css stroke

Download CSS Stroke

Post on 27-Jan-2016

219 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas kuliah kedokteran mengenai stroke

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1ANATOMI PEMBULUH DARAH OTAK

Secara anatomis, pembuluh darah serebral terdiri dari dua sistem yaitu sistem karotis dan sistem vertebrobasiler. Jatah darah ke otak 1/3 disalurkan melalui lintasan vaskuler vertebrobasiler dan 2/3 melalui arteri karotis interna.Tabel 1.1 Pembagian daerah otak yang diperdarahi pembuluh darah serebral Anterior circulation (sistem karotis)

Anterior choroidalHippocampus, globus pallidus, lower internal capsule

Anterior cerebralMedial frontal dan parietal cortex cerebri and subjacent white matter, anterior corpus callosum

Middle cerebralLateral frontal, parietal, occipital, and temporal cortex and subjacent white matter

Lenticulostriate branchesCaudate nucleus, putamen, upper internal capsule

Posterior circulation (sistem vertebrobasiler)

Posterior inferior cerebellar basilarMedulla, lower cerebellum

Anterior inferior cerebellarLower and mid pons, mid cerebellum

Superior cerebellarUpper pons, lower midbrain, upper cerebellum

Posterior cerebellarMedial occipital and temporal cortex and subjacent white matter, posterior corpus callosum, upper midbrain

Thalamoperforate branchesThalamus

Thalamogeniculate branchesThalamus

Anterior circulation (sistem karotis)Stroke yang disebabkan karena pembuluh darah ini memberikan tanda dan gejala disfungsi hemisfer serebri seperti afasia, apraxia, atau agnosia. Selain itu dapat juga timbul hemiparese, gangguan hemisensoris, dan gangguan lapang pandang.Posterior circulation (sistem vertebrobasiler)Stroke yang disebabkan karena pembuluh darah ini memberikan tanda dan gejala disfungsi batang otak termasuk koma, drop attacks (jatuh tiba-tiba tanpa penurunan kesadaran), vertigo, mual dan muntah, gangguan saraf otak, ataxia, defisit sistem sensorimotorik kontralateral (hemiparese alternans). Selain itu dapat juga timbul hemiparese, gangguan hemisensoris, dan gangguan lapang pandang tetapi tidak spesifik untuk stroke yang disebabkan sistem vertebrobasiler.

Gambar 1.1 Vaskularisasi otak

Gambar 1.2 Circle of Willis

1.2TIPE DEFISIT NEUROLOGIS UMN & LMNMemanjang dari :Impuls dari medulla oblongata, pons , midbrain, cerebral cortex, dan impuls yang berjalan sepanjang sensory fiber

Berjalan melalui nerve fibers yang descend di white matter dari supraspinal nerve center yang berbeda-beda

Nerve fibers terpisahkan menjadi nerve bundles, disebut descending tract. Neuron supraspinal beserta dengan traktus-traktusnya disebut Upper Motor Neuron (UMN)

Motor neuron di anterior gray column spinal cord mengirimkan akson untuk menginervasi skeletal muscle melalui anterior root of the spinal nerve, disebut Lower Motor Neuron (LMN)

LMN membentuk final common pathway ke ototTermasuk descending pathway, terdiri dari 3 neuron First-order neuron : memiliki badan sel di korteks serebral , akson memanjang hingga bersinaps dengan second-order neuron. Second order neuron : Internuncial pathway neuron hingga anterior gray spinal cord LMN. Third-order neuron : anterior gray column hingga ke otot skeletal (final common pathway).

Gambar 1.3 Descending pathway

a. UMN (Upper Motor Neuron)Terdapat traktus-traktus desending, yaitu : Traktus Kortikospinal : jaras yang berhubungan dengan voluntary, discrete, skilled movements, terutama di alat gerak distal. Traktus Retikulospinal : fasilitasi/inhibisi aktifitas alpha dan gamma motor neuron di anterior grey column dan memfasilitasi/ inhibisi aktivitas refleks. Traktus Tektospinal : visual stimuli yang berhubungan dengan reflex dilatasi pupil dalam respon cahaya. Traktus Rubrospinal : fasilitas aktivitas otot fleksor dan inhibisi aktivitas otot eksternal. Traktus Vestibulospinal : kebalikandari rubrospinal , dan postural dengan keseimbangan. Descending autonomic fiber : berhubungan dengan kontrol aktivitas viseral (BAK,BAB, dll.)Lesi pada UMN : Gejala kontralateral Spastik (tonus otot meningkat) Reflex : reflex tendon meningkat dan kemungkinan muncul refleks patologis, refleks superfisial (abdominal, cremaster) bisa menurun atau bahkan tidak ada, dan plantar respon ekstensor. Tidak ada fasikulasi Muscle wasting tidak ada kecuali jika atrofi Kelainan sensori : hemihipesthesia, dll.

b. LMN (Lower Motor Neuron)LMN areneuron motorik yang terletak di anterior grey column, radiks anterior, atau nucleus saraf cranial di batang otak dan saraf cranial dengan fungsi motorik (CN LMN). Semua gerakan volunter berasal dari spinal LMN yang menginervasi otot skeletak dan berperan sebahan penghubung antara UMN dengan otot.

Gambar 1.3 UMN dan LMNLesi pada LMN:1. Paralisis1. Atrofi1. Fasikulasi1. Hipotonus1. Refleks menurun/hilang1. Flasid

BAB IIPEMBAHASAN

2.1DEFINISIStroke adalah gangguan atau disfungsi otak, yang timbul secara mendadak, baik fokal atau global, akibat tersumbatnya pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah dengan defisit neurologis yang terjadi lebih dari 24 jam atau terjadi kematian. Bila disfungsi otak ini sembuh sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam dinamakan TIA (Transient Ischemic Attack).

2.2EPIDEMIOLOGISecara global, 15 juta orang mengalami stroke. Dari 15 juta orang ini, 5 juta orang meninggal dan 5 juta mengalami disabilitas permanen. Depkes RI (2007) menyatakan prevalensi stroke di Indonesia adalah 8.3 per 1000 penduduk.Stroke iskemik memiliki angka kejadian 85% dari seluruh stroke, terdiri dari 80% stroke aterotrombotik dan 20% stroke kardioemboli.Data kejadian stroke emboli jantung di Bagian I.P. Saraf RSHS Bandung periode 1 Januari 2004 30 Juni 2005: 6.3% dari 584 pasien stroke infark 25 perempuan, 12 laki-laki Stroke emboli berulang 24,5% tersering 6 bulan setelah serangan pertama.

2.3FAKTOR RESIKOBerbagai faktor yang berperan di dalam terjadinya stroke telah diketahui dan memberikan dasar bagi program pencegahan yang efektif. Faktor-faktor resiko stroke dapat dibagi menjadi faktor stroke yang tidak dapat diubah dan faktor stroke yang dapat diubah:1. Faktor resiko yang tidak dapat diubaha. UmurBertambahnya umur merupakan faktor resiko yang terpenting untuk terjadinya serangan stroke, dimana umur merupakan faktor resiko yang paling penting bagi semua jenis stroke. Insiden stroke meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya umur.b. Jenis KelaminTerdapat perbedaan insidens stroke pada pria dan wanita, insidensi stroke pada pria lebih tinggi, walaupun pria memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena stroke namun penderita wanita lebih banyak yang meninggal, hal ini karena penderita stroke berjenis kelamin perempuan memiliki resiko kematian 2,68 kali lebih besar dari pada penderita pria.c. Suku/RasOrang asia memiliki kecenderungan terkena stroke lebih besar dari orang eropa, hal ini ada kaitannya dengan lingkungan hidup, pola makan dan sosial ekonomi. Makanan asia lebih banyak mengandung minyak dari pada makanan orang eropa. Menurut data kesehatan di amerika serikat, penduduk yang berasal dari keturunan afrika-amerika beresiko terkena serangan stroke 2 kali lebih besar dari penduduk keturunan eropa. d. Keturunan/KeluargaJika kedua orang tua pernah mengalami stroke maka kemungkinan keturunannya terkena stroke semakin besar. Riwayat keluarga adanya serangan stroke atau penyakit pembuluh darah iskemik, sering pula didapat terjadi pada penderita stroke yang muda. 2. Faktor resiko yang dapat diubaha. HipertensiHipertensi merupakan faktor resiko terpenting untuk semua tipe stroke, baik stroke perdarahan maupun stroke infark. Peningkatan resiko stroke terjadi seiring dengan peningkatan tekanan darah. Diperkirakan resiko stroke meningkat 1,6 kali setiap peningkatan 10 mmHg tekanan darah sistolik dan sekitar 50% kejadian stroke dapat dicegah dengan pengendalian tekanan darah. b. Diabetes MellitusDiabetes mempercepat terjadinya arterosklerosis baik pada pembuluh darah keci (mikroangiopati) maupun pembuluh darah besar (makroangiopati) diseluruh pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak dan jantung. Kadar glukosa darah yang tinggi pada stroke akan memperbesar meluasnya area infark (sel mati) karena terbentuknya asam laktat akibat metabolisme glukosa yang dilakukan secara anaerob (oksigen sedikit) yang termasuk jaringan otak. c. Kelainan JantungPenderita dengan kelainan jantung beresiko tinggi terhadap terjadinya stroke bila dibandingkan dengan yang tidak mempunyai kelainan jantung. Lesi dijantung dapat pula melepaskan emboli ke sirkulasi arterial, seperti mural thrombus akibat infark yang lama atau thrombus yang terjadi pada fibrilasi atrium.d. MerokokMerokok meningkatkan resiko terkena stroke dua sampai empat kali. Merokok memberikan konstribusi terbentuknya plak pada arteri. Asap rokok mengandung beberapa zat berbahaya yang sering disebut zat oksidator. Zat oksidator ini menimbulkan kerusakan dinding arteri dan menjadi tempat penimbunan lemak, sel trombosit, kolesterol, penyempitan dan pergeseran arteri diseluruh tubuh termasuk otak, jantung dan tungkai, sehingga merokok dapat memicu terjadinya aterosklerosis, mengurangi aliran darah, dan menyebabkan darah menggumpal sehingga beresiko terkena stroke. e. Aktivitas fisik (olahraga)Berbagai kemudahan hidup yang didapat seperti mencuci dengan mesin cuci untuk rumah tangga, banyaknya kendaraaan bermotor serta kemajuan teknologi membuat aktifitas seseorang semakin hari semakin ringan atau mudah, namun dampak dari kemajuan teknologi ini sesorang dapat menjadi pasif dan cenderung menimbulkan masalah berat badan dan dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi yang nantinya memicu terjadinya aterosklerosis bila masalah berat badan tidak diimbangi dengan olahraga yang cukup.f. Minum AlkoholAlkohol dapat meningkatkan tekanan darah secara cepat. Seseorang yang mengkonsumsi alkohol lebih dari 3 gelas atau lebih setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan tekanan darah.g. DietDiet dengan tinggi lemak dan kurangnya buah dan sayur dapat m