cover hfa - unisdr .ii perkataan menjadi tindakan: panduan untuk mengimplementasikan kerangka kerja

Download Cover HFA - UNISDR .ii Perkataan Menjadi Tindakan: Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja

Post on 02-Mar-2019

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Perkataan Menjadi Tindakan: Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja Hyogoii

Ucapan terima kasihSekretariat ISDR mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semua kontribusi yang telah diberikan bagi Panduan ini. Ucapan terima kasih kami berikan kepada mitra institusi-institusi dan individu-individu baik dari International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) maupun dari berbagai negara di seluruh dunia.

Garis besar awal Panduan ini telah dipresentasikan pada sebuah pertemuan tambahan di sesi kesebelas Inter-Agency Task Force mengenai Disaster Reduction (IATF/DR) yang diadakan di Jenewa tanggal 24 26 Mei 2005. Dengan menggunakan gagasan-gagasan tersebut, konsultan Fouad Bendimerad mengembangkan konsep dan struktur awal Panduan ini Naskah ini didiskusikan pada IATF/DR-12 di Genewa pada tanggal 22 24 November 20051. Berdasarkan masukan-masukan tambahan yang ada, Sekretariat ISDR mengembangkan revisi naskah Panduan ini dan mengadakan lokakarya internasional bagi para ahli untuk mendapatkan lebih banyak tinjauan dan revisi. Pada November 2006, naskah dengan format lengkap dicetak dan disebarkan untuk mendapatkan masukan dan perbaikan yang lebih luas, dan mengumpulkan praktik-praktik yang baik dan ilustratif untuk dimasukkan ke dalam Panduan ini. Bab 5 dokumen ini, yang berkaitan dengan kesiapsiagaan terhadap bencana, diangkat dari proses konsultatif berbeda yang berada di bawah lindungan Kantor Koordinasi Masalah Kemanusiaan/Office for the Coordination of Humanitarian Affairs.

Panduan ini tidak mungkin diterbitkan tanpa adanya masukan-masukan dari individu, negara, dan perwakilan-perwakilan institusi. Sekretariat ISDR memohon maaf bila dalam daftar kontributor berikut ada organisasi maupun individu yang tidak disebutkan.

Panduan ini mendapat petunjuk dan masukan-masukan nyata dari anggota IATF/DR, yaitu :

UN/Internasional : Food and Agriculture Organization, International Labour Organization, International Telecommunication Union, Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, United Nations Centre for Regional Development, United Nations Convention to Combat Desertification, United Nations Development Programme, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, World Meteorological Organization.

Regional : African Union Commission, Asian Disaster Preparedness Center, Asian Disaster Reduction Center, Commonwealth of Independent States Interstate Council, Council of Europe, European Commission-Joint Research Centre, Ibero-American Association of Civil Defence and Civil Protection, New Partnership for Africas Development Secretariat, Organization of American States-Inter-American Committee on Natural Disaster Reduction, South Pacific Applied Geoscience Commission.

Masyarakat sipil : ActionAid International, Centre for Research on the Epidemiology of Disasters, Earthquakes and Megacities Initiative, Global Fire Monitoring Center, Inter-Governmental Authority on Developments Climate Prediction and Applications Centre, International Council of Scientific Unions, International Federation of Red Cross, Red Crescent Societies, dan Munich Re-Insurance.

Kontribusi yang tak terkira nilainya juga kami terima dari organisasi-organisasi berikut : All India Disaster Mitigation Institute, Association of Caribbean States, Huairou Commission, Indian National Institute of Disaster Management, International Recovery Platform, Plan International, Platform for the Promotion of Early Warning/International Early Warning Programme, ProVention Consortium, Proyecto Apoyo a la Prevencion de Desastres en la Comunidad Andina-PREDECAN, United Kingdom Department for International Development, United Nations Institute for Training and Research Operational Satellite Applications Programme, dan United Nations Childrens Fund.

Ucapan terima kasih khusus kami berikan kepada orang-orang yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berharga berdasarkan pengalaman dan keahlian mereka, yaitu : Cheryl Anderson, Amal Bendimerad, Mihir Bhatt, Ana Campos Garcia, Luis Carpio, Dhar Chakrabarti, Olivia Coghlan, Tanya Miquilena de Corrales, Maxx Dilley, Elaine Enarson, Maureen Fordham, Johann Goldammer, Suranjana Gupta, Ilan Kelman, Shirley Mattingly, Ricardo Mena, Masahiko Murata, Masaaki Nakagawa, Junaid Nasir, Norah Niland, Ron Ockwell, Notate Pelesikoti, Everett Ressler, Loy Rego, Seyed Mohammad Sadatinejad, Carmen Schlosser, Anil K. Sinha, Etsuko Tsunozaki, Oliver van Damme, Zenaida Delica Willison, Ben Wisner, dan Ricardo Zapata.

1 Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.unisdr.org/iatf

Perkataan Menjadi Tindakan: Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja Hyogo iii

Tim produksi dan tim editor dari sekretariat ISDR termasuk Mario Barrantes, Pedro Basabe, Reid Basher, Terry Jeggle, Silvia Llosa, dan Carolin Schaerpf, dibantu oleh konsultan editor Bonnie Galvin. Staf Sekretariat ISDR lainnya yang juga memberikan kontribusi adalah : Paola Albrito, Salvano Briceno, Feng Min Kan, John Harding, Andrei Iatsenia, Helena Molin-Valdes, dan Praveen Pardeshi, serta Staf regional outreach ISDR di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibia.

Panduan ini dibuat berkat adanya kontribusi pemerintahan negara-negara berikut terhadap ISDR Trust Fund for Disaster Reduction : Australia, Kanada, Denmark, Finlandia, Jerman, Italia, Jepang, Luksemburg, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Inggris, Irlandia Utara, European Commission, dan World Banks Global Facility for Disaster Reduction and Recovery.

Perkataan Menjadi Tindakan: Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja Hyogo v

PrakataKerangka Kerja Aksi Hyogo (HFA) dirumuskan sebagai tanggapan yang komprehensif dan berorientasi tindakan terhadap keprihatinan masyarakat internasional terhadap semakin meluasnya dampak bencana alam terhadap individu, komunitas, dan pembangunan nasional. Berdasarkan studi terhadap tren risiko bencana dan pengalaman praktis dalam pengurangan risiko bencana, dan melalui berbagai perundingan intensif selama tahun 2004 sampai dengan awal 2005, akhirnya HFA dirumuskan dan diadopsi oleh 168 Pemerintahan pada World Conference on Disaster Reduction yang diadakan di Kobe, daerah Hyogo, Jepang tanggal 18 22 Januari 20052. Hasil yang diharapkan adalah Secara substansiil mengurangi kerugian yang terjadi karena bencana, baik kerugian karena kehilangan nyawa maupun karena kehilangan aset-aset sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat dan negara. Hal ini kemudian diuraikan dalam tiga Tujuan Strategis dan lima Prioritas Aksi.

Fitur penting dari HFA adalah sifatnya yang tidak mengikat secara hukum, yang memungkinkannya untuk memperkenalkan sejumlah syarat teknis dan organisasional mendasar yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko bencana namun menyerahkan implementasinya kepada pemerintah dan organisasi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing. Ada penjelasan mengenai tanggung jawab berbagai badan dalam hal implementasi dan tindak lanjut terutama negara, organisasi-organisasi regional, organisasi-organisasi internasional, dan International Strategy for Disaster Reduction (ISDR). Tanggung jawab utama ada pada negara, tetapi dukungan dari lingkungan internasional juga sangat penting.

Diantaranya, HFA menuntut ISDR untuk memfasilitasi proses-proses konsultatif dengan keahlian nasional, regional, maupun internasional yang relevan untuk mengembangkan pedoman dan perangkat kebijakan bagi masing-masing area prioritas. Dokumen Words into Action : A Guide for Implementing the Hyogo Framework ini merupakan produk pertama yang dibuat untuk memenuhi tuntutan di atas. Dokumen ini dibuat melalui proses pembuatan naskah dan konsultasi yang panjang, yang menyangkut partisipasi berbagai organisasi maupun individu dari lusinan negara. Dengan mengambil keahlian dan pengalaman ISDR, Panduan ini menguraikan 22 tugas yang disusun untuk membahas dan memandu implementasi kelima Prioritas Aksi HFA. Bergantung pada situasi nasional, tugas-tugas tersebut dapat memberikan titik awal yang baik untuk menentukan tindakan, atau sebagai acuan dalam mengkaji kebijakan dan prosedur yang berlaku. Masing-masing pengguna dapat mengambil bagian-bagian yang bermanfaat untuk mereka dan mengadaptasi tugas-tugas sesuai kebutuhan mereka.

Peran penting sistem ISDR adalah mengembangkan perangkat untuk membantu pemerintah dan organisasi-organisasi lain dalam mengimplementasikan HFA. Dengan selesainya keseluruhan Panduan ini, kami akan memfasilitasi usaha-usaha pengembangan panduan untuk sektor dan situasi yang spesifik. Kami menyambut baik masukan dari para pembaca dan pemakai Panduan ini untuk membantu usaha kami dan memperbaiki Panduan versi selanjutnya.

Salvano BricenoDirektur Sekretariat ISDR30 April 2007

2 Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.unisdr.org/wcdr

Perkataan Menjadi Tindakan: Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja Hyogo vii

Daftar IsiUcapan terima kasih ............................................................................................................................................. iiPrakata ............................................................................................................................................................. vDaftar Isi ............................................................................................................................................................. vii

Pendahuluan ................................................................................................................... 1Kerangka Kerja Aksi Hyogo .................................................................................................................................. 1Peranan dan tanggung jawab Kerangka Kerja Aksi Hyogo .................................................................................. 1Kons