desain ipal industri karet

Download Desain IPAL Industri Karet

Post on 18-Jan-2016

45 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

karet

TRANSCRIPT

Desain IPAL industri karetDAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................iBAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang.............................................................................................11.2.Tujuan..........................................................................................................2BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1.IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)...................................................32.2. Proses Pengolahan Air Limbah...................................................................3a.Proses Fisika..........................................................................................3b. ProsesKimia.........................................................................................4c. Proses Biologi.......................................................................................5BAB IIIPEMBAHASAN3.1.Profil Perusahaan........................................................................................73.2.Proses Produksi...........................................................................................8a. Standar Mutu Produk...........................................................................8b. Bahan Yang Digunakan........................................................................9c. Uraian Proses Produksi.......................................................................113.3. Karakteristik Air Limbah..........................................................................19a. Pengolahan Proses Fisika....................................................................19b. Pengolahan Proses Kimia....................................................................20c. Pengolahan Proses Biologi..................................................................203.4. Limbah Yang Dihasilkan..........................................................................21a. Limbah Cair........................................................................................21b. Limbah Padat......................................................................................223.5. Pengolahan Air Limbah............................................................................223.6. Desain IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).....................................27BAB IVPENUTUP4.1. Kesimpulan...............................................................................................284.2. Saran.........................................................................................................28DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................29

I.PENDAHULUAN

1.1.Latar belakangKaret di Indonesia menghadapi permasalahan pokok pada pemasaran, terutama harga jual yang tidak stabil dan cendrung menurun, biaya produksi yang terus-menerus meningkat, serta persaingan pasar yang semakin berat ditingkat Internasional. Persaingan bukan hanya terbatas pada satu Negara saja, melainkan sudah meluas hingga ke Negara-negara penghasil karet sintetis.

Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran Internasional, langkah-langkah peningkatan efektivitas dan efisiensi di semua bidang perkaretan perlu lebih digalakkan, Peningkatan yang dimaksud terutama dilakukan pada mutu konsisten, jaminan bebas kontaminan, memenuhi standart mutu spesifikasi tekhnis yang telah ditetapkan dan sesuai dengan selera konsumen (Tim Penulis.PS.,1999).

Untuk menerapkan sistem jaminan mutu diperlukan pengawasan mutu secara total disetiap proses, mulai dari penerimaan bahan baku, penimbangan lateks, penambahan bahan kimia, proses pengolahan di pabrik, pengepakan, penyimpanan dan sistem pemasaran.

Proses pengolahan bahan baku di Pabrik Industri Karet Nusantara Medan, adalah lateks pekat dengan kadar karet pemusingan pada putaran sekitar 6000-7000 rpm, sehingga lateks berada pada bagian permukaan, sedangkan serum berada pada bagian bawah, dan pada akhirnya diperoleh lateks pekat dengan kadar karet kering 60%.

Dalam pengolahan lateks kebun menjadi lateks pekat pada dasarnya adalah memisahkan lateks dengan serum berdasarkan prinsip perbedaan berat jenis antara lateks dengan serum, dimana beret jenis lateks 0,49 dan berat jenis serum 0,98 yang mendekati berat jenis air.

Lateks pekat yang digunakan sebagai bahan baku terlebih dahulu dihomogenkan dengan stirrer dalam tangki penyimpanan lateks atau Lateks Stage Tank (LST), kemudian dengan tekanan vakum dialirkan ke tangki timbang untuk ditimbang sesuai formulasi yang diinginkan. Setelah ditimbang dialirkan ke Inaktif Compound Tank (ICT) untuk proses pengcompounan.

Bahan-bahan kimia mempunyai peranan penting dalam pembuatan compound. Compound merupakan campuran antara lateks pekat dengan beberapa bahan kimia yang merupakan bahan untuk pembuat benang karet, Bahan-bahan kimia ini dicampurkan pada lateks untuk mendapatkan produk yang bermutu dan bernilai ekonomis. Pada unit active compound terjadi maturasi (pemasakan) compound. Titik akhir maturasi diketahui dengan adanya pengujian swelling indeks. Swelling indeks merupakan nilai yang menunjukkan perbandingan antara diameter pengembangan dengan diameter awal.

Swelling indeks juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi elastisitas dari produk benang karet, dimana lateks yang mengalami maturasi mempunyai sifat tidak larut dalamcairan tetapi lateks mengalami pengembangan.Dengan adanya pengembangan compound maka dapat dianalisa apakah benang karet kuat, kasar, rapuh atau sesuai dengan standar yang diinginkan (PT.IKN Medan).

1.2.TujuanPembuatan tugas akhir tentang design IPAL Industri karet ini bertujuan : Menentukan proses pengolahan air limbah dan unit pengolahan limbah yang akan dibangun (membuatdesignIPAL).

II.TINJAUAN PUSTAKA

2.1.IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)IPAL adalah salah satu teknologi pengolahan limbah cair industri yang bertujuan untuk menghilangkan/memisahkan cemaran dalam air limbah sebelum dibuang ke lingkungan sampai memenuhi baku mutu lingkungan. IPAL yang baik adalah IPAL yang memiliki kriteria :Sedikit memerlukan perawatanAman dalam pengoperasiannyaLess biaya energyLess product excess (produk sampingan) seperti lumpur atau sludge IPAL

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang ada pada umumnya merupakan gabungan dari proses pengolahan air limbah secara fisik-mekanik, kimia dan biologi. Pengolahanair limbah secara fisik- mekanik dan kimia pada dasarnya sama dengan pengolahan air bersih. kegiatan pembangunan industri adalah salah satu kegiatan sektor ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Limbah yang sering dipermasalahkan adalah limbah industri karena limbah industri mengandung pencemaran yang dapat merusak lingkungan hidup. limbah yang sering dihasilkan dapat berbentuk cair,gas maupun padat.limbah industri dapat didaur ulang atau dimanfaatin kembali setelah melalui proses teknologi.

2.2.Proses Pengolahan Air Limbaha)Proses FisikaProses fisika merupakan pengolahan untuk memisahkan bahan pencemar dalam air limbah secara fisika. Contoh pengolahan secara fisika:ScreeningGrit ChamberSievesEqualisasiFlotasiFilter (pemisahan dengan memanfaatkan gaya gravitasi (sedimentasi atau oil/water separator)AdsorpsiStrippingPemisahan padatan dalam air limbah merupakan tahapan penting untuk mengurangi beban, mengembalikan bahan-bahan yang bermanfaat dan mengurangi resiko rusaknya peralatan akibat kebuntuan(clogging) pada pipa, valve dan pompa.

Dua prinsip dalam pengolahan secara fisika:Screening, sieving, dan filtrasiPenggunaan gaya gravitasi (sedimentasi, flotasidansentrifugasi)

b)Proses KimiaProses ini menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan bahan pencemar. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.

c)Proses BiologiSemua air buangan yangbiodegradabledapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.

Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).

Ditinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secara biologi, proses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis:Proses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen;Proses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen.

Apabila BOD air buangan tidak melebihi 400 mg/l, proses aerob masih dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob. Pada BOD lebih tinggi dari 4000 mg/l, proses anaerob menjadi lebih ekonomis.

Proses pengolahan limbah cair berdasarkan tingkatan perlakuannya dapat digolongkan menjadi 5 golongan. Akan tetapi dalam suatu instalasi pengolahan limbah, tidak harus ke lima tingkatan ini ada atau dipergunakan.

Pengolahan pendahuluanPengolahan pendahuluan(pre treatment), dilakukan apabila di dalam limbah cair terdapat banyak padatan terapung atau melayang, misalnya berupa ranting, kertas, dan pasir. Dapat digunakan saringan kasar, bak penangkap lemak, bak pengendap pendahuluan (misalnya untuk menangkap pasir), dan septic tank.

Pengolahan tahap pertamaPengolahan tahap pertama(primary treatment), untuk memisahkan ba