dan cabai keriting (capsicum frutescenskumulatif cabai rawit perlakuan 5,8 helai, jumlah daun...

of 118/118
PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : ROSALINA NIM : 091434035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Post on 30-Mar-2021

9 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum)

    DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

    Program Studi Pendidikan Biologi

    Oleh :

    ROSALINA

    NIM : 091434035

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2014

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • i

    PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum)

    DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

    Program Studi Pendidikan Biologi

    Oleh :

    ROSALINA

    NIM : 091434035

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2014

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ii

    SKRIPSI

    PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum Annuum)

    DAN CABAI KERITING (Capsicum Frutescens)

    Oleh :

    ROSALINA

    NIM : 091434035

    Telah disetujui oleh :

    Pembimbing,

    Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd

    Tanggal 22 Agustus 2014

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iii

    SKRIPSI

    PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum Annuum)

    DAN CABAI KERITING (Capsicum Frutescens)

    Dipersiapkan dan ditulis oleh:

    ROSALINA

    NIM: 091434035

    Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi

    pada tanggal : 10 September 2014

    dan dinyatakan telah memenuhi syarat

    Susunan Panitia Penguji

    Nama Lengkap Tanda Tangan

    Ketua : Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd ................................

    Sekretaris : Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc ................................

    Anggota : Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd ................................

    Anggota : Luisa Diana Handoyo, S.Si M.Si ................................

    Anggota : Ika Yuli Listyarini, M.Pd ................................

    Yogyakarta, 10 September 2014

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sanata Dharma

    Dekan,

    Rohandi, Ph.D

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    PERSEMBAHAN

    Ku persembahkan karya sederhanaku ini untuk :

    - Alm. Ayahku tercinta.

    - Ibuku, Adikku Sella, kakakku Pikal dan Keluarga besarku tercinta.

    - Almamaterku

    - Dinas pendidikan Kabupaten Kutai Barat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • v

    MOTTO

    Hadapilah ketakutan terbesarmu,

    Walaupun keberanianmu tersisa sedikit.

    Maka kamu akan tahu kekuatanmu yang

    sebenarnya.

    - Veronica Haripurnama -

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vi

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

    Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

    memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

    kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

    Yogyakarta, 10 September 2014

    Penulis

    Rosalina

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

    PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTING AKADEMIS

    Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta :

    Nama : Rosalina

    Nomor Mahasiswa : 091434035

    Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

    Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

    “PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI

    KERITING (Capsicum frutescens)”

    Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata

    Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,

    mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

    mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis

    tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya

    selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

    Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

    Dibuat di : Yogyakarta

    Pada tanggal : 10 September 2014

    Yang menyatakan,

    Rosalina

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    ABSTRAK

    PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP

    PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescen)

    DAN CABAI KERITING (Capsicum annuum)

    Rosalina

    Universitas Sanata Dharma

    2014

    Tanaman cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas

    hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digemari di

    Indonesia. Pemanfaatan efek gelombang suara frekuensi tinggi adalah teknologi

    terobosan terbaru di dunia pertanian. Musik rock merupakan musik yang memiliki

    frekuensi tinggi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik rock

    terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting

    (Capsicum annuum).

    Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental. Subjek penelitian ini

    adalah cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum)

    yang berumur 15 hari dan memiliki 4 buah daun. Musik rock yang digunakan

    adalah korn-Jingle Bells dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB. Parameter yang

    diamati adalah pertumbuhan tanman yaitu tinggi batang, jumlah daun dan

    biomassa tanaman. Data pertumbuhan tanaman yang diperoleh diuji dengan

    Analysis of Variance (ANOVA) One Way dan dilanjutkan Uji BNT.

    Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun

    tanaman cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum)

    perlakuan meningkat dibandingkan tanaman kontrol. Rata-rata tinggi batang

    kumulatif cabai rawit perlakuan 13,56 cm, tinggi batang kontrol cabai rawit 10,87

    cm, rata-rata tinggi batang kumulatif cabai keriting perlakuaan 19, 94 cm, tinggi

    batang tanaman kontrol 13,68 cm. Rata-rata jumlah daun kumulatif cabai rawit

    perlakuan 3,9 helai, jumlah daun kontrol 3,5 helai. Rata-rata jumlah daun

    kumulatif cabai rawit perlakuan 5,8 helai, jumlah daun tanaman kontrol 4,7 helai.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa musik rock mempengaruhi

    pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum

    annuum). Dan cabai keriting merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan

    yang baik.

    Kata Kunci: Musik Rock, Pertumbuhan, Cabai Rawit, Cabai Keriting.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    ABSTRACT

    THE EFFECT OF THE USE ROCK MUSIC ON THE GROWTH OF

    CAYENNE PEPPER (Capsicum annuum) AND CURLY RED CHILLI

    (Capsicum frutescens)

    Rosalina

    Sanata Dharma University

    2014

    Pepper plants (Capsicum sp.) is one of the horticultural commodities that

    have significant economic value and more popular in Indonesia. The utilization

    the effects of high-frequency sound waves is the latest breakthrough of the

    technology. The rock music is music that has a high frequency. This study aims to

    determine the influence of rock music on the growth of cayenne pepper (Capsicum

    annuum) and curly red chili (Capsicum frutescens).

    This study was a completely randomized experimental one-way pattern.

    The test subject is cayenne pepper and curly red chilli 15 days old and has 4

    leaves. The rock music used the korn- Jingle Bells which has noise 87.2 dB -

    101.5 dB. The parameters measured were the growth of the plant stem height,

    number of leaves and plant biomass. Plant growth data obtained were tested by

    Analysis of Variance (ANOVA) One Way and proceed LSD.

    The results showed the growth of the plant stem height and number of

    leaves of curly red chili treatment increased compared the control plants. The

    average of cayenne pepper stem height is 13,56 cm, cayenne pepper control plant

    stem height is 10,87 cm, the average of curly red chilli plant stem height is 19,94

    cm, curly red chili control plant stem height is 13,68 cm. The average number of

    leaves cayenne pepper treatments is 3,9 strands, the average of curly red chilli

    leaf controls is 3,5 strands, the average of curly red chilli leaf treatment 5,8

    strands, the amount of leaf controls is 4,7 strands.

    Thus, it can be concluded that the rock music affect the growth of cayenne

    pepper (Capsicum annuum) and curly red chili (Capsicum frutescens). And curly

    red chilli is a plant that has a good growth.

    Keywords: Rock Music, Growth, Cayenne Pepper and Curly Red Chili.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa kerena atas berkat dan rahmat-

    Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh

    Penggunaan Musik Rock terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai rawit (Capsicum

    annuum) dan Cabai Keriting ( Capsicum frutescens).

    Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh

    gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Biologi

    Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Selama masa studi dan penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan

    dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Pada

    kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan

    ucapan terima kasih kepada:

    1. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang

    telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan senantiasa

    meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan.

    2. Segenap dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah

    memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.

    3. Seluruh staf Sekretariat JPMIPA yang telah memfasilitasi selama proses studi

    di Universitas Sanata Dharma.

    4. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat yang telah memberikan beasiswa

    selama 5 tahun kepada penulis.

    5. Bapak Agus selaku Laboran laboratorium biologi yang telah membantu dalam

    melakukan penelitian.

    6. Alm.Bapak tercinta yang telah memberikan dukungan doa serta pengorbanan

    selama hidupnya kepada penulis selama penulis menempuh pendidikan.

    7. Ibu, kakak, adik dan seluruh keluarga besar tercinta yang telah memberi

    dukungan serta pengorbanan selama penulis menempuh pendidikan.

    8. Teman-teman Prodi Pendidikan Biologi 2009 atas kebersamaan selama masa

    kuliah yang tidak pernah terlupakan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    9. Para sahabat : Marsella, Caecilia, Warjuni, Vina, Jeni, Ovi, Gebby, Anggi,

    Esther, Tiva, Vero dan teman – teman kos Kinasih yang lain yang memberi

    dukungan dan semangat selama kuliah dan pembuatan skripsi ini.

    10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

    membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

    Penulis telah berusaha menyajikan yang terbaik, namun skripsi ini masih jauh dari

    kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca

    sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang

    berkepentingan.

    Penulis

    Rosalina

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii

    HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv

    HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

    ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................ vii

    ABSTRAK ......................................................................................................... viii

    ABSTRACT ......................................................................................................... ix

    KATA PENGANTAR ....................................................................................... x

    DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii

    DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv

    DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv

    DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvii

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1

    A. Latar Belakang .......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah...................................................................... 3 C. Hipotesis ................................................................................... 3 D. Batasan Masalah ........................................................................ 3 E. Tujuan Penelitian ....................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian ..................................................................... 4

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 6

    A. Cabai ......................................................................................... 6 1. Botani .................................................................................. 6 2. Macam-macam Tanaman Cabai ......................................... 7 3. Morfologi secara Umum ..................................................... 8

    a. Daun .............................................................................. 8 b. Batang ........................................................................... 9 c. Akar .............................................................................. 9 d. Bunga ............................................................................ 9 e. Buah .............................................................................. 10

    4. Morfologi Cabai Rawit ....................................................... 14 5. Morfologi Cabai Keriting ................................................... 17 6. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Cabai ............... 19 7. Hama dan Penyakit Cabai ................................................... 21

    B. Bunyi .................................................................................... 23 C. Musik Rock ............................................................................... 23 D. Pengaruh Frekuensi Suara pada Tanaman ................................ 24

    BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 26

    A. Jenis Penelitian .......................................................................... 26 B. Variabel Penelitian ................................................................... 26

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    C. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 27 D. Desain Penelitian ....................................................................... 27 E. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 29 F. Analisis Data ............................................................................. 31 G. Instrument Penelitian ................................................................ 32

    BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... 33

    A. Hasil ........................................................................................... 33 1. Hasil Rata-rata Pertumbuhan .............................................. 33 2. Hasil Uji Anova dan Uji Lanjutan ....................................... 35

    B. Pembahasan ............................................................................... 40 C. Hambatan dalam Penelitian ...................................................... 46

    BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM

    PROSES PEMBELAJARAN ...................................................... 46

    BAB VI PENUTUP ..................................................................................... 47

    A. Kesimpulan ................................................................................ 47 B. Saran ......................................................................................... 47

    DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 48

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Tinggi batang dan jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting

    Perlakuan ............................................................................................. 30

    Tabel 2. Tinggi batang dan jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting

    kontrol .................................................................................................. 30

    Tabel 3. Berat basah dan berat kering cabai rawit dan cabai keriting ................ 31

    Tabel 4. Rata-rata tinggi batang per 5 hari ......................................................... 33

    Tabel 5. Rata-rata kumulatif tinggi batang ........................................................ 33

    Tabel 6. Rata-rata jumlah daun per 5 hari .......................................................... 34

    Tabel 7. Rata-rata kumulatif jumlah daun .......................................................... 34

    Tabel 8. Rata-rata berat basah tanaman ............................................................. 34

    Tabel 9. Rata-rata berat kering tanaman ............................................................ 35

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Jenis cabai besar ............................................................................... 7

    Gambar 2. Jenis cabai keriting ........................................................................... 7

    Gambar 3. Jenis cabai paprika ........................................................................... 7

    Gambar 4. Jenis cabai rawit ............................................................................... 8

    Gambar 5. Buah cabai tipe Bell ......................................................................... 10

    Gambar 6. Buah cabai tipe pimiento .................................................................. 11

    Gambar 7. Buah cabai tipe Anaheim ................................................................. 11

    Gambar 8. Buah cabai tipe cayenne ................................................................... 12

    Gambar 9. Buah cabai tipe cubanelle ................................................................. 12

    Gambar 10. Buah cabai tipe jalapeno ................................................................ 12

    Gambar 11. Buah cabai tipe ornamental (serrano) ............................................. 13

    Gambar 12. Buah cabai tipe cherry .................................................................... 13

    Gambar 13. Buah cabai tipe wax (banana) ........................................................ 13

    Gambar 14. Daun Cabai Rawit .......................................................................... 14

    Gambar 15. Batang Cabai Rawit ........................................................................ 15

    Gambar 16. Akar Cabai Rawit ........................................................................... 15

    Gambar 17. Bunga Cabai Rawit ......................................................................... 15

    Gambar 18. Buah Cabai Rawit ........................................................................... 16

    Gambar 19. Biji Cabai Rawit ............................................................................. 16

    Gambar 20. Daun Cabai Keriting ....................................................................... 17

    Gambar 21. Batang Cabai Keriting .................................................................... 17

    Gambar 22. Bunga Cabai Keriting ..................................................................... 18

    Gambar 23. Buah Cabai Keriting ....................................................................... 18

    Gambar 24. Grafik tinggi batang tanaman ......................................................... 42

    Gambar 25. Grafik jumlah daun tanaman .......................................................... 42

    Gambar 26. Grafik berat basah tanaman ............................................................ 44

    Gambar 27. Grafik berat kering tanaman ........................................................... 45

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvi

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1. Silabus ........................................................................................... 50

    Lampiran 2. Rancana Pelaksanaan Pembelajaran .............................................. 57

    Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I .................................................................... 72

    Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa II ................................................................... 73

    Lampiran 5. Kisi-kisi soal .................................................................................. 74

    Lampiran 6. Soal Evaluasi ................................................................................. 75

    Lampiran 7. Kunci jawaban dan panduan skoring ............................................. 78

    Lampiran 8. Data Tanaman Cabai ..................................................................... 80

    Lampiran 9. Data Pengukuran Berat Basah ....................................................... 89

    Lampiran 10. Data Pengukuran Berat Kering .................................................... 90

    Lampiran 11. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji

    LSD (BNT) tinggi batang ............................................................ 91

    Lampiran 12. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji

    LSD (BNT) jumlah daun ............................................................. 93

    Lampiran 13. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji

    LSD (BNT) berat kering .............................................................. 95

    Lampiran 14. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji

    LSD (BNT) berat kering .............................................................. 97

    Lampiran 15. Dokumentasi ................................................................................ 99

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Tanaman Cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas

    hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digemari di

    Indonesia. Di Indonesia buah cabai selalu digunakan dalam keseharian

    masyarakat seperti digunakan sebagai bumbu masakan. Secara umum cabe

    memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein,

    Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan

    untuk keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan

    industri diantaranya, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri

    obat‐obatan atau jamu. Biasanya cabai yang digunakan dalam masyarakat

    Indonesia yaitu cabai rawit dan cabai keriting. Cabai yang digunakan bisa

    didapat di pasar tradisional. Cabai yang dipasarkan merupakan cabai yang

    memiliki kualitas yang baik. Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas cabai

    yang baik maka perlu pertumbuhan awal tanaman yang baik pula. Untuk itu para

    pertani mengunakan berbagai macam pupuk organik maupun anorganik untuk

    dipadukan kedalam tanah.

    Penggunaan pupuk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan proses

    pertumbuhan awal yang baik sangat membudaya dan para petani telah

    menganggap bahwa pupuk dan cara pemupukan sebagai salah satu hal yang tidak

    dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha taninya (Anonim.2007). Dampak dari

    penggunaan pupuk anorganik menghasilkan peningkatan pertumbuhan yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2

    cukup baik. Namun penggunaan pupuk anorganik dalam jangka relative lama

    umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras,

    kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya

    menurunkan proses pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

    Gelombang suara sekarang dapat dipakai untuk meningkatkan produksi

    tanaman yang lebih di kenal dengan istilah Sonic Bloom. Teknologi ini pertama

    diciptakan oleh Dan Carlson dari Amerika dan mulai disebarkan secara komersial

    pada tahun 1980. Teknologi Sonic Bloom merupakan teknologi terobosan yang

    diwujudkan untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik. Sonic Bloom

    memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi yang berfungsi memacu

    membukanya mulut daun (stomata) yang dipadukan dengan nutrisi organik ( Iriani

    dalam Suwardi, 2011).

    Di Indonesia sendiri telah ada penelitian yang mengarah pada pemanfaatan

    gelombang suara untuk peningkatan produksi tanaman. Penelitian yang dilakukan

    oleh Utami (2012), dengan judul ”Aplikasi Musik Klasik, Pop Dan Hard Rock

    Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Keriting “ menunjukan

    bahwa musik rock memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif

    cabai merah keriting. Berdasarkan hasil penelitian musik hard rock memberikan

    respons pertumbuhan yang lebih baik pada tanaman cabai merah keriting

    dibandingkan musik pop dan musik klasik. Kemudian penelitian yang dilakukan

    oleh Widyawati (2011) menujukan bahwa Suara Garengpung (Dundubia

    manifera) termanipulasi pada peak frekuensi (6,07±0,04)103

    Hz, mampu

    meningkatkan produksi kacang Dieng sehingga lebih berat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3

    Musik rock merupakan musik yang memiliki kebisingan yang tinggi

    dibandingkan musik lain. Hal ini memungkinkan musik rock memiliki frekuensi

    tinggi yang bisa dimanfaatkan.

    Dari hasil penelitian terlebih dahulu, peneliti ingin melakukan penelitian

    tentang pengaruh musik rock terhadap pertumbuhan cabai rawit dan cabai

    keriting.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan penjabaran pada latar belakang maka rumusan masalah dalam

    penelitian ini adalah :

    - Apakah musik rock dapat mempengaruhi pertumbuhan cabai rawit dan cabai

    keriting ?

    - Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting?

    C. Hipotesis

    - Music rock mempengaruhi pertumbuhan dari cabai rawit dan cabai keriting.

    - Terdapat perbedaan pertumbuhan dari cabai rawit dan cabai keriting.

    D. Batasan Masalah

    Agar ruang lingkup penelitian ini tidak terlalu luas maka dibatasi pada

    permasalahan sebagai berikut:

    1. Subjek penelitian

    Subjek penelitian ini adalah 2 varietas cabai yaitu cabai rawit dan cabai

    keriting yang berumur 15 hari dan memiliki 4 buah daun yang disemai sendiri

    oleh peneliti.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4

    2. Objek penelitian

    Objek dalam penelitian ini adalah musik hard rock yaitu Korn – Jingle Bells

    (Death Metal Version) dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB setara dengan

    Frekuensi 1,5 Hz – 1,7 Hz. Dipaparkan setiap pagi hari selama 2 jam.

    3. Parameter

    Parameter yang digunakan dalam mengamati pertumbuhan tanaman adalah

    tinggi batang, jumlah daun dan biomassa tanaman.

    E. Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah:

    1. Untuk mengetahui pengaruh musik rock terhadap pertumbuhan cabai rawit

    dan cabai keriting.

    2. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting.

    F. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Peneliti

    Untuk menambah wawasan keilmuan dalam bidang pemanfaatan teknologi

    gelombang suara yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

    2. Bagi Guru

    Hasil penelitian dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran biologi di

    SMA.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5

    3. Bagi Siswa

    Siswa dapat mempraktekkan penelitian melalui kegiatan praktikum yang

    dirancang oleh guru sehingga siswa menjadi lebih mendalami materi

    karena telah mengalami secara langsung/ melalui pengalaman.

    4. Bagi Petani

    Bagi petani cabai: dapat menggunakan referensi penelitian ini untuk

    meningkatkan cara bertani yang menggunakan rekayasa teknologi dalam

    kesehariannya, sehingga hasil yang didapat bisa lebih baik.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    BAB II

    TUNJAUAN PUSTAKA

    A. Cabai

    1. Botani

    Di Indonesia, tanaman cabai dikenal dengan berbagai macam nama

    daerah. Setiap daerah memiliki nama sendiri untuk cabai. Misalnya di daerah

    Sumatera, cabai besar dikenal dengan sebutan apili, banai, cabi, campli, lado,

    lasina, lasinok, dan lain-lain. Sementara di daerah Jawa, cabai besar dikenal

    dengan sebutan Lombok, mengkreng, dan sabrang. Seperti halnya cabai besar,

    cabai kecil/pedas juga dikenal dengan berbagai sebutan khas di setiap daerah.

    Dalam sistematika (taksonomi) kerajaan tumbuhan, tanaman cabai

    termasuk dalam genus Capsicum. Adapun klasifikasi lengkapnya sebagai berikut

    (Suriana, 2012):

    Kingdom : Plantae

    Divisi : Magnoliophyta

    Kelas : Magnoliopsida

    Sub Kelas : Asteridae

    Ordo : Solanales

    Familia : Solanaceae

    Genus : Capsicum

    Spesies : Capsicum annuum (cabai besar, cabai lonceng)

    Capsicum frutescens (cabai kecil atau cabai rawit)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7

    2. Macam-macam Tanaman Cabai

    Menurut Alex S (2013) cabai dibagi empat jenis yaitu sebagai berikut:

    Jenis Karakteristik

    Gambar.1. Cabai Besar Sumber: http://matahariseed.com

    Bunga putih, permukaan buah rata dan halus,

    diameter sedang-besar, kulit daging buah tebal,

    berumur genjah dan dapat tubuh di berbagai

    ketinggian

    Gambar.2. Cabai Keriting Sumber: ilmu212.blogspot.com

    Bunga putih atau ungu, buah muda hijau atau ungu,

    permukaan buah bergelombang, kulit daging buah

    tipis, umur lebih dalam, buah lebih tahan simpan

    dapat tumbuh pada berbagai ketinggian.

    Gambar.3. Cabai Paprika

    Buah muda memiliki warna bervariasi ( kuning,

    hijau muda, hijau dan ungu), buah kotak atau

    lonjong, permukaan rata, kulit daging buah tebal,

    tidak pedas dan cocok untuk daratan tinggi. Sumber: southernpaprika.co.nz

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    http://matahariseed.com/http://ilmu212.blogspot.com/http://www.southernpaprika.co.nz/

  • 8

    Gambar.4. Cabai Rawit

    Sumber: www.projectnoah.org

    Bunga berwarna putih kehijauan, buah muda

    berwarna putih, kubing atau hijau, daging buah

    lunak, rasa buah pedas.

    3. Morfologi Secara Umum Tanaman Cabai

    Menurut Suriana (2012), morfologi tanaman cabai adalah sebagai berikut:

    a. Daun

    Bentuk daun cabai bervariasi tergantung pada jenis dan varietasnya.

    Umumnya daun cabai berbentuk oval atau lonjong, namaun ada juga yang

    berbentuk lanset. Daun cabai berukuran panjang antara 3-11 cm dengan lebar 1-5

    cm. Pada umumnya permukaan daun cabai halus, namaun pada beberapa spesies

    ditemui juga permukaan daun yang berkerut.

    Warna daun cabai umumnya berbeda bagian permukaan atas dan bawah

    daun. Warna permukaan bagian atas daun cabai berkisar atara hijau muda, hijau

    sedang, hijau tua, hingga kebiruan. Sementara permukaan daun bagian bawah

    biasanya berwarna hijau muda hingga hijau sedang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    http://www.projectnoah.org/

  • 9

    b. Batang

    Tanaman cabai merupakan jenis tanaman perdu dan memiliki batang yang

    tidak berkayu. Tanaman ini memiliki banyak cabang sehingga tumbuh merimbun

    seperti bonsai. Pada jenis tanaman cabai pedas seperti cabai rawit, tanaman cabai

    tumbuh meninggi tidak melebihi ketinggian 100 cm. Namun pada jenis cabai

    besar, batang tanaman cabai bias tumbuh tinggi hingga mencapai 2 meter bahkan

    lebih.

    Batang tanaman cabai tidak berkayu sangat mudah patah. Biasanya kulit

    batang barwarna hijau muda , hijau sedang, dan hijau tua. Pada pangka batang

    yang sudah tua biasanya kulit batang berwarna kecoklatan seperti kayu. Ini

    merupakan hasil pengerasan dari jaringan parenkim batang.

    c. Akar

    Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman cabai yang berfungsi

    sebagai penyerapan air dan unsur hara. Tanaman cabai dikenal memiliki sistem

    perakaran yang rumit. Tanaman cabai memiliki akar serabut yang halus dan

    banyak. Beberapa akar utama tumbuh lebih besar kearah bawah dan biasanya

    berfungsi sebagai akar tunggang semu.

    d. Bunga

    Tanaman cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang masuk dalam

    subkelas Ateridae (berbunga bintang) sehingga pada umumnya tanaman cabai

    memiliki bunga berbentuk bintang. Warna mahkota bunga beragam, ada yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10

    putih, kehijauan, bahkan ungu. Bunga tanaman cabai keluar dari ketiak daun. Ada

    yang tunggal dan ada juga yang tumbuh bergelombol dalam tandan. Biasanya

    dalam satu tandan terdapat tidak lebih dati tiga kuntum bunga.

    Bunga jantan dan bunga betina pada tanaman cabai terdapat dalam satu

    bunga sehingga bunga cabai dikenal sebagia tanaman berbunga sempurna. Waktu

    pemasakan bunga jantan dan betina hampir bersamaan sehingga pada umumnya

    bunga cabai melakukan penyerbukan sendiri.

    e. Buah

    Buah cabai memiliki bentuk yang bervariasi, tergantung pada varietasnya.

    Bentuk buah cabai sangat beragam, mulai dari bulat, bentuk hari, tidak beraturan,

    hingga panjang. Peet dalam Suriana (2012) membagi bentuk buah cabai dalam 10

    tipe dengan ciri khas tersendiri untuk setiap tipe. Kesepuluh tipe buah tersebut

    antara lain:

    1. Tipe bell

    Buah berukuran besar, menggembung dengan

    dinding buah agak tebal. Cabai Bell Pepper ini

    berbentuk seperti paprika. Bell Pepper ini

    memiliki rasa yang kurang pedas, dominan

    manis. Rasanya juga berbeda tergantung waranya. Bell Pepper yang

    berwarna hijau rasanya pahit dari warna merah dan kuning. Ada juga warna

    putih dan dan unggu, tetapi kedua macam ini sangat sulit dikembangkan,

    karena sulitnya proses penanaman dan perawatannya.

    cabedanpedas.blogspot.com

    gambar. 5. Buah cabai

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11

    2. Tipe pimiento

    Buah berukuran besar, berbentuk hati, dan daging buah tebal. Bentuk cabai ini

    seperti buah ceri sehingga disebut cabai ceri atau

    pimento. Cabai pimento berasal dari negara portugis

    dimana kata pimento itu merupakan bahasa portugis.

    Cabai ceri memiliki rasa yang manis dan dagingnya

    besar antara 5 - 7 cm. Dan ada juga jenis cabai pimento

    yang rasanya pedas.

    3. Tipe ancho

    Buah berukuran besar, bentuk buah panjang agak menggembung, dan daging

    buahnya tipis.

    4. Tipe Anaheim

    Buah berukuran besar, berbentuk panjang, tipis, keriting dan daging buahnya agak

    tipis. Cabai Anaheim Pepper adalah jenis cabai yang memiliki tingkat kepedasan

    yang cukup tinggi, yaitu sekitar 4500 sampai

    5000 Scoville units.

    sambadafarm.com

    Gambar.6. Tipe buah

    cabedanpedas.blogspot.com

    Gambar.7. tipe buah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12

    5. Tipe cayenne

    Buah berukuran sedang, berbentuk sangat tipi, keriting

    dan daging buahnya sangat tipis. Cabai atau cabe

    Cayenne Pepper ini memiliki bentuk bulat panjang

    dan agak keriput dan memiliki rasa super pedas yang

    sangat membakar. Warnanya yang benar-benar berani,

    menunjukkan betapa pedasnya cabe ini. Cabe ini

    adalah cabe merah yang pedas, digunakan untuk bumbu masakan ataupun untuk

    keperluan medis.

    6. Tipe cubanelle

    Buah berukuran besar, bentuk buah tidak beraturan,

    gemuk, dan daging buahnya tipis.

    7. Tipe jalapeno

    Buah berukuran kecil, bentuk buah gemuk memanjang dan daging buahnya sangat

    tebal. Cabai ini berbentuk seperti terung. Cabe ini

    memiliki sesansi rasa terbakar, dimana rasa panas atau

    pedas membakar saat dimakan. Cabe ini memiliki

    panjang sekitar 5 - 9 cm.

    cabedanpedas.blogspot.com Gambar.8.tipe buah

    cabedanpedas.blogspot.com

    Gambar.10.tipe buah

    sambadafarm.com

    Gambar.9. tipe buah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13

    8. Tipe ornamental (serrano)

    Tampilan buah ramping, tidak terlalu panjang,

    berukuran kecil dan daging buahnya sangat tipis.

    Cabai ini juga berasal dari negara Mexico yang

    tumbuh di daerah pegunungan mexico. Rasa pedas

    yang ditimbulkan dari cabe ini sangat menggigit dan pedas lebih dari cabai

    Jalapeno dan dapat dimakan mentah-mentah bagi yang suka dengan rasa pedas

    yang berani ini. Bentuk cabai Serrano ini hampir sama seperti cabai rawit di

    indonesia pada umumnya, namun cabai ini tetap memiliki rasa dan spesies

    berbeda dari cabai rawait yang ada di indonesia.

    9. Tipe cherry

    Buah berbentuk bulat gepeng, berukuran kecil dan daging

    buahnya tebal.

    10. Tipe wax (banana)

    Bentuk buah mirip buah pisang, memanjang

    dengan ukuran sedang dan daging buahnya

    sangat tebal.

    cabedanpedas.blogspot.co

    Gambar.11. tipe buah

    sambadafarm.com Gambar.13. tipe buah

    cabedanpedas.blogspot.co Gambar.12. tipe buah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14

    Selain bentuk dan ukuran, buah cabai juga memiliki warna yang

    bervariasi. Cabai muda biasanya berwarna hijau muda, hijau tua, putih atau

    kekuning-kuningan. Memasuki fase kematangan, warna buah cabai berubah

    menjadi oranye, merah, merah tua, bahkan merah gelap. Buah cabai memiliki biji

    yang sekaligus berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generative. Biji cabai

    berukuran kecil, pipih dan berwarna putih, krem hingga kekuningan. Bentuk biji

    biasanya tidak beraturan dengan ketebalan 0,2-1 mm dan diameter 1-3 mm.

    Selain biji, buah cabai juga memiliki daging buah yang memberikan cita

    rasa pedas pada buah cabai. Daging buah cabai juga bervariasi, ada yang tebal,

    sedang dan tipis.

    4. Morfologi Cabai Rawit

    Cahyono (2003) mendeskripsikan bagian-bagian atau organ-organ penting

    tanaman cabai rawit sebagai berilut:

    1) Daun

    Daun cabai rawit berbentuk bulat telur dengan

    ujung runcing dan tepi daun rata (tidak

    bergerigi/berlekuk). Ukuran daun lebih kecil

    dibandingkan dengan daun tanaman cabai besar.

    Daun merupakan daun tunggal dengan kedudukan

    agak mendatar, memiliki tulang daun menyirip, dan tangkai tunggal yang melekat

    pada batang atau cabang. Jumlah daun cukup banyak sehingga tanaman tampak

    rimbun.

    Serba cabe.com

    Gambar.14. daun cabai rawit

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15

    2) Batang

    Batang tanaman cabai rawit memiliki struktur yang

    keras dan berkayu, berwarna hijau gelap, berbentuk

    bulat, halus, dan bercabang banyak. Batang utama

    tubuh tegak dan kuat. Percabangan terbentuk setelah

    batang tanaman mencapai ketinggian berkisar 30 cm –

    45 cm. cabang tanaman beruas-ruas; setiap ruas

    ditumbuhi daun dan tunas (cabang).

    3) Akar

    Perakaran tanaman cabai rawit terdiri atas akar

    tunggang yang tumbuh lurus ke pusat bumi dan akar

    serabut yang tumbuh menyebar ke samping

    (horizontal). Perakaran tanaman tidak dalam

    sehingga tanaman hanya dapat tumbuh dan

    berkembang dengan baik pada tanah yang gembur,

    porous (mudah menyerap air), dan subur.

    4) Bunga

    Bunga tanaman cabai rawit merupakan bunga

    tunggal yang berbentuk bintang. Bunga tumbuh

    menunduk pada ketiak daun, dengan mahkota

    bunga berwarna putih. Penyebukan bunga

    termasuk penyerbukan sendiri (selfpollinated

    crop), namaun dapat juga terjadi secara silang, dengan keberhasilan sekitar 56%.

    Tani organik.com Tani organik.com Gambar.15.batang cabai rawit

    Suaramerdeka.com Gambar.16. akar cabai rawit

    Flick.com Gambar.17. bunga cabai rawit

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16

    5) Buah

    Buah cabai rawit akan terbentuk setelah terjadi

    penyerbukan. Buah memiliki keanekaragaman

    dalam hal ukuran, bentuk, warna, dan rasa buah.

    Buah cabai rawit dapat berbentuk bulat pendek

    dengan ujung runcing atau berbentuk kerucut.

    Ukuran buah bervariasi, menurut jenisnya. Cabai rawit yang kecil-kecil memiliki

    ukuran panjang antara 2 cm-2,5cm dan lebar 5 mm, sedangkan cabai rawit yang

    agak besar memiliki ukuran panjang mencapai 3,5cm dan lebar mencapai

    12cm.Warna buah cabai rawit bervariasi, buah muda berwarna hijau atau putih,

    sedangkan buah yang telah masak berwarna merah menyala atau merah jingga

    (merah agak kuning). Pada waktu masih muda, rasa buah cabai rawit kurang

    pedas, tetapi setelah masak menjadi pedas.

    6) Biji

    Biji cabai rawit berwarna putih kekuning-

    kuningan, berbentuk bulat pipih, tesusun

    berkelompok (bergelombol), dan saling

    melekat pada empulur. Ukuran biji cabai rawit

    lebih kecil (berukuran sangat kecil)

    dibandingkan dengan biji cabai besar. Biji-biji ini dapat digunakan dalam

    perbanyak tanaman (perkembangbiakan).

    Tipsehat4u.blogspot.com Gambar.18. buah cabai rawit

    saranghaemsoon.blogspot.com

    Gambar.19.biji cabai rawit

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17

    5. Morfologi Cabai keriting

    1) Daun

    Daun cabai berbentuk lonjong yang berukuran panjang 8-12 cm, lebar 3-5 cm dan

    di bagian pangkal ujung daun meruncing. Pada

    permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua,

    sedangkan dibagian bawah berwarna hijau muda.

    Panjang tangkai daunnya berkisar 2-4 cm yang

    melekat pada percabangan, sedangkan tulang

    daunnya berbentuk menyirip.

    2) Batang

    Batang cabai tumbuh tegak, berwarna hijau tua dan

    berkayu. Pada ketinggian batang tertentu akan

    membentuk percabangan seperti huruf “Y”.

    Batangnya berbentuk silindris, berukuran diameter

    kecil dengan tajuk daun lebar dan buah cabai yang lebat.

    3) Akar

    Akar tanaman cabai tumbuh menyebar dalam tanah terutama akar cabang

    dan akar rambut. Bagian ujung akarnya hanya mampu menembus tanah sampai

    kedalaman 25-30 cm. Oleh karena itu penggemburan tanah harus

    dilakukan supaya perkembangan akar sempurna.

    Gambar.20. daun cabai kering

    Gambar.21. batang cabai kering

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18

    4) Bunga

    Bunga cabai termasuk berkelamin ganda, karena

    pada satu bunga terdapat kepala sari dan kepala

    putik. Bunga cabai tersusun dari tangkai bunga yang

    berukuran panjang berkisar 1-2 cm, kelopak bunga,

    mahkota bunga dan alat kelamin yang meliputi

    kepala sari dan kepala putik. Mahkota bunganya berwarna putih dan mengalami

    rontok bila buah mulai terbentuk. Jumlah mahkota bunga bervariasi antara 5-6

    kelopak bunga. Kepala putik barwarna kuning kehijauan dan tangkai kepala

    putiknya berwarna putih, panjangnya berkisar 0,5 cm. Sedangkan kepala sari yang

    telah masak berwarna biru sampai ungu. Tangkai sarinya berwarna putih dengan

    panjang 0,5 cm. Letak bunganya berada pada posisi menggantung, berukuran

    panjang antara 1-1,5 cm, lebarnya berkisar 0,5 cm dan warna bunganya menarik.

    5) Buah

    Buah cabai kebanyakan berbentuk memanjang yang berukuran panjang dan lebar

    sangat bervariasi, tergantung varietasnya. Buah

    cabai biasanya muncul dari percabangan atau

    ketiak daun dengan posisi buah menggantung.

    Buah cabai yang masih muda berwarna hijau,

    berangsur-angsur berubah menjadi merah

    menyala setelah buahnya tua.

    Gambar.22. bunga cabai kering

    Gambar.23. buah cabai kering

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19

    6. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan cabai

    1) Faktor Genetik

    Perbedaan susunan genetik merupakan salah satu faktor penyebab keragaman

    penampilan tanaman (Sitompul & Gutitno. 2010). Penampilan tanaman cabai

    dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. Berikut adalah ciri-ciri fisik cabai rawit dan cabai

    keriting (Suriana.2012):

    - Cabai Rawit

    Tinggi tanaman ± 55 – 70 cm dan warna batang hijau.

    Daun berbentuk oval, rata tidak bergerigi, dan ujung lancing. Permukaan

    daun tidak bergelombang (rata) dan berwarna hijau. Daun berukuran

    sedang dengan panjang sekitar 4,7 cm dan lebar 2,3 cm.

    - Cabai Keriting

    Tinggi tanaman mencapai ± 70-120 cm dengan kanopi kompak dan

    warna batang hijau tua.

    Daun berwarna hijau tua dengan ukuran panjang 13-14 cm dan lebar 5-6

    cm.

    2) Faktor Lingkungan

    - Tanah

    Pada umumnya cabai dapat ditanam pada daratan rendah sampai

    ketinggian 2000 meter dpl. Cabai dapat beradaptasi dengan baik pada temperature

    24-270 Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi.

    Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian

    cocok pula bagi tanaman cabai. Tanaman cabai dapat ditanaman pada tanah sawah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20

    maupun tegalan. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi,

    cabai menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya bahan organik, tidak mudah

    becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit menular. Kisaran pH

    tanah yang ideal adalah 6,5-6,8. Pada pH di bawah 6,5 atau diatas 6,8

    pertumbuhan cabai akan terhambat yang berakibat rendahnya produksi. Pada

    tanah yang tergenang seringkali menyebabkan gugur daun dan tanaman mudah

    terserang penyakit layu. (Alex S, 2013).

    Untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman cabai memerlukan intensitas

    cahaya matahari sekurang-kurangnya selama 10-12 jam untuk proses fotosintesis,

    pembentukan bunga dan buah, serta pemasakan buah.

    - Iklim

    Pada umumnya cabai ditanam di daratan rendah sampai pegunungan

    (daratan tinggi) + 2000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin

    dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 24-27

    0C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 16-23

    0C. Setiap varietas cabai

    hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.

    Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat bereproduksi dengan baik di daratan

    rendah samapai daratan tinggi + 1200 m dpl.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21

    7. Hama dan Penyakit

    Menurut Tjahjadi (2012) tanaman semusin seperti Cabai keadaan

    ekologinya berubah-ubah terus. Hal ini mengakibatkan tidak stabilnya

    keseimbangan antara populasi hama dan musuh alami (predator, parasite dan

    pantogen). Berbeda dengan tanaman tahunan yang ekosistemnya sudah stabil,

    sehingga keseimbangan populasi hama dan musuh alami terjadi. Adapun hama

    dan penyakit tanaman cabai sebagai berikut :

    - Nematoda perusak akar

    Meloidogyne adalah nematoda perusak akar pada berbagai tanaman, termasuk di

    antaranya tanaman cabai dan famili solanaceae lainnya. Tanaman akan tumbuh

    terhambat dan kerdil, jika dicabut akan menampakkan gejala bintil akar.

    Pengendalian dilakukan dengan pengolahan tanah yang baik, penanaman varietas

    resisten dan penggunaan nematisida yang sesuai dengan keadaan setempat.

    - Ulat perusak daun

    Ulat penggulung daun Phthorimaea makan daun cabai. Ulat pemakan daun

    Spodoptera dan Plusia makan daun pada waktu sore atau senja hari, pada siang

    hari ulat bersembunyi dibalik daun. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot

    insektisida sistemik atau bersifat racun perut. Valaga atau belalang jarang

    menimbulkan kerusakan berat pada cabai, sehingga tidak perlu dilakukan

    pengendalian khusus.

    - Kutu penghisap daun

    Kutu daun Aphis menghisap cairan daun dan pucuk cabai, daun yang berkembang

    menjadi keriting, pembentukan bunga terhambat. Aphis juga dapat menularkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22

    virus keriting, mosaic dan kerdil. Tungau Tetranychus akan menimbulkan bercak

    merah kecoklatan.

    - Penyakit busuk daun

    Patogen penyebab penyakit ini adalah Phytophthora capsi. Gejala serangan

    ditunjukan dengan layunya pucuk daun, kemudian membusuk dan gugur.

    Penyakit ini timbul jika keadaan cuaca lembab. Sumber penularan di antaranya

    pupuk kandang atau kompos yang belum masak.

    - Penyakit busuk batang

    Patogen penyebab penyakit ini yaitu cendawan Pythium. Patogen menyerang

    tanaman di pembibitan dan yang sudah dipindah ke lapang. Tanman yang

    diserang tampak layu, kemudian mati. Jika tanaman diperikasa maka batangnya

    busuk. Penyabaran penyakit ini melalui aliran air tanah atau air hujan.

    - Penyakit gugur daun

    Patogen penyebab penyakit ini adalah cendawan Oidium. Akibat serangannya

    daun menguning dan gugur sebelum waktunya.

    - Penyakit bercak daun

    Patogen penyabab penyakit ini adalah cendawan Cercospora capsici. Patogen

    menyebabkan bercak pada daun dan batang. Bercak berbentuk bulat atau oblong,

    bangian pusatnya berwarna abu-abu dan tepinya cokelat kekuningan. Jika

    serangan berat, daun yang terserang akan rontok.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23

    B. Bunyi

    Bunyi atau suara adalah gelombang mekanis elastiklongitudinal yang

    merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair,

    padat, gas. Sumber gelombang bunyi adalah benda-benda yang bergetar pada

    frekuensi batas dengar. Misalnya getaran gawai (gitar,biola), getaran kolom suara

    ( pipa organa, suling), getaran pelat/membrane (gong,kendang) (Sarojo,2011).

    Giancoli (2001) membedakan tiga aspek bunyi yaitu: Pertama, pasti ada

    sumber bunyi; dan seperti halnya dengan gelombang, sumber gelombang bunyi

    merupakan benda yang bergetar. Kedua, energi yang dipindahkan dari sumber

    dalam bentuk gelombang bunyi longitudinal.Dan ketiga, bunyi dideteksi oleh

    telinga atau sebuah alat.

    C. Music Rock

    Musik rock merupakan suatu jenis musik popular yang muncul pada abad

    ke-19. Pada awalnya dengan istilah Rock “N”Roll yang merupakan perluasan

    dari gaya RnB. R&B (ditulis juga RnB, merupakan singkatan dari rhythmand

    blues) adalah genremusik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues,

    aliran jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Jenis

    musik ini didominasi suara gitar yang dimainkan dengan efek distorsi dengan

    melodi yang melengking dan nada-nada yang frekuensinya sulit dinikmati karena

    memiliki frekuensi yang tinggi.

    Menurut Utami (2012) musik rock memiliki frekuensi yang tinggi

    dibandingkan musik lain seperti musik klasik dan pop. Frekuensi yang dihasilkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    http://id.wikipedia.org/wiki/Genre_musikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Genre_musikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Jazzhttp://id.wikipedia.org/wiki/Gospelhttp://id.wikipedia.org/wiki/Blueshttp://id.wikipedia.org/wiki/Pemusikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Afrika-Amerika

  • 24

    untuk music hard rock adalah 320 kbps (640 Hertz), musik klasik 256 kbps

    (512 Hertz)dan musik pop 192 kbps(384 Hertz). Frekuensi ini diukur

    menggunakan alat sound level meter.

    D. Pengaruh Frekuensi Suara pada Tumbuhan

    Ada beberapa range frekuensi yang dapat mempercepat pertumbuhan

    tanaman. Pada teknologi Sonic Bloom Range frekuensi yang digunakan adalah

    3500 – 5000 Hertz, frekuensi ini mirip dengan frekuensi suara burung. Pada

    frekuensi ini, tumbuhan akan merespon ditandai dengan membukanya stomata

    lebih lebar. Iriani dkk (2005) menyebutkan bahwa suara yang memiliki panjang

    gelombang 3000-5000 kHZ mampu menggerakkan sitoplasma di dalam sel

    mulut daun (stomata) dan turgorsitas sel ditingkatkan sehingga mulut daun

    membuka secara optimal. Kondisi seperti ini dinyatakan oleh Dikson ( dalam

    Iriani. 2005) , bahwa efek suara mampu mempengaruhi membrane sel tanaman

    serta meningkatkan tekanan osmostik pada sel, sehingga serapan dan translokasi

    mineral dan asimilasi tanaman menjadi lebih baik serta sel akan bertambah tinggi

    turgositasnya. Tidak hanya frekuensi ini yang dapat mempercepat atau

    mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Suwardi (2010) menemukan bahwa

    frekuensi 5-10 kHz atau 5000 Hz-10.000 Hz mendapat respon yang baik dari

    benih kedelai, diduga frekuensi ini dapat merangsang aktivitas enzim pada

    kotiledon benih sehingga dapat tumbuh dengan cepat. Rambatan energi yang

    menyertai getaran bunyi sangat mempengaruhi berbagai proses yang berlangsung

    dalam sel benih kedelai terkait dengan fisiologisnya. Rambatan energi yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25

    disertai getaran bunyi ini membantu menggerakkan air yang masuk ke dalam

    benih pada tahap imbibisi. Semakin cepat air masuk ke dalam benih, semakin

    cepat proses perkecambahan benih.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimental. Menurut

    Taniredja & Mustafidah (2011), penelitian eksperimen merupakan salah satu jenis

    penelitian kuantitatif yang sangat kuat mengukur sebab akibat yaitu

    membandingkan efek variasi variabel bebas terhadap variabel tergantung melalui

    manipulasi atau pengendalian variabel bebas tersebut.

    B. Variabel

    Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

    Variabel bebas : musik hark rock yaitu Korn – Jingle Bells (Death Metal

    Version)

    Variabel terikat : Tinggi tanaman dan jumlah daun serta biomassa tanaman

    Variabel Kontrol :

    - Media

    - Air

    - Umur cabai yaitu berumur 15 hari.

    - jumlah daun awal yaitu 4 helai daun.

    - Tinggi awal tanaman yang digunakan yaitu 2,5 cm dari permukaan tanah.

    - tingkat kebisingan musik yaitu dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB

    setara dengan frekuensi 1,5 Hz – 1,7 Hz.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27

    C. Tempat dan Waktu Penelitiaan

    1. Tempat penelitian

    Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Sanata Dharma

    2. Waktu penelitian

    Penelitian dilaksanakan pada 7 Maret – 22 April 2014

    D. Desain Penelitian

    Penelitian ini dilakukan melalui berbagi serangkaian kegiatan:

    1. Persiapan media tanam.

    Pengisisan media tanam dilakukan 3 hari sebelum biji ditanam, hal ini

    dilakukan agar media didalam polibag padat. Sebelum melakukan penanaman

    didalam polibag harus terlebih dahulu melakukan persiapan media. Media yang

    digunakan di dalam penelitian ini adalah media tanah yang dicampur dengan

    pupuk.

    Langkah-langkah persiapan media:

    a. Dipastikan jenis tanah dan pupuk yang hendak digunakan sama.

    b. Menghitung kebutuhan media campuran tanah dengan perbandingan 2 : 1

    (2 untuk tanah dan 1 untuk pupuk kompos).

    c. Mengumpulkan tanah dan pupuk.

    d. Melakukan proses pembuatan media campuran tanah, pupuk.

    2. Persiapan pembenihan.

    a. Benih cabai berupa biji dibeli dari ditoko pertanian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28

    b. Sebelum disemai, benih disortasi terlebih dahulu dengan cara

    merendamnya di sebuah wadah berisi air. Benih yang mengapung dibuang,

    sementara yang tenggelam diambil dan direndam dengan air hangat selama

    satu malam untuk merangsang perkecambahan.

    c. Benih yang sudah siap, disemai pada media semaian yang sudah

    disediakan.

    d. Benih yang baru tumbuh,dirawat dan disiram.

    e. Benih yang sudah tumbuh diseleksi untuk digunakan dalam perlakuan

    penelitian ini.

    f. Benih yang diseleksi adalah benih yang berumur 15 hari dan memiliki 4

    helai daun

    3. Perlakuan selama 1 bulan.

    a. Sebelum musik diputar polibag dimasukan kedalam kotak yang kedap

    suara. Kotak kedap suara terbuat dari kaca sehingga cahaya masih dapat

    masuk ke kotak tersebut. Kotak kedap suara ini berfungsi agar musik tidak

    mempengaruhi tanaman kontrol. Fungsi kedua yaitu agar menekan

    serangan dari hama dan penyakit.

    b. Musik diukur kebisingan menggunakan sound level meter.

    c. Musik rock akan diputar setiap pagi selama 2 jam setiap hari. Peneliti

    memilih pemutaran musik pada pagi hari, agar memicu penyerapan CO2

    lebih cepat dari awal pembukaan stomata.

    d. Musik diputar menggunakan sebuah mp3 player dan speaker digunakan

    untuk membantu memperjelas suara musik.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29

    4. Tanaman kontrol

    Penanaman tanaman kontrol sama seperti tanaman perlakuan hanya tanaman

    kontrol tidak diputarkan musik.

    5. Jumlah Sampel

    - Jumlah tanaman cabai rawit yang digunakan sebanyak 40 bibit,yang

    terdiri dari tanaman perlakuan sebanyak 20 bibit dan untuk tanaman

    kontrol sebanyak 20 bibit.

    - Jumlah tanaman cabai keriting yang digunakan sebanyak 40 bibit, yang

    terdiri dari tanaman perlakuan sebanyak 20 bibit dan untuk tanaman

    kontrol sebanyak sebanyak 20 bibit.

    - Total jumlah sempel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80

    bibit.

    E. Teknik Pengumpulan Data

    Pengambilan data dilakukan selama perlakuan yaitu satu bulan. Data

    dalam penelitian ini adalah tinggi batang dan jumlah daun serta biomassa.

    Pengukuran dilakukan 5 hari sekali selama satu bulan. Untuk mengetahui tinggi

    tanaman, peneliti menggunakan pengukuran terhadap tinggi batang tanaman

    menggunakan alat ukur berupa penggaris. Sedangkan untuk mengetahui jumlah

    daun dengan menghitung jumlah daun setiap 5 hari. Untuk mengetahui data

    biomassa tanaman peneliti melakukan penimbangan tanaman yaitu berat basah

    dan berat kering. Berat basah tanaman ditimbang setelah pengukuran tinggi

    batang dan perhitungan jumlah daun selesai yaitu dilakukan diakhir penelitian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    Tanaman dibersihkan lalu ditimbang sebelum layu. Sedangkan untuk berat kering,

    tanaman dikeringkan selama tiga hari dibawah sinar matahari. Data yang

    diperoleh dimasukan kedalam tabel berikut :

    Tabel 1. Data Pengukuran Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun Cabai Rawit dan

    Cabai Keriting Perlakuan

    no

    Tanggal

    Katagori

    Ulangan

    R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 Dst

    1 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    2 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    3 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    4 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    5 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    Keterangan :

    CR : Cabai Rawit CK : Cabai Keriting TB : Tinggi batang

    JD : Jumlah daun R1 : pengulangan 1 dst.

    Tabel 2. Data Pengukuran Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun Cabai Rawit dan

    Cabai Keriting Kontrol

    no

    Tanggal

    katagori

    Ulangan

    R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 Dst

    1 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    2 CR TB

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31

    JD

    CK TB

    JD

    3 CR TB

    JD

    no

    Tanggal

    katagori

    Ulangan

    R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 Dst

    CK TB

    JD

    4 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    5 CR TB

    JD

    CK TB

    JD

    Keterangan :

    CR : Cabai Rawit CK : Cabai Keriting TB : Tinggi batang

    JD : Jumlah daun R1 : pengulangan 1 dst

    Tabel 3. Data Berat Basah dan Berat Kering Cabai Rawit dan Cabai Keriting

    Ulangan

    Perlakuan Kontrol

    Berat basah Berat kering Berat basah Berat kering

    CK CK CR CK CR CK CR CK

    R1

    R2

    R3

    Dst..

    Keterangan :

    CR : Cabai Rawit CK : Cabai Keriting

    TB : Tinggi batang JD : Jumlah daun R1 : pengulangan 1 dst.

    F. Analisis Data

    Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman dan

    jumlah daun serta Biomassa tanaman. Data mentah tinggi batang dan jumlah daun

    dihitung selisih antar pengukuran yaitu ukuran kedua dikurang pengukuran

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32

    pertama dan seterusnya. Setelah diketahui selisih pengukuran semua ulangan,

    kemudian dicari rata-ratanya. Rata-rata ini yang digunakan untuk dianalisis.

    Untuk biomassa tanaman yaitu data berat basah dan berat kering setiap ualangan

    langsung dianalisis. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of

    Variance (ANOVA) One Way dilanjutkan dengan Uji Lanjutan yaitu LSD (Least

    Significance Different) / BNT (Beda Nyata Terkecil).

    G. Instrument Penelitiaan

    - Alat dan bahan:

    1. 80 buah polibag

    2. 1 buah mp3 player

    3. Speaker

    4. Sound level meter

    5. Pengaris

    6. 2 kotak kedap suara (aquarium).

    7. Musik Hard Rock “ Korn”

    8. Hand sprayer

    9. Ayakan

    10. Kertas label

    11. Alat tulis

    12. 80 tanaman cabai.

    13. Tanah kebun

    14. Pupuk kompos

    15. Air.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33

    BAB IV

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Hasil

    1. Hasil rata-rata pertumbuhan

    Berikut adalah hasil perhitungan rata-rata tinggi batang dan jumlah daun, rata-rata

    berat basah, berat kering cabai rawit dan cabai keriting:

    a) Tinggi batang tanaman

    Tabel 4. Rata-rata tinggi batang (cm) per 5 hari

    Jenis Cabai

    Pengukuran

    awal I II III IV V VI

    Cabai rawit (P) 2,5 3,44 4,44 6,31 9,09 12,61 16,06

    Cabai keriting (P) 2,5 4,37 6,90 10,34 13,99 18,22 22,44

    Cabai rawit (K) 2,5 3,09 3,90 5,43 7,35 9,99 13,37

    Cabai keriting (K) 2,5 4,67 6,72 9,09 11,33 14,08 16,18

    Dari tabel diatas diketahui pertumbuhan tinggi batang cabai rawit dan cabai

    keriting mengalami peningkatan di setiap pengukuran.

    Tabel 5. Rata-rata Pertumbuhan Kumulatif tinggi batang tanaman

    Perlakuan Kontrol

    Cabai Rawit (P) Cabai Keriting (P) Cabai Rawit (K) Cabai Keriting (K)

    13,56 cm 19,94 cm 10,87 cm 13,68 cm

    Dari tabel rata-rata pertumbuhan kumulatif tinggi batang diatas diketahui bahwa

    tanaman cabai keriting merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu

    19,94 cm bila dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 13,56 cm maupun

    dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai keriting yaitu 13,68 cm.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34

    b) Jumlah daun tanaman

    Tabel 6. Rata-rata jumlah daun per 5 hari

    Jenis Cabai Pengukuran

    awal I II III IV V VI

    Cabai rawit (perlakuan) 4 3,9 4,4 5,5 6,4 7,2 7,9

    Cabai keriting (perlakuan) 4 4 4,9 6,6 7,9 9,2 9,8

    Cabai rawit (kontrol) 4 3,9 4,2 5,4 5,9 6,6 7,5

    Cabai keriting (kontrol) 4 3,8 4,6 5,7 6,5 7,3 8,7

    Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting

    mengalami peningkatan/ penambahan di setiap pengukuran.

    Tabel 7. Rata-rata penambahan Kumulatif jumlah daun tanaman

    Perlakuan Kontrol

    Cabai Rawit Cabai Keriting Cabai Rawit Cabai Keriting

    3,9 helai 5,8 helai 3,5 helai 4,7 helai

    Dari tabel rata-rata penambahan kumulatif jumlah daun diatas diketahui bahwa

    tanaman cabai keriting merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu

    5,8 helai bila dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 3,9 helai maupun

    dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai keriting yaitu 4,7 helai.

    c) Berat basah tanaman

    Tabel 8. Rata-rata berat basah tanaman

    Perlakuan Kontrol

    Cabai Rawit Cabai Keriting Cabai Rawit Cabai Keriting

    1,561 gram 1,598 gram 1,128 gram 0,787 gram

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35

    Dari tabel rata-rata berat basah diatas diketahui bahwa tanaman cabai keriting

    merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 1,598 gram bila

    dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 1,561 gram maupun dibandingkan dengan

    tanaman kontrol cabai keriting yaitu 0,787 gram.

    d) Berat kering tanaman

    Tabel 9. Rata-rata berat kering tanaman

    Perlakuan Kontrol

    Cabai Rawit Cabai Keriting Cabai Rawit Cabai Keriting

    0,158 gram 0,118 gram 0,086 gram 0,062 gram

    Dari tabel rata-rata berat kering tanaman diatas diketahui bahwa tanaman cabai

    rawit merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 0,158 gram bila

    dibandingkan dengan cabai keriting yaitu 0,118 gram maupun dibandingkan

    dengan tanaman kontrol cabai rawit yaitu 0,086 gram.

    2. Hasil uji Anova dan uji lanjutan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah, berat kering.

    Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata diantara

    pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting berserta kontrol, dilakukan Uji Anova.

    Sebelum dilakukan uji anova, data hasil pengukuran pertumbuhan tanaman cabai

    terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan uji

    Kolmogorov-Smirnov dan uji Homogenitas. Hasil yang diperoleh dari uji tersebut

    menunjukan bahwa data sudah homogen dan normal. Hasil uji homogenitas dan

    normalitas terlampir.

    Pada uji anova berat basah tanaman diperoleh F hitung = 13,153 (F hitung

    > F tabel) dan hasil anova berat kering tanaman diperoleh F hitung = 11,139 (F

    hitung > F tabel). Pada uji anova tinggi batang tanaman diperoleh F hitung =

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36

    44,801 (F hitung > F tabel) dan hasil uji anova jumlah daun diperoleh F hitung =

    18,301 (F hitung > F tabel). Uji anova menunjukan bahwa musik rock

    mempengaruhi pertumbuhan secara signifikan atau terdapat perbedaan yang nyata

    diantara empat kelompok cabai tersebut pada semua parameter pertumbuhan.

    Kemudian setelah melakukan uji anova, dilakukan perbandingan lebih

    menggunakan uji lanjutan LSD ( Least Significance Different )yaitu sebagai

    berikut:

    a) Tinggi batang tanaman

    LSD (Least Significance Different) pada tinggi batang menunjukan bahwa

    keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut:

    1) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (treatman) –

    cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,009) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi

    batang tersebut.

    2) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai keriting (treatman)

    – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi

    batang tersebut.

    3) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (treatman) –

    cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi

    batang tersebut.

    4) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (kontrol) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi

    batang tersebut.

    b) Jumlah daun tanaman

    LSD (Least Significance Different) pada jumlah daun menunjukan bahwa

    keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut:

    1) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (treatman) –

    cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,141) > α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun tidak signifikan

    dengan kata lain tidak terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua

    jumlah daun tersebut.

    2) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai keriting (treatman)

    – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000)< α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua

    jumlah daun tersebut.

    3) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (treatman) –

    cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua

    jumlah daun tersebut.

    4) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (kontrol) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,021) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua

    jumlah daun tersebut.

    c) Berat basah tanaman

    LSD (Least Significance Different) pada berat basah tanaman menunjukan

    bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut:

    1) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (treatman) –

    cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,005) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan

    dengan kata lain terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua berat

    basah tersebut.

    2) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai keriting (treatman) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat

    basah tersebut.

    3) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (treatman) –

    cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,899) > α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah tidak signifikan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39

    dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua

    berat basah tersebut.

    4) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (kontrol) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,023) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat

    basah tersebut.

    d) Berat kering tanaman

    LSD (Least Significance Different) pada berat kering tanaman menunjukan

    bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut:

    1) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (treatman) –

    cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan

    dengan kata lain terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua berat

    kering tersebut.

    2) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai keriting (treatman) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,002) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat

    kering tersebut.

    3) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (treatman) –

    cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,025) < α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat

    kering tersebut.

    4) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (kontrol) –

    cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,179) > α (0,05)

    menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering tidak signifikan

    dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua

    berat kering tersebut.

    B. Pembahasan

    Pada penelitian ini, diketahui bahwa pemutaran musik rock terhadap

    parameter tinggi batang tanaman cabai rawit dan cabai keriting memberikan hasil

    yang berbeda secara nyata. Penambahan tinggi batang pada setiap pengukuran

    mengalami peningkatan laju pemanjangan. Pada tinggi batang cabai rawit, tinggi

    batang awal 2,5cm kemudian setelah pemutaran musik penambahan mencapai

    13,56 cm sedangkan tinggi tanaman cabai keriting yang awalnya 2,5 cm,

    penambahan tinggi mencapai 19,94cm. Pada parameter tinggi batang, diketahui

    juga bahwa tanaman cabai rawit dan cabai keriting yang diputarkan lagu/ musik

    rock yang digunakan dalam penelitian dapat mempercepat penambahan tinggi

    batang tanaman cabai rawit dan cabai keriting dibandingkan tanaman kontrol. Hal

    ini diperkuat dengan Uji LSD (Least Significance Different) yang menunjukan

    perbedaan yang nyata pada masing-masing perbandingan.

    Respon perlakuan terhadap penambahan jumlah daun pada cabai rawit dan

    cabai keriting menunjukan hasil yang berbeda. Pada cabai keriting, pemutaran

    musik rock menunjukan ada peningkatan jumlah daun dibandingkan dengan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41

    kontrol. Sedangkan pada cabai rawit, pemutaran musik rock tidak menunjukan

    peningkatan dibandingkan kontrol. Hal ini dikarenakan pada tanaman cabai rawit

    perlakuan, beberapa tanaman ulangan daunnya mengalami busuk pucuk. Busuk

    pucuk timbul akibat serangan penyakit karena cuaca lembab (Tjahjadi, 2012).

    Pada saat dilakukan penelitian ini sedang dalam musim hujan. Hujan sering turun

    pada sore hari sehingga air yang masuk kedalam polybag bertambah yang

    kemudian membuat tanah didalam polybag menjadi sangat basah.

    Pada tanaman cabai jenis cabai rawit, penyerapan air sangat lambat terkait

    dengan fisiologinya. Keadaan ini yang menyebabkan pertumbuhan daun pada

    cabai rawit kurang maksimal. Pada cabai keriting penyakit busuk pucuk terlihat

    pada akhir pengukuran. Hal ini dikarenakan cabai keriting dapat menyerap air

    dengan cepat sehingga air yang terdapat di tanah dalam polybag tidak

    menyababkan air menggenang terlalu lama sehingga tanah menjadi lembab. Ini

    dapat dilihat dari berat basah dan berat kering tanaman cabai keriting yang

    berbeda yaitu berat basah cabai rawit lebih tinggi dari barat basah cabai rawit

    sedangkan berat kering cabai keriting lebih rendah dari cabai rawit.

    Penambahan tinggi batang dan jumlah daun ini diduga menunjukan bahwa

    musik rock dapat menyebabkan stomata terbuka lebih optimal. Sehingga CO2

    (karbondioksida) dapat diserap lebih banyak oleh daun. Karbondioksida (CO2 )

    dibutuhkan dalam proses fotorespirasi tanaman, yang mana fotorespirasi ini

    mempengaruhi laju fotosintesis tanaman. Beberapa faktor yang mempengaruhi

    fotosintesis menurut Salisbury (1995) adalah ketersediaan H2O, CO2, cahaya, hara

    dan suhu serta umur tanaman dan genetik tumbuhan . Hasil dari fotosintesis ini

    digunakan untuk aktifitas pemanjangan dan pembelahan sel di daerah meristem

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42

    apical yang kemudian akan menambahkan tinggi batang dan pertumbuhan jumlah

    daun tumbuhan.

    Berikut adalah rata-rata kumulatif tinggi batang dan jumlah daun tanaman

    cabai rawit dan cabai keriting:

    Gambar 24. Grafik tinggi batang tanaman.

    Gambar 25. Grafik jumlah daun tanaman.

    0

    5

    10

    15

    20

    cabai rawit cabai keriting cabai rawitkontrol

    cabai keritingkontrol

    tin

    ggi b

    atan

    g (c

    m)

    Rata-rata kumulatif tinggi batang tanaman

    0

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    cabai rawit cabai keriting cabai rawitkontrol

    cabai keritingkontrol

    jum

    lah

    dau

    n (

    he

    lai)

    Rata-rata jumlah daun tanaman

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43

    Berat basah tanaman merupakan berat tanaman pada saat masih hidup dan

    ditimbang langsung setelah panen, sebelum tanaman menjadi layu karena

    kehilangan air. Sedangkan berat kering tanaman merupakan keseimbangan antara

    pengambilan CO2 (fotosintesis) dan pengeluaran CO2 (respirasi). Apabila respirasi

    lebih besar dibandingkan fotosintesis, maka tumbuhan itu akan berkurang berat

    keringnya (Lakitan, 1996). Berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan

    cabai keriting perlakuan menunjukan peningkatan berat dibandingkan dengan

    tanaman kontrol. Ini menunjukan bahwa pemberian musik rock dapat

    meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan cabai

    keriting. Oleh Longman,B (1989 dalam Salisbury & Ross. 1995) mengatakan

    peningkatan biomassa tanaman dipengaruhi oleh banyaknya absorpsi air dan

    penimbunan hasil fotosintesis. Hal ini sesuai dengan pendapat Curtis & Clark

    (1995 dalam Bulletin Anatomi dan Fisiologi. 2007), yang menyatakan bahwa

    fotosintesis yang sedang berlangsung tergantung pada absorpsi karbondioksida

    yang dipengaruhi oleh membuka dan menutupnya stomata. Peningkatan berat

    pada tanaman perlakuan disebabkan reduksi karbondioksida menjadi karbohidrat.

    Jika penyerapan karbondioksida meningkat maka reduksi karbondioksida menjadi

    karbohidrat meningkat. Karbohidrat yang dihasilkan ditimbun sebagai cadang

    makanan bagi tumbuhan. Dengan timbunan karbohidrat dan hasil fotosintesis lain

    ini yang menyebabkan tanaman itu memiliki berat.

    Pada tanaman perlakuan, rata-rata berat basah cabai keriting terlihat lebih

    berat dibanding rata-rata berat basah cabai rawit. Sedangkan untuk rata-rata berat

    keringnya, cabai keriting mengalami penurunan berat sehingga beratnya lebih

    rendah dibanding berat cabai rawit. Hal ini dikarenakan pada cabai keriting

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44

    mengalami laju respirasi yang cepat dibandingkan dengan cabai rawit. Pada cabai

    keriting sel banyak menyimpan hasil fotosintesis, hal ini diperkuat dengan berat

    basah cabai keriting lebih tinggi dari cabai rawit. Ketersediaan substrat merupakan

    faktor yang mempengaruhi laju respirasi. Bila ketersediaan substrat rendah maka

    laju respirasi juga rendah. Pada penelitian ini, berat basah cabai keriting memiliki

    berat yang lebih besar daripada berat basah cabai rawit. Sehingga berat kering

    cabai keriting lebih rendah dari cabai rawit. Ini sesuai dengan pendapat Laktin

    (1996) bahwa bila pengeluaran CO2 (respirasi) lebih besar dibandingkan

    pengambilan CO2 (fotosintesis) tumbuhan akan berkurang berat keringnya.

    Berikut adalah rerata berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan

    cabai keriting:

    Gambar 26. Grafik berat basah tanaman

    0

    0.2

    0.4

    0.6

    0.8

    1

    1.2

    1.4

    1.6

    1 2 3 4

    ber

    at b

    asah

    (gr

    am)

    jenis cabai (1= cabai rawit perlakuan, 2=cabai keriting perlakuan, 3= cabai rawit kontrol, 4= cabai keriting kontrol)

    Rata-rata berat basah tanaman

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45

    Gambar.27. Grafik berat kering tanaman.

    C. Hambatan dalam Penelitian.

    Hambatan yang dialami adalah musim hujan yang terjadi selama penelitian.

    Air hujan menyebabkan tanah dalam polybag sangat basah sehingga

    menyebabkan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi menyebabkan

    hama dan penyakit mudah menyerang. Oleh karena itu pertumbuhan tanaman

    cabai rawit menjadi terhambat.

    0

    0.02

    0.04

    0.06

    0.08

    0.1

    0.12

    0.14

    0.16

    1 2 3 4

    ber

    at k

    erin

    g (g

    ram

    )

    Jenis Cabai (1 = cabai rawit perlakuan, 2 = cabai keriting perlakuan, 3 = cabai rawit kontrol, 4 = cabai rawit kontrol)

    Rata-rata berat kering tanaman

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 46

    BAB V

    IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN

    DALAM PROSES PEMBELAJARAN

    Berbagai aspek dalam penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan

    pengetahuan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian dapat

    digunakan sebagai bahan dalam proses pembelajaran di SMA kelas XII semester 1

    pada pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan pada kompetensi dasar:

    3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan

    proses pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup berdasarkan percobaan.

    4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang

    mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkenbangan tanman, dan melaporkan

    secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar.

    Pengaplikasian materi pertumbuhan dan perkembangan dalam proses

    pembelajaran dilakukan dengan pendekatan saentific dimana siswa diajak untuk

    mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan

    mencipta. Pembelajaran juga dilakuakan dengan model pembelajaran kooperatif

    dan discovery. Pada model pembelajaran discovery, guru menuntun siswa untuk

    menemukan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

    tanaman. (Silabus dan RPP terlampir)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI