cover makalah b2

Download Cover Makalah b2

Post on 02-Aug-2015

55 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Makalah Case 8PENYAKIT HIRSCHSPRUNG

TUTORIAL B2 NAMA ANGGOTA Lena Priatna Dewi (207.311.065) Gracia Angelia Masengi (207.311.023) Aulia Putri Nurjannah (207.311.098) Dwianggriany Adhetia Piesca (207.311.008) Muhammad Aditya (206.311.104) Muhammad Fadly (207.311.062) Niken Swatiti (207.311.142) M. Riza Agustian (207.311.117) Sepnita Yanti (207.311.047) Titin Fatimah (207.311.140)

FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA 2010

KASUS Page 1 Kamu adalah mahasiswa kedojteran yang sedang bertugas digawat daaruratketika seorang bayi laki-laki berumur 1bulan bernama upin datang ke gawat darurat karena distensi abdomen, muntah kehijauan, dan tidak bab sejak 5 hari sebelum dibawa ke rs. dia memiliki riwayat obstipasi dan bab sekali setiap 4-5 hari sejak dia lahir dan kadang diikuti oleh diare eksplosif. dia juga punya riwayat pengeluaran mekoneum terlambat. Problem : Bayi Upin, 1bulan : 1. KU : distensi abdomen, muntah berwarna kehijauan, tidak BAB sejak 5 hari yang lalu 2. RPD : obstipasi, BAB tiap 4-5 hari sekali sejak lahir, diare eksplosif, pengeluaran mekonium terlambat Hipotesis : 1. Megakolon congenital (Penyakit Hirschsprung) 2. Ileus mekonium 3. Intususepsi Dari hipotesis yang diambil perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencoret hipotesis : More info : 1. Anamnesis

Riwayat lahir RPK Nafsu makan dan ASI Keadaan umum : gelisah, rewel VS : RR PR T normal

2. Pemeriksaan Fisik

Head to toe : tanda-tanda dehidrasi, Abdomen : Inspeksi bentuk abdomen, distensi Auskultasi bising usus

Palpasi massa, nyeri Perkusi massa, cairan, gas DRE 3. Pemeriksaan Laboratorium Page 2 Pemeriksaan fisik : Temperatur : 37.5 C RR 40x/menit HR : 102x/menit Abdomen : distensi, terlihat pergerakan dan bentuk.countur usus, perkusi timpani dan DRE : sfingter anus kuat, feses cair eksplosif ketika jari dikeluarkan HB 14 g/dl Ht 42% WBC 11000/mm3 BUN 20 mg/dl Kreatinin 0.9 mg/dl Hb, ht, WBC, BUN, Creatinin Foto polos abdomen, Patologi anatomi, Barium enema 4. Pemeriksaan penunjang

peningkatan bising usus Pemeriksaan Laboratorium :

Foto Polos abdomen Udara di usus halus dan usus besar Tidak ada udara bebas Page 3 Dokter memasang NGT no. 8 dan IV line diberi salin enema dan Antibiotik. Setelah penanganan awal tersebut, distensi abdomen hilang. Page 4 Barium Enema : penampakan seperti corong (dilatasi rectum, makin ke proksimal makin lebar)

Biopsi rectal : hyperplasia saraf tanpa ganglion Histochemical : elevasi aktivitas asetilkolinesterase Konstipasi Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya. Pengobatan

Foto hasil sinar-x seseorang yang sedang mengalami konstipasi atau sembelit. Setiap tahunnya kira-kira lebih dari 2,5 juta orang pergi ke dokter karena masalah konstipasi. Pengobatan dan peredaan konstipasi secara alami dapat dilakukan dengan pengubahan pola makan menjadi lebih sehat, rajin berolahraga, memijat perut, minum air putih sebanyaknya, meminum minuman prebiotik dan probiotik, atau membiasakan diri untuk buang air besar setiap hari dengan membuat jadwal buang air besar yang disebut bowel training. Sedangkan dengan cara sedikit dipaksa yang biasanya untuk penderita obstipasi, yaitu dengan mengkonsumsi obat pencahar disebut laksatif (yang terkadang menyebabkan perut terasa melilit berlebihan, tinja berbentuk cair, atau bahkan ketergantungan obat pencahar), penghisapan tinja atau feses dengan alat khusus, terapi serat, dan pembedahan (walaupun pilihan ini cukup jarang dilakukan).

Agar penderita konstipasi dapat cepat sembuh, maka penderita dilarang:

Menahan buang air besar Mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas Makan dalam porsi yang banyak Meminum minuman yang berkafein dan soft drink

Penyebab

Model tinja atau feses 1 (konstipasi kronis), 2 (konstipasi sedang) dan 3 (konstipasi ringan) dari Bristol Stool Chart yang menunjukkan tingkat konstipasi atau sembelit. Konstipasi atau sembelit adalah keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum dan banyak ditemui di masyarakat luas termasuk di sekitar kita. Bahkan diperkirakan sekitar 80% manusia pernah mengalami konstipasi atau sembelit. Penyebab umum konstipasi atau sembelit yang berada disekitar kita antara lain karena sedang menjalankan ibadah puasa, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, menderita panas dalam, stres dalam pekerjaan, aktivitas yang padat, pengaruh hormon dalam tubuh, sedang dalam masa kehamilan, kelainan anatomis pada sistem pencernaan, gaya hidup yang buruk, efek samping akibat meminum obat tertentu (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida), kekurangan asupan vitamin C, disebakan oleh penyakit, menahan rangsangan untuk buang air besar dalam jangka waktu yang lama dan seharusnya segera dikeluarkan dan dibuang, kekurangan makanan berserat, karena usia lanjut, dan masih banyak lainnya. Tanda dan gejala Gejala dan tanda akan berbeda antara seseorang dengan seseorang yang lain, karena pola makan, hormon,gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda, tetapi biasanya gejala dan tanda yang umum ditemukan pada sebagian besar atau terkadang beberapa penderitanya adalah sebagai berikut:

Perut terasa begah, penuh, dan bahkan terasa kaku. Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa berat sehingga malas mengerjakan sesuatu bahkan terkadang sering mengantuk. Sering berdebar-debar sehingga cepat emosi yang mengakibatkan stres sehingga rentan sakit kepala atau bahkan demam. Aktivitas sehari-hari terganggu karena menjadi kurang percaya diri, tidak bersemangat, dan tubuh terasa terbebani yang mengakibatkan kualitas dan produktivitas kerja menurun.

Tinja atau feses lebih keras, lebih panas, dan berwarna lebih gelap daripada biasanya, dan lebih sedikit daripada biasanya. Pada saat buang air besar feses atau tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, tubuh berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang tinja (bahkan sampai mengalami ambeien). Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja atau feses yang kering dan keras atau karena mengalami ambeien atau wasir sehingga pada saat duduk terasa tidak nyaman. Lebih sering buang angin yang berbau lebih busuk daripada biasanya. Usus kurang elastis (biasanya karena mengalami kehamilan atau usia lanjut), berbunyi saat air diserap usus, terasa seperti ada yang mengganjal, dan gerakannya lebih lambat daripada biasanya. Menurunnya frekwensi buang air besar, dan meningkatnya waktu buang air besar (biasanya buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).

Sedangkan untuk konstipasi yang kronis atau obstipasi, gejala pada penderitanya tidak terlalu berbeda hanya saja sedikit lebih parah yaitu:

Perut terlihat seperti sedang hamil dan terasa sangat mulas. Tinja sangat keras dan berbentuk bulat-bulat kecil. Frekwensi buang air besar dapat mencapai berminggu-minggu. Tubuh sering terasa panas, lemas dan berat. Sering kurang percaya diri dan terkadang ingin menyendiri. Tetap merasa lapar tapi ketika makan akan lebih cepat kenyang (apalagi ketika hamil perut akan terasa mulas) karena ruang dalam perut berkurang. Mengalami mual bahkan muntah.

Gangguan kulit Gangguan kulit biasanya jarang ditemukan pada penderita konstipasi biasa dan lebih rentan menyerang penderita obstipasi. Apabila si penderita memilliki daya tahan tubuh yang lemah maka gangguan tersebut akan semakin tampak. Penyebabnya karena racun atau toksin yang berasal dari tinja menumpuk di usus besar dan membebani kinerja hati. Karena kinerja hati terbebani, maka toksin itu menyebar ke seluruh tubuh. Gejala akibat penyebaran toksin inilah yang dapat langsung terlihat pada kulit penderita. Gangguan yang dapat terjadi misalnya kulit kusam, flek hitam, jerawat, eksim, dan sebagainya. Biasanya gangguan-gangguan ini hanya dapat hilang bila si penderita sudah sembuh dari konstipasi atau obstipasi.

Obstruksi Berdasarkan Letak

Obstruksi letak tinggi dominan muntah yang bersifat frequen dan proyektil, kembung tidak selalu ada. Pada pemeriksaan fisik kemungkinan di dapat scapoid a. Obstruksi duodenum : 1. Atresia duodeni (biasanya terjadi tepat di bagian distal ampula Vateri). Adalah kondisi dimana duodenum tidak berkembang dengan baik sehingga tidak berupa saluran terbuka dari lambung yang tidak memungkinkan perjalanan makanan dari lambung ke usus. Patofisiologi proliferasi endodermal tidak adekuat (elongasi melebihi proliferasi) atau kegagalan rekanalisasi pita padat epithelial (kegagalan proses vakuolisasi) Manifestasi klinik : Pembengkakan abdomen bagian atas Muntah banyak setelah lahir, berwarna kehijauan Muntah terus menerus meskipun dipuasakan beberapa jam Tidak memproduksi urin setelah beberapa kali BAK Hilangnya bising usus 2. Rotasi midgut yang tidak sempurna disertai obstruksi duodenum sebagai akibat peritoneum yang salah letak. Kegagalan usus untuk berputar dan menetap secara normal paling sering

kegagalan sekum bergerak ke kuadran bawah dan pita mengikatnya melintang ke dinding abdomen posterior menyumbat duodenum 3. Volvulus neonatorummerupakan komplikasi serius malrotasi dan memerlukan pembebasan segera. 4. Cincin pankreas (pankreas anulare) yang mengelilingi bagian kedua duodenum dapat menekan dan menyumbat sebagian atau seluruh lumen 5. Jala duodenum (duodenal web) dapat mnyertai pasien dengan malrotasi 6. Vena porta praduodenum dapat menekan dinding anterior