daftar pustaka

Download Daftar Pustaka

Post on 04-Aug-2015

154 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERBANDINGAN UJI SENSITIVITAS KOTRIMOKSAZOL GENERIK DAN GENERIK BERMEREK TERHADAP ISOLAT Streptococcus pneumoniae IN VITRO

Karya Tulis Ilmiah Diajukan guna memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh derajat Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Oleh Arifya Anggoro Kasih I1A008047

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEDOKTERAN BANJARBARUDesember, 2011

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ilmiah ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Banjarbaru, 19 Desember 2011

Arifya Anggoro Kasih

ii

Karya Tulis Ilmiah oleh Arifya Anggoro Kasih Telah dipertahankan di depan dewan penguji Pada tanggal 22 Desember 2011

Dewan Penguji Ketua (Pembimbing Utama)

dr. H. M. Bakhriansyah, M.Kes.,M.Med.Ed

Anggota (Pembimbing Pendamping)

Dra. Hj. Lia Yulia Budiarti, M.Kes

Anggota

Joharman, S.Si.,M.Si,Apt

Anggota

dr. Noor Muthmainah, M.Sc

Mengesahkan, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNLAM

dr. Didik Dwi Sanyoto, M.Kes.,M.Med.Ed NIP. 19720307 199702 1 002

iii

ABSTRAK PERBANDINGAN UJI SENSITIVITAS KOTRIMOKSAZOL GENERIK DAN GENERIK BERMEREK TERHADAP ISOLAT Streptococcus pneumoniae IN VITRO Arifya Anggoro Kasih Pneumonia sebagian besar disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan pengobatan lini pertama pada pasien pneumonia adalah kotrimoksazol. Kotrimoksazol tersedia dalam sediaan generik dan generik bermerek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan uji sensitivitas kotrimoksazol generik dengan kotrimoksazol generik bermerek pada isolat bakteri S. pneumoniae secara in vitro. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan Posttest-Only with Control Group Design yang menggunakan tiga kelompok perlakuan, yaitu kelompok menggunakan kotrimoksazol generik, kotrimoksazol generik bermerek, dan kontrol etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi Kirby Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan kotrimoksazol generik, generik bermerek, dan etanol 96% didapatkan rerata zona radikal masing-masing sebesar 20,74 mm, 20,07 mm, dan 7,74 mm. Analisis dengan Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,543 (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara zona radikal kotrimoksazol generik dan generik bermerek pada isolat bakteri S. pneumoniae in vitro. Kata-kata kunci: kotrimoksazol, generik, generik bermerek, pneumonia, Streptococcus pneumoniae, Kirby Bauer

iv

ABSTRACT A COMPARISON STUDY ON SENSITIVITY TEST OF GENERIC AND BRANDED GENERIC COTRIMOXAZOLE ON Streptococcus pneumoniae ISOLATES IN VITRO Arifya Anggoro Kasih Pneumonia is mostly caused by Streptococcus pneumoniae and cotrimoxazole is first line medicine to treat that disease. Cotrimoxazole is available in generic and branded generic forms. The aim of this study was to compare sensitivity test between generic and branded generic cotrimoxazole on S. pneumoniae isolates in vitro. It was an experimental study with Posttest-Only with Control Group Design which had three groups given generic cotrimoxazole group, branded generic cotrimoxazole, and etanol 96% as control. Antibacterial activity was evaluated by Kirby Bauer method. The result revealed that generic cotrimoxazole, branded generic, and etanol 96% showed radical zones of 20.74 mm, 20.74 mm, and 7.74 mm, respectively. Statistical analysis with KruskalWallis test and posthoc test with Mann-Whitney test with significance level of 95% showed that p = 0.543 (p > 0.05). It was concluded that no differences of radical zones of generic and branded generic cotrimoxazole on S. pneumoniae isolates in vitro. Keywords: cotrimoxazole, generic, branded generic, pneumonia, Streptococcus pneumoniae, Kirby Bauer

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul PERBANDINGAN UJI SENSITIVITAS KOTRIMOKSAZOL GENERIK DAN GENERIK BERMEREK TERHADAP ISOLAT Streptococcus

pneumoniae IN VITRO, tepat pada waktunya. Karya tulis ilmiah ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat guna memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: Dekan Fakultas Kedokteran, dr. H. Hasyim Fachir, Sp.S yang telah memberi kesempatan dan fasilitas dalam pelaksanaan penelitian. Kedua pembimbing, dr. H. M. Bakhriansyah, M.Kes, M.Med.Ed dan Dra. Hj. Lia Yulia Budiarti, M.Kes yang berkenan memberikan saran dan arahan dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Dosen penguji, Joharman, M.Si, Apt dan dr. Noor Muthmainnah, M.Sc yang memberi kritik dan saran sehingga karya tulis ilmiah ini menjadi semakin baik. Isnaini, S.Si, Apt dan dr. Alfi Yasmina, M.Kes, M.Pd.Ked atas ilmu dan saran yang telah diberikan. Kedua orang tua dan mas penulis, Pargini, Dri Harsiyah, dan Eko Deswantoro, atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus serta selalu membantu dengan kemampuan terbaik mereka. Seluruh rekan penelitian serta semua pihak atas sumbangan pikiran dan bantuan yang telah diberikan.

vi

Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan dan mendapat berkah dari Allah SWT. Amin.

Banjarbaru, Desember 2011 Penulis

vii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PERNYATAAN HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perihal Obat B. Penyakit Pneumonia C. Streptococcus pneumoniae D. Kotrimoksazol E. Uji Sensitivitas Antibiotik 4 5 8 11 13 1 3 3 3 i ii iii iv v vi viii x xi

viii

BAB III

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori B. Hipotesis 15 16

BAB IV

METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian B. Bahan dan Alat Penelitian C. Variabel Penelitian D. Definisi Operasional E. Prosedur Penelitian F. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data G. Cara Analisis Data H. Waktu dan Tempat Penelitian 17 17 18 19 20 23 23 23 24

BAB V BAB VI

HASIL DAN PEMBAHASAN PENUTUP A. Simpulan B. Saran

29 29

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 2.2 2.3 3.1 Streptococcus pneumoniae dengan Pewarnaan Gram Mekanisme Kerja Sulfonamid dan Trimetoprim Rumus Struktur Sulfametoksazol dan Trimetoprim Kerangka Konsep Penelitian Perbandingan Uji Sensitivitas Kotrimoksazol Generik dan Generik Bermerek Terhadap Isolat Streptococcus pneumoniae Grafik Rata-Rata Hasil Pengukuran Diameter Zona Radikal (mm) pada Masing-Masing Perlakuan Obat Generik dan Generik Bermerek Terhadap Isolat S. pneumoniae In Vitro

Halaman 9 11 12

16

5.1

25

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Dosis Obat 2. Informed Consent 3. Tabel Hasil Penelitian Perbandingan Uji Sensitivitas Kotrimoksazol Generik dan Generik Bermerek Terhadap Isolat Streptococcus pneumoniae In Vitro 4. Hasil Uji Statistik Penelitian Perbandingan Uji Sensitivitas Kotrimoksazol Generik dan Generik Bermerek Terhadap Isolat Streptococcus pneumoniae In Vitro 5. Gambar Hasil Penelitian Perbandingan Uji Sensitivitas Kotrimoksazol Generik dan Generik Bermerek Terhadap Isolat Streptococcus pneumoniae In Vitro

xi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Penyakit infeksi adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, biasanya banyak terdapat di daerah tropis dan negara berkembang seperti Indonesia bahkan ada yang bersifat endemik. Salah satu penyakit infeksi yang diderita oleh masyarakat terutama adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernafasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernafasan bagian bawah (1,2,3). Infeksi saluran pernafasan merupakan penyebab utama kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun di dunia. Menurut laporan The United Nations Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) pada tahun 2006 Indonesia merupakan negara dengan kejadian pneumonia ke-6 terbesar di dunia (2,4). Survei mortalitas yang dilakukan oleh subdit ISPA tahun 2005 menempatkan pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan presentase 22,30% dari seluruh kematian bayi. Pada survei yang sama menyebutkan bahwa sebesar 23,6% kematian pada balita disebabkan oleh penyakit ini yang merupakan proporsi terbesar dari seluruh penyebab kematian pada balita (5). Hasil Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas) 2001 menunjukkan bahwa penyakit pneumonia merupakan penyebab kematian balita terbesar (22,8%) di Kalimantan Selatan (6). ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang balita di wilayah Banjarbaru. Pasien pneumonia di puskesmas Banjarbaru, Cempaka, Guntung Payung, Banjarbaru Utara, Sungai Ulin, dan 1

2 Sungai Besar pada tahun 2010 sebesar 414, 392, 245, 200, 155, dan 125 pasien. Seluruhnya merupakan pasien anak. Bakteri yang paling sering menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) (4,7). Antibiotik pertama yang diberikan pada kasus pneumonia anak di

puskesmas dan rumah sakit adalah kotrimoksazol. Kotrimoksazol merupakan kombinasi antara sulfametoksazol dan trimetoprim yang banyak beredar baik dalam bentuk generik maupun generik bermerek (8). Obat kotrimoksazol generik b

Recommended

View more >