanfaatan lahan : Pada lokasi ini selain digunakan sebagai waduk buatan untur pengairan sawah warga sekitar juga terdapat pemukiman yang padat, terletak kurang lebih 10 meter dari lokasi pengamatan. Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (waduk buatan) terletak di desa Sidomukti kecamatan Bungah.</p> <p>L Lokasi pengamatan yang berupa waduk buatan</p> <p>6</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 02 35,8, 112o 33 19,4 Lokasi 6 : Desa Masangan, Kecamatan Bungah Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah dataran rendah bergelombang dengan litologi batugamping, berupa gua, nama gua tersebut adalah gua Bedug. Proses karst belum terlihat pada gua tersebut karena tidak adanya stalagtit, stalagmit dll. Vegetasi : Disekitar lokasi pengamatan berupa semak belukar dan pohon jati. Pemanfaatan lahan : Di sekitar lokasi pengamatan terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 50 meter dari lokasi pengamatan. Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (gua) terletak kurang lebih 500 meter dari Desa Masangan, Kecamatan Bungah.</p> <p>Lokasi pengamatan berupa gua</p> <p>7</p> <p>Koordinat (S,E) : 0700230,8, 11203307,6 Lokasi 7 : Desa Masangan Kecamatan Bungah Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa bukit kecil berbentuk undulating (bergelombang) dengan litologi batugamping yang berada di desa Masangan, kemiringan (slope) kurang lebih 50 , memanjang relatif kearah barat-timur. Vegetasi : Disekitar lokasi yang berpotensi tambang batugamping terdapat vegetasi berupa semak belukar dan pohon jati. Penggunaan lahan : Di sekitar lokasi terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 200 meter dari lokasi yang berpotensi tambang. Luas daerah yang berpotensi tambang diperkirakan kurang lebih 2 ha. Infrastruktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang (batugamping) berada di desa Masangan, Kecamatan Bungah, Km 20 kearah utara.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang batugamping</p> <p>8</p> <p>Koordinat (S,E) : 0700219,1, 11203220,6 Lokasi 8 : Desa Melirang Kecamatan Bungah Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa bukit kecil berbentuk undulating (bergelombang) dengan litologi batugamping yang berada di desa Melirang, kemiringan (slope) kurang lebih 40 , memanjang relatif kearah barat-timur. Vegetasi : Disekitar lokasi yang berpotensi tambang batugamping terdapat vegetasi berupa semak belukar dan pohon jati. Penggunaan lahan : Di sekitar lokasi yang berpotensi tambang terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 200 meter dari lokasi yang berpotensi tambang. Luas daerah yang berpotensi tambang diperkirakan kurang lebih 1 ha. Infrastruktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang (batugamping) berada di desa Melirang, Kecamatan Bungah, Km 22 kearah utara.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang batugamping</p> <p>9</p> <p>Koordinat (S,E) : 0700154,5, 11203117 Lokasi: Desa Mojopuro Gede Kecamatan Bungah Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah dataran bergelombang dengan litologi batugamping yang berada di desa Mojopuro Gede, dengan kemiringan (slope) kurang lebih 20, memanjang relatif kearah barat-timur. Vegetasi : Vegetasi berupa semak belukar, jati, serta tumbuhan berupa palawija. Penggunaan lahan : Di sekitar lokasi yang berpotensi tambang terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 100 meter dari lokasi yang berpotensi tambang. Luas daerah yang berpotensi tambang diperkirakan kurang lebih 1 ha. Infrastruktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang (batugamping) berada di desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang batugamping</p> <p>10</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 20 17.6, 112o 33 49,4 Lokasi 10 : Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan adalah berupa perbukitan berbentuk undulating (bergelombang) dengan kemiringan (slope) kurang lebih 260, Perbukitan memanjang dengan arah relatif barat laut-tenggara dan dibatasi oleh dataran bergelombang rendah di utara dan selatan. Vegetasi : Disekitar lokasi potensi tambang bahan galian terdapat vegetasi berupa semak belukar, jati dan jagung. Penggunaan Lahan : Di sekitar lokasi yang berpotensi tambang bahan galian terdapat pemukiman penduduk yang padat, kurang lebih 500 meter dari lokasi yang berpotensi tambang. Luas daerah yang berpotensi tambang diperkirakan kurang lebih 1 ha. Infrastruktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang bahan galian berada di desa Kedamean, Kecamatan Kedamean.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang bahan urugan</p> <p>11</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 20 26, 112o 33 07,7 Lokasi 11 : Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi lokasi pengamatan merupakan perbukitan bergelombang (undulating) rendah dengan kemiringan lereng kurang lebih 20. Perbukitan memanjang dengan arah relatif barattimur dan dibatasi oleh lembah dan perbukitan dataran bergelombang rendah di utara dan perbukitan berlereng landai di selatan. Vegetasi : Disekitar lokasi potensi tambang bahan galian terdapat vegetasi berupa semak belukar, jati dan jagung. Penggunaan lahan : Di sekitar lokasi yang berpotensi tambang bahan galian merupakan lahan tandus yang jauh dengan pemukiman pendududuk, jarak lokasi dengan pemukiman kurang lebih 2 Km dari lokasi yang berpotensi tambang. Luas daerah yang berpotensi tambang diperkirakan kurang lebih 1 ha.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang bahan urugan</p> <p>Infrastuktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang bahan galian berada di desa Kedamean, Kecamatan Kedamean.</p> <p>12</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 21 00,1, 112o 32 49,1 Lokasi 12 : Desa Manunggal, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi daerah merupakan perbukitan bergelombang (undulating) rendah dengan kemiringan lereng kurang lebih 20. Perbukitan memanjang dengan arah relatif barattimur dan dibatasi oleh lembah dan perbukitan dataran bergelombang rendah di utara dan selatan. Litologi penyusun bukit berupa batupasir dan napal. Vegetasi : Disekitar lokasi potensi tambang bahan galian terdapat vegetasi berupa semak belukar, jati. Penggunaan lahan : Di sekitar lokasi pengamatan yang berpotensi tambang terdapat pemukiman penduduk yang sangat jarang, kurang lebih 50 meter dari lokasi yang berpotensi tambang.</p> <p>Lokasi pengamatan yang berpotensi tambang bahan urugan</p> <p>Infrastruktur : Posisi lokasi yang berpotensi tambang bahan galian berada di Ds. Manunggal, Kec. Kedamean.</p> <p>13</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 21 17,0, 112o 33 26,9 Lokasi 13 : Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi daerah merupakan perbukitan bergelombang rendah dengan kemiringan lereng kurang lebih 8. Perbukitan memanjang dengan arah relatif barat-timur dan dibatasi oleh perbukitan dataran bergelombang rendah di timur dan selatan. Vegetasi : Disekitar lokasi potensi tambang bahan galian terdapat vegetasi berupa semak belukar, jati dan mangga. Pemanfaatan lahan : Merupakan lokasi tambang batupasir yang sudah tidak aktif. Disekitar lokasi tambang batupasir yang sudah tidak aktif terdapat pemukiman penduduk yang sangat jarang, kurang lebih 200 meter dari lokasi bekas penambangan.</p> <p>Lokasi pengamatan hasil bekas penambangan batupasir</p> <p>Infrastruktur : Posisi bahan galian (batupasir) terletak di desa Banyuurip, kecamatan Kedamean sekitar 200 m dari pemukiman warga sekitar.</p> <p>14</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 19 36.7, 112o 33 30,7 Lokasi 14 : Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan berupa dataran rendah bergelombang (undulating), berupa waduk memanjang dari arah baratlauttenggara dengan kemiringan (slope) kurang lebih 40 , dengan kondisi waduk saat ini mengalami kekeringan. Vegetasi : Disekitar lokasi pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar, pohon jati, padi dan pohon mangga. Pemanfaatan lahan : Disekitar lokasi pengamatan terdapat pemukiman warga kurang lebih 200 meter dari lokasi pengamatan, selain itu juga terdapat pertanian di sekitar lokasi pengamatan. Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (waduk) terletak di desa Kedamean, kecamatan Kedamean sekitar 200 meter dari pemukiman warga sekitar.</p> <p>Lokasi pengamatan berupa waduk yang mengalami kekeringan</p> <p>15</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 19 23,9, 112o 32 20 Lokasi 15 : Desa Sawen, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan berupa dataran rendah bergelombang (undulating), berupa waduk memanjang dari arah utara-selatan dengan kemiringan (slope) kurang lebih 50 , dengan kondisi waduk saat ini yang mengalami kekeringan. Vegetasi : Disekitar lokasi tambang pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar, jagung, pohon pisang dan pohon jati. Pemanfaatan lahan : Pada kawasan ini terdapat pemukiman warga yang padat, lahan pertanian berupa ladang atau tegalan Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (waduk) terletak di desa Sawen, kecamatan Kedamean sekitar 500 m dari pemukiman warga sekitar, pada Km 30.</p> <p>Lokasi pengamatan berupa waduk yang mengalami kekeringan</p> <p>16</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 17 49, 112o 31 12,9 Lokasi 16 : Desa Rayung, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan berupa dataran rendah bergelombang (undulating), berupa telaga memanjang dari arah timurlaut-tenggara dengan kemiringan (slope) kurang lebih 50 . Memiliki dimensi panjang sebesar kurang lebih 100 meter, lebar kurang lebih 80 meter. Kedalaman telaga kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah dengan ketinggian air dari dasar telaga kurang lebih 40 cm. Vegetasi : Disekitar lokasi tambang pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar, jagung, pohon pisang. Pemanfaatan lahan : Pada kawasan ini terdapat pemukiman warga yang cukup padat, selain itu juga terdapat lahan pertanian berupa ladang atau tegalan. Infrastruktur : Lokasi pengamatan (telaga) terletak di desa Rayung, kecamatan Kedamean sekitar 1 Km dari pemukiman warga sekitar, pada Km 30.</p> <p>Lokasi pengamatan berupa telaga alami (mata air)</p> <p>17</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 17 37,3, 112o 31 27,1 Lokasi 17 : Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan berupa dataran rendah bergelombang (undulating), berupa telaga memanjang dari arah utara-selatan dengan kemiringan (slope) kurang lebih 60 Memiliki dimensi panjang sebesar kurang lebih 150 meter, lebar kurang lebih 50 meter. Kedalaman telaga kurang lebih 4,5 meter dari permukaan tanah dengan ketinggian air dari dasar telaga kurang lebih 38 cm. Vegetasi : Disekitar lokasi tambang pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar, pohon pisang, padi dan pohon mangga. Pemanfaatan lahan : Pada kawasan ini terdapat pemukiman warga yang cukup padat, selain itu juga terdapat lahan pertanian berupa ladang atau tegalan.</p> <p>Lokasi pengamatan berupa telaga alami (mata air)</p> <p>Infrastruktur : Posisi lokasi pengamatan (telaga) terletak di desa Turirejo, kecamatan Kedamean sekitar 50 meter dari pemukiman warga sekitar.</p> <p>18</p> <p>Koordinat (S,E) : 07o 18 02,0, 112o 30 18,7 Lokasi 18 : Desa Tulung, Kecamatan Kedamean Geofisik : Morfologi pada lokasi pengamatan berupa dataran rendah bergelombang (undulating), berupa waduk memanjang dari arah utara-selatan dengan kemiringan (slope) kurang lebih 50 , dengan kondisi waduk saat ini yang mengalami kekeringan. Vegetasi : Disekitar lokasi pengamatan terdapat vegetasi berupa semak belukar, pohon jati, padi dan pohon mangga. Pemanfaatan lahan : Pada kawasan ini terdapat pemukiman warga yang cukup padat, s...</p>