cover tesis

Download Cover Tesis

Post on 19-Jul-2015

349 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Diskursivitas dan Kontestasi Kepentingan (Publik) dalam Kebijakan Kehutanan Lokal(studi kasus sengketa pengelolaan sumberdaya hutan Kabupaten Wonosobo pasca desentralisasi)

Tesisuntuk mencapai sebagian dari persyaratan meraih derajat sarjana S-2

oleh: TOTOK DWI DIANTORO 07/259484/PSP/3051

Program Studi Ilmu Politik

1

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2009

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa berkaitan dengan tesis ini tidak terdapat karyatulisyangserupayangpernahdiajukanolehpihaklainuntukmemperoleh gelarkesarjanaandisuatuPerguruanTinggi.Dan,sepanjangsepengatahuansaya jugatidakterdapatkaryaataupendapatyangpernahditulisatauditerbitkanoleh pihak lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalamdaftarpustaka. Yogyakarta,Agustus2009

TotokDwiDiantoro

2

DaftarIsi HalamanJudul.. HalamanPengesahan... HalamanPernyataan............ KataPengantar.. DaftarIsi. DaftarSingkatan/Istilah... DaftarBagan.. DaftarKotak.. DaftarTabel........... Intisari Abstract.. BABI.PENDAHULUAN.... A.LatarBelakang.. B.Permasalahan C.TujuanPenelitian............. 1 1 14 17 i v viii xi xi xii xiii xiv Halaman

3

D.KerangkaPemikiran Relasikekuasaan,diskursusdankontestasikepentingan........ Diskursivitas publik pada konteks advokasi kebijakan yang demokratis........................................................................................ E.MetodePenelitian Periodisasi(lingkuppenelitian).................................................... Sifatpenelitian................................................................................. Lokasipenelitian............................................................................. Skopeanalisis................................................................................... Teknikpencarian,jenisdansumberdata.................................... Teknikpengolahandananalisisdata........................................... F.SistematikaPenulisan....................................................................... BAB II. SKETSA STRUKTURASI PENGUASAAN HUTAN JAWADAN(DIDALAMNYA)WONOSOBO.............................. A.SettingKekuasaandalamPengelolaanKehutananJawa........... B.BirokrasiKehutananJawayangSuiGeneris................................. C.Wonosobo:DalamProblemaSilangSengketa............................. BAB III. DISKURSIVITAS DALAM RUANG KONTESTASI KEPENTINGAN (PUBLIK) KEHUTANAN LOKAL 75 79 35 38 51 66 30 30 31 31 32 32 33 23 17

................................................................................................................... A.DudukPerkaraPSDHBMVsPHBM............................................. B. Desentralisasi dalam Perspektif Lokal (Wonosobo): Inisiasi

4

GerakanAmbilAlihHutan................................................................. C. Ruang Kontestasi: Dinamika Inisiasi, Konsekuensi, Ikhtiar RekognisidanTitikBalikPerdaPSDHBM C.1.PerjalananInisiasi......................................................................... C.2.KonsekuensikonsekuensiolehkarenaSubstansiPerda....... C. 3. Ketika Jakarta Berujar: BATALKAN PERDA PSDHBM! (Titik Balik Ikhtiar Rekognisi)

90

99 110

.................................................................................................................. D. Surat Keputusan Bersama Perhutani dan Bupati: Wonosobo KehilanganKepercayaanDiri............................................................. BABIV.PERNAHADAGELAGATDEMOKRASI,TAPIJUGA ADA GELAGAT MANGKIRNYA CIVIL SOCIETY

117

137

.................................................................................................................. A.1.KebijakanolehSiapadanbuatSiapa?...................................... A. 2. Ruang Publik dan Demokrasi yang Bermakna pada Perda PSDHBM ................................................................................................................... B.SenjakalaningCivilSociety............................................................... B. 1. Mengatakan Terus Berjuang Tapi Tak Lagi Lantang: MusimnyaStrategiKolaborasiMultipihak....................................... ARuPA: terlena dalam gagasan strategi kolaborasi multipihak ........................................................................................ Krisismakinmemperpurukeksistensi........................................

143 149

154 158

162

163 175

5

B. 2. Episode Menghangatkan Bara Harapan pada Sisa Energi (MemulaiLagiPerjuangan)................................................................. BABV.PENUTUP................................................................................ A.Kesimpulan....................................................................................... B.Refleksi............................................................................................... DaftarPustaka....................................................................................... Lampiran I. Perda Kabupaten Wonosobo No. 22/2001 tentang PSDHBM................................................................................................ Lampiran II. SK Dewan Pengawas Perum Perhutani No. 136/KPTS/DIR/2001tentangPHBM................................................... 198 220 190 183 183 188 177

6

DaftarSingkatan/Istilah ARuPA Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam, yaitu LSM lokal yang bergerak di bidang sumberdaya alam (hutan) berbasisdiYogyakarta. Singkatan dari Adiministratur, yaitu Kepala Kesatuan PemangkuanHutan(KKPH). Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan, yaitu satuan organisasi pelaksana kehutanan Perhutani di bawah KPH. Kalau disejajarkan dengan struktur birokrasi kepolisian, BKPHsetingkatdenganPolsek. BadanUsahaMilikNegara. CommunityBasedForestManagement. DaerahAliranSungai. DewanPerwakilanRakyatDaerah. Forum Hutan Wonosobo, yaitu forum multipihak (stakeholders)kehutananlokalWonosobo. Forum Koordinasi Penanganan Penjarahan dan Penataan Hutan, dibentuk melalui SK Bupati Wonosobo Nomor: 522/200/2001, beranggotakan multipihak, dan mempunyai fungsi utama mengkoordinasikan kehutanan Wonosobo melaluiJedaLingkungan. Hutan Kemasyarakatan, yaitu skema pengelolaan hutan negara oleh kelompok masyarakat melalui mekanisme pemberian ijin oleh Bupati/Walikota. Untuk sebagian besar hutanJawatidakmemungkinkan,karenasudahadaotoritas pengelola;yaituPerhutani. HakPengusahaanHutan,yaitukonsesipengusahaanhutan yangdiberikankepadapihakswasta/BUMNdiluarJawa. Hak Pemanfaatan Hasil Hutan, yaitu konsesi pemanfaatan hasilhutan,yangpadaprakteknyasamadenganHPH. Praktek kehutanan yang dilakukan oleh masyarakat (community based), biasanya berupa kebun campur antara tanaman kayu kehutanan dan pertanian, serta lebih

Adm BKPH

BUMN CBFM DAS DPRD FHW FKP3H

HKm

HPH HPHH HutanRakyat

7

berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi subsisten.Secarastatushukum,praktekinibiasanyaterjadi di atas lahan hutan hak, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi di atas lahan hutan bukan hak (hutan negara). HutanHak Adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atastanah. HutanNegara Adalahhutanyang beradapada tanahyang tidakdibebani hakatastanah. JedaLingkungan Yaitu masa jeda (moratorium) kehutanan Wonosobo selama AprilhinggaSeptember2001,yangdisepakatisemuapihak diWonosobo,kecualiPerhutani. JKPM Jaringan Kerja Pesantren Masyarakat, yaitu LSM lokal berbasisdiWonosobo. Koling Konservasi Lingkungan, yaitu LSM lokal yang bergerak di bidang lingkungan dan kepecintaalaman berbasis di Wonosobo. KKPH Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan, atau lazim disebut denganAdm. KPH Kesatuan Pemangkuan Hutan, yaitu satuan organisasi pelaksana kehutanan Perhutani yang membawahi BKPH dan berada di bawah Unit. Luas otoritas dan areal kerja KPH biasanya meliputi beberapa wilayah administrasi kebupaten. Kalau disejajarkan dengan struktur birokrasi kepolisian,KPHsetingkatdenganPolres. NegaraLokal PemdaKabupatenWonosobo NegaraPusat PemerintahPusatJakarta LSM LembagaSwadayaMasyarakat. PAD PendapatanAsliDaerah. Pemda PemerintahDaerah PP PeraturanPemerintah. PHBM PengelolaanHutanBersamaMasyarakat. PSDHBM PengelolaanSumberDayaHutanBerbasisMasyarakat. Perda PeraturanDaerah. Perhutani Perusahaan Kehutanan Negara, yaitu BUMN kehutanan satusatunya di Jawa, dan dikukuhkan melalui PP No.

8

SK SKB UU UnitI

30/2003tentangPerumPerhutani. SuratKeputusan. Surat Keputusan Bersama, dalam hal ini antara Perhutani UnitIJawaTengahdanBupatiWonosobo. Undangundang. AdalahsatuanorganisasipelaksanakehutananPerhutanidi Jawa Tengah, mempunyai fungsi utama menyusun perencanaan sebagai tindak lanjut kebijakan Direksi Perhutani di Jakarta. Unit I Jawa Tengah mengelola dan membawahi 22 KPH. Kalau disejajarkan dengan struktur birokrasikepolisian,UnitsetingkatdenganPolda.Perhutani terdiri dari 3 Unit, yaitu Unit I Jawa Tengah, Unit II Jawa Timur, dan Unit III Jawa Barat dan Banten. Setiap Unit dipimpinolehseorangKepalaUnit(Kanit).

9

DaftarBagan Bagan.1 Bagan.2 Bagan.3 Bagan.4 Bagan.5 Bagan.6 Bagan.7 RelasiDemokrasi,KelembagaandanKontrolPublik StrukturBirokrasiPemeritahandanKehutananpada MasaPenjajahanBelanda StrukturBirokrasiOrganisasiPerumPerhutani StrukturPengelolaanHutandiJawapadaMasa PemerintahanOrdeBaru AlurProsesAdvokasiPerdaSDHBM KonteksPolitikdalamFormulasiKebijakan KebijakansebagaiProdukdanArenaKontestasi Halaman 28 52 58 63 108 151 155

DaftarKotak Kotak.1 Kotak.2 Kotak.3 Kotak.4 Kotak.5 Kotak.6 NegaraisasiHutandanLahan AntaraNegara,PemerintahdanPerhutani PenjarahanHutandiWonosobo BeritaDinamikaPenjarahanHutandiWonosobo DampakPenjarahanHutandiWonosobo BeberapaMitosyangMengemukakeRuangPublik perihalSistemPengelolaanHutandiKawasanPerhutani PerjalananKebijakan/PeraturanyangMengaturtentang SistemPemerintahanDaerah SikapWonosoboatasPengelolaanSumberdayaHutan AsasasasPenyelenggaraanPSDHBMdidalamPerda

Recommended

View more >