cover laporan hasil diskusi perio 2

Download Cover Laporan Hasil Diskusi Perio 2

Post on 07-Dec-2015

40 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kdsksd

TRANSCRIPT

LAPORAN HASIL DISKUSI PERIODONTIKelompok 3 Kelas Ganjil

Disusun oleh:

MAULIDENIL GEBI WINANDA (12-047)REZTU AZWAR (12-039)NIKEN RYEN NOVITA (12-041)NISIA NARTI (12-043)SARTIKA AMELIA PUTRI(12-045)UTARI DWI ASTUTI(12-055)DEBBY ANGGRAINI(12-051)SOMYA NOVERIGA (12-049)

Fakultas Kedokteran GigiUniversitas Baiturahmah2015/2016KATA PENGANTARPuji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas karya tulis ini dengan sebaik-baiknya..Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam membantu menyelesaikan karya tulis ini, diantaranya :1. Bapak ibuk dosen yang telah memberikan pemahaman-pemahaman yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan karya tulis ini.1. Pegawai pustaka, yang telah membantu dalam mencari buku-buku yang berkaitan dengan indikator yang berhubungan dengan kesehatan masyarakatPenulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tanpa bantuan dari semua pihak karya tulis ini tidak akan selesai. Penulis pun sadar bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan dalam penyusunan kata-kata maupun penguasaan materi atau permasalahan yang diperlukan dalam karya tulis ini.Oleh karena itu penulis dengan senang hati menerima dan mengharapkan saran-saran dan kritikan demi kesempurnaan karya tulis yang selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Padang, 11 Mei 2014

Penulis

Trigger IKASUS :Ana berusia 40th berobat ke puskesmas dengan keluhan demam tinggi dan kehilangan nafsu makan dan OS dirawat selama 2 minggu di puskesmas. Pada pemeriksaan IO terdapat Pseudo membrane dan Erythema linear, CI = 75% dan PBI = 80% , jelaskan :a. Diagnosab. Perawatan Ic. Perawatan IId. Perawatan III

PEMBAHASAN KASUSDefinisiAcute Necrotizing Ulcerative Gingivitis(ANUG) atau gingivitis ulseratif akut yang ternekrotisasi merupakan keadaan ynag ditandai dengan timbulnya ulserasi yang cepat dan terasa sakit pada tepi gingiva dan papila interdental. Penderita biasanya memiliki bau mulut yang tidak sedap (halitosis)Etiologi dan PatogenesisPenyebab ANUG belum diketahui tetapi organisme anaerob terutamaspirochaetadan spesise Fusobacterium umumnya terlibat. Pericoronitis, margin restorasi berlebih, merokok, malnutrisi, kelelahan dan stress dianggap sebagai faktor predisposisiGambaran KlinisLesi ANUG sering didominasi oleh lesi ulseratif yang sangat sakit, nekrotik dan lesi membranous, sampai ke infeksi kronis dengan sedikit gejala-gejala. Lesi yang khas berupa ulserasi yang dangkal dan nekrotik, paling sering timbul pada papila interdental dan gingival marginal (Lynch et al., 1994). Ulserasi jug dapat timbul di pipi, bibir, lidah, palatum dan daerah faringeal Lesi ulseratif dapat berkembang meluas dan melibatkan prosesus alveolaris disertai kuestrasi dari gigi-geligi dan tulang.Diagnosis ditentukan secara klinis dengan melihat adanya lesi ulseratif pada mukosa rongga mulut. Pada pemeriksaan tonsil, nodus limfe regional biasanya sedikit membesar, akan tetapi kadang-kadang ditemukan limfadenopati yang mencolok pada anak-anak.

Diagnosa nya adalah GUNA (Gingivitis Ulseratif Nekrosis Akut)Perawatan I :1. Pemeriksaan : Pada sesi pertama terlebih dahulu dilakukan anamnesa mengenai latar belakang pasien secara umum, yang mencakup kondisi penyakit yang dialami pada saat itu, kondisi kehidupannya, latar belakang diet, bidang pekerjaan, lama istirahat per hari, dan riwayat stress mental.Pada pemeriksaan intra oral diperiksa mengenai : lesi khas GUNA , distribusinya, dan kemungkina terlibatnya daerah orofarings. Diperiksa pula keadaan higiena oral, serta keberadaab flep perikoronal, saku periodontal dan iritan lokal.Pada sesi ini dilakukan anamnesa guna mengungkapkan riwayat penyakit akutnya, saat timbulnya pertama kali, dan sudah lama berlangsung. Perlu pula diungkapkan apakah keadaan ini adalah kambuhan.2. Pemeriksaan lokal : Perawatan pada sesi pertama ini dibatasi terhadap daerah-daerah yang terlibat lesi akut saja, dengan ter;lebih dulu mengisolasi daerahnya dengan gululngan kapas (cotton roll) lalu keringkan. Daerah lesi diberi anastesi topikal, dan setelah ditunggu 2-3 menit lesi diusap dengan bulatan kapas (cotton pellet) guna menyingkirkan membran semu dan debris perumkaan yang tidak melekat.Setelah pembersihan selesai, dilanjutkan dengan penskeleran sebaikknya dilakukan dengan skeler ultrasonik, karena selain itu untuk kenyamanan bagi pasien juga semprotan airnya sekalian dapat mebilas daerah yang dirawat.Pada sesi ini penskeleran subgingival dan penyerutan akar adalah dikontraindikasikan guna mencegah : Meluasnya infeksi akut ke jaringan yang lebih dalam Terjadinya bakterekemiaKecuali karena alasan emerjensi, pencabutan gigi dan bedah periodontal harus ditunda pelaksanaanya sampai pasien terbebas dari simtom selama 4 minggu guna memperkecil kemungkinan terjadi rekuren/kambuh.3. Terapi antibiotika : bila keparahan kasus GUNA adalah sedang sampai parah yang disertai limfadenopati ( pebesaran kelenjar limfe ) atau komplikasi sistemik lainnya, maka terhadap pasien perlu diberi terapi antibiotika.4. Terapi sistemik suportif : Disamping pemberian antibiotika perlu dilakukan terpi sistemik suporatif .berupa konsumsi makana yang lunak dan pemberia analgetika untuk menghilangkan rasa nyeri.5. Suplemen Nutrisi : dalam perawatan GUNA dianjurkan pemberian suplemen nutrisi yang didasarkan pada : eksperimen pada binatang menunjukkan dapatnya diindukasi lesi yang mirip GUNA apabila dibuat kondisi defisiensi nutrisi tertentu timbulnya rasa nyeri pada penderita GUNA apabila mengunyah buah-buahan dan sayuran mentah, sehingga cenderung memilih makana yang kurang mengandung vitamin B atau vitamin C6. Instruksi : sebelum pasien dipulangkan, kepadanya diberikan instruksi agar : tidak merokok atau minuman keras. berkumur-kumur dirumah dengan campuran air hangat dan hidrogenperoksida 3% dengan perbandingan 1:1 setiap dua jam, dan dengan larutan klorheksidin 0,12% dua kali sehari. melaksanakan aktivitas sehari-hari, namun menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat atau terlalu lama kena sinar matahari penyikatan gigi dilakukan secara hati-hati sekedar untuk membersihkan debris permukaan. Penyikatan yang berlebihan serta pemakaian benang gigi atau alat pembersih interdental untuk sementara harus dihindari karena bisa menimbulkan rasa nyeri.

Perawatan II :Pada sesi kedua (satu atau dua hari setelah sesi pertama) biasanya kondisi pasien sudah membaik, dan nyeri sakit sudah berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Gingiva bebas pada sisi yang terlibat lesi akut terlihat eritematous, tetapi tanpa membran semu bila pasien tidak sensitif dilakukan penskeleran terutama untuk menyingkirkan kalkulus yang sekarang menjadi terpapar setelah terjadinya penyusutan ginigiva. Instruksi yang sama dengan instruksi pada sesi pertama diulangi kembaliPerawatan III :Satu atau dua hari kemudian pasien pada dasarnya sudah bebas simtom. Beberapa daerah eritematous masih bisa dijumpai dan gingiva bisa sedikit nyeri apabila diraba. Pada sesi ini dilakukan kembali penskeleran dan dimulai penyerutan akar. Kepada pasien diinstruksikan untuk mulai melaksanakan program kontrol plak secara tuntas. Kumur-kumur dengan larutan hidrogen peroksida dihentikan, tetapi obat kumur klorheksidin untuk sementara dapat digunakan.

TRIGGER 2KASUS :Seorang pasien perempuan berusia 43 tahun dokter gigi dengan datang ke praktek dokter gigi dengan keluhan giginya mulai terasa goyang dan bau mulut. Anamnesis pasien mempunyai riwayat penyakit gula dan slalu rutin melakukan pemeriksaan gula darah.Pemeriksaan intra oral terlihat regio 46 inflamasi dengan kedalaman saku 4 mm pada daerah vestibular. Dengan pemeriksaan lesi furkasi derajat II, OH sedang, gigi 35 dan 36 missing, 16 dan 17 karies media. Radiografi terlihat radiolusen di daerah bifurkasi setinggi tulang, tulang alveolar bagian interdental Normal.Tentukan diagnosanya?1. Buat rencana perawatan pada kasus di atas?2. Apa rencana tindakan kuratif yang paling tepat dilakukan dan jelaskan tindakan tersebut?

PEMBAHASAN KASUSDiagnosaDari gejala klinis yang di dapatkan melalui pemeriksaaan intra oral maka di dapatkan diagnosa pada kasus ini adalah: PERIODONTITIS KRONIS MODERETE DENGAN LESI FURKASI DERAJAT II.Hal ini didasarkan atas :1. Keluhan utama Keluhan utama pasien giginya mulai teras goyang dan bau mulut2. AnamnesisPasien memiliku riwayat gula darah dan sampai sekarang terkontrol.3. Pemeriksaan Intra OralRegio 46 : Inflamasi dengan kedalaman saku 4 mm pada daerah vestibular dengan lesi furkasi derajat 2Missing: 35 dan 36KM: 16 dan 174. Pemeriksaan Ektra OralRadiolusen di daerah bifurkasi seringgi tulang dan tulang alveolar bagian interdental normal.

Periodontitis kronis adalah periodontitis yang paling umum terjadi. Biasanya terjadi pada orang dewasa, namun dapat pula ditemukan pada anak-anak. Tipe ini adalah tipe periodontitis yang berjalan lambat, terjadi pada 35 tahun keatas. Periodontitis kronis disebabkan oleh akumulasi plak dan kalkulus dan kebanyakan peerkembangan penyakitnya tergolong lamban, namun dapat pula ditemukan dengan perkembangan cepat. Kecepatan perkembangan penyakit dapat disebabkan oleh faktor local, sistemik dan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi interaksi host-bakteri.Faktor local dapat mempengaruhi akumulasi plak. Faktor sistemik missal Diabetes Mellitus dan HIV dapat mempengaruhi kemampuan pertahanan host, faktor lingkungan missal kebiasaan merokok dan stress dapat juga mempengaruhi respon host terhadap akumulasi plak. Kehilangan tulang berkembang lambat dan didominansi oleh bentuk horizontal.Faktor etiologi utama adalah faktor lokal terutama bakteri gram negatif. Tidak ditemukan kelainan sel darah dan disertai kehilangan tulang.Karakteristik periodontitis kronis : Terjadi pada orang dewasa namun dapat pula terjadi pada anak-a