desa - dpmd. · pdf file(1) pemerintah daerah dapat melakukan penataan desa. (2) penataan...

Click here to load reader

Post on 02-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

- 1 -

SALINAN

BUPATI LEBAK

PROVINSI BANTEN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI LEBAK,

Menimbang : a. bahwa Otonomi Desa adalah instrumen untuk

meningkatkan pembangunan ekonomi guna

menciptakan masyarakat adil dan makmur;

b. bahwa sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang

Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah ditetapkan

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014

tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;

c. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor

14 Tahun 2006 tentang Desa sebagaimana diubah

dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor

7 Tahun 2012 perlu dilakukan penyesuaian dengan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014;

d. bahwa untuk melaksanakan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c perlu

ditetapkan Peraturan Daerah tentang Desa;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang

Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara

- 2 -

Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4010);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011

Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014

Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5495);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang

Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2

Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-

Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015

Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5589);

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014

Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5539);

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LEBAK

dan

BUPATI LEBAK

- 3 -

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG DESA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Lebak.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Lebak.

3. Pemerintah Daerah Provinsi adalah Pemerintah Provinsi Banten.

4. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden

Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara

Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

5. Bupati adalah Bupati Lebak.

6. Gubernur adalah Gubernur Banten.

7. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lebak.

8. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai Perangkat Daerah

Kabupaten Lebak.

9. Camat adalah Kepala Kecamatan yang merupakan Perangkat Daerah

Kabupaten Lebak.

10. Desa adalah Desa dan Desa adat atau yang disebut dengan nama lain,

selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang

memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan

mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat

berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak

tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan

Negara Kesatuan Republik Indonesia.

11. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan

kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

12. Pemerintah Desa adalah kepala Desa dibantu perangkat Desa sebagai

unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.

13. Kepala Desa adalah pejabat Pemerintah Desa yang mempunyai

wewenang, tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah

- 4 -

tangga Desanya dan melaksanakan tugas dari Pemerintah dan

Pemerintah Daerah.

14. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD atau

yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan

fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari

penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan

secara demokratis.

15. Musyawarah Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa,

dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh BPD untuk

menyepakati hal yang bersifat strategis.

16. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah

badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh

Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan

Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha

lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

17. Badan Usaha Milik Desa Bersama, yang selanjutnya disebut BUM

Desa Bersama adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar

modalnya dimiliki oleh 2 (dua) Desa atau lebih dalam rangka kerja

sama antara Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal

dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa

pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan

masyarakat Desa.

18. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang

ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama

BPD.

19. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan

kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

20. Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama

pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan

fungsi kawasan sebagai tempat permukiman Perdesaan, pelayanan

jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

21. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat

dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang

berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.

22. Pemberdayaan masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan

kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan

pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran,

serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan,

- 5 -

program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi

masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa.

23. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, selanjutnya disingkat

RPJM Desa, adalah rencana kegiatan pembangunan desa untuk

jangka waktu 6 (enam) tahun.

24. Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disebut RKP Desa, adalah

penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

25. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan

dan belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer

melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Daerah

dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan,

pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan

pemberdayaan masyarakat.

26. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana

Perimbangan yang diterima Pemerintah Daerah dalam anggaran

pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Daerah setelah dikurangi

dana alokasi k husus.

27. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut

APB Desa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.

28. Pedoman Penyusunan APB Desa adalah pokok-pokok kebijakan

sebagai petunjuk dan arah bagi Pemerintah Desa dalam penyusunan,

pembahasan dan penetapan APB Desa.

29. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli

Desa, dibeli atau diperoleh atas beban APB Desa atau perolehan hak

lainnya yang sah.

30. Barang Milik Desa adalah kekayaan milik Desa berupa barang

bergerak dan barang tidak bergerak.

31. Hari adalah hari kerja.

Pasal 2

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa,

pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa

berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal

Ika.

Pasal 3

Pengaturan Desa berdasarkan asas:

- 6 -

a. rekognisi;

b. subsidiaritas;

c. keberagaman;

d. kebersamaan;

e. kegotongroyongan